Penulis : Black Fanter
Genre. : Web novel , romance , Rebirt , Transmigration , Drama , Genius Girl , Harem , School .
Status. : Ongoing
Seorang Mahasiswi pasca sarjana dilahirkan kembali menjadi tokoh figuran dunia Otome Game , siapa sangka di saat nafas terakhir nya dia mengingat kembali ingatan masa lalu nya . Keinginan dulu belajar dan menjadi kaya , karena sekarang dia kaya dia hanya perlu belajar .
Dia selalu mencoba menjauh dari FL maupun ML bahkan Bos penjahat , akan tetapi mengapa mereka begitu lengket pada nya . Tokoh antagonis mengarah kan kebencian nya pada nya bukan pada FL , para bos penjahat tidak membiarkan hidup nya berdamai . Mereka menggali rahasia yang tersembunyi pada nya , mengorek satu demi satu rahasia yang tersembunyi dari nya . Di tengah-tengah misteri kelahiran , bos penjahat itu berubah menjadi anjing penjaga nya. Mereka tidak membiarkan nya hilang sedetik dari pengawasan mereka .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BLACK FANTER, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 19
...Volume 1...
...Bab 1...
...Bertemu Pria Gila...
Asrama para murid
Sebuah bayangan melintas di sekitar lorong asrama yang sepi , dengan badan yang tertutup jubah dengan disertai sebuah topi yang menutup kepala nya . Dia celingak -celingu-kan dan melihat di sekitar-nya takut ada orang yang melihat perilaku abnormal nya, dia dengan tenang membuka pintu kamar . Akan tetapi dia di kejutkan dengan suara teriakan , dia melotot dan menutup pintu itu pelan .
Sreeek
Tuk tuk
" Astaga Ada apa dengan mu ? , Mengapa kamu membungkus dirimu dengan dan astaga kamu terluka , ayo kemari !!"
Gadis yang masuk ke Kamar tidak lain ialah Kaila , ia langsung bergegas kembali ke asrama Walaupun ia harus mengendap-ngendap . Kaila menatap sahabat nya Rika , yang sibuk mengambil air bersih untuk diri nya . Seluruh tubuh nya basah , dan bekas tamparan di wajah nya masih merah dan gambaran tangan terlihat jelas .
" Apa yang terjadi pada mu Kai ? , Kami baru saja kembali . Siapa yang melakukan ini ? Aku akan membalasnya nanti " Rika mendengus dan mengepalkan tinju nya erat .
Kaila mendesah dan meminta Rika untuk duduk " Rika tenanglah , duduk cepat ! "
Rika dengan patuh duduk di dekat Kaila , ia menaruh nampan berisi air di dekat meja . Lalu memeluk Kaila erat dan perlahan air mata jatuh .
" Maaf kan aku ! , Seharus nya aku mengikuti mu pergi tadi jika tidak kejadian seperti ini pasti tidak akan terjadi lagi , hiks hiks " Risa memeluk Kaila dengan erat
Kaila mengelus punggung Rika sang sahabat , dan mencoba untuk menenangkan nya . " Itu bukan lah salahmu Rika , tenang-lah lain kali aku akan berhati-hati lagi ya " Kaila berkata dengan lembut
Rika mengangkat kepala nya dan menatap Kaila sendu , seharus nya ia tidak menjauh dari teman nya . Teman nya pasti di tindas oleh anak-anak sombong itu , yah benar mereka pasti iri pada teman nya yang manis ,cantik , dan tentu nya pintar ini .
" Kami baik-baik saja kan , sini aku obati luka mu dan astaga kamu bahkan di siram air . Cepat mandi dan pergi ganti baju "
Rika melepas topi dan jubah yang di pakai Kaila , Risa mencium aroma samar dari topi dan jubah yang di pakai Kaila .
" Aroma yang harum , ini aroma mawar tapi ia merasa kedinginan entah mengapa " Batin nya
Kaila masuk ke kamar mandi melepas pakaian nya yang basah , dan berendam setelah nya ia tidak berani menyiram wajah nya dengan begitu saja , takut nya itu akan menjadi perih kaki nya juga sedikit sakit . Kaila keluar setelah berendam dan memandangi Rika yang memegang sebuah botol .
" Apa ini Kaila ? " Tanya Rika
Rika membuka penutup botol itu , lalu crim dengan warna kehijauan dan Aroma yang mencuat dari crim sangat lah wangi , Seperti ia mencium aroma bunga melati .
" Apa ini bau nya sangat harum , apakah ini krim untuk wajah " Wajah Rika menjadi berseri-seri dan hendak mengoleskan ke wajah nya .
Kaila menatap teman nya tak percaya , mengapa Rika berpikir salep yang di berikan teman sekelas baru nya sebagai Krim wajah , dia harap teman sekelas baru nya tidak melihat kejadian ini .
" Itu bukan Krim wajah Rika , itu salep untuk membalut luka di wajah ku "
Rika menatap Kaila dengan tajam dan penuh selidik , dan perhatikan nya mengarah ke topi dan jubah yang dipakai Kaila tadi .
" Kaila kamu menyembunyikan sesuatu dari sahabat mu ini , jadi siapa yang membantu mu . Apakah itu laki-laki atau perempuan ? "
" Itu perempuan " Ucap Kaila gagap wajah nya agak nya memerah , namun karena pipi nya bengkak Rika tidak menyadari nya .
" Benarkah ? " Rika bertanya sekali lagi dan menghela nafas lega " Syukuran lain kali jangan berkeliaran sendirian , kamu harus mengajak ku kemana pun kamu pergi mengerti "
Kaila dengan cepat mengangguk .
" Kemari aku akan mengoles kan salep untuk bengkak di wajah-mu " Rika tersenyum
Kaila duduk di dekat Rika , Rika mengambil handuk dan menyeka wajah Kaila dengan hati-hati .
" Aouch ... Aouch ... " Rintik Kaila
" Apakah itu sakit , aku akan pelan-pelan " Rika berbicara dengan lembut
Rika mengambil salep itu dan mengoles kan nya ke wajah Kaila dengan hati-hati , Aroma melati tercium di udara .
" Aroma nya sangat harum , Seperti nya ini bau melati " Ungkap Kaila
" Yah kamu benar Kaila bau nya seperti melati "
Kaila merasa kan sensasi dingin di wajah nya , dia tiba-tiba takjub itu tidak terasa nyeri sama sekali. Dia ingat perkataan teman sekelas baru nya , salep ini buatan nya sendiri . Dia merasa wajah nya tidak lagi nyeri , melainkan merasa nyaman .
" Jadi siapa yang menyelamatkan mu Kaila ? "
" Itu teman sekelas baru kita " Kaila menunduk
" Benarkah !!! , Kupikir anak baru itu sangat acuh dan benci dengan orang di sekitar " Rika takjub setelah mendengar cerita dari Kaila , mendengarkan rincian peristiwa yang dialami oleh teman nya ini . Ternyata ia salah paham dengan ketidakpedulian teman sekelas baru nya .
" Syukurlah , Seperti-nya aku harus minta maaf pada nya karena telah salah paham . Kupikir anak itu benci dengan orang di sekitar nya , nama nya Viyona kan ? " Rika agak malu saat ini
" Iya dia Viyona , nama nya cantik . Walaupun dia sangat acuh sebelum nya , nyata nya hati nya baik dia hanya tidak tahu bagaimana mengekspresi-kan di wajah nya saja "
Percakapan kedua gadis ini berhenti di situ saja , mereka berdua memilih untuk bersantai dan menunggu malam tiba . Setelah sore berganti menjadi malam , kedua gadis itu sama-sama mengisi tugas dari guru dan belajar sebentar , lalu tidur .
Keesokan harinya , Risa terbangun dari tidur nya yang nyaman , Dia menguap "Hoam".Risa bangkit dari ranjang Queen size nya dan menuju kamar mandi , berendam selama 15 menit . Keluar dari kamar mandi dan memakai seragam milik nya , menuju dapur lalu mengambil sebotol susu dari lemari es dan sereal , dia duduk di meja makan dan memakan nya sebagai sarapan , Risa terlalu malas untuk Hanya sekedar memasak . Risa mengambil tas nya lalu berjalan pergi , hari-hari nya yang membisu telah dimulai kembali .
" Semoga pagi ini berjalan mulus " Entah mengapa Risa merasakan firasat buruk
Saat dia sampai di sekolah , Risa berjalan di koridor dan mendengar suara bisik-bisik aneh para murid perempuan , firasat nya menjadi tidak baik itu sangatlah buruk .
" Wow pria itu sangat tampan , kapan kita memiliki murid setampan itu ? "
" Dia lebih tampan dari Pangeran Seika kita "
" Tidak pangeran Seika kita tetap tampan juga "
" Namun seragam dia pakai mirip dengan kita , tapi gaya nya mengapa berbeda ? "
"Itu tidak penting , dimana pria tampan itu sekarang ? "
" Entah lah dia cuma lewat di sini sebentar tadi , mengapa dia cepat sekali pergi "
Risa mempercepat langkahnya , koridor yang tadi nya ramai kini menjadi sepi lagi . Firasat nya semakin memburuk , apakah ia kembali saja ke vila dan libur hari ini .
Kelas Roket berada cukup jauh dari halaman sekolah , karena kelas nya berdekatan dengan lantai dua tempat senior tahun kedua berada .
Risa menatap sekitar dan tiba-tiba menjadi bingung , mengapa sepi sekali apakah ia terlalu pagi . Namun dia melihat benda murid tadi , jadi ada di sini insting nya tiba-tiba menajam . Pandangan nya menyelidik setiap pilar dan berucap dengan dingin .
" Keluar !! " Perintah nya
Hening ......
Tidak ada yang menjawab , kesabaran Risa sangat kecil " Kubilang keluar jika tidak aku pergi ! " Risa sudah melengos pergi
Namun sebuah bayangan melintas di depan nya , begitu cepat hingga Risa sontak mundur dan hampir terjatuh , namun sebuah tangan menarik nya . Tubuh Risa kini sangat dekat dengan orang yang menarik nya, ternyata seorang laki-laki .
" Halo Nona cantik , kamu cukup tajam juga " Anak laki-laki itu dipenuhi dengan senyuman
Risa mendengus " Lepas ! "
" Kalau aku melepas nya Nona cantik akan terjatuh " Senyuman nya semakin melebar , tapi di mata Risa itu hanya seringai
Risa menggertak kan gigi nya kesal " Lepas kan aku sekarang juga , aku tidak mengenal mu jadi jangan dekat-dekat dengan ku " Risa menampar tangan laki-laki itu kasar
Wajah laki-laki itu cemberut dan mengerut kan kening nya " Aku hanya membantu mu Nona cantik " Wajah nya di penuhi dengan keluhan , dia hanya ingin membantu Risa .
Namun , Risa bergidik mengapa laki-laki gila ini bisa sampai di sini . Mengapa ia harus bertemu lagi , Risa berusaha menenangkan emosi yang berkecamuk di hati nya , wajah nya begitu tenang namun hati nya sedang bergejolak .
" Terima kasih " Risa akhir nya memilih mengalah dan diam-diam menatap sekitar nya yang sepi , dia tidak bisa berlama-lama dengan iblis sinting ini ia harus segera pergi .
" Jadi nona cantik siapa nama mu hm ? "
Wajah tampan itu mendekat ke diri nya , Laki-laki itu jauh lebih tinggi dari Risa . Terpaksa Risa mendongak saat berbicara dengan laki-laki itu .
" Tidak penting sampai jumpa ! "
Namun , tangan nya di tahan oleh laki-laki itu lagi .
" Apa lagi ? " Tanya Risa tidak sabar
Laki-laki itu tersenyum smirik dan menatap Risa lagi " Apakah Nona tidak akan mentraktir ku makan , aku baru saja membantu mu "
Risa kesal dan ingin sekali memukul kepala pria sinting ini " Untuk apa , kamu punya kaki kan . Kamu bisa pergi ke Kafetaria sendiri " Risa sudah berbicara cukup banyak hari ini .
Laki-laki itu hanya tersenyum sebagaimana tanggapan " Nona tidak ingin memberitahu nama mu , jadi sebagai ganti nya temani aku makan dan aku tidak akan menanyakan nama nona bagaimana ? " Tawar laki-laki itu
Risa melototi nya sebagai ganti nya , ah ia mengerti jadi pria yang di maksud oleh segerombolan murid perempuan itu ternyata iblis ini , sial seharus nya ia dengan cepat berbalik pergi dan kembali ke vila nya . Risa merutuki kebodohan nya itu , firasat nya selalu benar mungkin inilah firasat buruk itu .
" Terserah jadi bisakah kamu melepas kan ku sekarang !? " Pinta Risa
Laki-laki itu tersenyum dan melepaskan genggaman nya " Jadi Nona setuju , kalau begitu sampai jumpa di kafetaria siang nanti ! "
Laki-laki itu lah duluan yang pergi , setelah mencapai tujuan nya . Risa melototi laki-laki itu , kapan dia setuju dasar laki-laki sinting , mengapa ia harus bertemu dengan nya lagi . Mengapa bertemu iblis sinting ini di sini , tidak cukup kah ia bertemu dengan nya di taman mawar tempo hari .
" Benar-benar laki-laki sial , jika bisa aku ingin mencekik nya "
Risa sudah berbicara cukup banyak hari ini , mengahadapi iblis sinting yang tidak malu . Membuat tenaga nya terkuras habis , tapi apakah ia harus pergi ke kafetaria nanti siang atau tidak . Lupakan ia bisa berpura-pura tidak mengingat kejadian ini lagi , suasana hati Risa menjadi lebih baik ia berjalan dengan santai menuju Kelas nya .