NovelToon NovelToon
Suamiku Adalah CEO

Suamiku Adalah CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.2
Nama Author: enaldi

entah kesialan apa yang menimpa Andriana hingga harus bertemu kembali dengan pria dingin dan galak itu, apalagi harus sampai menikah dengannya. Andriana yang awalnya membenci dengan CEOnya itu perlahan juga menyinpan perasaan yang sama. Namun perjalanan untuk menyatukan kedua perasaan tersebut terlalu banyak hambatan hingga membuat andriana berada dititik keputus asaan. .....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon enaldi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 19

ALEXANDER POV

setelah menelfon roni dan menunggu cukup lama diluar aku memutuskan masuk kembali kekamar apartemenku.

"apa kamu sudah siap?" tanyaku pada andriana yang terlihat berdiri membelakangiku memandang dirinya dicermin.

andriana tidak menjawab dia hanya melihatku dipantulan cermin, begitupun denganku yang melihat wajah cantiknya dari cermin.

aku berjalan mendekatinya hingga berdiri tepat dibelakangnya. andrianapun bangkit dari duduknya untuk menghindariku, namun dengan cepat aku memeluk pinggangnya dari belakang dan menopangkan daguku dibahunya.

"kau terlihat begitu cantik baby, apa kau berdandan untukku?? hemm" ucapku

"lepaskan pelukanmu dan jauhkan wajahmu itu" ujarnya yang masih terlihat kesal dan marah padaku

"bagaimana bisa aku melepaskan pelukanku baby, rasanya begitu nyaman seperti ini" ucapku dengan mempererat pelukanku.

"begitu nyaman ya?emmm kalau begitu bolehkah aku memegang dan mencium tanganmu sayang" ucap andriana sedikit manja, aku dapat melihat bayangannya dicermin dia tampak tersenyum padaku.

"tentu saja baby, mecium bibirkupun tidak menjadi masalah untukku"

andriana memegang tangan kananku dan mengangkatnya mendekatkan kebibirnya namun hal tidak kuduga terjadi.

"Aaahhhh" teriakku ketika andriana menggigit tanganku tanpa ampun. akupun lantas menarik tanganku dan b melepaskan pelukanku.

"apa kau sudah gila" bentakku, dan kulihat bekas gigitan andriana begitu jelas ditanganku

andriana hanya tersenyum menampakkan ekspresi tak bersalahnya, dan berjalan keluar dari kamar.

"heeii kau mau kemana" tanyaku

"mau pulang" jawabnya dengan enteng

"bukankah sudah kubilang kita akan malam dengan keluargaku, mama sudah menunggu dirumah" ucapku pada andriana, diapun berhenti didepan pintu tanpa menoleh kepadaku

"terus ngapain masih berdiri disitu, cepatlah"

aku tersadar dari ucapan andriana dan segera menghampirinya.

"apa-apaan dia beraninya memerintahku" batinku.

kamipun meninggalkan apartemen dan segera menuju kekediamanku karna mama sudah pasti menunggu dirumah.

diperjalanan andriana hanya diam dan terlihat melamun seperti memikirkan sesuatu.

"apa yang sedang kamu pikirkan baby" tanyaku masih fokus menyetir

"bukan urusan anda tuan" ucapnya yang membuatku sedikit emosi, akupun menginjak rem mobilku.

"saya sudah berulang kali bilang padamu panggil aku dengan sayang" tegasku padanya

andriana hanya diam dan tidak menanggapi perkataanku, akupun segera menjalankan kemobilku kamipun sampai dirumah tanpa ada pembicaraan lagi.

akupun segera keluar dan membukakan pintu mobil untuknya

"turunlah" ucapku datar karna masih marah dengannya

andrianapun turun dan berjalan mengikutiku, para pelayan dirumah sudah membukakan pintu dan menyambut kedatangan kami , akupun langsung masuk kedalam menuju keruang keluarga.

"eeh kalian berdua sudah sampai" ucap mama yang menyambut kedatangan kami berdua, dan memeluk andriana. apa kebiasaan wanita selalu seperti itu jika bertemu.

"bagaimana perjalananmu sayang? alex gak macam macamkan sama kamu" tanya mama pada andriana yang hanya ditanggapi oleh andriana dengan senyuman

"ayolah ma, alex gak mungkin macam macam padanya" ucapku membela diri ya walaupun aku sering melakukan hal hal seperti itu, tapikan cuma sekedar mencium dan memeluknya saja jadi gak masalahkan.

"benarkah itu andriana?" tanya mama kembali pada andriana memastikan perkataanku.

andriana tampak laget dengan petanyaan mama

"ehhh itu... iya tante, pak alex gak macam macam kok sama saya" andriana menjawabnya dengan gugup

"kamu jangan memanggil anak tante dengan Pak dong, kan gak lagi dikantor. kalau diluar cukup panggil alex aja" ucap mama yang kali ini aku sangat setuju dengannya.

"ehh iya tante" ucap andriana.

mamapun menyuruh untuk duduk sebentar menunggu papah yang masih dalam perjalanan kerumah.

andriana dan mamah terlihat asik mengobrol, entah apa yang mereka bicarakan. aku memilih untuk memainkan ponselku dan mengabaikan pembicaraan mereka berdua bagiku obrolan wanita tidak ada menariknya sama sekali.

1
Praised94
terima kasih
Praised94
terima kasih 👍
Praised94
terima kasih
Praised94
terima kasih 👍
Praised94
terima kasih
Praised94
terima kasih 👍
Praised94
terima kasih
Praised94
terima kasih 👍
Praised94
terima kasih 👍👍👍
Praised94
terima kasih 👍💪
Praised94
terima kasih 👍
Praised94
terima kasih
Praised94
terima kasih 👍
Praised94
terima kasih
Praised94
terima kasih 👍👍👍👍
Praised94
terima kasih 👍👍👍
Praised94
terima kasih
Siska Nashiva
lanjut...ceritanya seru
Royhan Alfan
lanjutkan donk
Royhan Alfan
+6282232387838
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!