NovelToon NovelToon
Cincin Pengkhianatan

Cincin Pengkhianatan

Status: tamat
Genre:Mafia / Action / Tamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Its Efa

Vincent Lawson rela meletakkan pistolnya demi menggenggam tangan wanita yang ia cintai. Ia percaya, cincin itu akan menjadi awal dari selamanya. Namun pada malam yang sama, wanita itu mengganti janjinya dengan sepasang borgol.

Di tengah raungan sirene dan hancurnya seluruh impian, Vincent tak lagi mempertanyakan mengapa ia ditangkap. Ia hanya ingin tahu...

“Di antara ribuan senyum yang kau berikan selama dua tahun... adakah satu saja yang lahir karena cinta, bukan karena tugas?” 💔

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Efa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

[ Identitas Baru ]

Tiga hari setelah rapat itu, nama Letnan Zhava Vianzya resmi dihapus dari seluruh sistem operasi kepolisian. Mulai hari itu, ia bukan lagi seorang polisi yang mengejar penjahat. Ia adalah Rhea Azlyn, gadis yatim piatu yang mengelola sebuah toko bunga kecil di pusat kota.

Semua tentang dirinya telah diubah.

Kartu identitas.

Rekening bank.

Riwayat pekerjaan.

Bahkan akun media sosialnya telah dibuat selama berbulan-bulan agar terlihat seperti kehidupan seorang gadis biasa.

Di depan cermin, Zhava menatap pantulan dirinya.

Rambut panjangnya dibiarkan terurai. Wajahnya dipoles riasan tipis. Kemeja putih dan rok sederhana menggantikan seragam polisi yang selama ini ia banggakan.

Komandan menghampirinya.

"Mulai detik ini, kau bukan Zhava."

Zhava mengangguk pelan.

"Kau adalah Rhea Azlyn."

"Siap, Komandan."

"Ingat satu hal."

Komandan menatapnya serius.

"Jangan pernah jatuh cinta pada targetmu."

Zhava tersenyum tipis.

"Itu tidak akan terjadi."

Seminggu kemudian...

Toko bunga Azlyn Florist akhirnya resmi dibuka.

Lokasinya sangat strategis. Tepat di seberang sebuah gedung mewah milik perusahaan investasi yang, menurut penyelidikan polisi, hanyalah kedok dari organisasi mafia Black Raven.

Hari pertama berlalu tanpa hasil.

Hari kedua juga sama.

Hingga sore di hari ketiga...

Tiga mobil hitam berhenti di depan gedung.

Belasan pria berpakaian hitam turun lebih dulu, memeriksa setiap sudut dengan tatapan tajam.

Jantung Zhava langsung berdetak lebih cepat.

Dia datang...

Pintu mobil tengah terbuka.

Seorang pria keluar dengan jas hitam yang dijahit sempurna. Langkahnya tenang, tetapi auranya begitu menekan hingga orang-orang yang berada di trotoar spontan menyingkir.

Vincent Lawson.

Pria yang selama lima tahun menjadi mimpi buruk kepolisian.

Zhava menundukkan kepala sambil pura-pura merapikan bunga.

Ia tidak boleh terlihat sedang memperhatikan Vincent.

Tidak boleh terlalu gugup.

Tidak boleh membuat kesalahan.

Saat Vincent melewati toko itu, seorang anak kecil berlari mengejar bola hingga hampir tertabrak sebuah motor.

Tanpa berpikir panjang, Zhava langsung menarik tubuh anak itu ke pelukannya.

Motor melintas hanya beberapa sentimeter dari mereka.

"Kakak... terima kasih..."

Zhava tersenyum lembut.

"Hati-hati lain kali, ya."

Tanpa ia sadari, sepasang mata sedang memperhatikannya.

Vincent menghentikan langkah.

Entah mengapa, pemandangan itu membuatnya terpaku beberapa detik.

"Bos?" panggil salah satu anak buah.

Vincent kembali sadar.

"Ayo."

Ia melanjutkan langkahnya, tetapi sebelum masuk ke dalam gedung, matanya kembali menoleh ke arah toko bunga itu.

Seorang gadis sederhana.

Senyumnya hangat.

Tatapannya begitu jernih.

Sangat berbeda dari orang-orang yang selama ini mengelilinginya.

Menjelang malam, hujan turun sangat deras.

Zhava mulai menutup tokonya.

Saat hendak mengunci pintu, sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan toko.

Kaca mobil perlahan terbuka.

Vincent Lawson duduk di kursi belakang.

Tatapan mereka bertemu untuk pertama kalinya.

"Masih buka?" tanyanya datar.

Zhava sedikit terkejut, tetapi segera tersenyum ramah.

"Masih, Tuan."

Vincent melirik bunga-bunga yang tersusun rapi.

"Aku butuh satu buket."

"Bunga apa yang Tuan inginkan?"

Vincent terdiam sejenak.

"Lupakan."

Ia kembali menatap Zhava.

"Kalau menurutmu... bunga apa yang cocok untuk seseorang yang sudah lama kehilangan kepercayaan pada siapa pun?"

Pertanyaan itu membuat Zhava membeku.

Untuk pertama kalinya...

Ia tidak melihat Vincent Lawson sebagai mafia yang paling diburu di negara itu.

Melainkan seorang pria yang menyembunyikan luka sangat dalam di balik tatapan dinginnya.

Dan tanpa mereka sadari...

Malam itu menjadi awal dari permainan berbahaya.

Permainan yang akan membuat seorang polisi mulai mempertaruhkan hatinya...

dan seorang mafia mulai mempercayai orang yang seharusnya paling ia curigai.

1
Anne Soraya
lanjut 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!