NovelToon NovelToon
"DELIMA" Wanita Malang

"DELIMA" Wanita Malang

Status: tamat
Genre:Romantis / Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:6.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Noona Risma

PLAGIAT DILARANG MEREKAT!😈😈
INI REAL CERITA SAYA YAH💜

Hidup sendiri didunia ini rasanya begitu sesak, hampa dan hambar bagaikan sayur tanpa bumbu pelengkap.

Menikah dengan orang yang tidak dikenal dan tidak dicintai bukanlah hal yang salah, namun menyakitkan.

Setiap hari, jam, menit bahkan detik dia tidak menganggap kehadiranmu. Dia lebih memilih bersenang-senang bersama teman-teman dan terpuruk dalam masa lalu yang tidak mungkin bisa kembali.

Sakit?

yah sangat. melebihi luka jahitan. sakit berdarah memang sakit, namun lebih sakit jika sakit tanpa darah.

Rasanya seperti menjadi iron man?

no! bukan seperti menjadi iron man, but rasanya seperti ada ratusan belati tajam menusuk-nusuk hatimu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona Risma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

SELAMAT MEMBACA!

***

"Sudah?" tanya Mama Isnah setelah meniup mata Delima.

"Iya mah," jawab Delima.

"Istirahatlah Del! Sepertinya kamu lelah," seru Mama Isnah memperhatikan wajah Delima yang masih sedikit pucat.

Delima mengangguk dan berdiri dari duduknya, "Delima istirahat dulu yah ma," imbuh Delima lalu berjalan menuju kamarnya.

Sebelum mengistirahatkan tubuhnya, Delima terlebih dulu meminum obatnya sesuai anjuran dari Dokter Tia dan juga Dokter Sarah.

Setelah meminum berbagai macam obat, Delima lalu masuk ke dalam walk in closet untuk menyimpan atau lebih tepatnya menyembunyikan obatnya.

Delima kemudian membaringkan tubuhnya di ranjang dan menutup matanya.

***

Delima merasakan ada sebuah tangan yang sedang menyentuh pipinya dan itu mengganggu tidur nyenyak Delima yang entah sudah berapa jam lamanya ia tertidur.

"Sudah pulang mas?" tanya Delima dengan suara seraknya.

"Hmm... apa aku mengganggu tidurmu?" tanya Erwin seraya menyibakkan rambut yang menutupi wajah istrinya.

"Tidak! Aku bahkan merasa terlambat sekarang," ujar Delima lalu mengganti posisinya menjadi menyandarkan punggungnya pada kepala ranjang.

Erwin mengernyit, "Terlambat kenapa?" tanya Erwin.

"Aku sudah tidur dari jam satu siang dan sekarang sudah jam setengah delapan malam," jawab Delima sambil melirik jam dinding.

"Itu karena kamu terlalu lelah dan bukannya kamu sedang tidak enak badan juga?" ujar Erwin dan dijawab anggukan kepala oleh Delima. "Maka itu kamu bangun terlambat," tambah Erwin.

"Papa mama sudah pulang?" tanya Delima.

"Tidak, mereka masih ada di sini dan sekarang sedang menunggu kita di bawah," seru Erwin.

"Oh astaga, bahkan yang menyiapkan makan malam mama, menantu macam apa aku ini," sesal Delima dan tergesa-gesa turun dari ranjang lalu berjalan menuju kamar mandi.

"Hati-hati Del!" imbuh Erwin. "Awas nanti kamu tersandung," tambah Erwin khawatir.

"Aku tidak apa-apa mas," balas Delima terkekeh melihat wajah khawatir Erwin.

Setelah mencuci muka dan menyikat giginya, Delima kembali menghampiri suaminya yang masih duduk di bibit ranjang.

"Loh kok mas belum ke bawah?" tanya Delima sambil memoleskan bedak pada wajahnya.

"Aku menunggumu," jawab Erwin memeluk Delima dari belakang.

"Eh," Delima tersentak kaget mendapati perlakuan romantis Erwin.

"Wangi," ucap Erwin saat menghirup aroma khas tubuh Delima dalam-dalam.

"Mas," tegur Delima saat tangan Erwin sudah bergerilya nakal pada tubuhnya.

"Ada apa?" tanya Erwin tanpa dosa.

"Jangan sekarang," desis Delima menahan desahannya ketika Erwin menyentuh area sensitifnya.

"Apanya?" goda Erwin tersenyum smirk.

"Ish..." Delima menghentakkan tangan Erwin sedikit keras lalu berjalan menuju lantai bawah.

Erwin lalu menyusul Delima ke bawah.

***

"Selamat malam pah, mah," sapa Delima lalu mendudukkan tubuhnya di kursi meja makan tempat duduknya biasa.

"Malam, sudah bangun Del?" balas Mama Isnah.

"Iya mah, baru saja," kikuk Delima.

"Malam pah, mah," sapa Erwin duduk di kursinya.

"Malam," balas Papa Ardi dan Mama Isnah.

"Silahkan tuan, nyonya," ujar Mbok Tini setelah sudah semua menyajikan makanan di meja makan.

"Mbok ayo makan bareng kami," kata Mamah Isnah.

"Iya mbok, ayo makan bersama kami!" timpal Papa Ardi.

"Tidak usah tuan, nyonya, saya akan makan nanti saja di belakang," balas Mbok Tini sungkan.

"Kenapa harus menunggu waktu nanti mbok? Ayo gabung sama kami saja," ajak Mama Isnah sedikit memaksa.

"Duduk aja mbok! Dari pada nanti mama ngeluarin tanduk dan taringnya mau?" canda Erwin yang langsung mendapatkan pukulan sendok sayur di lengannya.

"Betul kata Erwin mbok duduk saja!" timpal Papa Ardi.

Mama Isnah membulatkan matanya sempurna. "Canda mah," ciut papa Ardi.

Mbok Tini lalu duduk di samping Delima karena merasa tidak enak jika terus menerus menolak ajakan makan bersama majikannya itu.

***

Kita masuk dalam scane bucinnya dulu baru lanjut bawangnya yah... wkwkwk biar ada pemanisnya dulu😆😆

***

SLOW UP YAH😊

JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTENYA🤗

1
SRI HANDAYANI
aku kasih bunga se keranjang 🤩🤩🌹🌹🌹
SRI HANDAYANI
semoga endyng nya happy ❤❤
SRI HANDAYANI
kok kayak lagu kehilangan yaa...🤣🤣🤣
SRI HANDAYANI
lanjut thor 💪💪🌹🌹
SRI HANDAYANI
luar binasa sadisnya 😡😡😭😭
melting_harmony
Luar biasa
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat cerita nya.. sungguh mantap sekali 👍👍
teruslah berkarya dan sehat selalu 😘😘
Cen Li
Luar biasa
Lutfi f
aku udh nyari tp gag ada
Tari Sirait: BOHONG INI JUDUL CERITANYA KAGAK ADA!?
total 1 replies
Jam'ah Sublie
kebaikan Erwin cuma ada kedua orang tua nya
Jam'ah Sublie
selalu saja wanita yg tersakiti
Fatih Qolbi
Top bgt pokoknya
stva 14
lanjutannya mana ya
May
keren
Lela Lela
sehatlah delima .
Lela Lela
semoga sembuh delimany thor
Lela Lela
sembuhkan author delimany
Lela Lela
semoga bahagia terus
Lela Lela
bagus akur erwin
Lela Lela
Awas kamu erwin jgn hanya di depan mama papamu baik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!