NovelToon NovelToon
Terikat Tanpa Pilihan

Terikat Tanpa Pilihan

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:62.2k
Nilai: 5
Nama Author: ludiantie

Tessa hanyalah gadis biasa yang hidupnya digerakkan oleh takdir dan kesalahan orang lain. Pernikahan mendadak dengan Nickolas Adhitama, pria kaya dan dingin, bukanlah pilihannya, tapi kenyataan yang harus dihadapinya.

Nick, yang terbiasa menguasai segalanya, kini berhadapan dengan Tessa, wanita lembut, teguh, tapi menantang yang membuatnya kehilangan kendali.

Sementara Tessa berjuang menjaga harga diri dan kemandirian, Nick harus belajar bahwa hati manusia tak bisa diatur dengan kekuasaan atau uang.

Di dunia di mana satu keputusan bisa menjadi perang psikologis, akankah cinta tumbuh di antara ketegangan dan luka masa lalu, ataukah mereka hanya menjadi tawanan takdir yang kejam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ludiantie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 19

Pintu utama terbuka perlahan.

Cahaya hangat dari dalam menyambut mereka, memantul di lantai marmer mengilap dan lampu gantung besar yang menjuntai di tengah aula.

Rumah itu berbeda dari rumah Nick.

Lebih klasik. Lebih tua. Lebih… berwibawa.

Seorang kepala pelayan tua membungkuk dalam.

“Selamat malam, Tuan muda. Nyonya.”

Nick tidak berhenti.

Langkahnya mantap memasuki aula.

Tessa berjalan sejajar dengan langkah stabil.

Beberapa orang sudah berdiri di ruang tamu utama.

Pria-pria berjas gelap. Wanita-wanita dengan gaun elegan dan perhiasan yang tak kalah berkilau dari miliknya.

Percakapan kecil yang tadi terdengar pelan, perlahan mereda.

Tatapan mereka perlahan beralih.

Semua tertuju pada mereka.

Bukan pada Nick melainkan pada Tessa.

Nick berhenti tepat di tengah ruangan.

Tangannya bergerak singkat, bukan menggenggam erat, tapi cukup untuk memastikan posisi Tessa tetap di sampingnya, bukan setengah langkah di belakang.

Seorang pria paruh baya dengan aura dominan berdiri dari kursi utama.

Rambutnya sudah memutih di sisi, tapi sorot matanya tajam.

Ayah Nick.

Ia tidak tersenyum.

“Hm.”

Satu suara rendah keluar dari tenggorokannya, seperti menilai tanpa kata.

Nick membungkuk singkat, formal.

“Malam, Ayah.”

Tessa mengikuti gerakan itu.

“Selamat malam.”

Suaranya stabil.

Tidak terlalu lembut.

Tidak terlalu keras.

Pria itu menatapnya beberapa detik lebih lama, tatapannya tidak merendahkan, tapi jelas sedang menilai,

“Jadi ini istrimu.”

Bukan pertanyaan tapi pernyataan.

“Iya,” jawab Nick datar.

Hening menggantung diruangan besar itu,

Beberapa wanita di sofa sebelah kanan saling bertukar pandang sekilas.

Senyum tipis tapi bukan senyum ramah.

Lebih seperti penasaran.

Seorang wanita anggun dengan gaun burgundy berdiri perlahan.

Wajahnya cantik, tapi sorot matanya terlalu tajam untuk disebut hangat.

Tante Livia.

Ia berjalan mendekat.

“Selamat datang di keluarga ini,” ucapnya manis.

Tangannya menyentuh lengan Tessa ringan.

Sentuhan yang terlihat ramah.

Tapi tatapannya turun sekilas ke kalung.

Ke gaun.

Ke sepatu.

Menilai detail,

Tessa membalas dengan senyum tipis.

“Terima kasih.”

Nick tidak mengatakan apa pun.

Ia berdiri tegak.

Diam.

Tapi jelas waspada.

Percakapan kecil kembali bergerak pelan, namun atmosfernya terasa berbeda sekarang.

Lebih berhati-hati dan lebih terkontrol.

Seolah semua orang sedang menunggu sesuatu.

Seorang paman di sudut ruangan berdeham kecil.

“Duduklah. Kita akan mulai makan malam.”

Nick mengangguk singkat.

Ia menoleh pada Tessa sebentar hanya sepersekian detik, tatapan itu tidak lembut, tidak memberi dukungan terang-terangan.

Tapi jelas menyiratkan satu pesan Jangan goyah.

Mereka berjalan menuju ruang makan besar.

Meja panjang sudah tertata sempurna, kursi kepala meja kosong.

Ayah Nick duduk di sana.

Nick di sisi kanan dan kursi di sebelahnya… untuk Tessa.

Semua mata kembali mengikuti saat ia duduk.

Tidak ada sindiran, setidaknya, belum.

Hanya kesunyian yang terlalu rapi.

Dan Tessa tahu,

Serangan yang paling tajam bukan yang langsung terdengar.

Tapi yang menunggu waktu paling tepat.

Hidangan pertama disajikan.

Sup bening dengan aroma ringan memenuhi ruangan.

Suara sendok dan piring beradu pelan menjadi satu-satunya bunyi selama beberapa menit pertama.

Percakapan kecil mulai mengalir.

Tentang bisnis.

Tentang ekspansi.

Tentang angka-angka yang terdengar asing bagi Tessa.

Ia duduk tegak.

Tidak menyela dan tidak terlihat bingung.

Hanya mendengarkan.

Tante Livia yang duduk dua kursi dari Ayah Nick akhirnya berbicara.

“Tessa,” panggilnya dengan nada lembut.

Semua percakapan di meja perlahan mereda.

Tessa mengangkat wajahnya.

“Iya?”

Senyumnya tipis. Terkontrol.

“Saya dengar pernikahan ini berlangsung cukup… cepat.”

Nada suaranya ringan. Seolah hanya penasaran.

Tessa menatapnya tanpa mengubah postur.

“Ya.” jawab tessa singkat, dengan senyuman tipis,

“Menarik sekali,” lanjut Tante Livia sambil mengaduk supnya pelan. “Biasanya keluarga ini sangat berhati-hati dalam memilih pasangan.”

Beberapa orang tersenyum samar.

Bukan pada Tessa, tapi pada kalimat itu.

Nick tetap diam.

Sendoknya berhenti sepersekian detik,lalu kembali bergerak.

Tessa menarik napas pelan, memberi jawaban singkat. Tidak defensif.

“Keputusan kami bukan proses yang tergesa. Hanya tidak diumumkan lebih dulu.”

Jawaban itu halus, tidak terkesan membantah.

Tapi juga tidak merendah.

Tante Livia mengangguk kecil.

“Tentu saja. Hanya saja, dunia kita ini cukup… kompleks.”

Tatapannya turun sekilas ke kalung di leher Tessa, kalung yang dari tadi mencuri perhatiannya, kalung yang tidak akan mungkin dimiliki tanpa koneksi orang penting seperti nickolas,

“Beradaptasi tidak selalu mudah.”

Suasana hening kembali,

Seseorang di ujung meja tersenyum tipis.

Ayah Nick hanya memperhatikan.

Tidak membantu dan tidak ikut menyerang.

Hanya mengamati.

Tessa merasakan semua mata menunggu reaksi.

Ia bisa saja menjelaskan, bisa saja membela diri.

Tapi ia teringat briefing di mobil.

Kau bukan tamu yang ingin disukai, kata-kata nick masih jelas teringat dalam ingatannya,

Tessa menatap Tante Livia dengan tenang.

Tatapannya tidak menantang.

Tapi juga tidak mundur.

“Saya bisa beradaptasi dengan cepat.”

Kalimat itu jatuh jelas di sepanjang meja makan yang panjang.

Beberapa sendok berhenti bergerak.

Seseorang bahkan lupa mengunyah.

Udara di ruangan itu berubah sedikit lebih kaku.

Tante Livia tersenyum lagi, namun kali ini senyumnya lebih tipis, lebih menilai.

“Ambisius juga rupanya.”

Tessa tidak tersinggung, Ia hanya memiringkan kepala sedikit, seperti mempertimbangkan kata itu.

Lalu ia menggeleng pelan, dengan senyum tipisnya yang cantik,

“Bukan ambisi,” katanya lembut.

Ia mengangkat pandangannya lagi, tetap tenang.

“Hanya disiplin.”

Suasana tambah hening kali ini, lebih berat dari sebelumnya.

Dan untuk pertama kalinya malam itu,

Nick mengangkat pandangannya.

Tatapannya berpindah dari Tante Livia ke Tessa.

Ia tidak tersenyum.

Tapi sendoknya berhenti.

Dan ia berkata pelan, suaranya cukup jelas untuk seluruh meja,

“Istriku tidak pernah berbicara tanpa tahu apa yang ia lakukan.”

Kalimat itu bukan pujian.

Itu peringatan.

Meja kembali sunyi beberapa detik.

Tante Livia tertawa kecil.

“Tentu saja. Kita hanya ingin memastikan ia merasa… diterima.”

Nick menyandarkan punggungnya.

“Kalau ada yang merasa perlu memastikan sesuatu, katakan langsung.”

Nada suaranya mulai tajam.

Ayah Nick akhirnya angkat bicara.

“Cukup.” Satu kata itu terdengar berat.

Hidangan kedua mulai disajikan.

Percakapan kembali bergerak.

Tapi sekarang arahnya lebih hati-hati.

Tessa merasakan detak jantungnya perlahan kembali stabil.

Ia tidak goyah.

Dan Nick tidak membiarkannya sendirian.

Meski caranya tetap keras.

1
Nur Halida
thor novel lucas greyson kenapa tiba2 hilang??🤔🥹
Zahraputri Putri
betulll..mending kmu pergi aja Cass jangan jadi bodoh
AstutieEcc
Nick bilang maaf aja, selesai masalah kalian, gemes dechhh/Angry//Angry//Angry/
Nur Halida
nick pasti akan menjadi suami dan ayah siaga tingkat dewa😁😁
Zahraputri Putri
sdh cukup cassandra jangan jatuhkn harga dirimu lebih dari ini,,tinggalkn orion buat dimenyesal banyak laki laki lain disana lebih baik dari dia,lagian kmu juga gk tau emaknya orion seperti apa,udh daripada sakit hati lebih dalam mending kmi pergi saja
Nur Halida
ayolah orion buka hatimu untuk cassandra
Nur Halida
ayolah orion buka aja sedikit hatimu untuk gadis setulis cassandra .. kamu harus bahagia dan melupakan tessa karena tessa sudah benar2 bahagia dengan nick
Nur Halida
itu baru bener nick.. kerena hidup berjalan kedepan 😁
Zahraputri Putri
sdh ya sdh dapat jodhnya masing masing,jadi fokus kedepan aja🤭jng lihat kebelakang lagi
Zahraputri Putri: paksa dia kk paksa 😁
total 2 replies
Nur Halida
akhirnya jodoh orion nongol juga hilalnya😊 .. keknya cassandra gadis tulus tinggal membuat orion move on aja ..
itsmecancer: mudah²an aja Orion gak rewel ya 😌
total 1 replies
Nur Halida
daniel.kalo masih jomblo mana paham apa yg terjadi tadi pagi hingga membuat mood nick jadi lebih manusiawi😁
itsmecancer: kasih paham say 🤫🤫
total 1 replies
Zahraputri Putri
sdh berani menggoda tessa🤭
dn nick kmu harus lebih santai ya jngn kaku kaku😁
Nur Halida
nick takut kamu kenapa2 tessa ...
itsmecancer: Nick makin overprotektif soalnya 🤫
total 1 replies
Nur Halida
itukan untuk kebaikanmu tessa apalagi kamu sedang hamil..
Zahraputri Putri
ternyata lucas Greysons sdh ada kamarnya sendiri😁
itsmecancer: Betul 😆 Lucas pindah rumah sekarang, sudah nggak jadi figuran lagi, sekarang dia jadi pusat masalahnya sendiri, kamu bakal lihat sisi dia yang beda disana, kalau sempat, boleh banget kenalan kesana juga ya☺️❤️
total 1 replies
Nur Halida
kenapa nick tidak mau lucas mengambil alih aset reymond??
bukannya dg begitu reymond jadi gak bisa ngapa2in karena dia jatuh miskin jafi gak mungkin balas dendam lagi ke nick kan??
itsmecancer: yang jelas Nick bukan orang yang kayak gitu...lagian itu bukan bagian dari kesepakatan☺️
total 1 replies
Nur Halida
kenapa keknya reymond ini lebih hebat dari nick ya .. buktinya dia tau kalo nick minta bantuan ke orang lain dan dia curiga ke lucas greyson ..
itsmecancer: karena dia main kotor beb... dan itu bukan dunia Nickholas
total 1 replies
Nur Halida
hancurkan reymond🤬🤬🤬
Nur Halida
jodohin orion dg gadis baik tulus dan ceria thor ..
kasihan banget lihat nick kesiksa ketika melihat orion orion dan tessa kek gitu
itsmecancer: nanti author pikir-pikir dulu 🤔
total 1 replies
Zahraputri Putri
udh thor buat sembuh aja orionnya ,gk tega lihat nick tersiksa bathin🤭
Zahraputri Putri: 🤣🤣tpi jangan lama lama dong kasian gk tega liatnya🤭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!