Yuki, gadis belia yang terjebak dalam masalah hutang piutang keluarga, yang membuat dirinya di paksa harus menikah dengan saudagar kaya di Kampung halamannya. Saudagar yang sudah berumur, dan sudah mempunyai banyak istri.
Tak mau masa depannya berakhir menjadi istri seseorang yang tak dicintainya, terlebih dia punya impian untuk melanjutkan pendidikan, Yuki memutuskan untuk kabur dari rumah. Di sini masalah baru muncul!
Alih-alih ingin bekerja supaya bisa membatu orang tuanya melunasi hutang, tapi dia malah dihadapkan masalah baru, yaitu harus berhadapan dengan seorang BOS BESAR di tempat dia bekerja. Bos yang cuek, dingin, dan benar-benar menyebalkan, menurut Yuki.
Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Yuki akan berhasil lolos dari Sang Saudagar? Atau malah terjebak di dalam lingkaran pesona Bos Besar?
Silahkan dibaca ya temen-temen, semoga kalian suka ^_^
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evelyn12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#19 POV TUAN ELZEL
Hari itu, entah kenapa aku merasa bosan dengan Asisten pribadiku. Ya, Asisten yang khusus memenuhi keperluan dan kebutuhanku! Hingga Aku memutuskan untuk memecatnya, walau sebenarnya ini bukan pertama kali bagiku memecat mereka. Hilang satu pegawai bisa dapat seribu jika aku mau.
Siapa yang tidak mau kerja di sini, gaji yang besar untuk ukuran seorang pembantu. Yang tidak akan mereka dapatkan di tempat lain. Tapi di balik itu semua... Kalian taulah, mereka harus bisa,
.
"Memuaskan"
.
Habis manis, sepah dibuang! Begitulah aku memperlakukan mereka.
Wanita,
Biasa bagiku. Semuanya dengan mudah Aku dapatkan!
Dan hari itu, Aku menelpon Asistenku di Kantor, Kalista, untuk mencarikan pegawai baru, yang sesuai kriteria, yaitu muda dan cantik. Aku tau Kalista dia orang yang cekatan, karena itu Aku selalu mengandalkannya.
"Halo?!" Jawab Kalista
"Carikan aku Asisten rumah tangga lagi!" Perintahku yang tidak perduli Kalista sedang apa saat ini.
"Lha? Asisten yang lama kemana? Bukanya minggu lalu aku udah bawain?"
"Sudah ku pecat! Aku butuh satu lagi!"
"Hadeh! Kebiasaan. Baru juga satu minggu bekerja." Terdengar Kalista sepertinya kesal, tapi bodoamat lah!
"Bawakan hari ini juga!"
Tut! Telpon ku matikan.
Aku tak perduli Kalista akan mencarikannya di mana, yang jelas perintahku tak bisa dibantah!
Dan benar saja, dalam sekejap Kalista menemukannya. Dia bilang sudah diantar ke rumahku.
Setelah pulang ke rumah, aku menemui Asisten baruku, Dia memperkenalkan diri. Dia sangat pemalu yang sedari tadi hanya menunduk, tak berani menatapku.
Siapa namamu?" Tanyaku
"Yu-Yuki Tuan." Dia terus saja menunduk.
"Umur?"
"Delapan belas, Tuan."
"Kecil sekali" Batinku, baru kali ini pegawai ku semuda dia.
"Lihat kesini!", aku sangat penasaran wajahnya,
Betapa kagetnya aku. Ternyata gadis itu gadis yang pernah aku temui di proyek waktu itu, yang tiba-tiba marah gak jelas.
"HAH??!"
Kami sama-sama kaget.
"Kamu pria yang waktu itu kan?!" Dia berteriak, sama seperti waktu itu.
"Kamu lagi!", Menyebalkan kalau diingat.
Aku tak ingin, ada orang yang seenaknya padaku!
"Jaga sikapmu! Aku majikan mu!"
"Maaf, Tuan." Dia mulai melembutkan bicaranya.
Aku tak ingin menerimanya kerja di sini. Tapi, melihat wajahnya yang lucu....
Dia terus saja membuntuti ku. Seperti anak kecil!
Akh!
Benar-benar, Dia membuatku...
Gemes! Sial!
Ingin rasanya aku terkam saat itu juga.
"Mandi sana! Kamu pasti belum mandi kan? Bau!" Aku berusaha mengalihkan pembicaraan dan kemudian berlalu dari hadapannya berjalan menuju kamarku.
Aku berjalan sambil memperhatikannya, benar-benar lucu. Melihat kelakuannya.
Ada gadis seperti itu? Mencium keteknya sendiri!
Hari berlalu, Aku mencoba "untuk"....
Tapi gagal, dia terlalu polos, dan sangat ke kanak-kanakan.
Sangat berbeda dengan Asistenku sebelum-sebelumnya yang biasa dan mau diajak "Bermain".
Pagi itu, Yuki membangunkan ku. Tapi sangat pagi. Aku sedikit menggodanya dengan manarik dan memasukkannya kedalam selimutku.
Sampai pagi menjelang, sepertinya Yuki samasekali tidak tidur.
"Tuan... Sudah pagi lepaskan aku!" Dia berusaha melepaskan pelukanku.
"Bangunlah, Tuan!!!"
Mendengar Dia seperti membentak, Aku malah makin bersemangat menggodanya. Dia berusaha berontak. Tapi aku tak memperdulikan.
Ternyata Dia menangis. Air mata mulai berjatuhan di pipinya. Melihat itu rasanya kok jadi gak tega.
"Kau menangis?" Tanyaku heran,
"Hiks...Hiks..." Dia menangis tersedu-sedu.
....
"Pergilah!"
Dia bangkit dari kasur, dan meninggalkan kamar ku.
Aku tak habis pikir, dia sampai menangis, padahal aku cuma melakukan hal sepele kan?
Akh!
Setiap menatapnya rasanya aku sangat menginginkan.
.
Ingin tapi kasian.
.
Dan aku, tak ingin memaksa, karena aku tau itu bisa membuatnya sakit.
Aku tahu, sepertinya dia tidak suka pada sikapku yang seperti itu. Hingga dia memutuskan untuk pergi dari rumahku. Aku sengaja membiarkan. Karena gampang untuk membuat dia kembali lagi ke rumahku.
Tinggal menyuruh orang untuk membawanya kembali ke sini.
________
Malam hari saat aku hendak kembali ke rumah karena habis kumpul dengan teman-teman, aku melihat ada dua orang preman sedang memaksa-maksa seorang gadis. Dan ternyata itu Yuki.
Entah, refleks aku segera menolongnya, dan berhasil membuat preman-preman itu pergi.
"Enak saja preman-preman itu, Aku saja belum!"
Aku membawa Yuki kembali ke rumah. Semoga saja dia tidak kabur-kabur lagi.
Bekerja sebagaimana mestinya,
Melakukan apa yang aku inginkan.
Untuk yang satu itu, Aku akan bersabar, sampai nanti saatnya tiba. Aku tak akan melewatkan mu!
YUKI!
ternyata Khanza sahabatmu itu
nyatanya menusukmu dari belakang Yuki🙁
baik diluar tapii ruwet didalam hatinya 🙁
walau tidak dipungkiri semua butuh uang""hehe apa si bahasanya ini😁😁✌️""