Menceritakan tentang Raniya, seorang janda yang dinikahi polisi muda beranak tiga dengan komitmen hanya menjadikan Raniya sebagai ibu sambung. Dia perempuan tegas, namun berhati baik. Sikapnya yang keras dan tidak menampakkan kasih sayang di hati anak-anak suaminya, membuat perpecahan dalam pernikahan mereka.
Hingga suatu waktu mengantarkan mereka membuka rahasia di balik kematian Renima, ibu kandung ketiga anak tersebut. Tidak hanya Renima, tetapi juga kematian Nathan, almarhum suami Raniya yang pertama.
Di sisi lain, cinta bahkan telah jauh lebih lama tumbuh di dalam hati mereka, sehingga mengalahkan dendam dan benci yang terjadi karena kesalahpahaman di masa lampau.
Akankah Raniya mampu bertahan menjadi istri Taufiq, meski hanya sebagai ibu sambung untuk ketiga anak-anaknya?
Selamat menyaksikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon radetsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERMINTAAN KONYOL
"Terima kasih untuk Hari Ini, Raniya." Ucap Taufiq menghancurkan Kesunyian di antara mereka berdua.
Sudah lepas Isya kala itu. Raniya bersikekeh tetap ingin bersama anak-anak seharian hingga Taufiq pulang, ditambah Bu Lian ada urusan mendadak yang tidak bisa ditinggal pada siangnya tadi.
Raniya merasa kesepian. Ayahnya ke luar kota untuk melakukan perjalanan bisnis, sehingga Taufiq mengizinkan Raniya di rumahnya untuk menjaga anak-anak. Walau Taufiq sebenarnya ingin terus seperti itu, tapi dia tetap merasa sungkan untuk merepotkan Raniya.
"Memangnya ada apa dengan hari ini, Fiq?" Raniya menoleh ke arah Taufiq yang tetap fokus dengan kemudinya.
"Umm... Terima kasih saja, Raniya. Kamu mampu membuat anak-anak merasa tenang Hari ini. Aku tidak pernah melihat mereka secaria itu sejak beberapa bulan terakhir. Ada rasa damai tersendiri yang aku rasakan ketika melihat mereka dengan suasana seperti itu, Raniya." Ucap Taufiq datar.
Pengakuan Taufiq yang terdengar lirih di telinga Raniya, membuat hati Raniya merasa sakit sendiri.
Dia cemburu. Lagi-lagi perasaan itu tidak mampu ia pungkiri sama sekali.
"Aku juga senang, Fiq." Sahut Raniya singkat. Rasa cemburu yang membuat dia seketus itu. Sayangnya, Taufiq malah tidak peka sedikit pun.
Walau begitu, setidaknya Raniya tetap menyahut untuk menyembunyikan perasaannya yang egois itu.
"Raniya..." Panggil Taufiq lagi.
"Iya? Ada apa, Fiq?" Raniya menyahut. Dia kembali menoleh ke arah Taufiq.
Raniya gugup. Dia seperti sedang menunggu Taufiq menyatakan cinta saat itu, persis seperti di film-film romantis yang pernah ditontonnya.
"Em... Apa... Apa kamu begitu mencintai alamarhum suamimu?"
Deg.
Jantung Raniya berdegup. Dia bingung harus jawab apa. Entah kenapa pula Taufiq dengan tiba-tiba bertanya seperti itu? Beberapa kali Raniya menimang-nimang. Dia benar-benar tampak bingung.
Taufiq tidak menoleh sama sekali meski telah bertanya dan membuat Raniya gugup seperti itu.
Konyol. Raniya merasa sedang diperolok-olok oleh pertanyaan Taufiq barusan. Hatinya sakit. Entah kenapa pula kali itu.
"Me-memangnya kenapa?" Balas Raniya balik bertanya.
"Tidak. Aku hanya bertanya saja. Jika kamu tidak suka dengan pertanyaanku barusan, tidak perlu dijawab." Taufiq bersikap santai. Dia tidak sadar telah menyakiti perasaan Raniya begitu dalam dengan sikapnya.
"Suamiku orang baik. Hanya wanita bodoh yang tidak mencintainya." Ucap Raniya memulai bercerita, meski Taufiq sempat mematahkannya.
Aku wanita bodoh itu, Fiq. Seharusnya kamu tidak membahas ini tadi, sehingga aku tidak lagi berbohong lebih banyak dan menyembunyikan perasaanku lebih jauh lagi darimu.
"Owh..."
Apa? Owh? Cuma Owh?~ Geram Raniya di dalam hatinya.
Hahaha... Kamu memangnya mengharapkan apa, Raniya? Berharap Taufiq akan cemburu? Ingat, Ran? Taufiq baru saja kehilangan istri tercintanya, dan tidak akan begitu mudah baginya untuk melupakan istrinya itu.~ Raniya menyeringai pilu. Semakin lama berada di samping Taufiq, maka ia akan membuat dadanya sendiri semakin ngilu, bahkan meletus karena menahan sakit.
"Kamu sendiri bagaimana?" Raniya balik bertanya. Memastikan perasaan Taufiq saat itu.
"Apanya yang bagaimana?"
"Apa kamu belum bisa move on?"
"Belum."
"Owh..." Raniya tersurut. Hatinya semakin perih mendengar sahutan singkat Taufiq.
"Aku belum bisa move on dari cinta pertamaku, Raniya." Sambung Taufiq terdengar getir.
"Renima? Segitu sayangnya kamu kepadanya? Pasti dia perempuan beruntung ya?" Raniya memaksakan senyumannya di sela-sela pahit perasaannya. Matanya berkaca-kaca. Dia ingin menangis dan terisak saat itu. Beruntung gelap.
Mobil yang mereka tumpangi sampai di depan pekarangan rumah Raniya. Taufiq belum mematikan mesin mobilnya, dan dia malah bersandar sembari menghela napas panjang untuk sesaat.
"Renima, dia ibu dari anak-anak. Satu-satunya yang tersisa dalam hidupku. Aku gagal melindunginya, Raniya. Sekarang, aku berjanji akan menjaga Sam, Sunny dan Langit dengan baik. Cuma mereka yang aku punya." Tutur Taufiq mengiba.
Raniya hanya diam. Dia tidak mengerti apa maksud kata-kata Taufiq yang sebenarnya. Dia pikir, Taufiq begitu mencintai Renima untuk selamanya. Dia ikut tersandar, merasa harapannya pupus dan jalannya buntu.
Raniya menyerah.
"Raniya..." Panggil Taufiq kembali.
"Hah?" Raniya tersentak. Pandangannya refleks mengarah kepada Taufiq yang juga menatap lekat wajahnya.
Deg.
Jantung Raniya kembali berasa terhenti untuk sesaat.
"Anak-anak begitu cocok denganmu. Maukah kamu menjadi ibu sambung mereka?"
"A-apa?" Raniya terbelalak. Sulit dimengertinya maksud Taufiq saat itu meminta dirinya menjadi ibu sambung anak-anak.
"Ma-maksud aku sekadar ibu sambung, Raniya. Aku mengerti, kamu sangat mencintai suamimu. Oleh karena itu, maukah kamu menikah denganku demi mereka?" Ucap Taufiq cepat.
"Hanya sekadar ibu sambung?" Tanya Raniya. Hatinya benar-benar ingin meletus saat itu. Dia pikir dilamar orang yang dicintainya akan membahagiakan, tetapi malah sebaliknya.
"Itu pun kalau kamu bersedia, Raniya."
Yaa Allah... Aku harus apa? menyakitkan sekali mendengar permintaannya yang konyol ini yaa Allah... ~ Batin Raniya mengeluh.
Tapi dia juga tidak ingin kehilangan kesempatan itu, menjadi istri seorang polisi. Apalagi polisi muda itu adalah cinta pertamanya sendiri.
Bismillah... Aku serahkan kepadamu Yaa Rabb...
.
.
.
.
.
Hallo teman-teman semua...
Maaf... Radetsa jarang menyapa untuk kali ini.
Radetsa mau curhat nih... Rasanya capek nulis. Tapi demi pembaca semua, Radetsa akan tetap menulis.
Kalau Radetsa lihat-lihat, banyak para author yang pindah ke platform sebelah. Tapi Radetsa akan tetap menulis di MT dan di NT. Hanya saja, tidak terlalu rajin up seperti biasa. Jika teman-teman berkenan, teman-teman bisa menunggu Rdetsa up, tetapi jika tidak temen-temen tidak apa-apa tunggu tamat terlebih dahulu.
Ini dikarenakan penghasilan dan view di MT menurun drastis. Jadi, Radetsa ikut suami pergi jualan.
Asal teman2 tahu, ketika Radetsa masuk ke aplikasi, Radetsa lebih utamakan membaca dan like komentar pembaca di kesemua karya Radetsa. Maka dari itu, tolong bantu semangatin Radesa dengan like komentar dari teman semua.
Makasih...
assalamu'alaikum...
terimakasih ya kak 😍😍😍😍😍