NovelToon NovelToon
GARIS WAKTU YANG PATAH

GARIS WAKTU YANG PATAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Time Travel / Misteri
Popularitas:151
Nilai: 5
Nama Author: Hyouketsu no Namie

Arka selalu mengira air mata adalah tanda kelemahan—sampai dia menyadari air matanya bisa membuka pintu menuju masa lalu.

Setiap kali kesedihannya mencapai titik paling dalam, dunia di sekelilingnya luntur, dan ketika dia membuka mata lagi, dia sudah berada di hari yang berbeda—hari-hari sebelum ibunya tiada. Bagi Arka, ini adalah keajaiban yang selama ini dia doakan: kesempatan untuk mengubah segalanya, untuk membuat ibunya tetap hidup.

Tapi waktu tidak memberi tanpa mengambil.

Setiap kali Arka mengubah satu detik di masa lalu, satu orang dari masa depannya menghilang—bukan mati, tapi terhapus, seolah tak pernah ada. Sahabat yang selalu ada untuknya. Seseorang yang dia cintai. Bahkan dirinya sendiri, versi demi versi, mulai memudar dari dunia yang dia kenal.

Arka harus memilih: berhenti sekarang dan menerima kehilangan yang sudah terjadi, atau terus melangkah lebih jauh ke masa lalu—mempertaruhkan semua yang tersisa—demi satu pelukan terakhir dari ibunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hyouketsu no Namie , isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian yang Hilang

Beberapa minggu setelah pertemuan dengan Sera versi baru, kehidupan Arka terus berjalan—tenang, hangat, hampir terasa seperti sebuah penghargaan setelah semua yang dia lalui.

Tapi suatu malam, sesuatu yang sederhana memicu kembali pertanyaan yang selama ini dia coba abaikan.

Nadia sedang merapikan kotak-kotak barang lama Arka—mereka mulai mengepak untuk pindah ke apartemen baru—ketika dia menemukan sebuah album foto kecil, tersembunyi di bagian bawah lemari, tertutup debu.

"Arka, ini apa? Belum pernah liat album ini sebelumnya."

Arka mendekat, mengambil album itu dari tangan Nadia. Sampulnya berwarna biru tua, dengan tulisan tangan kecil di pojok: "SD - Kelas 1-3."

Dia membuka album itu—dan untuk sesaat, dunia di sekitarnya terasa diam.

Halaman-halaman pertama menunjukkan foto-foto Arka kecil di sekolah, di kelas, beberapa foto dengan teman-teman yang dia tidak kenal—wajah-wajah asing dari masa kecil yang "baru."

Tapi di halaman ketiga, ada sebuah foto yang berbeda. Foto itu terlihat lebih lama—warnanya lebih pudar, sudutnya sedikit terlipat. Dua anak laki-laki berdiri berdampingan, tersenyum lebar ke kamera, masing-masing memegang satu sisi bungkusan makanan, seperti baru selesai membaginya.

Salah satu anak itu adalah Arka kecil.

Yang satunya—Arka tidak mengenalinya. Tapi sesuatu tentang foto itu membuat dadanya sesak, meski dia tidak tahu kenapa.

"Itu siapa?" tanya Nadia, menunjuk anak yang tidak dikenal itu.

Arka menatap foto itu lama. "Aku... aku nggak tau."

Tapi tangannya gemetar saat memegang foto itu. Dan di balik foto, dengan tulisan tangan kecil—tulisannya sendiri, tulisan anak-anak—tertulis sebuah nama.

Damar - teman terbaikku.

Arka merasakan dunia berputar.

"Arka? Kamu nggak apa-apa?" Nadia memegang lengan Arka, yang mendadak terlihat pucat.

"Nad," kata Arka, suaranya bergetar, "foto ini... ini harusnya nggak ada."

"Maksud kamu?"

Arka tidak bisa menjawab. Dia menatap foto itu—foto yang seharusnya tidak mungkin ada, karena di dunia ini, Damar tidak pernah ada. Damar telah menghilang sejak perubahan pertama, jauh sebelum perubahan kedua yang membawa Nadia ke dalam hidupnya.

Tapi foto ini—foto yang nyata, yang bisa dia pegang, dengan tulisan tangannya sendiri—menunjukkan bahwa di suatu titik, di suatu versi masa kecilnya, Damar pernah ada.

Bagaimana bisa?

Arka membalik halaman-halaman album itu dengan tangan gemetar. Ada beberapa foto lagi—Arka dan Damar bermain di taman, di halaman rumah dengan pohon mangga besar, di acara ulang tahun dengan balon-balon warna-warni.

Foto-foto itu seharusnya tidak ada. Tapi mereka ada.

"Arka, kamu kelihatan kayak liat hantu," kata Nadia, suaranya penuh kekhawatiran. "Siapa Damar?"

Arka menatap Nadia, mencoba mencari kata-kata. "Dia... dia teman aku. Dulu. Tapi—"

Dia berhenti. Bagaimana menjelaskan ini? Bagaimana menjelaskan bahwa foto ini adalah bukti dari dunia yang seharusnya tidak ada lagi—dunia yang sudah "ditulis ulang" oleh perubahan-perubahan yang dia buat?

Malam itu, setelah Nadia tertidur, Arka duduk sendirian di ruang tamu, menatap album foto itu di bawah cahaya lampu kecil.

Dia memikirkan kemungkinan-kemungkinan. Mungkin album ini adalah "sisa"—sesuatu yang entah bagaimana tidak ikut "ditulis ulang" saat perubahan terjadi, seperti remah-remah dari dunia lama yang tertinggal di dunia baru.

Atau mungkin—dan ini yang membuat Arka merasa dingin—mungkin Damar memang ada, di suatu titik, di dunia ini. Mungkin perubahan kedua—saat Arka memperkuat ikatannya dengan Nadia di masa kecil—juga, secara tidak sengaja, menciptakan kembali sebagian dari "rantai" yang melibatkan Damar. Mungkin, untuk sesaat, di suatu cabang waktu yang sangat singkat, Damar pernah kembali ada dalam hidup Arka—sebelum sesuatu yang lain terjadi, yang membuatnya menghilang lagi, meninggalkan hanya jejak fisik ini sebagai bukti.

Apakah itu berarti aku bisa menemukannya lagi? Apakah ada cara untuk... untuk membawanya kembali, tanpa harus menukar sesuatu yang lain?

Pikiran itu—harapan kecil yang tiba-tiba muncul—membuat jantung Arka berdebar dengan cara yang berbeda. Setelah berbulan-bulan belajar untuk "melepaskan," tiba-tiba ada kemungkinan bahwa pelepasan itu tidak harus permanen.

Tapi kemudian, dia mengingat kata-kata Sera—Sera yang lama, yang sudah menghilang dari dunia ini. "Kamu tidak akan pernah tau kebetulan mana yang penting, sampai kamu sudah merubahnya."

Jika dia mencoba "membawa kembali" Damar—mencari titik di mana persahabatan mereka bisa terjadi lagi, di dunia ini—apa yang akan dia korbankan kali ini? Nadia? Ibunya? Sesuatu yang lebih besar yang belum dia pahami?

Arka menutup album itu, memegangnya erat-erat, seperti memegang sesuatu yang sangat rapuh.

Aku udah belajar untuk cukup, pikirnya. Tapi kenapa rasanya... kenapa rasanya selalu ada satu hal lagi yang masih bisa diperbaiki?

Dia tidak tahu apakah dorongan ini—dorongan untuk mencoba sekali lagi—adalah cinta yang tulus pada sahabatnya yang hilang, atau apakah ini adalah awal dari sesuatu yang lebih berbahaya: candu. Kecanduan untuk terus "memperbaiki," tidak pernah benar-benar puas, seperti yang dialami Sera selama tujuh belas kali.

Di luar, hujan mulai turun lagi—pelan, seperti pertanda, seperti pengingat bahwa setiap kali hujan turun, sesuatu di dunia Arka cenderung berubah.

Dia menyimpan album itu di laci meja, dan untuk malam itu, memutuskan untuk tidak memikirkannya lebih jauh.

Tapi dia tahu—jauh di dalam dirinya—pertanyaan ini tidak akan hilang begitu saja.

1
Wawan
Salam kenal untuk Arka ✍️💪
HYOUKETSU NO NAMIE: Salam kenal juga kak🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!