Hidup mewah tidak menjanjikan seseorang akan bahagia, sama seperti yang di alami Ardin. Anak tunggal dari keluarga kaya, namun kurang mendapatkan kasih sayang.
Ketika ulang tahunya yang ke 23 tahun, orang tuanya malah mengatakan bahwa mereka sudah bercerai.
Setelah 6 bulan perceraian Papanya menikah lagi, sedangkan sang Mama tidak tahu di mana keberadaannya sekarang.
Banyak kejutan yang terjadi di kehidupan Ardin, hingga hari di mana dirinya dilamar oleh sahabatnya sendiri, rasa haru serta keterkejutan bercampur kala itu, moment yang sunggu tidak bisa di lupakan selama hidup.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Harmilmil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Ketiga lelaki itu tampak cemas sekali sekarang, pasalnya sudah di gedor gedor pintu kamarnya pun tak kunjung terbuka juga. Fikiran mereka mulai merambah kemana mana, memikirkan hal hal buruk.
"Apa kita dobrak aja" ucap Kevin dengan wajah cemasnya
"Jangan nanti pintunya rusak, kalau di suruh ganti gimana" jawab Putra sekilas, nah kan idiotnya muncul.
"Astaga, di saat saat genting gini lo mikirin pintu rusak" ketus Ardan, kesal sekali melihat sahabat idiotnya ini.
"Terus nanti kalau pintunya rusak gimana? " tanya Putra lagi.
"Ya gampang tinggal ganti" ucap Ardan lagi.
"Ih gila, siapa yang mau ganti" jawab Putra lagi.
"Udah udah kenapa jadi adu argument yang gak penting gini sih, keadaan lagi genting ini" Kevin sudah kesal sekali sedari tadi melihat kedua orang idiot ini.
Karena merasa di luar kamarnya ada ribut ribut, Ardin mengerjap ngerjapkan matanya. Ia melangkah menuju pintu, dengan mata masih sayu.
"Loh kalian ngapain di sini" ucap Ardin tanpa muka bersalah nya.
Ketiga lelaki itu hanya melongo melihat orang yang di khawatirkan dari tadi malah keluar di depan pintu memasang wajah datar.
"Kamu tidak apa apa" tanya Ardan sedikit memutar mutar tubuh Ardin.
"Kak Ardan apa apaan sih, pusing tau" ucap Ardin cemberut
"Kalian sedang apa sih di dalam, orang orang sudah pada khawatir karena kalian tidak keluar kamar sudah 4 jam lamanya" kini Putra yang bertanya dengan wajah sedikit kesal.
"Oh itu, hehehe maaf ya, aku dan Raina sedang tidur di dalam, capek sekali perjalanan tadi, menguras tenaga" jelas Ardin dengan wajah cengengesan. Merasa bersalah juga jadinya.
"Astaga Ardin bisa bisanya kamu, agrhh, tidak tau kah kamu, sedari tadi Mama sudah khawatir dengan kalian berdua, tau gak" kini wajah Ardan memelas, ingin marah tapi ini bukan kesalahan di sengaja.
"Yaudah kalian ke Mama dulu, aku akan membangunkan Raina, kami akan menyusul" ucap Ardin seraya mendorong tubuh ke tiga pria itu.
Merasa di usir ke tiga lelaki itu pun pergi.
"Loh, mana Raina dan Ardin" tanya Mama Ana masih dengan wajah khawatir nya.
"Mama tenang saja, mereka tidak apa apa, melainkan tidur" jawab Ardan masih sedikit kesal
"Syukurlah Mama kira ada apa" tampak kembali tenang wajah Mama Ana.
Tak lama muncul dua wanita berjalan beriringan dengan sengenap senyum di wajah mereka. Kali ini Ardin duduk di tengah antara Putra dan Ardan. Sedangkan Raina duduk di sebelah Kevin.
"Semuanya maaf membuat lama menunggu" ucap Raina sedikit tersenyum cangguh.
"Mari makan, makanan nya hampir dingin" sambut Papa Salman tenang, tampak tak ada rasa marah di wajahnya.
Keadaan kembali senyap dan sunyi, mereka semua menikmati makanan masing masing. Sesekali saling lirik melirik kemudian melanjutkan makan.
Kini mereka tengah menunggu sunset muncul. Setelah selesai makan kelima muda mudi itu berpamitan dengan sang Papa dan Mama. Karena kedua orang itu memilih tidak ikut karena merasa lelah teramat, wajar saja di umur mereka yang tidak muda lagi, sering sekali merasa lelah.
Kini kelimanya sedang menatap hamparan pantai, melihat indahnya sunset. Sesekali menghela nafas, tak ada yang berbicara di antara mereka, semuanya tampak asik menikmati indahnya pemandangan yang ada di depan.
Tampak seseorang sesekali mencuri curi pandang, terkadang lelaki itu terlalu bodoh untuk mengutarakan isi hatinya. Harusnya di saat seperti ini adalah waktu yang tepat, tapi ia masih terlalu malu untuk mengungkapkan semuanya. Ya! Lelaki itu adalah Putra, ia sudah lama mengagumi mantan mahasiswinya ini, bukan hanya mengagumi tapi juga mencintai, wanita itu adalah Ardin, wanita yang mampu merebut hatinya.
Bersambung..........
🙏🙏
Saling dukung yuk
Mampir yuk ke novel ku
"TROUBLE QUEEN"
Dia bukan mafia, bukan juga pembunuh berdarah dingin. Namun membunuh adalah hal yang selalu ia lakukan pada orang-orang yang menurutnya pantas.
Dia bukan mafia yang memiliki kekuasaan di dunia bawah. Tapi dia memiliki kekuasaan atas dunia ini. Hanya saja ia tidak tahu takdirnya.
Banyak misteri dan teka-teki yang entah kapan akan terungkap. Dia adalah sebuah misteri. Hidupnya adalah teka-teki. Jalan pikirannya tidak bisa ditebak.
Penasaran?
Cus baca☺
ditunggu feedbacknya di karyaku "emak, aku pengen kawin". terimakasih