NovelToon NovelToon
WHISPER OF LOVE

WHISPER OF LOVE

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 5
Nama Author: Ani.hendra

Hai readers sebelum baca ini, baca kisah The Fate of my marriage dulu ya.


Joevanka mengalami sebuah kecelakaan yang mengerikan ketika ia menghadiri sebuah acara perpisahan sekolah.
Gempa berkekuatan cukup besar 7,5 skala Richter memporak yang porandakan sekolahnya.

Joevanka yang pada itu bersama orang tuanya, ikut mengalami musibah itu, ayahnya Lionel dan ibunya Isabel tak bisa diselamatkan. Joevanka sendiri mengalami koma selama satu tahun.

Karena musibah itu, membuat ia harus tinggal bersama keluarga Donisius.
Disana ia bertemu dengan Ivander tak lain anak dari Aaron Donisius dan ibunya Anastasia Patricia.
Lelaki yang memiliki sifat dingin dan cuek membuat hubungan komunikasi mereka tidak pernah baik.

Joevanka akhirnya memilih keluar dari rumah itu, ia tidak sanggup menghadapi sikap Ivander yang membuatnya tertekan.

Bagaimana kisah mereka selanjutnya?
Apakah mereka dipertemukan kembali?
Bagaimana nasib cinta kedua pasangan ini.
ikuti terus yuk...

💞💞💞💞💞

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ani.hendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Yang mencekam

💌 Whisper of love 💌

 

🍀 HAPPY READING 🍀

.

.

Sementara Joevanka mendekap dirinya sendiri, tubuhnya menggigil kedinginan karena terkena air hujan. Joevanka berjalan menyusuri jalanan sambil sesekali menyeka air matanya . Ia menoleh ke kiri dan ke kanan, berharap mobil taxi melintasi jalan menuju kampusnya. Walau ia tahu itu tidak akan mungkin, karena kampusnya begitu jauh dari jalan besar dan mobil taxi tidak di izinkan masuk. Sehingga kebanyakan mahasiswa memilih menggunakan kendaraan sendiri, karena area kampus di jaga ketat oleh security.

Joevanka kembali berjalan, udara dingin yang menusuk tubuhnya tidak ia rasakan lagi. Hari sudah mulai gelap. Tatapannya kosong tiada arti. Ia melafalkan doa untuk menghilangkan rasa takutnya.

" Kenapa suasana malam ini begitu menyeramkan ya? dad, mom jagain Vanka ya?! " Joevanka terus berbisik pada batinnya sendiri. Matanya kembali berkaca kaca, air bening sudah menetes di pipinya. Ia tidak tahu kemana arah tujuannya saat ini.

Rasa dingin membuat Joevanka mendekap tasnya sendiri, bulu roma nya bergidik. Ia begitu takut saat ini, Ia berjalan menyusuri jalan seorang diri. Tempat ini benar-benar gelap. Ia mendongak keatas melihat lampu jalan putus.

" Astaga, kenapa juga lampu ini tidak diperbaiki? " Batin Joevanka kesal. Ia benar-benar tidak tahu jalan pulang. Selama Joevanka disini, ia dilarang keras pergi sendiri kecuali bersama Alea, Ivannia dan Ivander.

" Benar benar Vanka bodoh! " Ia kembali merutuki dirinya sendiri. Sudah empat bulan berada disini, ia belum tahu jalan pulang.

" Dasar sial ! " Ucap joevanka kembali menyeka air matanya.

" Kenapa juga air mata ini keluar terus, Vanka harus kuat, gak boleh cengeng. Vanka tidak ingin dikatakan bodoh! " Joevanka berbicara pada dirinya sendiri. Air matanya yang tidak diundang, kembali menetes di pipinya.

Malam semakin sunyi, langit semakin kelam. Rintik-rintik hujan bertambah deras. Joevanka mendongak keatas, ia tidak melihat awan berjalan beriring mengikutinya. Hanya sendiri dalam sunyi yang senyap, suara alam diterpa desiran angin melagukan keheningan yang sunyi. Suara angin kembali berdesir lirih menyentuh dedaunan muda yang tampak rapuh berjatuhan diterpa angin, tua sebelum waktunya dan berguguran jatuh ke tanah, tersapu oleh angin malam yang dihempas hujan deras tadi siang. Suara khas anjing malam mulai terdengar, Joevanka semakin mempercepat langkahnya. Ia kembali bergidik. Sesekali menoleh, tidak ada seorangpun yang berjalan di sekitarnya.

Suasana malam ini semakin mencekam, sepi dan gelap. Benar-benar menakutkan, bahkan ia rasa sudah berubah menjadi cerita horor. Dinginnya malam semakin menusuk tulangnya, tidak ada bintang, tak ada angin, hanya suara gemericik air yang menetes terdengar membasahi jalanan. Dan benar saja tiba-tiba hujan turun bertambah deras. Membuat joevanka berlari, Suara gaduh air yang jatuh ke bumi semakin terdengar menggerutu. Langit sepertinya sedang sangat bersedih.

Joevanka masih berlari mencari tempat untuk berteduh. Tangisannya sudah bercampur dengan air hujan. Ia tidak tahu kemana langkahnya sekarang. Pikirannya saat ini mencari tempat untuk berteduh, pakaiannya sudah basah.

Akhirnya Joevanka menemukan rumah tua yang tidak ditempati lagi. Ia bersyukur bisa menemukan tempat untuk berteduh, lampu jalan begitu jelas terpancar menerangi rumah tua itu. Joevanka mengatur napasnya yang tersengal karena ia berlari sejauh mungkin.

Huuuuu Joevanka kembali menghembuskan napasnya lewat mulut, mencoba menstabilkan napasnya dan menenangkan dirinya.

" Kamu sendiri ?! " Tiba tiba terdengar suara bariton menyapanya dari belakang. Membuat Joevanka terlonjak kaget. Karena yang ia tahu, tadi tidak ada siapa siapa disini. Dari mana pria itu datang, apakah dia sejenis mahluk jadi jadian atau jangan jangan hantu yang sering ia tonton di bioskop? hantu yang kakinya tidak menyentuh tanah? Tubuh Joevanka tiba tiba gemetar ketakutan, Ia membayangkan jika salah satu yang ada dipikirannya ternyata benar. Joevanka akan pingsan duluan jika hal itu terjadi.

Joevanka dengan gugup memutar tubuhnya dan memandang kebelakang, nampak seorang pria tersenyum manis kepadanya. Ketakutan mulai merayapi dirinya.

Dengan cepat ia melihat kaki lelaki itu, apakah yang dipikirkannya benar? Yang Joevanka lihat kakinya benar benar menyentuh lantai dan itu berarti dia adalah manusia.

" Cuaca malam ini begitu dingin, cocok buat kita berdua untuk saling menghangatkan tubuh kita, cantik! " kata pria itu dengan tatapan menggoda.

" Siapa kau? " bentak Joevanka mulai ketakutan.

" Aku? Aku adalah pangeranmu. " kata lelaki itu kembali melempar senyumnya.

Membuat wajah Joevanka berubah berkerut ketika melihat lelaki itu mendekat, tubuhnya menegang. Joevanka nampak gugup, rasa takut yang bergejolak didalam jiwanya tidak bisa ia tutupi. Tatapan pria itu benar benar membuat Joevanka sangat gelisah, ia memikirkan cara untuk bisa kabur.

" Kamu takut? tidak ada yang perlu ditakuti, bila dilakukan dengan hati hati semua akan terasa nikmat. " kata lelaki itu dengan tatapan iblis, matanya naik turun, melihat bentuk dada Joevanka yang jelas terlihat karena bajunya yang basah. Wajahnya berubah menjadi predator.

Ekspresi wajah Joevanka tiba tiba menegang, bibirnya gemetar dan nafasnya mulai berhembus tidak stabil. Ia baru menyadari bahwa dirinya sekarang dalam bahaya.

" Ayolah, cantik....! " seringai pria itu berusaha mendekati joevanka yang mundur berlahan-lahan.

" Jangan....! " Joevanka menggeleng pelan, matanya memandang tangannya yang gemetar.

" Jangan? " ulang lelaki dengan suara nyaring seperti mengejek dan diiringi tawa hambar.

Joevanka memundurkan langkahnya kebelakang, kepalanya menggeleng. Air matanya jatuh begitu saja. Ia benar benar diselimuti oleh rasa takut saat ini. Lalu dengan cepat ia membalikkan tubuhnya dan berlari sekuat tenaga. Pria itu geram, bahkan rahangnya sudah mengeras. Ia langsung mengejar Joevanka, terlihat jelas bahwa lelaki itu nampak kesal. Karena ia tidak bisa menikmati tubuh gadis cantik itu dan melampiaskan hasratnya.

" Tuhan ! Tolong selamatkan aku ! " Joevanka berbisik dalam hatinya. Ia berlari sejauh mungkin. Napasnya semakin tidak beraturan, detak jantungnya semakin terpompa lebih kencang. Ia menoleh kebelakang dan melihat lelaki itu mengejarnya. hujan turun semakin deras membuat Jalanan sepi dan tidak melihat seorang pun lewat disana.

" Tolonggggg.....!! " teriak Joevanka dengan napas yang memburu. Ini adalah mimpi terburuknya jika sampai lelaki itu berhasil menangkapnya.

" Dad..Mom...tolong selamatkan aku, aku mohon! " Jerit Joevanka menelusuri jalan, ia terkadang melompat menghindari sesuatu yang menghalang jalannya. Tujuannya tidak tau kemana. Yang jelas saat ini Joevanka harus bisa menyelamatkan diri, jika bisa ia harus menyembunyikan diri. Hujan semakin deras, jarak antara ia dengan lelaki itu semakin dekat.

" Kenapa kebaikan tidak pernah berpihak kepadanya? apa salahku? " batin Joevanka berurai air mata. Sejak tadi tidak ada seorang pun yang lewat untuk membantunya. Apakah ini akhir dari hidup joevanka ?

Lelaki itu masih terlihat gigih mengejar Joevanka. Mereka masih terlihat saling kejar-kejaran. Joevanka memasuki gang kecil, Ia tidak tahu jalan apa , yang jelas semua gang ia masuki agar membuat lelaki itu kebingungan mencarinya. Napasnya semakin memburu.

Joevanka mengernyitkan keningnya, jalanan ini mulai terlihat sepi dari pemukiman. Sama sekali tidak ada lampu jalanan.

Alarm waspada mulai berputar putar dikepalanya.

Tiba tiba langkahnya pelan dan melambat, ia berhenti di sebuah rumah yang bisa dikatakan tidak terlihat sebuah rumah. Bangunan itu luas, cukup besar dan berbentuk persegi dengan atap. Tepatnya seperti gudang yang tidak ada motif. Bentuknya bangunannya sangat menakutkan. Ia tidak bisa melarikan diri lagi, tidak ada jalan keluar lagi hanya ada gudang kosong. Ia langsung membalikkan tubuhnya, melihat lelaki berhenti dan mengatur napasnya.

Sementara Joevanka sudah ketakutan. Napasnya sudah tidak beraturan, ia menelan Salivanya dengan begitu susah. Hujan masih turun membasahi bumi.

Joevanka sudah menangis, ya saat ini yang bisa ia lakukan sekarang hanyalah menangis.

Lelaki itu sudah dikuasai amarah, ia melangkah dan mendekat. Joevanka mundur kebelakang,

" Tolonggggg...!!! " Joevanka berteriak dengan lebih kencang. Kali ini suaranya terdengar parau dan ia kembali menangis.

" Ivander......!!!!! " Joevanka meraungkan nama itu dengan kuat. Joevanka hanya bisa menangis. Jika ini memang akhir hidupnya, setidaknya Joevanka sudah pernah menyebut nama itu dalam raungannya. Joevanka pasrah apa yang akan terjadi untuknya.

.

.

BERSAMBUNG

.

.

💌BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU💌

💌 BERIKAN VOTEMU 💌

💌 BERIKAN BINTANGMU

1
Rahmawati
👍baguss
Mrs.Dree
ceritanya ❤️❤️
Nabila Petta
Mantappppp Author... God bless you Thor...
sania
kak any salah satu favoritku
Ani.hendra: Thank you mbak sayang 🥰
total 1 replies
Suherni 123
sekali sekali bela lah dirimu joevanka
Suherni 123
laaa... joevanka kayak ngasih harapan ke Samuel
Suherni 123
itu si Jasmine gimana 😁
Suherni 123
joevanka emang susah di omongin ya,, harus nya dia bisa menempatkan posisinya sebagai pasangan ivander
Suherni 123
joevanka terlalu ramah sama laki-laki
Suherni 123
emak sama anak sama sama somplak
si emak penghianat si anak ga bisa nerima kenyataan
Suherni 123
seharusnya ivander ga ngelarang mommy nya buat nengokin vanka,, siapa tahu dengan di kelilingi orang orang masa lalu nya vanka mulai ingat
Suherni 123
terjawab kalo ivander belum mencari vanka
Rini Haryati
ceritanya bagus
sukses
semangat
mksh
Rini Haryati
ceritanya bagus
sukses
semangat
mksh
Vivi M Lintong
happy ending😍
sangat menarik
alda sumandag
semoga bahagia...
alda sumandag
😂😂😂😂
alda sumandag
setelah ditembak Joe amnesia kah?
alda sumandag
penyelamat mu akan datang besok joe
alda sumandag
perpisahan yang menyedihkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!