Sekuel dari novel Rafania Amora. Author sarankan sih baca dulu novel Rafania Amora. Tapi kalau malas dan ingin langsung baca novel Stay With Me pun juga tak apa. Suka-suka.
Aleta Zeline Al Malik.
Gadis yang baru berusia 19 tahun itu terus merengek pada papanya setelah tidak mendapatkan persetujuan dari sang mama. Terus membujuk dan meyakinkan mereka agar dapat menyetujui keinginannya. Melanjutkan pendidikannya di Jakarta.
Hingga pada akhirnya dia pun berhasil mendapatkan persetujuan dari keduanya. Tanpa di duga olehnya, pertemuan yang tidak sengaja dengan seorang lelaki telah membuatnya masuk kedalam sebuah masalah yang mengakibatkan mereka harus menikah.
Pernikahan dadakan pun terjadi. Sosok pemuda dengan ketulusan dihatinya telah bersanding dengannya. Begitu sabar dan menerima setiap hal yang dilakukan olehnya.
Setelah menjalani kehidupan baru mereka sebagai sepasang suami-istri, berbagai peristiwa satu persatu bermunculan, hingga tanpa disengaja hubungan antara mereka pun menguak rahasia di antara kedua orangtuanya.
Berulang kali takdir menguji cinta mereka, hingga suatu ketika terjadilah peristiwa yang semakin membuat mereka terpuruk.
Yuk langsung baca novelnya..
ig : Faray_glad
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon faray_glad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 19
" Astaga.. Bisa pelan-pelan gak sih. " bentak zeline berulang kali
Pasalnya setelah tadi zeline mendapatkan panggilan telepon dari Rangga. Kini suasana hati Ino mendadak dihantui oleh perasaan kesal.
Memang sejak pertama kali dia bertemu dengan zeline waktu itu, Ino sudah bisa merasakan hatinya yang bergetar. Dia bahkan belum pernah merasakan hal semacam itu sebelumnya.
" Katanya buruan. Giliran di ngebut, malah takut. " ucap Ino tanpa mengalihkan pandangannya dari arah jalanan ibukota.
" Iyah.. Tapi gak ngebut ugal-ugalan kayak gini. " ucap zeline dengan menahan rasa takut juga bercampur kesal
Setelah beberapa menit berlalu. kini mobil yang dikemudikan oleh Ino telah berhenti di halaman parkir yang ada di taman tempat mereka kunjungi.
" Eh.. tunggu ! " ucap Ino sembari menahan lengan zeline yang saat ini hendak turun dari mobil
Zeline memutar lehernya sedikit.
" Ada apa lagi ? " tanya zeline dengan malas
" Jangan terlalu lama ! " tutur Ino
Zeline mengangguk kecil sembari berdehem.
Kemudian dia segera turun dari mobil. Melangkah pergi menuju ke suatu tempat yang sudah dijanjikan sebelumnya.
Zeline mengalihkan pandangannya kesegala arah. Perlahan terdengar suara langkah kaki seseorang semakin mendekat. Kemudian zeline memutar lehernya.
" Kak Rangga. Dari mana ? " tanya zeline sembari tersenyum lebar
Sosok pemuda tampan itulah yang sejak pertama kali pertemuannya, ketika sedang mengisi kelas telah menggetarkan hati zeline.
Pemuda yang lembut dan juga sangat ramah. Hal itu sangat berbanding terbalik dengan sosok suaminya.
" Ini. " Rangga menyodorkan segelas minuman yang tadi sempat dibelinya sebelum dia datang.
" Aku mampir dulu beli minum. Ayo kita duduk disebelah sana ! " ucap Rangga sembari menunjuk kearah kursi panjang yang berada tidak jauh dari tempat mereka berdiri.
" Heemm " zeline mengangguk kecil diikuti dengan gerakan kedua kakinya yang mulai melangkah. Menyamakan langkah kakinya dengan langkah kaki Rangga.
Tampak keduanya telah duduk di kursi panjang tersebut. Mereka berdua mulai berbincang sembari maniknya tetap fokus kearah lembar tugas yang di bawa oleh Rangga.
Entah sejak kapan hubungan mereka berdua telah menjadi akrab seperti itu. Bahkan keduanya pun tak segan saling melemparkan candaan.
**
Aaaaaaaauuuupp
Ino menguap berulang kali sejak beberapa menit yang lalu. Mencoba untuk tetap tenang dan sabar menunggu gadisnya kembali. Walau saat ini hatinya telah bergemuruh, Ino tetap menyangkal akan perasaannya yang sudah merubah menjadi kesal.
Sudah satu jam berlalu. Hingga pemuda itupun merasakan bosan. Berkali-kali, dia mengalihkan pandangannya kearah dimana zeline melangkah pergi, dengan berulang kali pula melirik kearah jam tangan mahalnya.
" Kenapa lama sekali, sih. ? Dia ini ambil tugas atau sedang pacaran. " ucap Ino dengan kesal
Seketika itu dia langsung terpekik sendiri mendengar ucapannya.
" Sial..!! Kenapa gak kepikiran dari tadi sih. " decak ino sembari memukul pelan setir kemudinya.
Tak lama kemudian Ino segera turun dari mobilnya. Melangkah gontai melewati jalan dimana zeline tadi melangkah pergi. Kedua matanya terus menajam kesegala arah. Mencari sosok gadis cantik yang telah berhasil membuat dirinya merasa kesal.
" Aku takkan biarkan kamu pergi dariku. "
Lelaki itu sungguh telah memantapkan hatinya sejak malam itu. Malam dimana dia mengetahui sosok gadis kecil periang yang pernah ditemuinya tempo dulu adalah benar zeline yang saat ini menjadi istrinya.
Bahkan, dikala umurnya yang baru berusia 8 tahun. Dia sudah merasakan ketertarikan akan sosok zeline kecil yang periang. Dan kini takdir telah membawanya untuk kembali bertemu dengan status yang berbeda.
Ino sungguh tidak ingin melepaskan gadisnya begitu saja, apapun yang terjadi. Hatinya telah memilih dan kali ini dia tidak ingin mengalah pada siapapun itu yang ingin merebut kesayangannya.
**
" Makasih, yah kak. Udah mau repot-repot nyalinin tugas buat aku. Apalagi sekalian dijelasin juga. " ucap zeline dengan senang.
Kini zeline sudah beranjak berdiri. Masih menatap kearah tugas yang dibawanya. Kemudian disusul oleh Rangga yang juga ikut beranjak dari duduknya.
" Hem.. Santai ajalah.. " ucap Rangga
Zeline tampak mengerutkan keningnya.
" Kak Rangga, apa yang ini juga dikerjakan ? Perasaan materinya belum sampe sini, deh. " tanya zeline
Rangga mengambil alih buku zeline. Melihat sekilas kearah buku tugas tersebut sebelum akhirnya dia menoleh kearah zeline yang sedang menunggu penjelasan darinya.
" Iyah.. Pak Herman mau gitu. Kalian harus bisa memahami sendiri. Ini kan sama kaya materi Minggu lalu. Cuman yang ini kamu harus lebih teliti lagi. Masih bingung ? " jelas rangga
" Sedikit, sih. " jawab zeline ragu
Rangga menolehkan kepalanya kearah samping. Melihat sosok gadis cantik itu dengan tersenyum manis.
" Kamu udah makan belum. ? Ke Jongky cafe yuk. Sekalian aku jelasin lebih detailnya. " tawar Rangga
Tanpa keduanya sadari jika tidak jauh dari mereka berbincang ada seseorang yang entah sejak kapan sudah memperhatikan setiap gerakan yang mereka berdua.
Perlahan dia melangkah mendekat dengan hati yang bergemuruh hebat. Rasa kesalnya semakin meningkat melihat keakraban mereka.
" Ehmm.. Boleh juga kak. " ucap zeline
Keduanya hendak melangkah pergi dari sana. Namun, tangan zeline lebih dulu ditahan oleh seseorang.
" Kamu mau kemana ? Sudah aku bilang jangan terlalu lama. Sepertinya kamu sengaja ingin membuatku kesal, yah. " bentak Ino dengan masih menahan tangan zeline
Rangga sesaat tertegun melihat tingkah Ino yang juga teman seangkatannya itu bersikap aneh pada zeline.
Astaghfirullah haladzim.. Kenapa aku bisa lupa segala sih, Kalau aku di anterin sama dia..
" Ada apa ini ? Ino, lepaskan tangan zeline ! " bentak Rangga pada Ino
Ino menangkis tangan Rangga yang ingin membantu zeline agar terlepas dari genggaman tangannya.
" Lo, gak usah ikut campur urusan rumah tangga gue. " jelas Ino dengan penuh penekanan.
Zeline tampak melotot kearah Ino, namun Ino sama sekali tidak merasa bersalah sama sekali.
" Hah.. Kalian pacaran ? " Rangga terperangah
Ino menggeleng cepat.
" Tidak.. Kami bukan hanya sekedar pacaran. Bahkan lebih dari itu. " jelas ino
Pemuda yang terkenal suka berkelahi itu sukses membuat Rangga tercengang. Suaranya tercekat di tenggorokan. Rangga tidak bisa lagi berkata-kata.
" Sekali lagi kuperingatkan padamu untuk tidak mendekati zeline . " tutur Ino pada rangga
" Ayo pulang ! " ucap Ino dengan kesal sembari menarik kasar tangan zeline.
Saat ini lno sedang dikuasai oleh amarahnya. Genggaman tangannya pun semakin erat tanpa dia sadari.
Ino sungguh takut sekali jika harus kehilangan sosok gadis periangnya itu sebelum dia mulai berjuang.
Tbc
🙏