namaku seira Aurora artis ibu kota dengan imange seksi dan penuh dengan skandal.
ceritaku dimulai saat aku tidak sengaja bertabrakan dengan seorang Gus Hanif dan berciuman dengan dia.
sejak saat itu gus Hanif terus muncul dihadapan ku,mengikutiku.dengan alasan ingin mempertanggungjawabkan kejadian yang tanpa sengaja itu.
bahkan secara terang terangan ia mengatakan ingin menikahi ku, alasannya? membimbingku.
aku tertawa sumbang bagaimana mungkin artis dengan imange buruk sepertiku bisa menikah dengan anak seorang kiay.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aqilaarumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab29
Kevin duduk dikursi kebesarannya memandang pemandangan kota dari balik kaca jendela.
" Bagaimana dengan pekerjaan Seira."
" Semuanya aman pak,berkat pak Kevin banyak brand brand besar yang meminta seira sebagai brand ambassador mereka."
" Bagus."
Kabin memang sudah putus dari lama dari seira,tapi jiwa untuk selalu melindungi seira.selalu ada.ia tidak melakukan itu agar seira kembali kepadanya.cinta memang terkadang tidak harus memiliki.
Ia hanya ingin hadir menemani langkah seira, memberikan peran kepada wanita yang dicintainya walaupun tidak diketahui oleh siapapun.
Senyum seira,tawa wanita itu.ketika melakukan syuting.begitu tidak pernah lepas dari benak dari seorang Kevin nander.
Kata seira Aurora, syuting adalah hidupnya,separuh jiwanya,ia senang ketika melakukan itu.ucapnya pada Kevin dengan ekskrim yang belepotan dibibiirnya,Kevin masih ingat hari itu.
Saat karir seira mendapatkan masalah, tidak ada yang tahu betapa Kevin mati Matian memecahkan masalah seira.agar karir wanita yang dicintainya tidak meredup.karna dia tahu pekerjaan bagi seira bukan hanya sekedar status tempat ia mencari nafkah tapi separuh jiwanya.
Diluar dari balik pintu serina memegang knop pintu dengan tangan yang dipenuhi keringat.
Ia tahu itu,dia tahu hal apa saja yang dilakukan kekasihnya untuk Mentan terindahnya .selama ini ia berusaha merendam semua amarahnya agar Kevin bisa nyaman dengan dirinya.
Tidak dipungkiri belakang ini sifat Kevin jauh lebih lembut,lebih perhatian tapi tetap saja ia memberikannya perhatian yang lebih untuk seira,hatinya masih tertinggal diseira.dan serina sangat tidak nyaman dengan hal itu.
Dengan tarikan nafas yang begitu dalam.
Serina membuka pintunya.
" Cukup." Katanya dengan tegas.
Kevin mendogah dengan tatapan yang sulit diartikan,lalu setelahnya ia berusaha tersenyum.
" Heyyyy." Ucapnya.
" Aku mendengar semuanya Kevin, tentang seira, tentang bagaimana kamu melindunginya, tentang bagaimana kamu mendukungnya.aku mendegarnya."
Tangan Kevin mengempal,ia masih duduk dikursi kebesarannya.
"Maaf."
Serina tersenyum kecut.
"Mungkin memang pada akhirnya aku tidak bisa mengantikan seira dihati kamu.dan aku tidak bisa menunggu terlalu lama lagi.aku capek."
Kevin kembali menatap serina lebih dalam dan lebih lama.
"Aku mohon Temani aku sedikit lagi.anggap saja saya membantu seira sebagai seorang teman."
Serina tertawa sumbang.
" Teman katamu."
" Bahkan sekarang seira adalah seorang istri, dia punya suami.melindungi seira itu bukan tugas kamu vin.pasangan kamu sekarang itu aku bukan seira."
" Aku tahu tolong mengerti,dan bersabarlah sedikit lagi."
Serina memilih diam, menatap Kevin yang tertunduk,ia bisa melihat betapa rapuhnya seorang Kevin nander.ceo yang biasa memenangkan puluhan proyek besar kini tertunduk lemah karna cinta.cihhhhh
Haruskah serina bertahan lebih lama lagi?
Atau ia pergi saja mengikhlaskan cintanya karna pada dasarnya cinta memang tidak bisa dipaksakan.?
" Mungkin kita memang perlu waktu untuk hubungan ini."
Kevin menatap serina dengan mata yang berkaca-kaca.
" Vin.aku pergi bukan karna aku ingin pergi dari kamu.aku perlu ruang untuk diriku sendiri.dan selama aku pergi kamu bebas memilih jalan apa yang ingin kamu tempuh.dan saat kamu yakin sudah menyerah terhadap cintamu pada seira, kembalilah kepadaku.aku akan selalu menjadi rumah untuk kamu pulang."
Air mata serina meluncur begitu saja.ia berbalik dan meninggalkan Kevin dengan perasaan yang ia sendiri bingung mendeskripsikan nya.
Andai ia tahu akan sesakit ini mencintai seseorang seira Aurora.mungkin ia akan memilih mundur sejak awal.