NovelToon NovelToon
Aku Bukan Actor Genius

Aku Bukan Actor Genius

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem
Popularitas:23.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rohid Firmansyah

Apa anda serius?...... AKU BENAR BENAR HANYA INGIN MENJADI PENULIS NOVEL, Mengapa sistem ini Memaksaku untuk Menjadi Aktor ?........

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rohid Firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Deep talk

Sinar matahari pagi yang cerah menyinari halaman kampus Universitas California. Di bawah pohon ek yang rindang, James dan Arthur duduk berdampingan di bangku taman, secangkir kopi hangat di tangan mereka. Suasana pagi yang tenang dan damai, jauh dari hiruk-pikuk lokasi syuting dan kesibukan kafe.

"Jadi, bagaimana kabarmu, aktor Hollywood?" Arthur bertanya dengan nada menggoda, menyeringai lebar ke arah James.

James terkekeh pelan. "Aku masih jauh dari sebutan aktor Hollywood, Arthur," jawabnya merendah. "Lagipula, aku hanya seorang figuran di film itu."

"Ah, jangan merendah begitu, James," Arthur menepuk pundak James dengan semangat. "Aku yakin kau akan jadi bintang besar suatu hari nanti. Ingat kata-kataku!"

James hanya tersenyum, tidak terlalu menanggapi ucapan Arthur. Ia masih merasa aneh dengan semua perhatian yang ia terima setelah syuting Oasis. Ia tidak pernah bermimpi untuk menjadi seorang aktor, dan ia masih belum yakin apakah ia ingin melanjutkan karir di dunia akting.

"Ngomong-ngomong, kau sudah baca pesan dari Aurora?" Arthur bertanya, mengalihkan topik pembicaraan.

James mengangguk. "Ya, dia mengundangku ke premiere film Oasis malam ini."

"Kau akan datang?"

"Tentu saja, tidak " jawab James. "Lagipula, aku selesai dengan dunia itu"

"Bajingan ini" Arthur tersenyum. "Siapa tahu kau akan bertemu dengan produser atau sutradara terkenal di sana. Ini bisa jadi kesempatanmu untuk mendapatkan peran yang lebih besar."

James mengangkat bahu. "Aku tidak terlalu berharap banyak. Aku hanya uangnya."

"Terserah kau saja," Arthur tertawa. "Tapi jangan menyesalii apapun karena kau melewatkan kesempatan memiliki Link di hollywood"

James hanya tersenyum tipis, tidak terlalu yakin dengan nasihat Arthur. Ia tidak suka berbasa-basi dan ia tidak pandai bergaul dengan orang-orang baru.

Mereka mengobrol santai selama beberapa saat, membicarakan tentang film, musik, dan kehidupan mereka di California. Arthur bercerita tentang rencananya untuk magang di sebuah perusahaan teknologi di Silicon Valley, sementara James bercerita tentang pengalamannya bekerja di Redwood Cafe.

"Lily bagaimana kabarnya?" Arthur bertanya tiba-tiba.

"Dia baik," jawab James singkat.

"Kau dan dia jadi jadian, nih?" Arthur menyeringai nakal.

James tertawa. "Tentu saja tidak. Kami hanya teman."

"Ah, masa sih?" Arthur mengangkat satu alisnya. "Aku melihat ada sesuatu yang spesial di antara kalian."

"Kau salah sangka," James menggeleng. "Dia hanya baik padaku karena aku rekan kerjanya."

"Ya, ya, terserah kau saja," Arthur tertawa lagi. "Tapi jangan sampai kau menyesal nanti."

James hanya tersenyum tipis, tidak ingin membahas lebih lanjut tentang Lily. Ia masih bingung dengan perasaannya sendiri terhadap Lily.

Sore harinya, James kembali ke motelnya setelah berbelanja kebutuhan sehari-hari. Ia menyapa pemilik motel, seorang wanita tua yang ramah bernama Mrs. Johnson, dan mengambil kunci kamarnya.

Saat ia membuka pintu kamarnya, ia terkejut melihat sebuah paket tergeletak di atas meja. Paket itu berisi sebuah naskah film dengan judul "The Hollow Echoes" dan kartu perusahaan dengan Nomor diatasnya dengan Nama EC Entertaiment dengan nama dibawahnya 'ceo jack Martin Jr'.

"Apa ini?" gumam James dengan heran.

Ia membuka naskah itu dan mulai membacanya. Ceritanya tentang seorang detektif yang menyelidiki sebuah kasus pembunuhan misterius di sebuah kota kecil. Naskahnya tertulis dengan baik, dengan plot yang menarik dan karakter yang kompleks.

James merasa tertarik dengan cerita itu, namun ia juga merasa bingung. Mengapa ada orang yang mengirim naskah film kepadanya?

Ia Melihat Kartu perusahaan itu sebentar lalu . Ia menemukan sebuah catatan kecil yang tertulis: "Untuk James, aktor berbakat yang kami cari."

James mengerutkan keningnya. "Siapa mereka?" gumamnya dengan penasaran.

Ia kemudian teringat dengan sistem yang ada di dalam dirinya. Ia memanggil sistem itu dan meminta untuk menganalisis naskah film tersebut.

[Analisis Naskah]

Judul: The Hollow Echoes

Tingkat: A+

Keterangan: Naskah ini memiliki kualitas yang sangat baik. Ceritanya original, karakternya mendalam, dan dialognya brilian. Film ini memiliki potensi untuk menjadi sebuah mahakarya.

James terkejut melihat nilai yang diberikan oleh sistem. A+? Itu adalah nilai tertinggi yang pernah ia lihat. Ia mulai merasa penasaran dengan film ini dan siapa orang-orang di balik produksinya.

Namun, ia juga merasa kesal. Ia tidak ingin terlibat dalam dunia akting lagi. Ia hanya ingin hidup tenang dan bekerja di Redwood Cafe.

"Kenapa mereka mengirim naskah ini kepadaku?" gumamnya dengan nada frustrasi. "Aku bahkan tidak pernah memberi tahu alamatku pada siapapun."

Ia merasa privasinya telah dilanggar. Ia tidak suka ada orang yang mencampuri urusannya.

Ia melemparkan naskah itu ke atas meja dengan kesal. Ia tidak ingin membacanya lagi. Ia tidak ingin tergoda untuk kembali ke dunia akting.

Ia ingin hidup normal.

james terus menggerutu bahkan saat mandi dia terdengar masih menggerutu kesal dengan semua yang terjadi dan rencanannya yang hancur karena sistem sialan ini, di satu sisi dia mendapatkan uang namun disisi lain keinginannya membuat Novel tertunda bahkan selama 1 minggu karena sistem sialan ini.

Duduk di kursi , ... james terdiam menatap langit langit , ini adalah hari dimana dia harus menelefon ayahnya untuk kembali ke indonesia . dia tahu hari ini akan datang , namun dia tidak akan sanggup mengatakannya apalagi dengan transferan tiba tiba james , pasti akan banyak pertanyaan padanya.

Matanya kemudian Melihat naskah, 'aku sempat memikirkan ini untuk plan terakhir , tapi sialan aku tidak ingin membuat ibuku kecewa .... ' dia berpikir dengan semua kemungkinan yang terjadi , hingga kemungkinan terburuk jika dia pulang Tanpa apa apa, dan hanya Tubuh saja .

dia tahu ayah dan ibunya menyayanginya tapi....

untuk kemudian ponselnya bergetar.

menyadarkannya dari kekosongan ... melihat nama dari ponsel itu , james hanya mengeha nafas saja.

'hahh akan kukatakan semua yang terjadi saja'.

"Hallo pah"

"gimana kabarmu James".

....

...

"boleh kita ngomong serius nggak yah" james serius.

telepon seketika sunyi , .... sepertinya sebagai sesama lelaki ayahnya tahu ada sesuatu yang tidak beres terjadi dengan anaknya tersebut.

"Ceritakan semuanya , ayah bakal dengerin".

Kemudian james menceritakan semua , bukan hanya masalahnya di Amerika namun juga semua Keraguan dan Impiannya yang semakin hari semakin membingungkan , james benar benar pertama kalinya mengobrol sedalam ini dengan ayahnya , ayahnya pun menyimak dan terkejut dengan anaknya itu.

Dia mempertanyakan Takdirnya dan ketakutan akan Kegagalannya dan ketakutan dengan karirnya yang selama ini dia tutupi dengan ketidak peduliannya.

dia mencurahkan semuanya dalam 1 jam telepon .

Mendengar itu sang ayah berkata hanya dengan kalimat singkat, "Ayah Bangga padamu , apapun yang terjadi akan tetap begitu , kau anakku ibumu dan aku selalu bangga padamu karena anak kita kuliah bahkan di luar negri , dari kedua orang tua yang hanya lulusan Sekolah dasar , aku berhasil membuatmu kuliah aku selalu bangga padamu nak " ujar sang ayah

james menitihkan Air matanya .

"Dengarkan aku , Jika kau ingin melakukan nya dan ada sebuah kesempatan yang datang , lakukan atau lupakan dan menyesalinya" sang ayah pada james , yang sesenggukan karena dia selalu merasa kurang dimata orang tuanya .

yang mana itu salah , semua pemikirannya salah .

selama ini dia selalu merasa apa yang dia lakukan biasa saja , hingga ia tersadar Kedua orang tuanya Bangga padanya. dimana dia selalu berfikir dia kurang , namun dia ternyata lebih dari cukup.

Di akhir pembicaraan ayahnya berpesan pada James.

"Dimanapun kau berada nak, selalu ingat satu hal , kau berasal dari tempat kau dilahirkan , Jangan Lupakan itu".

1
ADYER 07
oy thorr up ngakkkk?
Hari Sptra
authornya kemana dah nih di tinggal bae
Kiki Ginanjar
lanjut dong ini bagus
Kiki Ginanjar
kenapa gak di lanjut padahal seru loh
Fadli
up dong
Kiki Ginanjar
kenapa gak up lagi/Grin/
Baday ys
bague
Baday ys
mantab...up up
ADYER 07
walau penjabaran nya bertele² tapi alurnya lumayan bagus.
Hr⁰ⁿ
yang bener *arghhh bikin orng khawatir saja*
Hr⁰ⁿ
maaf Thor kritik dikit,
saya baru baca dan kosa katanya masih agak berantakan,ayo Thor smngt untuk memperbaiki tulisannya
Go Anang
Luar biasa
Farah Umaiha
thor gak up??🤔
RidhoNaruto RidhoNaruto
up
Farah Umaiha
bentar lagi hp Arthur mati itu(meledak) 🤣🤭
Farah Umaiha
bagus
Farah Umaiha
bangus banget😀👍👍👍
Was pray
kok james gak tahu nominal uang dlm kontrak kerjanya? emang gitu ya dlm dunia perfilman ya thor? aktor gak tahu apa2 isi kontrak kerjanya?
Smeliy: dia sahabat James mereka sudah seperti saudara, Dan Arthur akan jadi orang paling berpengaruh pada cerita
total 4 replies
Farah Umaiha
ceritanya seru banget thor🤣😂😂😭😭💪💪
RidhoNaruto RidhoNaruto
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!