NovelToon NovelToon
CINTA BERKALANG KABUT

CINTA BERKALANG KABUT

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Tamat
Popularitas:123.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Henny

Hidup Aina seperti diselimuti kabut yang tebal saat menemukan kenyataan kalau Fatar, lelaki yang dicintainya selama 7 tahun ini meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil. Namun Fatar tak sendiri, ada seorang wanita bersamanya. Wanita tanpa identitas namun menggunakan anting-anting yang sama persis dengan yang diberikan Fatar padanya. Aina tak terima Fatar pergi tanpa penjelasan.
Sampai akhirnya, Bian muncul sebagai lelaki yang misterius. Yang mengejar Aina dengan sejuta pesonanya. Aina yang rapuh mencoba menerima Bian. Sampai akhirnya ia tahu siapa Bian yang sebenarnya. Aina menyesal karena Bian adalah penyebab hidupnya berada dalam kabut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berjaga di rumah sakit.

Langkah Aina terhenti saat melihat bibi Lina ada di depan ruangan operasi.

"Bibi, bagaimana keadaan papa dan mama?" tanya Aina.

"Keduanya masih di operasi, non."

"Memangnya mereka mengalami kecelakaan yang bagaimana?" tanya Aina tanpa bisa menahan air matanya.

"Tadi, bibi sama nyonya mau ke tempat nona untuk menyampaikan selamat ulang tahun. Kami bawa kue, makanan dan hadiah. Namun di tengah jalan, tuan mencegat kami. Nyonya berpindah ke mobil tuan. Mereka sempat bertengkar namun akhirnya mereka pergi juga. Bibi dan sopir mengikuti mobil mereka dari belakang. Namun di perempatan jalan yang menurun, tiba-tiba ada mobil kontainer yang melaju tak terkendali dari arah yang berlawanan dan menabrak mobil tuan dan nyonya."

Aina bisa membayangkan bagaimana kerasnya tabrakan itu. Emir yang berdiri di belakangnya langsung memeluk Aina. "Kuatkan hatimu, Ai."

Aina langsung memeluk Emir. Hatinya hancur membayangkan kemungkinan terburuk yang bisa terjadi kepada kedua orang tuanya.

4 jam menunggu, dokter akhirnya keluar. "Keduanya sudah berhasil kami operasi namun keadaan mereka masih koma. Keduanya mengalami luka yang cukup parah di bagian kepala. Apalagi istrinya, ia mengalami patah tulang di beberapa bagian karena mobil kontainer itu menabrak dari arahnya."

Tangis Aina kembali pecah. Untung saja ada Emir yang selalu menemaninya.

"Bibi sudah menghubungi non Aira. Namun non Aira ada di rumah sakit. Katanya dia kena demam berdarah."

"Denis di mana, bi?'

"Tuan Denis ada di rumah bersama pengasuhnya. Tadi kami memang tak membawanya karena sedang tidur."

Aina sedikit merasa lega karena tahu kalau ponakannya itu tak ikut bersama orang tua.

"Sayang, apakah tidak sebaiknya kamu pulang dan istirahat? Kita seharian keluar rumah tanpa istirahat. Aku takut kalau kamu sakit."

Bibi Lina tersenyum melihat bagaimana perhatian Emir pada Aina.

"Aku mau di sini. Bibi Lina yang pulang. Kasihan Denis sendirian dengan pengasuhnya."

"Nona juga sebaliknya pulang beristirahat. Lagian dokter mengatakan kalau selama 12 jam pasien tidak bisa diganggu." ujar Bibi Lina.

"Iya, sayang." Emir setuju. "Biar aku saja yang berjaga di sini. Lagian besok aku masuk kerja nanti jam 8 malam."

"Tapi....." Aina jadi tak enak.

"Walaupun mereka menolak pernikahan kita, namun mereka tetap adalah mertuaku."

"Nona pulang saja ke rumah bersama bibi. Denis pasti senang saat melihat aunty datang." bujuk bibi Lina.

Aina pun akhirnya setuju pulang ke rumah orang tuanya. Ternyata Denis sedang menangis mencari opa dan Omanya. Aina pun membujuk anak berusia 5 tahun itu sampai akhirnya Denis mau tidur dengannya.

Aina tak mau masuk ke kamarnya karena terlalu banyak kenangannya bersama Fatar di kamar itu. Dulu, Fatar pernah tidak pulang selama 3 hari karena menjaganya yang sedang sakit.

**********

Keesokan paginya, Aina pun bangun dan membantu Denis sarapan dan mandi. Aira menelepon untuk menanyakan bagaimana kabar orang tuanya. Aina hanya menyampaikan kalau orang tuanya sudah selesai di operasi. Aina tidak menyampaikan kabar buruk bahwa kedua orang tua mereka sedang koma. Aira menyampaikan kalau suhu badannya masih panas karena ini hari ke-3 ia diserang oleh demam berdarah.

"Kakak berobat dulu dengan baik. Baru datang ke sini. Aku di rumah bersama Denis." ujar Aina di ujung percakapan mereka.

"Kamu sudah kembali ke rumah?" tanya Aira senang.

"Hanya sementara, kak. Sampai papa dan mama sehat. Bagaimana pun aku sudah menikah tentu saja aku harus bersama suamiku."

"Pulanglah dengan suamimu, Ai."

"Nanti saja kita bicarakan. Sekarang aku mau siap-siap ke rumah sakit."

"Baiklah."

Aina pun menuju ke kamarnya. Ia mengambil pakaian di lemarinya. Hatinya masih bergetar saat merasakan aura Fatar yang sepertinya ada di kamar ini. Namun Aina menepis semua perasaannya itu. Ia ingin tiba di rumah sakit karena memikirkan Emir yang berjaga sendirian di sana.

Begitu ia tiba di rumah sakit, nampak Emir yang sedang tertidur di bangku yang ada di depan ruang ICCU.

"Kak Emir, ayo bangun!"

Emir membuka matanya. "Ai, kamu sudah datang ya?" Emir mengusap wajahnya lalu merentangkan tangannya. Perlahan ia bangun dan duduk.

"Kakak pasti kecapean ya. Tidur di bangku besi seperti ini. Maafkan aku ya?"

Emir mengacak rambut Aina. "Kenapa minta maaf? Ini juga sudah kewajibanku sebagai anak. Aku cuci muka dulu ya?" Emir pamit dan menuju ke toilet.

Aina berdiri di depan kaca. Hanya dari sini ia bisa menatap kedua orang tuanya. "Ya Allah, selamatkan kedua orang tuaku. Aku tahu kalau aku sudah menyakiti mereka dengan pergi dari rumah. Berikanlah aku kesempatan untuk berbakti kepada mereka." ucap Aina tanpa bisa menahan air matanya.

"Aina.....!" panggil Arya.

"Kak Arya, ada apa ke sini?"

Arya yang sedang menggunakan seragam polisinya tersenyum. "Kecelakaan yang menimpa orang tuamu terjadi di wilayah pelayanan ku. Aku semalam tidak dinas. Saat masuk pagi ini, aku diberitahukan tentang kecelakaan nya. Aku kaget saat tahu kalau itu adalah orang tuamu."

"Papa dan mamaku masih koma." ujar Aina sedih.

"Yang kuat ya, Aina." kata Arya sambil mengusap punggung gadis itu.

"Terima kasih. Oh ya, sopir truk kontainer itu sudah diminta keterangannya?"

"Ya. Dia bilang kalau rem nya blong. Namun saat polisi memeriksanya, rem truknya tidak blong."

"Astaga. Jadi dia sengaja menabrak papa dan mamaku?" tanya Aina kaget.

"Mungkin. Hanya saja sopir itu tak mau bicara apapun. Temannya yang bersama dengan dia telah meninggal rumah jadi tak bisa dimintai keterangan. Kami sementara mengumpulkan bukti so TKP."

Aina menggelengkan kepalanya. "Entah siapa yang mau melukai orang tuaku. Mamaku sangat baik, jarang sekali aku mendengar kalau dia bertengkar dengan orang lain. Papaku sekalipun orangnya keras namun dia menjalani bisnisnya dengan baik."

"Sabar, Ai. Aku janji akan mengusut kasus ini sampai tuntas. Sekarang kamu fokus saja menjaga orang tuamu. Oh ya, kamu tidak masuk kerja?"

"Kami hari Sabtu nggak masuk, kak."

"Baguslah. Tetap jaga kesehatan mu ya? Aku mau ke rumah mu dulu. Aku ingin bicara dengan sopir dan pelayan ibumu."

"Ya. Mereka memang ada di belakang mobil orang tuaku."

Arya kembali memeluk bahu Aina. "Kamu yang kuat ya?" kata Arya sebelum pergi.

Aina hanya mengangguk. Ia duduk di bangku yang ada di depan ruang ICCU. Tak lama kemudian Emir kembali.

"Ayo sarapan!" Emir menyodorkan sebuah kotak makanan.

"Aku nggak lapar."

"Kamu harus makan, Ai. Nanti kamu sakit."

"Kak, aku nggak ada selera untuk makan."

Emir membuka kotak makanan itu. Ia menyuapi Aina. Awalnya perempuan itu tak mau makan. Namun karena Emir memaksa terus, Aina mau juga makan.

Makanan Aina tak dihabiskannya, Emir lah yang menghabiskan sisa makanan itu.

"Kak, kenapa makan makanan sisa milikku?" tanya Aina.

"Makanan ini masih banyak. Memangnya kenapa juga kalau aku makan makanan yang sudah kamu makan? Aku tak merasa jijik, kok."

Emir kemudian menghabiskan sisa minuman di botol yang hanya di minum sedikit oleh Aina.

"Kak pulang saja dan istirahat. Bukankah malam ini kakak akan tugas jaga?"

"Nanti sore saja, sayang. Aku akan menemani mu di sini."

"Wajah kakak terlihat lelah."

"Pulang ke rumah tak akan membuat aku merasa tenang. Aku lebih baik dengan kamu di sini."

"Terima kasih, kak."

"Jangan berterima, Aina. Kita ini suami istri. Hal seperti ini wajar untuk dilakukan."

Aina merasa hatinya kembali tersentuh dengan semua kebaikan Emir. Ia memeluk lengan Emir dan menyandarkan kepalanya di sana. Bau harum minyak wangi Emir sangat Aina sukai. Ia merasa tenang dengan harum itu.

**********

2 hari sudah Aina berjaga di rumah sakit. Belum ada tanda-tanda orang tuanya akan sadar.

Aina harus masuk kerja dan Emir kembali yang menjaga orang tuanya bersama sopir kepercayaan orang tuanya.

Hati Aina selalu merasa terhibur melihat bagaimana Emir ikut menjaga orang tuanya walaupun ia sudah lelah melaksanakan piket malam di perusahaan.

"Kak Aira sudah membaik. Besok dia akan datang ke sini." ujar Aina saat Emir datang menemuinya di rumah sakit selepas jaga piket jam 8 malam.

"Baguslah. Tapi kakak mu jangan dulu menginap di rumah sakit. Keadaannya kan belum pulih."

"Iya. Aku juga bilang begitu ke Kakak."

"Sayang, sebenarnya aku sangat berat harus mengatakan ini, namun aku tak bisa menolaknya karena tuntutan pekerjaan. Selama 5 hari kami akan mengikuti pelatihan khusus satpam. Yang diutus adalah aku. Aku sudah menolaknya namun ternyata teman-teman yang lain sudah pernah ikut semua. Tinggal aku satu-satunya yang belum ikut. Aku sebenarnya tak tega meninggalkan kamu sendiri. Namun ibu sudah berjanji untuk menemani mu. Kakak mu juga akan datang, jadi aku merasa sedikit lega."

"Ikutlah kegiatannya, kak. Itu kan tuntutan kerja."

"Aku pasti akan sangat merindukan mu." Emir memeluk Aina dengan erat. Entah kenapa juga Aina merasa sedih saat Emir akan pergi.

**********

Apakah yang akan Arya buktikan ?

1
Chen Gie Pratiwi
hallo thooorr,,,setelah skian purnama aku kmbali lagi baca karya mu,,🤭🤭
selalu suka sama karya nya,,
Enny Olivia: selamat datang kembali semoga suka
total 1 replies
falea sezi
aina kok jd bodoh
falea sezi
orang tua oon
suryanifitrie1312 suryanifitrie
Kecewa
Bahari Sandra Puspita
finally happy ending.. 🎉🎉🎉
dari awal emang udah sreg Aina sama Emir..
ya walaupun ternyata kaget jg waktu tau kenyataan yg sebenarnya kalo Emir itu suaminya Terre..
selama baca bab per bab, masih berharap kalo Emir itu cuma saudaranya Terre..
tapi ternyata emang beneran suaminya..

trus pas Emir dinyatakan meninggal, wah syok banget, rasanya gak percaya dan berharap mak othor cuma ngeprank..
terus baca, akhirnya sampai Aina mau nikah sama Arya..
masih berharap Emir tetap hidup, secara kan ciri khas mak othor tokoh utama prianya mesti ada bau2 bulenya..
tapi sampai Aina dan Arya melakukan penyatuan, pupus sudah harapan..
ternyata eh ternyata, emang mak othor beneran ngeprank..
Alhamdulillah Emir masih hidup walopun harus banyak drama demi mengelabui Terre waktu itu dan wajahnya jg sedikit berubah..

dan syukur alhamdulillah akhirnya semua tokoh mendapatkan kebahagiaannya masing2..
pasangan paling fenomenal benernya Putri dan Paman Bara..
dari yg gak mau berkomitmen berubah jadi bucin abis.. wkwkwk..

mak othor keren banget deh ceritanya..
alurnya bener2 gak bisa ketebak langsung..
semoga sehat selalu ya mak..
tetap semangat dan semoga sukses selalu..
💪🏻😘🥰😍🤩🙏🏻💕
Bahari Sandra Puspita: selalu suka dan sudah baca semua novelmu mak..
tetap semangat berkarya ya mak..
maaf kalo belum total ngedukungnya.. 🙏🏻
palingan cuma bisa like tiap bab dan komen dikit2..
total 2 replies
gia nasgia
Akhirnya kabutnya benar"pergi😘🥰🥰🥰terimakasih kak Hen sdh buat Aina dan Emir Bahagia 😘😘👍Aku lanjut dgn karya yg baru ✌
rinny santoso
hemmm ini yg di tunggu Terima kasih mami.... happy ending aina emir setelah kabur berlalu...
Terima kasih atas suguhan karya mami yg selalu bikin emosi naik turun.... selalu bikin penasaran pembaca... sekali lg Terima kasih mami... love sekebon🥰🥰🥰🥰🥰
altanum
benar2 ceritanya tidak dapat diprediksi.salut sama alurnya thor....
meski penuh misteri tapi ceritanya bagus banget.demgan tatabahasa yg epik dan 3nak dibacanya...
terus semangat berkarya thor ❤️ ❤️ ❤️
Enny Olivia: terima kasih sudah membaca novel aku.
semoga suka dgn cerita yang selanjutnya
total 1 replies
Triana Oktafiani
kereennnn
tintiin21
akhirnya kabut gelap itu hilang dan berganti dengan kebahagian utk Aina&Emir.. 😍😍😍 semoga kalian rukun dan bahagia sll bersama semua kel... 🤗🤗🤗🤗
Makaristi
trmksh thor..
happy ending nya aina & emir beserta anak2 mereka..
karya2 mu sll end dng baik & sempurna..
sll di runggu dng cerita2 yg sngat sll menarik 🥰😘
Apriyanti
terimakasih Thor ,, endhing nya bagus bgt sampe Aina punya anak LG,,semangat trus Thor,,di tunggu karya² mu yg baru 😘🙏💪
Wasista Mustika S.
Cerita yang bagus dan enak dibaca... Gak bertele² alur dan bahasanya..
Kinara Widya
terima kasih kak...🥰🥰🥰🥰
Eka ELissa
mksih Mak cerita nya bgus bgt....
Eka ELissa
Ahir nya ai bhgia dgn orang yg tepat....
Meylan Basiru
Mamy, kpn cerita aina sama. emir akan di lanjutkan lagi? apa sdh tamat atau blm? di tunggu kelanjutan aina sama emir apa happy ending...
gia nasgia
Kak Hen 😘😘😘untuk kebahagiaan Aina dan Emir juga Arya dan Safana, siap kepoin karya selajutnya Othor 😍✌
gia nasgia
kasihan juga lihat Arya yg mencintai Aina dgn ugal-ugalan tapi kayaknya Arya jodohnya Safana, jangan bohongi hati kecil mu Aina apalagi ada Aiyman yg jadi pengikat kamu dgn Emir
siswati etty
hhhhh...jd ikut lega masing2 udah dapat jodohnya meski harus muter2 dl
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!