Novel ini adalah sambungan dari novel sebelumnya yang berjudul "Gadis gengsi dan Pria cuek"
Novel ini mengisahkan seorang gadis bernama Syafa, yang menurut Bian sangat cerewet dan ribet.
Dan juga mengisahkan seorang pria bernama Bian yang juga menurut Syafa, pria itu sebenarnya adalah es yang dikutuk menjadi manusia
Seperti kisah mereka? Yuk kepoin cerita mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Izzah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ngegosipin Syafa
"Kakak waras nanya gitu?" kesal Syafa
"Ya waraslah. Kalau ngga waras, ngga bakal gue masakin loh" jawab Syifa
"Yang sopan kalau ngomong sama kakak" tegur Bian yang tidak suka jika Syafa berbicara kasar kepada kakaknya
"Gue sopan kok" balas Syafa
"Ayo makan dulu. Setelah makan baru lanjut ngobrol" seru Luthfi
Mereka akhirnya makan dengan lahap. Meski sesekali Bian dan Syafa beradu mulut. Setelah selesai makan, Icha dan Syafa membersihkan meja makan dan mengumpulkan piring kotor kemudian mencucinya
Sedangkan Bian, Syifa dan Luthfi sudah berada di ruang keluarga untuk berbincang sambil menunggu kedua gadis itu beres-beres
"Di kampus sering dekat-dekat sama Syafa?" Luthfi membuka percakapan
Bian mengangguk "Kan kakak yang nyuruh"
"Tapi ngga perlu dekat-dekat terus" tukas Luthfi
"Itu perlu. Aku yang nyuruh Bian harus selalu dekat-dekat sama Syafa. Anak itu kalau ngga diperingati, bisa ikut-ikutan sama temannya" titah Syifa yang membela adik iparnya
"Dan itu bikin Bian seharian ini jadi bodyguard" Bian mendesah dengan malas
"Maksudnya?" Syifa tidak mengerti maksud Bian
"Syafa lagi didekatin sama salah satu cowok di kelas. Terus seharian ini nemenin dia jalan sama temannya. Bikin Bian malas" jelas Bian
"Itu memang tugas yang kakak kasih" cetus Luthfi
"Tapi seharian itu Syafa ngga dekat-dekat sama laki-laki lain kan?" tanya Syifa
"Ngga kak. Seharian Syafa sama Bian terus. Tapi......" Bian menggantung ucapannya dan melirik ke arah dapur
"Tapi apa?" ulang Syifa yang menautkan kedua alisnya
"Syafa mudah diajak. Dan sering ngomongin cowok kalau sama cewek yang di dapur sama Syafa itu" Bian mulai mengadu
"Icha maksudnya?" Syifa menebak gadis yang dimaksud Bian
"Ia" Bian mengangguk membenarkan
"Tapi keliatannya anaknya baik" sahut Luthfi
"Icha emang anaknya baik. Cuma pergaulannya aja tuh anak yang kurang baik. Mudah banget diajak kemana-mana. Aku pernah kan nyeritain ke kamu tentang Syafa yang pernah pacaran? Dan Icha yang ngenalin cowok itu? Yang sampai Syafa diselingkuhin dan jadi selingkuhan sekaligus" ujar Syifa
"Oh. Ia ia. Aku ingat" jawab Luthfi yang sudah mengingat sesuatu
"Tapi beruntung sih mereka putus sebelum Syafa sayang" cetus Bian
"Kok loh tau?" tanya Luthfi
"Syafa sendiri yang bilang ke Bian" jawab Bian
"Tapi emang benar. Untung Syafa belum sayang. Soalnya kan itu pacar pertamanya" sahut Syifa
"Syafa ini harus selalu diawasi yah berarti? Apalagi sekarang tetap sama Icha" tukas Luthfi
"Ia. Makanya, aku minta Bian buat ngga jauh-jauh dari Syafa. Dia ngga bisa dilepas dulu, apalagi masih baru banget di kota. Kita ngga tau pergaulannya seperti apa. Tapi yang bikin gue bingung, kok Syafa bisa nyeritain ini ke loh Bi? Syafa tuh bukan tipikal yang mau ngasih tau ke siapa pun tentang mantannya ini. Ke gue aja, butuh waktu seminggu baru dia ngasih tau masalahnya" ujar Syifa yang penasaran
"Berarti Bian beruntung" timpal Luthfi
"Beruntung sih. Tapi kok bisa Bi? Kapan dia ngasih tau loh? Bukannya kalian itu suka berantem tiap ketemu? Tumben Syafa mau cerita masalah ini" sahut Syifa
"Kayaknya kemarin, pass dia nganter teh ke kamar Bian. Terus Bian ngajak ngobrol disini. Dan dia cerita. Kebetulan, mantannya dia teman sekolah Bian dulu. Dia emang terkenal nakal dan suka mainin cewek" jawab Bian dengan sangat serius
"Kemarin kalian berdua ngobrol berdua? Tumben bahas serius. Biasanya berantem" ledek Luthfi
"Sebelum dan sesudahnya itu baru berantem" balas Bian yang membuat kedua kakaknya itu tertawa
Syafa dan Icha baru saja keluar dari dapur "Wih, bahas apaan nih? Kayaknya seru" ucapnya yang langsung duduk di samping Bian. Dan disusul Icha yang duduk di sampingnya
"Bahas orang yang lagi curhat tentang mantannya" jawab Syifa yang menahan tawanya
"Oh ya? Siapa?" tanya Syafa dengan polos
Bian, Syifa dan Luthfi saling menatap satu sama lain sebelum akhirnya mereka tertawa bersama
"Kok pada ketawa sih?" cetus Syafa dengan heran
"Kak Syifa lagi ngegosipin Syafa yah?" Icha mencoba menebak
"Kok bisa tau?" tanya ulang Syifa
"Jadi benar lagi ngegosipin Syafa? Tentang Dimas?" sahut Icha yang semakin memperjelas
"Eh ngaco" Syafa menepuk paha Icha "Ngomong sembarangan aja"
"Jadi gimana rasanya pacaran pertama kali Sya?" ledek Luthfi
"Ha?" Syafa ternganga dengan pertanyaan kakak iparnya "Ini beneran lagi ngegosipin Syafa?" ia masih tidak percaya
"PD banget" guman Bian
"Eh. Gue ngga PD yah? Tapi gue nanya" seru Syafa pada Bian dengan sewot
"Mulai deh kalian. Baru ketemu aja udah berantem" tegur Syifa
"Bian nih. Masih aja ngeselin" ketus Syafa
"Selalu aja gue" pasrah Bian
"Ya emang loh kok. Udah diem, ngga usah ngebantah" tukas Syafa ketika Bian hendak membalas
Bian menghela napas dengan malas. Selalu saja dirinya yang harus mengalah. Dan hal itu membuat Syifa dan Luthfi tersenyum dibuatnya
"Heran deh gue. Kalian disini kerjaannya berantem terus? Tapi kenapa di kampus malah sering banget pamer kemesraan? Buat yang jomblo iri aja" seru Icha yang kesal melihat Syafa dan Bian sedekat itu
"Pamer kemesraan apanya? Mata loh tuh pengen dicolok kayaknya" protes Syafa yang tidak terima
"Emang benar kok. Masa yah kak, di kampus tuh mereka nempel-nempel terus. Udah kayak Cicak sama dinding aja. Mana Syafa sering banget nyander di bahu Bian pula. Siapa yang ngga percaya coba, kalau mereka berdua nih ngga pacaran? Icha juga kalau ngga tau Bian itu siapa, udah pasti nganggap nih anak berdua pacaran" celoteh Icha pada Syifa dan suami sepupunya itu
"Udah ngocehnya bu?" sahut Syafa dengan geram
"Belum. Gue belum selesai" jawab Icha
"Terus-terus?" tanya Syifa yang membuat suaminya tertawa kecil
"Terus yah kak. Tadi kan banyak tuh cewek-cewek yang ngedekatin Bian. Syafa sengaja banget ngedeketin Bian juga, terus ngasih bekal gitu. Sampai tuh cewek-cewek pada nanya, mereka pacaran apa enggak" Icha terus menjelaskan secara rinci
"Engga yah. Ngaco loh ngomong. Syafa ngga sengaja. Tapi emang Bian duluan ke kantin dan nungguin kita disana. Dan tentang bekal itu, sorry yah. Bekal itu di kasih sama Kak Syifa, gara-gara gue sama Bian ngga sempat sarapan. Loh mah kebanyakan ngarang" Syafa protes dengan semua penjelasan Icha
"Apaan ngarang? Tadi aja pas kita mau jalan, loh gandeng tangan Bian terus sampai parkiran. Terus di jalan, loh ngga berenti-berenti meluk perut Bian dan nyander-nyander di bahunya. Habis itu, pass kita nunggu di depan pintu teater, sengaja banget mesra-mesra dan buat gue iri. Paling parahnya apa tau ngga kak?" Icha mencoba mengadukannya pada kakak sepupunya
"Apa?" tanya Syifa
"Loh mah ngarang ah" ketus Syafa
Bian dan Luthfi saling menatap dan menggeleng dengan pembahasan ketiganya. Terlebih bian yang tidak terlalu menyukai Icha yang begitu berlebihan
"Gue ngga ngarang. Pass kesini kan Icha, Syafa sama Bian boncengan bertiga nih. Masa si Syafa meluk-meluk Bian depan Icha. Sengaja banget mau jadiin Icha obat nyamuk dadakan tanpa persiapan" cerita Icha dengan ringkas
Syifa tertawa mendengar penjelasan adik sepupunya itu. Luthfi berusaha menahan tawa dengan mengetuk-ngetuk jidatnya dengan telunjuk jarinya. Wajah Syafa memerah karna malu. Sedangkan Bian menggeleng dan tampak acuh
"Apa ia yah gue kek gitu? Tapi perasaan biasa aja" batin Syafa yang menoleh pada Bian
*
*
*
Jangan lupa like dan beri tipnya. Terima kasih semuanya ❤
nyakin ini Link, Vote nya pasti bakal banyak banget.