Bercerita tentang seorang pengangguran berumur 35 tahun yang tanpa sengaja berpindah kedunia lain pada saat dia terbangun dari tidurnya,
Di dunia itu dia terbangun dan menjadi raja iblis dengan kekuatan super over power karena kesalahan dari tutorial sistem yang membangunkannya,
Bagaimana kisah dari sang naga yang mencari harem di dunia barunya?
PERHATIAN : INI HANYA KHAYALAN AUTHOR, CERITA DI DALAMNYA MURNI HANYA IMAJINASI.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shins, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch - 18. Appraizel
Ruang kerja lily terasa sunyi setelah lily pingsan, setelah membaringkan tubuh lily shin duduk di sebelah kaki lily yang pingsan,
Shins pun melihat tubuh kecil lily yang terlihat sangat selaras dengan wajahnya, membuat shins menyadari bahwa lily memang pantas di sebut sebagai gadis yang cantik,
Tak berapa lama lily pun bangun dari pingsannya, lily pun bangkit dan duduk dengan kaki yang berkujur lurus kearah shin yang duduk di sofa,
"Apa kau tak takut mati?" kata shins tanpa melihat wajah lily
"Dug~ Dug~" suara kaki telanjang kaki lily yang menendang pelan pinggang shins, lily berani melakukannya karena sepatu yang dia pakai sudah dilepas oleh shin,
Meskipun lily menendang pelan pinggang shins, shins sama sekali tak merasa marah karena tendangan lily sama sekali tak terasa sakit,
"Kau menyakitiku, di hari kita bertemu" kata lily dengan wajah penuh kesal
Namun shins hanya terdiam tak menjawab kata kata yang diucapkan lily, lily pun terus menendang pinggang shins karena shins sama sekali tak menjawab kata katanya,
Tak lama, lily pun menghentikan tendangan kakinya di pinggang shins dan meletakkannya di atas paha shin,
"Karena kau tak membunuhku, apa itu artinya kau tak menolak masa depan bersamaku" kata lily penuh dengan kata malu malu,
"Hah~ bukankah kau yang berkata masa depan tak mudah diubah" kata shins menaruh tangan di kepalanya untuk menopang kepalanya yang tertunduk,
"Benarkah," kata lily yang kini bangkit lalu memeluk dan menggantung di leher shins dari samping,
"Apa yang membuatmu suka padaku" kata shins ragu
"Jika aku bilang cinta pada pandangan pertama dalam mimpi apa kau percaya?" kata lily menatap wajah shins yang terus berpaling,
"Apa kau tahu siapa aku?" kata shins
"Ehmm mantan raja iblis?" kata lily dengan cepat menjawab pertanyaan shins
"Apa kau tahu bagaimana wujud asliku?" kata shins
"Meskipun aku tak pernah melihatnya, aku tak peduli" kata lily
"Aku tak tahu lagi bagaimana cara menolak mu" kata shins
"Aku juga tak ingin dengar alasan membosankan seperti itu" kata lily,
"Jangan gunakan kekuatanmu untuk melihat sama depan lagi" kata shins
Mendengar kata shins lily pun bergerak dan mendorong tubuh shins, membuat tubuh kecil lily menindih tubuh shins, lily pun menatap mata shins dengan penuh rasa senang,
"Apa?" kata shins kebingungan
"Apa kau menghawatirkanku'?" kata lily
"Yah~ bagaimana mengatakannya" kata shins berpaling
"Shins~" kata lily mengunakan tangannya agar shins tak bisa mengalihkan pandangannya,
Shins pun tak berdaya, kini matanya secara lurus menatap mata lily, membuat mereka menatap satu sama lain, tanpa terasa wajah mereka semakin mendekat seolah seperti sebuah magnet yang berlawanan bertemu,
Perlahan namun dengan arah yang tepat, bibir lily pun menyentuh bibir shins, dengan hanya sepersekian detik lily pun sedikit membuka bibirnya untuk memancing nafsu milik shins,
Tanpa sadar shins pun mengikuti nalurinya, shins secara pasti kini ******* bibir kecil lily, lily yang menyadari itu secara naluri juga mengikuti gerakan shins, membuat 2 lidah dari mulut mereka masing masing saling melilit mencari kenikmatan,
"Emph~~ Much~~" mereka terus melakukan ciuman itu secara tanpa sadar, setelah beberapa saat mereka pun melepas ciuman mereka karena nafas mereka habis secara perlahan,
"Much~~ Hah~ Hah~" mereka melepas ciuman mereka saling menatap sambil mengatur nafas mereka yang hilang akibat ciuman panas yang mereka lakukan,
"He he~" lily tersenyum senang sambil memeluk leher shins dan terus mengatur nafasnya kembali,
Shins pun membalas pelukan yang dilakukan lily, shins pun merasa dirinya tanpa sadar terbuai oleh apa yang dilakukan lily, shins pun tanpa sadar mencium leher lily yang memeluknya, meninggalkan bekas merah kecil di leher lily,
"Emphh~" perlakuan shins pun membuat lily mendesah kecil karena rasa geli dilehernya seolah menyambar ke seluruh tubuhnya,
"Hah~ aku tak percaya di hari kita bertemu kita melakukan hal sejauh ini, jika diteruskan ini akan berbahaya" kata shins pada lily yang masih memeluknya
"Tak masalah" kata lily menjawab kata kata shins,
"Apa kau yakin~" kata shins tak percaya apa yang baru saja dikatakan lily,
Mendengar ucapan shins lily menarik tubuhnya kebelakang, agar dapat melihat wajah shins,
"Iya, hanya saja sebentar lagi mereka kembali" kata lily mengingatkan shins bahwa lyfa dan silvy akan segera kembali,
"....." shins hanya terdiam mendengar kata lily, seolah di wajahnya terpasang raut kecewa,
"Kita akan sering bertemu, masih ada banyak waktu, tapi aku berharap aku jadi yang pertama untukmu, seperti ciuman pertama ini" kata lily kini mencium bibir shins, lily pun merasa senang karena ciuman pertama shins dilakukan dengannya, begitu juga sebaliknya,
Mereka berciuman kembali, namun tak berapa lama mereka duduk berdampingan seolah tak terjadi apa apa diantara mereka,
"Apa kau memandang rendah diriku?" kata lily
"Jika kau bilang begitu, apa kau juga memandang rendah diriku?" kata shins balik bertanya
"Tidak~ bukan begitu maksudku" kata lily merasa dirinya salah bertanya
"Aku tahu maksudmu, tapi aku yakin kau melakukan hal seperti itu karena kau yakin dengan apa yang kau lihat di masa depan, tapi jangan gunakan kekuatan itu lagi, karena aku juga tak ingin melihatmu mu mati" kata shins mengelus rambut lily
"Berapa umurku, aku bukan anak kecil" kata lily merasa kesal diperlakukan seperti anak kecil namun lily pun tak berusaha menampik tangan shin dari kepalanya,
"Jika bicara umur, aku juga tak semuda wajahku" kata shins
"Aku tahu itu," kata lily,
"Oh darimana kau tahu? aku sama sekali tak ada bilang tentang umurku" kata shins
"Hehe, jangan terkejut, sebenarnya aku juga punya skill Appraizel sepertimu" kata lily
"Benarkah, pantas saja kau bisa tahu namaku, aku heran dari mana kau tahu karena dalam bayangan masa depan tak ada suara" kata shins,
"Iya, tapi tak seperti milikmu, milikmu adalah mata dewa, sedangkan milikku hanya mata air dewa" kata lily,
Mata dewa adalah mata yang menunjukkan status benda atau mahkluk hidup secara lengkap, dari asal kegunaan bahkan sampai deskripsi terkecil, juga mampu melepas trick sihir seperti ilusi dan sebagainya,
Mata air dewa, adalah mata yang menunjukkan status benda atau mahkluk hidup, dengan deskripsi sederhana, mata ini bisa dimiliki oleh mahkluk yang dianggap sebagai titisan dewa, dan hanya 1 orang yang memiliki mata seperti ini,
Intinya : cuma lily yang punya mata air dewa ini, jika lily mati mata air dewa juga akan hilang, dan akan ada orang yang memilikinya lagi setelah ribuan tahun kematian lily, pada dasarnya lily beruntung karena lahir di waktu mata air dewa ini muncul.
Mata Appe adalah mata yang menilai status mahkluk atau benda secara ringan, ini bisa dimiliki oleh banyak orang, namun kemampuannya terbatas, tidak bisa membaca status seseorang yang lebih kuat sang pengguna,
Contohnya : jika orang A yang memiliki mata ini dan mencoba membaca status orang B yang levelnya lebih tinggi maka informasi yang muncul akan tertulis "Unknown", jadi level adalah hal penting di dunia ini untuk menyembunyikan identitas,
Jika orang A dan Orang B memiliki level yang sama, maka status yang muncul hanya nama ras dan level
Ex :
Nama : A
Level : 999+
Ras : Demons
...•••••••••••••••••••...