NovelToon NovelToon
Duda Keren Cari Jodoh

Duda Keren Cari Jodoh

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Petualangan / Contest / Duda / Tamat
Popularitas:363.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: IkeFrenhas

David Arion Syahreza, si duda keren yang lagi cari jodoh karena dorongan dari sang Mama. Padahal, dia sih masih belum move on dari sang mantan.

Awalnya, David ogah-ogahan mendatangi perjodohan yang telah diatur sang mama. Hingga akhirnya, dia menemukan seseorang yang membuatnya tertarik.

Namun sayang, wanita itu malah menghilang bak ditelan bumi.
Akankah ia menemukan tambatan hati yang dicarinya?

Sekuel Suamiku Mencintai Adikku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IkeFrenhas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Aku menyeringai saat mendengar perut Aqila berbunyi, ada kesempatan berduaan dengannya.

Mau bagaimana lagi, aku selalu ingin berdekatan dengannya. Entah karena alasan perasaan itu mampu mengungkungku. Padahal, Aqila adalah sosok yang biasa saja dari segi apa pun.

Wajahnya yang tanpa polesan make up sepertinya berhasil menghipnotis diriku.

Aku dan Aqila duduk bersisian di sofa, jangan harap dia bisa bergeser menjauh dariku.

Aku makan dengan lahap. Sejenak membiarkannya malu - malu menyuapkan makanan dalam mulutnya.

Dasar gadis.

Lambat laun, aku pun tak sabar melihatnya makan dengan ogah - ogahan seperti itu. Dengan cekatan, aku menyodorkan sendok kehadapannya.

Aqila ini tipe cewek pembangkang. Dia akan selalu siap menolak setiap niat baikku. Banyak sekali alasan yang bisa dia ucapkan.

Aku sampai geleng - geleng kepala menghadapinya.

"Makan, atau aku paksa," ancamku pada akhirnya.

Huh, butuh paksaan menaklukkannya.

Akhirnya, aku menyuap nasi ke mulutku sendiri dan ke mulut Aqila secara bergantian. Sampai makanan itu habis di hadapan kami.

Tidak banyak percakapan saat kami menyantap makan siang.

Usai membersihkan meja, aku segera melirik jam.

"Kita siap - siap berangkat," ucapku singkat.

Aqila sejenak melongo, melihatku dengan tatapan entah.

"Kita ke rumah mama," ujarku lagi.

"Tapi --" Aqila memindai penampilan dirinya sendiri.

Celana jins, kaus dengan penutup jaket khas ojek online yang masih melekat di badan. Jangan lupakan sendal jepit yang dijadikan sebagai alas kakinya berkeliling kota metropolitan.

Aku menghela napas panjang dan berat. Standard ku kali ini benar - benar berbeda.

Aku tidak mengatakan apa pun lagi, memilih membereskan meja kerjaku. Memasukkan berkas - berkas yang dibutuhkan untuk melanjutkan pekerjaan dari rumah.

Rupanya, Aqila masih bergeming di sofa. Seperti tangah berpikir keras.

"Jangan coba - coba kabur, Aqila," ucapku menegaskan padanya.

"Ti - tidak. Tapi ... aku malu bajuku tidak sesuai. Kita batalin saja ya hari ini," ucap Aqila ragu - ragu.

Aku berdecak kesal. Lalu berkata dengan nada yang lebih lembut, "Kamu tenang saja."

"Aku hanya --"

"Ke mana perginya Aqila si pemberani," selaku cepat sebelum Aqila melanjutkan ucapannya.

"Ini berbeda, David. Kita akan bertemu mamamu. Orang tuamu. Tidak mungkin aku berani menampakkan diri dengan penampilan begini," terang Aqila dengan suara lebih tinggi.

"Bukankah itu memang dirimu, kenapa malu?" tanyaku ketus.

Aqila berdecak, lalu berujar tegas, "Aku bukan malu atas keadaan diriku sendiri. Aku hanya malu karena tidak memakai pakaian yang layak. Lagi pula, berpakaian yang rapi untuk menghormati orang lain tidak masalah, 'kan?"

"Iya, apalagi jika itu calon mertua. Iya, 'kan?" Aku mengedipkan mata berniat menggodanya.

Aqila mencebikkan bibir, tidak lagi menjawab perkataanku.

"Ayo! Apa perlu aku gendong?" tanyaku saat melihat Aqila yang belum juga beranjak dari sofa.

"Enggak perlu," ucapnya cepat lalu segera bangkit dari sofa.

Aqila mengikutiku, aku membiarkannya keluar terlebih dahulu dari ruangan kerjaku. Setelah itu barulah kututup pintu tinggi itu.

Setelah berpesan kepada wanita kepercayaan kantor, aku segera melangkah meninggalkan gedung ini. Beriringan dengan Aqila.

Awalnya Aqila menjaga jarak saat berjalan dengan ku, tetapi aku tidak sabar melihat tingkahnya yang terkesan menggemaskan buatku.

Aku pun menggandeng tangan Aqila yang ternyata dingin.

"Hei, apa kamu gugup?" tanyaku spontan.

Aqila memukul bahuku kencang.

"Aw! Sakit Aqila!" seruku yang tanpa sadar menjadi pusat perhatian karyawan yang lewat.

"Makanya jangan sembarangan kali bicara," ketus Aqila galak.

Aku segera menarik tangannya agar segera ke mobil, lantas melajukan kendaraan roda empat itu menuju salon.

Penampilan Aqila harus sedikit dibenahi.

"Kenapa kita ke sini?" tanya Aqila bingung.

Aku tidak menjawab, memilih berbicara kepada karyawan mengatakan apa yang harus aku katakan. Setelah karyawan tersebut mengangguk mengerti, aku pun segera memintanya untuk membawa Aqila.

Terserah mau diapakan. Pokoknya harus terlihat cantik dan menawan.

Dering ponsel mengalihkan perhatianku yang tengah membaca - baca email yang masuk. Mama menghubungi.

"Iya, Ma?"

"Kamu di mana, jam berapa ke sini?" tanya Mama ketus.

"Iya, bentar lagi Mama Sayang" ucapku pelan nan lembut.

"Awas kalau enggak jadi," ancam Mama.

"Jadi, tenang saja," sahutku santai.

"Oke. Mama tunggu ya," balas Mama lalu memutuskan panggilan.

Aku mengembuskan napas kasar, tidak bisa dielak. Kegagalanku dalam membina rumah tangga di masa lalu sangat berdampak bagi Mama. Wanita yang telah melahirkan diriku itu pun seakan selalu was - was jika di kemudian hari aku akan mengalami kegagalan yang sama.

satu jam menunggu akhirnya Aqila keluar juga dari ruang khusus.

Sesaat aku terpana melihat wanita di hadapan, bukan karena berubah menjadi makhluk luar angkasa atau sejenisnya, melainkan karena Aqila kini tampak anggun dan menawan. Dia tampak sempurna tanpa celah. Kecuali saat berjalan.

Aku terkikik geli melihat Aqila yang berjalan dengan langkah terpincang.

"Pakai sendal jepit saja, ya ...," ucapnya penuh permohonan.

Aku tertawa terbahak melihat wajahnya dengan ekspresi yang menggemaskan.

Aku melangkah lebar mendekati Aqila untuk memeluknya erat.

Bisa kurasakan tubuh Aqila menegang kaku.

"Malu, David," desis Aqila tajam.

Aku melepaskan pelukan karena tidak ingin membuat wanita cantik ini marah. Bisa - bisa, sia - sia saja waktu yang kugunakan untuk menunggunya tadi kalau sampai rusak dalam sekejap.

"Ini ketinggian, aku kesulitan berjalan, David," ujarnya lagi.

Aku memberikan kode kepada karyawan untuk mengganti sepatu Aqila.

Tidak perlu menunggu lama sampai saat karyawan itu memberikan apa yang aku minta.

Aku jongkok untuk mengganti sepatu Aqila.

"Oke. Cantik," pujiku tulus.

Bisa kulihat dengan jelas wajah Aqila bersemu merah, malu atau marah. Aku pilih reaksi malu - malu meong.

"Makasih," ucap Aqila lirih.

"Sama - sama," sahutku berbisik tepat di telinganya.

Tidak ingin membuat Mama semakin menunggu dengan perasaan khawatir di rumah, aku pun segara merangkul bahu Aqila mengajaknya keluar dari gedung ini.

"Ayo! kita sudah ditunggu mama," ajakku pelan yang dibalas anggukan lemah oleh wanita di sampingku ini.

Sebagai seorang ratu, aku membukakan pintu mobil untuknya. Tidak lupa memasangkan sabuk pengaman terlebih dahulu sebelum aku memutari bagian depan mobil untuk duduk di kursi balik kemudi.

Aku melirik sebentar ke arah Aqila barulah melajukan kendaraan ini melaju di jalanan menuju rumah. Dengan perasaan berdebar, tetapi menyenangkan aku mengemudi.

Sesekali tatapanku melirik ke samping guna memastikan keadaan Aqila. Dia terpaksa, gugup atau pasrah saja. Tidak ada pembicaraan di dalam mobil ini, hanya terdengar helaan napas berat di antara kami.

Aku terlalu memikirkan apa yang akan terjadi nanti sehingga lidahku kelu untuk sekadar berucap basa - basi guna meredakan ketegangan di antara kami.

Aqila terus saja memandang ke samping jendela, seperti sengaja menghindari tatapanku.

Sampai mobil berhenti di halaman luas rumah mama.

1
Qaisaa Nazarudin
Ketemu MANTAN terindah langsung lupa sama istri,Keliatan banget masih belum bisa move on dari Mantan..
Qaisaa Nazarudin
Ogeb bukannya nanya dulu siapa yg sakit,eh malah lari gitu aja..
Qaisaa Nazarudin
Lha lebay, kenapa malah nangis ckk
Qaisaa Nazarudin
Nah ini pasti Aqila..pantesan dia berpindah2 alamat nya.. kurier ternyata..
Qaisaa Nazarudin
Umur Putri 4 Tahun,Ana hamil 9 bulan,Jadi 4 Tahun 9 bulan dong yah,David duda 5 Tahun, berarti Setelah habis Edah Ana langsung Nikah sama Adrian kan yah..Bagus deh,Ana gak perlu lama2 terpuruk karena diselingkuhin David..👍👍 Sekarang Ana udah bahagia dengan keluarga kecilnya,Dan David kayak orang gak punya malu datang kerumah Mantan dan menyaksikan Kebahgiaan Mantan,Aneh...
Qaisaa Nazarudin
SKAKMATT
Qaisaa Nazarudin
Apa gunanya semua itu,kalau kerjaannya tukang selingkuh,mending selingkuh sama cewek lain,lha ini malah dengan adek ipar sendiri, kalau gak suka sama Ana kenapa gK nolak dari awal, sewaktu dijodohkan..
Qaisaa Nazarudin
Waahh Alhamdulillah,baru juga aku ketar ketir takut Ana dibikin balikan sama David,eh ternyata gak yah,tq thor..
Qaisaa Nazarudin
🙄🙄🙄🙄Jangan sampai Outhor bikin alur David balikan sama Ana ya..
Qaisaa Nazarudin
Siapa juga ibu yg SETUJU udah terang-terangan dia bukan cewek baik2,Mana ada cewek baik jadi PELAKOR kakaknya sendiri?
Qaisaa Nazarudin
Biasanya gitu,Saat Udah PERGI baru merasa KEHILANGAN..
PENYESALAN selalu belakangan,Yang dulu itu PENDAFTARAN..
Qaisaa Nazarudin
Bagus Ana ..MEMAAFKAN boleh tapi BUKAN UNTUK KEMBALI..Suami gak sadar diri kayak gini,mmg udah bagus kamu langsung mintak cerai,jangan mau di bodohi dan di injak-injak..Terus kenapa gak Nikah sama adeknya setelah BERCERAI? Harusnya kan itu yg kamu lakukan..
Qaisaa Nazarudin
Wah gila,SUAMI dan ADIK yang gak sadar diri..😡😡Malah anak manja yg kamu inginkan..
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk Kali ini kamu yg Kena,Mana udah terpesona duluan lagi,Udah dag dig dug duluan lagi,Eh malah salah orang,Apakah si Aqila ini yg disinopsis yg katanya hilang tanpa kabar itu? pasti deh ia..
Qaisaa Nazarudin
Astaga terus yg ditemuin David tadi siapa?? 🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣Anak bandel ini pasti😅😅
Satria Devi
Luar biasa
fatimatuz zuhriyah
bagus
Nora♡~
Semangat terus thor... ini cerita dah tamat kah🤔
Revita Elisa
😍😍😍😍😍tamat juga....
Ike Frenhas: lanjut baca cerita yang lain, Kak 😁😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!