Apakah kau percaya pada cinta?
Morgan dipertemukan dengan Vivian, seorang wanita yang pernah dia cintai dulunya. Setelah 7 tahun berpisah, akhirnya mereka bertemu.
Perjalanan cinta mereka menghadapi banyak sekali tantangan, hingga jarak dan waktu benar-benar memisahkan mereka.
Namun semakin jauh mereka dipisahkan, mereka semakin menyadari bahwa mereka saling membutuhkan.
Apakah mereka berhasil dipersatukan kembali? Bagaimana perjalanan cinta mereka akan terjadi?
Penuh dengan nuansa romantis bercampur pelajaran hidup yang menarik, ikuti kisahnya disini!
Update setiap hari pukul 23:00 - 02:00
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Theofanny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bar Koktail
Sebelumnya di Seoul, Korea Selatan.
Apakah kau percaya pada cinta? Mungkin sebagian dirimu tidak memercayainya setelah dirimu dikhianati seseorang yang kau cintai, sama sepertiku.
Hari yang menyenangkan telah dilalui Seo Juun bersama Angela setelah hari dimana Seo Juun menjadi sandaran bagi Angela.
Mereka sangat kompak dan serasi dalam mengerjakan berbagai penyelidikan korupsi yang sebentar lagi akan terungkap, hingga akhirnya Seo Juun merasakan kemistri pada Angela.
“Angela, minumlah. Kau terlihat kelelahan.” Seo Juun memberikan minuman ginseng hangat kepada Angela saat mereka sedang beristirahat di minimarket.
Angela tidak tidur semalaman karena dirinya menghadapi berbagai saksi-saksi yang terbilang sangat lihai menyembunyikan fakta.
“Seo Juun, apakah kau percaya pada cinta?” Angela mengambil minuman yang diberikan Seo Juun kepadanya dan menatap Seo Juun yang duduk disebelahnya.
“Entahlah. Dulu aku pernah begitu mencintai seseorang hingga hari-hariku hanya dipenuhi oleh kenangan darinya. Namun suatu ketika saat keadaan berubah, entah itu diriku atau dirinya, dia pergi meninggalkanku. Kukira dia akan tetap bersamaku karena dia sudah berjanji, namun ternyata dia tetap mengingkari janjinya dan tetap pergi. Sejak hari itu, kurasa cinta bukanlah sesuatu yang membuatmu selalu bahagia, dan aku pun tak percaya pada cinta. Sepuluh tahun telah berlalu, dan aku mencoba kembali memercayai cinta.” Seo Juun memandang langit yang begitu cerah dan biru diatasnya.
Angela mendengar semua curhatan Seo Juun dan merasa sama seperti dirinya. Entah kenapa, Angela menjadi lebih perduli pada Seo Juun.
“Kau tahu? Kita berdua adalah pecundang. Tapi, pecundang pun tetap memiliki hak untuk bahagia, bagaimanapun caranya. Yosh! Aku kembali merasa lebih baik setelah tahu bahwa aku tidak sendiri seperti ini, ada kau yang menjadi partner pecundang ku.” Angela mengacak pinggang dan menatap Seo Juun dengan semangat.
“Kurasa kau benar. Kita adalah pecundang sejati!” Seo Juun tertawa dan mengompakkan tangan pada Angela.
Mereka berdua merasa lebih baik karena menanggung beban yang sama sebagai seorang pecundang.
Bahkan, seorang pecundang memiliki hak untuk bahagia dan mencintai orang yang ingin mereka cintai.
Hari Sabtu yang dingin kembali menyelimuti Kota Seoul, Korea Selatan. Semua departemen penyelidikan dari Kepolisian Seoul diliburkan.
Seo Juun sangat senang mendengar kabar itu, akhirnya dirinya dapat menemui Angela diluar tugas formal.
"Pak, saya ingin memesan seluruh restoran disini malam ini. Tolong siapkan semuanya seromantis mungkin, karena saya akan mengungkapkan perasaan saya kepada seseorang." Seo Juun bersalaman dengan seorang manajer dan pergi dari tempat itu.
Seo Juun pergi ke hotel Angela tanpa mengabarinya, karena Seo Juun ingin membuat kejutan yang telah disiapkannya untuk menjadi tempat yang akan menjadi saksi ungkapan perasaannya pada Angela.
Ketika Seo Juun tiba di lantai hotel tempat Angela menginap, Seo Juun melihat Angela keluar dari kamarnya dan sepertinya ingin pergi ke suatu tempat.
Seo Juun penasaran dan mulai mengikutinya. Angela akhirnya terlihat berhenti di sebuah bar koktail seorang diri.
Seo Juun yang tidak tega melihatnya, berpura-pura kebetulan bertemu dengannya disana.
Dirinya melangkah dan melihat Angela seperti sedang frustasi, mungkin karena kelelahan atau memikirkan kasusnya yang akan menyeret beberapa nama-nama penting.
Melihat Angela yang sedang lesu, Seo Juun mengurungkan niatnya, Seo tidak ingin Angela sakit karena memaksa agar ikut bersamanya ke restoran yang telah disiapkannya.
"Menghabiskan malam sendiri lagi, nyonya?" Seo Juun duduk disebelah Angela dan memesan segelas bir.
"Seo Juun? Bagaimana kau tahu aku ada disini?" Alis Angela meninggi melihat Seo Juun yang menggunakan setelan biru, lengkap dengan bunga mawar di kantong jasnya seperti ingin mengencani seorang wanita.
"Aku mengalami hari yang buruk, jadi aku kesini untuk menenangkan diriku. Kebetulan aku melihatmu disini sendirian." Seo Juun meneguk segelas bir tanpa melihat Angela yang sedang menatapnya curiga.
Angela seorang detektif yang sangat ahli. Menilai dari sikap Seo Juun, Angela tahu bahwa Seo Juun berbohong terkait bertemu dengannya secara kebetulan.
Namun Angela tetap diam saja dan tersenyum pada Seo Juun. Angela tidak menyangka Seo Juun akan mengikutinya, mungkin Seo Juun berniat untuk menghibur Angela lagi.
"Kudengar kita diliburkan sementara karena perayaan Hari Natal?" Angela bertanya pada Seo Juun.
"Ya, sepertinya begitu." Seo Juun menjawab dengan lesu, masih dengan tatapan yang tak ingin menatap Angela.
"Ada apa? Kau terlihat menyedihkan."
"Ah tidak. Aku baik-baik saja. Hanya kepikiran beberapa acara yang telah kubatalkan, dan betapa menyedihkannya diriku." Seo Juun menundukkan badannya dan kembali meneguk birnya.
"Kau tahu? Aku juga sama sepertimu, sama-sama menyedihkan. Kasus korupsi yang sedang kita tangani akan menyeret seorang keluargaku. Aku tidak menyangka akan berurusan dengan orang yang dulunya membantuku." Angela menghela nafasnya.
"Kau tahu? Kita adalah orang yang menyedihkan, apalagi kau Seo Juun." Angela tersenyum meledek Seo Juun yang alisnya meninggi ketika mendengar kasusnya akan menyeret keluarga Angela.
"Apakah kau ingin menghabiskan waktumu bersama seorang yang menyedihkan ini, Angela?" Seo Juun akhirnya menatap mata Angela yang baru saja tersenyum meledeknya.
"Apa maksudmu? Tentu saja!" Angela tersipu dan memukul lembut pundak Seo Juun.
"Tidak, bukan sebagai detektif. Namun sebagai ..." Kata-kata Seo Juun terhenti ketika mendengar Angela mengangkat sebuah telepon dari atasannya yang berada di Paris dan menyuruhnya untuk kembali ke Paris menyerahkan laporan penyelidikannya besok, sebelum Hari Natal.
Seo Juun juga mendengar atasan Angela juga mengucapkan sesuatu tentang Hari Natal bersama dan makan malam.
Seo Juun melihat seberkas senyuman di bibir Angela setelah mendengar beberapa kata manis dari atasannya.
"Apakah kau ingin pergi saat Hari Natal nanti?" Seo Juun mengarahkan pandangannya pada Angela yang tiba-tiba terlihat senang dan bersemangat setelah mendapat telepon dari atasannya.
"Sepertinya aku akan pulang ke Paris sebentar, aku harus menyerahkan laporan hingga menghabiskan Hari Natal disana." Angela kembali meneguk birnya dengan senang.
“Baiklah Angela. Aku ingin berkunjung ke Paris setelah kasus yang sedang kita kerjakan selesai.” Seo Juun telah meneguk bir lebih dari tiga botol bersama Angela di bar.
Karena Seo Juun merasa frustrasi tidak bisa mengungkapkan perasaannya dan melihat Angela tersenyum karena telepon dari atasannya.
Angela adalah wanita yang tangguh, berapa botol pun sanggup ia habiskan seorang diri tanpa merasa mabuk, berbeda dengan Seo Juun yang jarang minum alkohol hingga membuatnya sangat mabuk dan berbicara dengan tidak sadar, “hei Angela, aku menyukaimu bodoh!” Seo Juun menatap Angela dengan tatapan mabuk sambil meminum alkohol.
“Pria ini ternyata akan menjadi gila setelah dirinya mabuk,” keluh Angela dalam hati.
Angela tahu bahwa disaat seseorang dalam keadaan mabuk, mereka akan berbicara jujur.
“Hei wanita! Aku telah membatalkan acara di restoran karena melihat dirimu kelelahan! Aku telah menghabiskan banyak uang demi dirimu!” Lanjut Seo Juun.
“Baiklah, ini sudah cukup. Aku akan mengantarmu pulang.” Angela menggendong Seo Juun yang sangat mabuk dengan berjalan kaki kerumahnya yang tidak terlalu jauh dari bar koktail itu.
Dalam perjalanan, Seo Juun banyak berbicara jujur pada Angela.
“Aku tidak memercayai cinta, namun dirimu membuatku mengubah itu!”
“Aku suka dirimu, sangat suka hingga aku memikirkan mu sepanjang malam!”
Akhirnya Angela tiba di rumah Seo Juun yang sederhana.
Kebetulan adik Seo Juun masih terjaga dan melihat Angela menggendong Seo Juun tiba di teras rumahnya.
“Dia terlalu banyak minum alkohol,” ucap Angela pada adiknya ketika membaringkan Seo Juun di kamarnya.
“Baiklah kak, aku akan menjaganya. Terima kasih telah mengantarnya pulang.” Adik Seo Juun mengantar Angela ke depan pintu rumahnya.
“Apakah kalian hanya berdua disini?” Tanya Angela melihat-lihat keadaan rumah sederhana Seo Juun dari depan.
“Kami anak yatim piatu. Orang tua Seo Juun berbeda dengan orangtuaku. Kami berdua dulunya sempat diadopsi, namun orang yang mengadopsi kami telah meninggal. Jadi hanya kami berdua yang tersisa,” jawab adik kecil Seo Juun yang terlihat seperti seorang anak sekolah menengah pertama.
“Baiklah, aku pergi dulu. Jaga dirimu ya adik kecil!” Angela pergi dan memberikan beberapa uang jajan kepada adiknya Seo Juun.
"Terima kasih kak, jaga dirimu juga!" Adik Seo Juun terlihat sangat senang dan melambaikan tangannya pada Angela.
yuk mampir juga di novel ku
yang berjudul
SAMA RUPA BEDA NASIB
aku nyicil baca dan like nya y, aku jadikan favorite dulu
salam dari aku dan mantan kekasih suamiku
aku tunggu feedbacknya
Semangat Up Kak 🌸🌸
Eh, ada si Gwen, Aerin ikut gk?
Morgan cepat sembuh ya...
kasihan vivian, apalagi dia sedang hamil 😢
kok jd kesel ya sama william😌
Wah wah, pesen ngga sepanjang biasanya aja harus diselidiki.. wah 😆🤣
wah wah, Cie yang di temenin Jeremy.. Cie Cie.. yang dimasakin..
uhh indah bgt oemandangannya suka deh huhu😢
hai kakak, maaf ya aku baru mampir lagi huhu😭
Adudu Will kamu itu keren masa gitu 😭
angela, masalah lacak melacak emang jagonya. tapi maaf, vivian udah tau.
kaget juga dia ternyata william yang melakukannya
di tunggu respek nya. 2 like 👍👍
(Baru kali ini liat Wiliam di suruh suruh)🤣🤣
Semoga penyakit Morgan cepet sembuh,biar Vivian gak nangis-nangisan lagi🙂🙂