Di hari pernikahannya, seharusnya Leticia menikahi pria yang dicintainya, bukan pria yang terkenal memiliki sifat begitu kejam dan menyeramkan.
Dan Leticia baru menyadari, kalau semua ini permainan dari Ibu dan adik kembarnya yang sejak awal sudah memaksanya untuk memakai penutup mata saat pernikahan berlangsung.
Leticia harus menikahi calon suami sang adik kembar, dan adiknya… Leila menikahi pria yang sangat dicintai oleh Leticia.
Awalnya Letcia ingin mengajukan surat perceraian kepada Maximillan, tetapi pria itu tidak mau dan memaksanya untuk tetap mempertahankan pernikahan yang dari awal sudah salah.
Dan Leticia baru tahu kalau suaminya adalah seorang mafia kejam yang sangat posesif.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 19
Ini sudah hampir dua minggu, tetapi Leila dan Ashvin masih belum bisa pulang. Kopernya sudah ditemukan, tetapi barang-barangnya tidak ada. Jadinya, mereka berdua harus mengurus kembali paspor yang hilang dan masih membutuhkan waktu sampai paspor barunya selesai.
“Ayah sudah tidak memiliki uang lagi, besok kita akan makan apa?” Tanya Leila yang kini penampilannya terlihat cukup memprihatinkan.
Wajah cantiknya kini terlihat kusam, bahkan bajunya belum ganti dari dua hari yang lalu… karena uang yang dipegang semakin sedikit. Sekarang saja, mereka hanya bisa makan mie untuk mengganjal perut.
Uangnya juga dipakai untuk menyewa hotel yang tidak semewah sebelumnya, setidaknya mereka tidak akan tidur di pinggir jalan.
“Jangan tanya aku! Ini semua karena kebodohanmu!” Sentak Ashvin yang benar-benar pusing memikirkan nasibnya di rumah sakit nanti.
“Kenapa kau malah menyalahkanku? Kau sendiri yang tiba-tiba pergi dan meninggalkanku, jadi semua ini salahmu!” Seru Leila yang memang tidak suka disalahkan, karena dari kecil dirinya selalu dibela… meskipun sedang membuat kesalahan sebesar apapun.
“Sekarang giliranmu yang harus keluar uang! Ayah sudah tidak bisa mengirim uang lagi, jadi kau hubungi orang tuamu untuk memberikan kita uang!” Desak Leila yang dari kemarin sudah menyuruh Ashvin untuk meminjam uang kepada orang tuanya.
“Dari mana kedua orang tuaku mendapatkan uang? Sekarang mereka sedang membangun bisnis dan semua uangnya akan dipakai untuk bisnis mereka, nanti setelah kita pulang dan aku naik jabatan… aku akan mengganti semua uang Ayahmu,” ujar Ashvin yang telinganya sudah panas mendengar rengekan istrinya tentang uang dan uang.
“Dasar miskin! Kau beruntung bisa menikah denganku, kalau bukan aku yang mau menikah denganmu… kau akan lebih miskin dari sekarang!” Seruan itu membuat tatapan Ashvin menggelap.
Pria itu sudah cukup sabar menghadapi hinaan yang dilayangkan oleh istrinya, tetapi hari ini mulut Leila sudah sangat keterlaluan.
“Kenapa aku bisa menikah dengan pria miskin dan bodoh sepertimu? Seharusnya aku biarkan saja kau menikah dengan Leticia, biar kalian sama-sama bod…”
Plak!
Kepala Leila tertoleh ke samping, saat tangan besar Ashvin menamparnya dengan keras. Mata wanita itu berkilat marah, tetapi tatapan Ashvin jauh menyeramkan.
“Tutup mulutmu atau ku robek mulut sialanmu itu!” Ancam pria itu yang membuat Leila tidak berani membuka mulutnya.
Baru kali ini Ashvin terlihat sangat marah, bahkan sampai menamparnya. Dan ini adalah kali pertama Leila mendapatkan tamparan, itu pun dari seorang pria yang baru dua minggu menjadi suaminya.
Ashvin menghembuskan napas dengan kasar, saat melihat istrinya menangis. Pria itu merasa sedikit bersalah, karena sudah menampar Leila. Namun mulut wanita itu memang sangat kasar dan cukup menyakiti hatinya, jadi tidak ada salahnya kalau Ashvin memberi sedikit peringatan kepada sang istri.
Tanpa mengatakan sepatah kata, pria itu berdiri dari duduknya dan keluar dari kamar hotel yang sempit itu. Ashvin ingin mencari udara segar, untuk mendinginkan kepalanya yang benar-benar panas mendengar ocehan sang istri yang terus menyalahkan dirinya.
“Setelah menamparku, dia pergi begitu saja? Dasar pria tidak tahu diuntung! Aku akan mengadukan perbuatanmu kepada Ayah, setelah pulang nanti!” Geram Leila yang masih menangis, karena pipinya sangat sakit.
Padahal, awalnya Leila ingin merebut Ashvin dari Leticia… karena merasa iri dengan kakak kembarnya yang lebih dulu memiliki seorang kekasih. Dan ternyata Leila berhasil mendapatkan Ashvin dan diam-diam menjadi selingkuhan pria itu, tetapi ternyata Leila jatuh hati kepada Ashvin dan tidak ingin melepaskan pria itu untuk Leticia.
“Kenapa aku bisa jatuh cinta kepada pria kasar dan miskin sepertinya?” Leila merasa heran dengan dirinya sendiri.
...***...
Leticia sedang dalam perjalanan menuju perusahaan Leander untuk mengantarkan makan siang untuk Max. Perempuan itu sudah bisa mengemudikan mobil, jadi ia tidak memerlukan Kai untuk mengantarnya.
Sambil menunggu lalu lalu lintas berubah warna, Leticia membuka ponselnya dan ia membaca pesan dari Elina… temannya, sekaligus orang yang membangun toko kue bersamanya.
“Elina sudah selesai dengan liburannya, jadi aku akan menjemputnya di Bandara dan mengajaknya untuk melihat pembangunan toko kue kita,” senyum Leticia merekah, setelah membalas pesan dari sang teman yang sebentar lagi akan menaiki pesawat.
“Aku harus meminta izin kepada Kak Max,” Leticia kembali menjalankan mobil kesayangannya.
Hubungannya dengan Max semakin baik, bahkan Leticia sudah terbiasa melihat penampilan suaminya saat tidur.
Perempuan itu juga sudah mulai kuliah di salah satu universitas ternama dan kebetulan hari ini tidak ada jadwal kelas apapun, jadi Leticia berinisiatif untuk memasakkan makan siang untuk suaminya.
Lalu setiap hari Senin dan Rabu, Leticia akan belajar tentang manner di Mansion. Sehingga jadwal perempuan itu cukup sibuk, tetapi Leticia merasa sangat senang menjalani kesehariannya.
“Akhirnya sampai juga ke tempat ini lagi, tapi sekarang aku bisa membawa mobil sendiri,” kekeh Leticia yang masih seperti mimpi, karena akhirnya bisa mengendarai mobil impiannya.
“Nona Leticia, Tuan Max tidak bisa menjemput Anda… jadi saya yang ditugaskan oleh Tuan Max untuk menjemput, Anda,” ujar Elion dengan sopan.
“Apa kedatanganku mengganggu Kak Max?” Tanya Leticia sambil menyerahkan lunch bag di tangannya, karena Elion meminta izin untuk membawakan benda tersebut.
“Tidak, Tuan Max sangat menunggu kedatangan Anda,” jawab pria itu sambil mempersilakan Leticia untuk masuk ke dalam.
Leticia melangkah lebih dulu, dan Elion berjalan di belakangnya. Kedatangannya langsung disambut begitu hangat oleh karyawan di perusahaan tersebut, dan perempuan itu membalas sapaan mereka dengan begitu ramah.
“Apa pekerjaan Kak Max masih banyak?” Leticia kembali bertanya, setelah mereka berada di dalam lift.
“Masih, Tuan Max kembali mengambil proyek besar dari Tuan Daniel. Tapi saya pastikan kalau ini proyek terakhir yang diambil Tuan Max, karena Tuan Max sempat meminta saya untuk mencari negara mana yang cocok untuk honeymoon,” jawab Elion yang membuat istri dari atasannya itu sangat terkejut.
Elion sempat membeku, karena ia tidak sadar sudah membocorkan rahasia Max.
“Nona, maafkan saya! Saya salah bicara!” Kata pria itu dengan memohon.
“Salah bicara bagaimana?” Tanya Leticia yang sama sekali tidak mengerti, kenapa sekretaris suaminya itu langsung meminta maaf.
“Sebenarnya rencana honeymoon itu rahasia antara saya dengan Tuan Max, jadi saya minta tolong kepada Nona untuk berpura-pura tidak mengetahuinya. Kalau sampai Tuan Max tahu saya membocorkannya, nyawa saya dalam bahaya,” ujar Elion yang tidak bisa menyembunyikan ketakutannya.
Leticia baru kali ini melihat Elion ketakutan, bahkan sampai memohon-mohon kepadanya.
“Aku mengerti, Kak Elion tidak perlu khawatir,” ucap perempuan itu.
Elion merasa lega mendengarnya, ia percaya kalau Leticia akan menepati janjinya.
“Terima kasih Nona Leticia, saya berhutang nyawa kepada Anda…”
Bersambung!
🌹🌹🌹☺️