Keinginan Farah yang ingin merubah hidupnya, diterima sebagai asisten CEO di salah satu perusahaan terbesar di kota ini malah membuatnya menjadi istri kontrak CEOnya.
Dia sudah berusaha untuk menolak tapi kenyataan berkata lain, Dia harus menjalani pernikahan itu karena tidak ingin kehilangan pekerjaannya.
Tidak sampai disitu, setelah tumbuh rasa cinta diantara mereka kembali mereka dihadapkan dengan berbagai masalah yang menguras air mata dan kesedihan, sampai akhirnya hanya takdir yang menentukan nasib pernikahan mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ling_ling85, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permintaan Mama
Farah terbangun,masih dengan malasnya, dia mencoba beranjak dari kasurnya.
"Hooooaamm...kemana Si koplak pagi-pagi dah ilang..??? bagus deh aku bisa mandi dengan tenang" gumam Farah sambil menguap.
Selesai membersihkan dirinya, Farah berjalan ke balkon, menghirup udara segar pagi hari.
"Hhmmm ....segar sekali..."
Kleekkk....
Suara pintu kamar terbuka.
Terlihat Devan sudah rapi dan matanya mengabsen setiap ruangan mencari dimana Farah berada, diayunkan langkahnya menuju balkon karna Devan melihat pintu balkon terbuka.
"Ngapain kamu disini???"
"Haaahhh...ngagetin aja..."
"Ayo siap-siap kita chekout sekarang"
"Kita mau kemana lagi..???"
"Pulang ke mansion ku ...emang mau kemana lagi" jawab Devan kesal
Tak lama ponsel Devan berdering.
"Yaa... hallo ma..??"
"Devan kamu pulang ke rumah mama saja, kamu dan Farah akan tinggal di rumah mama selama tiga bulan kedepan" suara nyonya Clara
"Apaaaa maaa...tapi Devan kan bisa tinggal di mansoin???"
"Gak ada penolakan Devan hanya tiga bulan gak lebih" rayu nyonya Clara
Devan hanya bisa menghembuskan nafas dan menyetujui permintaan mamanya.
"Kenapa ..???" tanya Farah
"Kita gak jadi ke mansion, mama minta kita tinggal di rumah mereka selama tiga bulan"
"Haahhh..apalagi ini??? jadi maksudmu kita harus sekamar berdua lagi selama tiga bulan????"
"Aku gak bisa nolak keinginan mama, gak usah bawel ayo siap-siap,mang Diman udah nunggu di bawah.
Dengan wajah di tekuk Farah hanya bisa menuruti perkataan Devan, dia mulai merapikan dirinya dan turun bersama Devan ke lobby hotel. Mang Diman sudah mengurus checkout mereka, dan mereka langsung masuk mobil , menyuruh mang Diman untuk melajukan mobilnya ke rumah nyonya Clara gak jadi pulang ke mansoin.
Tiba di rumah, nyonya Clara menyambut mereka.
"Sayang selamat datang"
"Kenapa mama suruh kita kesini sih" protes Devan
"Mama hanya ingin bersama kalian, cuma tiga bulan gak lebih kok"
Devan dan Farah langsung ke lantai dua kekamar sang tuan muda. Bukan nyonya Clara kalau tidak bisa membuat mereka tidak ada pilihan lain, itu semua bagian dari rencananya karena ingin mereka tidur satu kamar, sudah bisa di pastikan kalau mereka pulang ke mansion Devan pasti akan tidur terpisah.
Rencana nyonya Clara untuk menyatukan mereka bakalan gagal kalau Devan pulang ke mansionnya, nyonya Clara harus putar otak membuat mereka saling ketergantungan selama tiga bulan ini.
♡♡♡
Devan sibuk menatap laptop nya, mengerjakan beberapa pekerjaan yang tertunda karna acara pernikahannya. Gak ada bulan madu seperti pengantin yang lain ,karena ada banyak hal di perusahaan yang harus di tangani devan sendiri, Devan hanya cuti tiga hari dan ini hari keduanya.
Farah terlihat bosan hanya bermain ponselnya, sesekali dia melirik Devan yang duduk di sofa sibuk dengan laptopnya.
"Huuhhhh ini semacam penjara " gumam Farah
Nyonya Clara menyibukkan diri di taman belakang rumah, sengaja dia memberi ruang pada mereka berdua di dalam kamar.
Tuan Davidson mengahapiri nyonya Clara di taman.
"Sayang bagaimana mereka berdua" tanya tuan Davidson
Sabarlah ini baru hari kedua setelah pernikahan, biarkan dulu mereka jangan di ganggu.
"Aku harap tiga bulan ini mampu menumbuhkan rasa kasih mereka" harapan tuan Davidson.
♡♡♡
Didalam kamar terlihat Farah sudah mulai bosan, dia berjalan menghampiri Devan yang masih berkutat dengan laptopnya.
"Ada yg bisa aku bantu???"
Devan mengangkat wajah nya dan memandang Farah yang berdiri di sampingnya.
"Gak usah ini dikit lagi kelar" jawab Devan
"Akuuu ....bosan Van..."
Devan menghela nafas.
"Tunggu sebentar lagi...nanti kita keluar ke supermarket cari kebutuhan kamu"
Farah baru sadar dari sehabis pesta pernikahan dia tidak membawa apapun, baju memang sudah di siapkan nyonya Clara, tapi kebutuhan yang lain seperti make up dan lainnya belum ada.
Dari kmren pulang dari Hotel Farah hanya menggunakan lipglosnya yang selalu ada di tasnya.
"Okee aku ganti baju dulu" jawab Farah
Setelah selesai Devan dan Farah langsung turun, menyuruh mang Diman menyiapkan mobil.Nyonya Clara tersenyum gembira melihat Devan mau mengantarkan Farah pergi belanja, biasanya Devan gak mau ribet, bisa saja dia menyuruh mang Diman mengantar Farah sendiri, tapi berbeda ini Devan sendiri mau pergi menemani Farah.
Dua puluh lima menit kemudian mereka sudah sampai di supermarket, Farah sedang sibuk memilih milih semua yang dia butuh kan sedang Devan hanya melihat istrinya itu dan berjalan di belakangnya.
Selesai dengan apa yang dia butuhkan farah menhapiri Devan, setelah membayar di kasir Devan dan Farah kembali ke mobil.
"Kita mau langsung pulang???" tanya Farah
"Kamu perlu apalagi???"
"Tapi ini msh sore aku malas di rumah gak ngapa-ngapain" rengek Farah
"Mau mu apa" jawab Devan kesal
"Gimana kalau kita makan dulu..aku laperrr.."
"Huuhhhh...okee abis makan kita langsung pulang, aku masih ada kerjaan" timpal Devan
"Kenapa si koplak ini jadi nurut ya" batin Farah sambil tersenyum sendiri.
hidup terlalu berat. bisa ga diketemukan sm sesosok devan didunia nyata ini
OMG itu jhi chank wook😍😍😍😍😍
thooor harusnya pemeran utamanya ituuu sedikit ga rela😥😥😥😥😥