NovelToon NovelToon
Dijodohkan Dengan Mantan Kekasih

Dijodohkan Dengan Mantan Kekasih

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Tamat
Popularitas:103.7k
Nilai: 5
Nama Author: Hasna_Ramarta

Setelah diputuskan tiga tahun yang lalu oleh mantan kekasihnya dan menutup diri dari pria manapun, Anata Yulia gadis 24 tahun itu, tiba-tiba saja dijodohkan dengan seorang pria yang tidak dikenal oleh kedua orang tuanya.

"Kamu harus mau Nat, sebentar lagi kamu 25 tahun, usia yang rawan dan sudah pantas untuk menikah. Maka, kamu harus mau, ya, kami jodohkan dengan pria tampan dan mapan." Sang Ibu membujuk dengan memohon.

Namun, siapa sangka pria yang akan dijodohkan dengannya ternyata adalah....

"Nata nggak mau, Bu?"
"Kenapa?"
"Karena...."

Yuk, pengen tahu kelanjutan kisahnya? Tentu bakal bikin penasaran. Ikuti kisahnya di "Dijodohkan Dengan Mantan Kekasih"

Ikuti Auhto di

FB " Tupar Nasir
WA 089520229628

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 Tespek Untuk Usaha Tadi Siang

     Tok tok tok.

     Suara pintu kamar terdengar diketuk. Kafeela sedikit terkejut, lalu bergegas menuju pintu.

     "Kaf, ajak Nayra segera turun. Kalian istirahatnya sudah, kan? Mama sama mertuamu masak banyak dan enak. Semua masakan favorit kalian," ujar Bu Cladi, sorot matanya menuju ke dalam kamar penuh selidik.

     "Iya, Ma. Anata sedang mandi dulu, tadi bilangnya gerah," balas Kafeela, mengundang sebuah senyuman di bibir tipis Bu Cladi.

     "Ya sudah, kalian nanti nyusul, ya. Kami tunggu setengah jam lagi." Bu Cladi pergi sambil membawa senyum dan kabar bahagia untuk Bu Sofia besannya.

     "Sofia, kemari. Aku ada kabar bahagia." Tangan Bu Cladi melambai ke arah Bu Sofia.

     Bu Sofia mengerutkan kening heran. "Bahagia apa Jeng, masa baru sekali saja udah hamil?"

     "Ck...bukan itu. Makanya dengar dulu. Tadi, saat aku ngetuk pintu kamar mereka, Kafeela memberitahu kalau Anata sedang mandi karena gerah. Sepertinya mereka memang benar-benar kegerahan plus kelelahan," terang Bu Cladi, wajahnya tidak lepas dari senyuman.

     "Yang benar? Bagus itu. Kita biarkan dua jam di kamar, ternyata mereka benar-benar menikmati malam pertama."

     "Ya sudah Jeng, sebaiknya kita tata lagi makanannya biar lebih estetik," lanjut Bu Sofia lalu bergegas ke dapur.

     Sementara di kamar. Setelah Kafeela menutup pintu kamar, ia segera memberitahu Anata kalau kedua orang tuanya menunggu mereka di meja makan.

     "Mama sama Ibu memanggil kita untuk makan. Mereka memasak banyak makanan favorit kita," lapor Kafeela pada Anata yang baru saja dari kamar mandi berbalut bathrobe.

     "Oh....!" serunya seraya berlalu menuju lemari baju. Jalannya masih terlihat pincang.

     "Sini, Abang carikan baju yang pantas untukmu," serobot Kafeela mendahului Anata, tapi gerakannya tetap hati-hati, karena takut mengenai luka di betis Anata.

     Anata bengong tapi ia tidak bisa protes.

     "Ini baju yang pantas dan pasti cantik untuk kamu," sodornya lengkap dengan dalaman. Pas bagian celana dalam, Kafeela menahannya. Ia mengacungkan celana dalam warna hijau jaring-jaring.

     "Sayang, nanti malam kamu pakai celana seperti ini juga. Nanti Abang pilihkan warna lain. Ini sangat seksi dan mengumbar hawa...panas."

     Anata hanya bisa melotot di depan Kafeela. Ingin marah, tapi hanya bisa dipendam.

     "Ihh... nyebelin."

     Sementara Kafeela, terkekeh seraya menyodorkan celana dalam jaring-jaring warna hijau itu pada Anata.

     "Ayo, pakai. Kalau kamu masih kesakitan, biar Abang yang bantu," goda Kafeela.

     Anata merebut celana jaring-jaring warna hijau miliknya, lalu ia melipir ke belakang lemari, menggunakan pakaiannya di sana.

     Beberapa menit kemudian, Anata sudah muncul sambil menahan sakit di betisnya.

     Pakaian sepanjang lutut bertali dan berkerah serta berlengan tiga per empat warna navy bermotif bunga dahlia itu, sudah membalut tubuh Anata dengan anggun dan cantik.

     "Cantiknya istri Abang," puji Kafeela meskipun Anata belum menyisir rambut.

     Anata spontan menyunggingkan senyum, tapi buru-buru mengulumnya.

     "Abang ke kamar mandi dulu, ya. Abang juga harus mandi biar segar." Kafeela menyambar handuknya yang tergantung di balik pintu, lalu bergegas menuju pintu kamar mandi.

     "Jangan pergi duluan ke kamar mandi, nanti bareng Abang," peringatnya lalu buru-buru masuk ke dalam kamar mandi.

     "Huhh...over banget. Dasar sok perhatian," gerutunya sangat kesal.

     Tidak berapa lama, Kafeela sudah selesai mandi. Memburu lemari dan ambil baju. Dengan waktu yang cepat ia sudah mengenakan kaos polos dan celana pendek.

     Seketika ruangan itu sangat wangi. Wangi parfum Kafeela yang maskulin tapi soft. Sampai Anata tak sadar mengisapnya.

     "Sayang, kamu terpesona dengan wangi parfum Abang?" tegurnya, menyentak rasa terpesona Anata.

     Anata membuka matanya yang tadi secara tidak sadar sempat merem, ia tersipu malu mukanya memerah.

     "Nggak. Aku hanya ingin bersin mencium bau parfum kamu...eh Abang." Anata langsung menutup mulutnya karena kelupaan menyebut Kafeela Abang.

     "Oh, baiklah. Saking tidak mau ngaku, sampai salah manggil Abang. Tunggu saja hukumannya nanti malam. Tidak peduli kakinya sakit."

     "Deg."

     Jantung Anata langsung berdegup hebat, dia takut dengan ancaman Kafeela nanti malam. Apalagi ia belum siap kehilangan mahkota paling berharganya pada pria yang pernah menyakitinya tiga tahun lalu.

     "Ayo kita turun?" ajaknya seraya meraih pinggang dan bahu Anata, lalu menggendongnya.

     "Abang, apa-apaan? Kenapa harus digendong segala? Nanti aku malu," protes Anata sambil berontak.

     "Diam, Sayang. Nanti aku cium," ancam Kafeela serius.

     Anata akhirnya patuh dan membiarkan Kafeela menggendongnya sampai meja makan.

     "Pasang senyumnya Sayang, seolah-olah kita itu bahagia banget," suruh Kafeela lagi.

     Anata tidak membantah, ia memasang senyum seindah mungkin saat itu juga.

     Tiba di meja makan, kedatangan mereka disambut senyuman haru sekaligus bangga.

     Bu Cladi dan Bu Sofia saling memberi kode, masing-masing mengacungkan jempolnya. Mereka yakin kalau anak-anak mereka sudah melakukan kewajiban suami istri.

     Pak Karan dengan sigap menyodorkan kursi untuk di duduki Anata, sementara Pak Said mengeluarkan kursi untuk Kafeela.

     "Nah, harus begitu. Kaki istrimu itu sedang sakit. Untuk sementara harus kamu bantu," seru Bu Cladi perhatian.

     "Sekarang kalian pasti lapar karena kelelahan. Untuk menambah stamina, ayo, cepat makan. Mama dan Ibumu sudah memasak banyak. Semua makanan di atas meja ini adalah makanan favorit kalian," ujar Bu Cladi sangat antusias.

     Anata merasa tersanjung mendapat perhatian seperti itu dari Mama mertua dan Ibunya sendiri.

     "Terima kasih, Ma, Bu," ucap mereka kompak.

     Kedua orang tua Anata dan Kafeela saling lempar tatap dan tersenyum mendengar anak-anak mereka begitu kompak dalam menyahut.

     "Tuh, kalau sudah jodoh, meskipun dipaksa, ternyata kompak," ucap Bu Cladi sembari nyengir.

     Makan siang mereka berlangsung dan berakhir bahagia.

***

     Sorenya kedua orang tua Anata dan Kafeela berpamitan pulang.

     Kini tinggal Anata dan Kafeela serta Bi Neni di rumah itu.

     Tiba-tiba, Bi Neni menghampiri mereka berdua, lalu memberikan sebuah kotak kecil.

     "Dari Ibunda Den Kafee dan Non Anata," ucap Bi Neni.

     Kafeela meraih kotak kecil itu, lalu perlahan membukanya dengan penasaran yang amat sangat.

     "Apa ini, ya?"

     Anata ikut heran dan melihat Kafeela membuka kotak itu.

     Saat dibuka, keduanya terkejut. Mereka saling tatap sebentar, Anata keburu memalingkan muka karena merasa malu.

     "Tespek? Untuk apa?" tanya Kafeela heran. "Ada suratnya."

     Anata terperangah, ia ikut melihat secarik surat yang ada di dalam kotak itu. Kemudian, Kafeela membacanya keras-keras.

     "Mama dan Ibu, sangat senang melihat kalian. Sebentar lagi kalian pasti bekal memberi kami cucu. Seminggu kemudian, Anata harus periksa kehamilan dengan tespek ini. Dan hasilnya harus kalian beritahu kami langsung."

     "Usaha tadi siang kalian, sangat Mama dan Ibu apresiasi, untuk itu, pakailah tespek ini, agar kalian tidak harus membeli dulu di apotek."

     "Usaha tadi siang?"

     Seru keduanya kompak penuh rasa heran.

1
@Al**
/Good/
Surati
bagus ceritanya 👍🙏🏻 semangat thor 💪
Nick_Hen
keren 👍...trrimakasih tor
Arin
/Heart/
Nasir: Makasih Kak.... 🥰🥰🥰
total 1 replies
Nick_Hen
lanjut
Nasir: Mksh Kak..
total 1 replies
nis_ma
semangat thorr 🔥💪
HaRas_DeHas: Mampir juga Kak ke karya saya "Sang Perwira Yang Terkhianati". 🙏🙏
total 2 replies
Nasir
Hai pembaca, ini dua bab terakhir lho. Kasih saran dong untuk nanti ke depannya buat saya, bikin karya yg kayak mana? Prianya dingin, tegas jutek tapi diam-diam perhatian? Atau wanita kuat, atau apa? Coba tulis sarannya ya.
Arin
Si debay sudah terlanjur ada di perut Anata. Coba pelan-pelan terima.... Jangan egois karena belum mau dan belum siap. Masa mau dipending dulu..... apalagi di gugurkan. Ck...
Nasir: Merasa belum siap, seperti disambar petir.
total 1 replies
Arin
Keputusan bagus Komandan. Semoga keputusan sudah tepat..... Tapi jangan sampai biarpun sudah di ganti dengan ajudan lain buat jadi pengawal Jeny, tapi masih gatel berusaha buat tetap mendekati suami orang.
sunaryati jarum
Semoga segera tumbuh hasil cocok tanam kalian
Nasir: Hehehe.... ditungguin...
total 1 replies
sunaryati jarum
Kamu mundur jadi ajudan saja Kafeela,masa tugasnya antar jemput putri Jendral,itu di luar dinas
Arin
Bagaimana tuh kelanjutan si Jin penyebar fitnah??? Tindakan apa yang dilakukan oleh kedua orang tuanya???
Arin: Ditunggu Thor.... gak sabar
total 2 replies
Arin
Begitu tuh anak melakukan kesalahan..... katanya sudah kuliah, mahasiswa...... berartikan anak pintar😁Tapi untuk mengakui kesalahan malah lari......
Ibu..... anaknya nanti tolong di kasih tau ya... Feeling ibu tepat banget, kalau Si Jin itu suka sama Kafee. Jadi nasehati Bu jangan jadi pelakor ya anaknya.... Jangan bikin malu. Ini udah bikin kasus kayak gini. Padahal itu video bapaknya sendiri lo.... diedit lagi pelukan sama istri anak buahnya ckckck....
Arin: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 3 replies
Arin
Memang kurang ajar banget tuh si anak komandan. Halo.... bapak dan ibu komandan terhormat.... anakmu perlu dibimbing dan diarahkan ke hal yang lebih baik. Jangan sampai dengan kejadian video editan AI masih tidak sadar juga dan semakin menjadi.... Mau banget ya anaknya jadi pelakor
Nittha Nethol
lam upnya
Nasir: Iya Kak maaf, kemarin ada gangguan dr sistem NT. Sehingga yg up kemarin justru di up hari ini sama NT.
total 1 replies
Ai Oncom
the best Anata..
Nasir: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
wih keren nih Anata...
Nasir: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Taro
semangat terus thor💪
Arin
Pasti bilang ke Kafee kalau istrinya punya kedekatan dengan bapaknya si Jin ini......Bapak Komandan helow..... itu anaknya perlu di perbaiki ahklak nya ya....mau jadi pelakor anak buahmu.... gak malu punya bapak terpandang dijajarannya tapi tingkah anaknya minus... gak banget
Arin
Murahan banget anak dari komandan. Biasanya anak dari seorang militer dididik disiplin. Bukan kayak gini, yang sudah tau ajudan Papanya sudah menikah. Tapi dengan suka rela dia buka paha, gak ada malu-malunya sama sekali ckckck.
Memang harus tegas Kafee. Kasih tau papa si jin Jeny. Biar di ganti aja. Jangan karena masalah kayak gini malah menghancurkan rumah tangga mu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!