Alena wanda amira adalah seorang gadis berusia 20 tahun. Dari umur 10 tahun dia hanya hidup bersama paman, bibi dan kakak sepupunya. walaupun tinggal bersama paman dan bibinya namun kasih sayang yang dia terima tetap tidak lengkap. hingga suatu ketika dia terikat kontrak dengan laki-laki dewasa berumur 28 tahun, CEO sekaligus pewaris tunggal ADIDHARMA yaitu Andrian Ramatha. namun apakah kehidupan Ale akan menjadi lebih kelam atau Andrian adalah sosok yang selama ini dia tunggu untuk memberi pelangi bagi hidup Ale?
.
.
suport karya pertamaku ya teman-teman semua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annisanurhasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18."mengambil keputusan"
“Menikahlah denganku Alena Wanda Amira”
Ale yang mendengar kalimat sakral yang keluar dari mulut seorang laki-laki seketika merasa haru, rasanya kalimat itu adalah kalimat yang dia impikan keluar dari ucapan laki-laki yang dia cintai.
Dia hampir menitikkan air mata karna terharu, namun teringat yang mengucapkan kalimat itu adalah bossnya dia merasa hatinya sedikit sakit. Andai saja kalimat ini keluar dari sepasang manusia yang saling mencintai, sudah pasti sang lawan bicara akan langsung menganggukkan kepala dengan cepat dan berkata iya tanpa harus memikirkan hal lain.
Andrian berdiri dan menyerahkan sebuah dokumen kepada Ale.
“Ini adalah masalah kamu dan saya yang belum terselesaikan” nada Andrian saat ini terdengar seperti iblis yang sangat angkuh.
Ale berdiri dan membuka dokumen itu dan ternyata isinya adalah sebuah catatan administrasi perbaikan mobil. Ale membelalakkan matanya saat dia melihat dibagian total pembayaran, bahkan gajinya satu tahun sampain dia lemburpun belum bisa untuk membayar ini.
“A-apa ini pak?”
“Saya yakin kamu tidak bodoh Ale.” Senyum licik Andrian mulai muncul.
“Kejadian itu...” Ale menerawang kejadian pertama kali dia bertemu dengan bossnya ini.
“Kau...” Suara Ale tergantung geram. Dia sangat emosi.
“bagaimana mungkin.. saya hanya menabrak sedikit mobil bapak, mana mungkin biaya perbaikan bisa sebesar ini!! Lagian mobil bapak uga tidak rusak parah kok.” Ale geram dengan kelakuan bossnya ini. Apa-apaan ini, ini adalah pemerasan.
“Kalau kamu tidak percaya, saya bisa menelfon montirnya langsung, kamu bisa menanyakan detilenya kepada dia.”
“Lalu kapan kau akan membayarnya? Atau kau akan membayarnya dengan apa?” kali ini Andrian melangkahkan kakinya mendekati Ale dengan senyuman yang tidak bisa didefinisikam.
Ale merasa takut dan dengan gerakan reflek memundurkan tubuhnya untuk menjaga jarak dengan bossnya. Namun langkah bossnya kian mendekat sampai posisi Ale kini terkunci oleh tangan Andrian dan tembok dibalakangnya kini ia tidak bisa memundurkan tubuhnya lagi.
“Jadi bagaimana Ale? Nona Ale Wanda Amira”
Rasanya saat andrian menyebut namanya tampak seperti malaikat maut yang akan mencabut nyawanya.
“Ma-maksud bapak?”
“Saya beri kamu tawaran yang membuat kita saling menguntungkan.”
Sekarang Andrian kembali memposisikan tubuhnya dengan normal. Ale yang mendapat kelonggaran itu mampu bernafas dengan lega, namun tawaran apa yang dimaksud Andrian dia masih belum faham.
“Menikahlah denganku selama 2 tahun nona Alena, saya akan memberimu uang disetiap minggunya dengan nominal yang kamu minta selama itu masuk akal. Dengan begitu hutangmu dengan saya akan lekas terbayar, lagian saya juga sudah menghitung-hitung gaji kamu selama 2 tahun, itu masih belum bisa untuk membayar hutang kamu ini. Jadi bagaimana?”
Ale kaget mendengar perkataan Andrian, dia diam memikirkan tawaran ini. Seharusnya dia langsung berkata tidak ketika mendengar kerjasama ini, bagaimana mungkin sebuah pernikahan bisa menjadi sebuah lelucon seperti ini. Tapi mendengar hal yang ditawarkan Andrian membuat pertahanannya sedikit goyah.
Sungguh dia bukanlah wanita yang gila harta, tapi memikirkan hutangnya yang tiba-tiba menggunung ini, membiayai biaya hidup dan kuliahnya, membayar uang sewa, belum lagi terkadang bibinya meminta Ale untuk mengirimkan uang belanja setiap bulannya, itu semua menbuat kepala Ale makin hari semakin ingin pecah.
“Ta-tapi pernikahan itu kan hal yang sakral pak, menikah bukn hanya tentang bapak dan saya, tapi juga keluarga”
“Lalu kau menyetujuinya jika ku meminta restu keluargamu?”
Ale terdiam memikirkannya lagi. Andrian mulai gemas karna Ale tak kunjung memberinya jawaban.
“Comeon Ale.. hanya 2 tahun, lalu setelah itu aku tidak akan pernah mengusik hidupmu lagi” Andrian mulai frustasi karna Ale justru hanya diam saja dengan wajah polosny. sungguh Andrian juga tidak berniat memiliki ide bejat seperti ini, tapi mamanya selalu mendesaknya dalam keadaan apapun.
“Tapi pak.. Bukankah ini seperti membohongi tante widya? Saya jadi merasa bersalah” ale justru tertunduk kali ini. Rasanya ketika Andrian mengucap hanya 2 tahun membuat hatinya sedikit terluka, bagaimana kalau tiba-tiba ditengah kontrak Ale mencintai Andrian.
“Dibagian mana saya berbohong? Bukankah saya berjanji akan menikah? Dan saya akan menikahi kamu selayaknya seorang pria menikahi wanita. Dibagian mana saya berbohong Ale”
Ale masih terdiam.
“Pliss bantu saya dan mamah saya Ale, dia sudah semakin tua, saya tidak ingin kehilangan seseorang sebelum saya bisa semaximal mungkin memenuhi keinginannya.” Kini mata Andrian menatap Ale dengan tulus.
Ale yang melihat ketulusan hatinya sungguh sangat tersentuh dengan ucapan bossnya itu. Dari kecil dia sudah disuguhkan tentang kehilangan kedua orangtuanya, dia sama sekali tidak pernah tau bagaimana rasanya membahagiakan seorang ibu, tapi baginya, dia tidak ingin orang lain merasakan penyesalan seperti dia yang belum sempat membahagiakan orangtuanya.
Andrian menjauhkan dirinya dari Ale, rasanya dia sangat frustasi, saat ini dia benar-benar merasa sangat tidak berdaya dengan keadaaan ini.
“AHHH SHITTT!!”
“Pak Andrian.. “ Ale berjalan mendekat kearah Andrian, melihat bossnya seperti ini dia jadi merasa bersalah.
“Pliss jangan mendekat Al, aku benar-benar malu dengan prilakuku barusan.”
Ale semakin tidak mengerti dengan keadaan ini, rasanya dia menjadi sangat dengan bossnya.
“Baik pak... saya akan menikah.."
.
.
.
Jangan lupa tinggalin jejak kalian ya teman-teman. Trimakasih sudah suport
By. Nurhasanah
semangat terus ka
salam di batas cakrawala
mampir juga yaa
mampir juga yaa
mampir juga yaa