NovelToon NovelToon
Mr. Mafia Is Mine

Mr. Mafia Is Mine

Status: tamat
Genre:Mafia / CEO / Obsesi / Romansa / Persaingan Mafia / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:10.4M
Nilai: 5
Nama Author: Fara Dela Sandi

Dera Sandya seorang gadis biasa yang tak sengaja di pertemuan dengan seorang lelaki Sadis bergelar Mafia. Kejadian yang tak seharusnya ia lihat, membuat Dera masuk ke dalam lubang hitam. Dunia gelap penuh tantangan di mulai, kala Hiro Yamato. Bos besar Mafia Yakuza; Jepang. Dunia yang harusnya terasa sederhana tidak lagi sama. Bian Dokter tampan yang merupakan Cinta pertama Dera pupus begitu saja. Kehadiran Hiro mempersulit hidup Dera.
Tak sampai di sana, dua lelaki berwajah pangeran namun berhati iblis ikut masuk ke dalam hidup Dera.
Kevin Zhao dan Leo Zhang duo pangeran yang ikut merecoki kehidupan Dera.
Bahaya Sili berganti menghampiri. Membuat Dera merasa ingin mati saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fara Dela Sandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

.

.

.

.

.

.

Manik mata coklat hangat itu masih terlihat enggan memindahkan netra coklat miliknya dari langit-langit kamar yang ia tempati, rumah dokter tampan itu begitu besar. Berada di perumahan mewah salah satu bilangan Jakarta Selatan. Kemarin lelaki itu secara tidak langsung mengungkapkan perasaan pada dirinya jika, boleh jujur ada rasanya yang membuncah kala kata yang ditunggu menjadi nyata. Bak khayalan berubah menjadi kenyataan, Dera menginginkan kehidupan sederhana dari lelaki yang ia cintai. Kehidupan yang tidak banyak mempermainkan hati dan pikiran.

Ketukan pintu di luar kamarnya, membuat tubuh yang direbahkan senyaman mungkin langsung bangkit dari ranjang. Dera turun dari ranjang dan melangkah menuju pintu kayu, membukanya perlahan. Kala daun pintu terbuka lebar, saat itu Dera dapat melihat tubuh kokoh dengan senyum hangat dari Bian membuat ia merasa berdebar.

"Kakak hari ini pulang cepat?" tanya Dera mencoba membuka pembicaraan terlebih dahulu.

"Ya, karena, kan hari ini kita akan ke mall terlebih dahulu. Kita akan membeli baju untuk malam nanti," ujar Bian dengan nada ceria.

"Ah! Benar. Aku hampir lupa," jawab Dera sebelum menunduk malu. Rona merah menjalar di kedua tulang pipinya.

Melihat perubahan wajah Dera, kekehan renyah dari dokter muda itu terdengar menyejukkan. Bian menyukai ekspresi yang dikeluarkan oleh Dera, gadis itu terlihat begitu manis di mata Bian.

"Apakah, kedua orang tua Kakak akan menerimaku. Karena aku tidak setara denganmu, Kak!" Dera berseru sembari menegakkan kepalanya kala sesuatu yang mengganjal di hatinya ia utarakan. Awalnya ia tak berpikir sampai ke sana. Namun, tiba-tiba saja pikiran ketidak setujuan orang tua lelaki itu langsung melintas.

Bian tersenyum tipis, telapak tangannya mengusap pelan puncak kepala Dera. "Orang tuaku bukanlah orang yang gila harta, De," ujar Bian. "Mereka pasti menerimamu, karena kau adalah wanita pilihanku." Bian masih membelai puncak kepala Dera dengan lembut.

"Begitukah, aku agak was-was," lirih Dera.

"Ya. Tentu saja. Mama dan Papa berasal dari keluarga yang sederhana sebelum memiliki kekayaan seperti sekarang," papar Bian menurunkan tangannya dari atas puncak kepala Dera.

Dera mengembangkan senyum bibirnya. Menular senyum yang sama pada lelaki yang berdiri di depannya.

...***...

Ketukan jari telunjuk di atas meja kerja dengan wajah berkerut, lelaki itu terlihat begitu kusut. Sudah dua hari keberadaan gadis itu tidak diketahui, ia menyesal karena telah melepaskan gelang kaki pelacak pada pergelangan kaki Dera. ******* kasar menjadi pengakhir ketukan di atas meja, sebelum kursi kerjanya diputar kebelakang. Membuat ia menatap gedung tidak kalah mewah di depan gedung miliknya.

"Di mana kau berada?" monolognya dengan nada berat.

Kelopak mata menutupi manik mata coklat kelam yang kini tengah resah, hatinya tak berhenti menyalahkan diri sendiri. Bagaimana bisa ia kecolongan, membuat gadis itu menghilang begitu saja. Hiro tahu, itu tidak bisa meremehkan Mirabel. Wanita itu benar-benar membuat Hiro muak. Sangat muak! Jika terjadi sesuatu yang di luar pemikirannya. Maka, Hiro tidak akan tinggal diam. Membunuh bukanlah pantangan baginya. Meski harus membunuh putri dari rekannya. Akan ia lakukan, walaupun nanti akan berimbas besar pada hubungan mereka. Ia tak peduli, sungguh tidak peduli. Jika ingin melihat bagaimana setan yang menampakkan wujudnya. Maka akan Hiro perlihatkan, dinginnya bukanlah hal menakutkan. Namun, kemurkaan lebih menakutkan daripada kematian.

TOK ! TOK ! TOK!

Tiga ketukan sebelum pintu kaca transparan itu terbuka Yeko masuk dengan membawa beberapa kotak makanan. Bos mereka belum memakan apapun sejak kemarin, lelaki itu seakan sangat enggan mengisi perutnya.

"Bos!" Seru Yeko meletakan bekal di atas meja.

Kursi singgasana kebesaran Hiro berputar. Hiro menatap Yeko dengan wajah kusut. "Apa ada berita baru?" tanya Hiro dengan wajah dingin namun, dengan nada penuh harap.

"Maaf, Bos! Kami masih belum tahu di mana keberadaan Nona Dera." Yeko menjawabnya jujur dengan kepala menunduk.

Rahang Hiro mengeras. Sungguh, sangat menyebalkan. Bagaimana bisa orang-orangnya masih saja belum menemukan keberadaan gadis itu.

"Keluarlah." Hiro membalikkan kursi kerjanya seperti semula.

Yeko mendesah pelan. Ia menunduk pelan, sebelum keluar dari ruangan di lantai teratas itu. Di waktu yang sama di tempat berbeda. Gadis itu tengah memilih beberapa baju yang akan di pakai.

"Aku lebih suka ini." Dera menjawab sembari menunjuk baju gaun bawah lutut dengan lengan panjang polos tanpa motif.

"Apa mau yakin hanya ini?" tanya Bian pelan.

"Ya. Lagi pula hanya untuk malam ini saja," jawab Dera penuh keyakinan.

Bian tersenyum lembut lelaki ini tahu dengan pasti kenapa gadis ini hanya meminta satu baju saja. Padahal, Bian bisa memberi lebih untuknya. Dari awal masuk beberapa tokoh baju, gelagat gadis ini sudah dipantau. Yang begitu lucu menurut dokter tampan ini. Beberapa kali ia memegang baju dan diam-diam melihat harga baju yang tertera dilebel. Yang hampir membuat Bian menyemburkan tawa adalah kala retina Dera melebar. Dan dengan pura-pura mengatakan ia tak suka baju yang dipegang dengan alasan ini dan itu.

Jika gadis lain, mereka malah akan sangat bangga dengan harga yang melebihi baju yang biasa mereka beli. Semakin mahal harganya, maka mereka akan semakin percaya diri memakainya. Sedangkan gadis ini, semakin mahal harga sebuah baju. Maka semakin berat memakainya.

"Kita bisa punya beberapa keluaran baru Nona, mungkin ingin mencobanya?" tawar sang pelayan tokoh dengan ramah.

Sontak saja Dera dan Bian langsung menoleh ke samping. Gadis cantik berambut sebahu itu tersenyum cerah. Berharap sang pelanggan bisa membeli banyak baju di toko itu.

"Tidak saya——"

"Boleh. Tolong antar kan beberapa baju model terbaru yang sama ukurannya dengan baju ini. Jika bisa yang sopan, jangan terlalu terbuka," sahut Bian memotong bantahan dari Dera.

Senyum indah langsung terkembang oleh sang pegawai toko, tanpa banyak kata ia langsung menuju ke arah rak baju terbaru, tentu saja dengan harga yang mampu membuat dompet menjerit.

"Kak!" rengek Dera dengan nada pelan.

"Tidak usah merengek, De!" ucap Bian. "Kita ke sini untuk membeli baju bukan mencari baju yang berharga miring. Jika hanya untuk satu baju saja. Untuk apa kita ke mall besar," lanjutnya membuat Dera merenggut pelan.

"Satu baju jika harganya delapan ratus ribu untuk yang standar mah bisa menutupi biaya makan selama dua minggu," gerutu Dera pelan.

Meski pelan. Bukan berarti Bian tak dapat mendengar dengan jelas. Lelaki itu hanya tersenyum lucu.

"Ini adalah gaun terbaru dan sopan tidak terbuka," sela pegawai tokoh yang menyodorkan beberapa stel pakaian ke arah Dera. Mau tak mau gadis itu menerimanya dengan senyum lembut.

"Sana coba," titah Bian.

Dera melangkah tanpa kata masuk ke dalam salah satu bilik ganti. Tak butuh waktu lama hanya untuk mengganti baju. Dera keluar dengan gaun putih gading berenda bunga polos selutut dengan pendek lengan.

"Bagaimana?" tanya Dera pada Bian. Pandangan yang di berikan oleh Bian tak terbaca.

"Apakah jelek?" tanya Dera kembali kala tidak mendapatkan jawaban dari Bian.

Lelaki itu tersenyum sebelum menggeleng kecil. "Tidak, itu pas," sahut Bian dengan senyum ramah seperti biasanya.

...***...

Selesai membeli beberapa potong pakaian dan mengisi perut keduanya memilih untuk mengakhiri menjelajah mall. Sesekali mereka tertawa pelan, dengan banyaknya topik sebelum langkah kaki Dera tertahan. Membuat langkah kokoh Bian juga terhenti. Manik mata Dera membesar kala melihat dari arah pintu masuk mall lelaki yang paling tidak ingin ditemui ada di sana.

"Sial," desis Dera kala matanya menangkap seluet Leo.

"Apa?" tanya Bian memperjelas apa yang baru saja digumamkan oleh Dera.

"Tidak. Aku merasa sakit perut, ayo kita balik ke belakang. Sepertinya di samping tokoh es tadi ada toilet umum," tutur Dera dengan cepat.

Belum sempat Bian menjawab Dera sudah menarik lelaki itu untuk berbalik sedangkan di depan sana, Leo sama sekali tidak melihat keberadaan Dera. Jika lelaki itu melihat Dera, maka sudah pasti besoknya mungkin Dera langsung berada di dalam rumah mewah Hiro. Membayangkannya saja membuat Dera ngeri.

1
Sintia Wati
ko ga ada ya..apa udah pindah lapak
taraawwcu
ya iyalah cekatan orang bnyk uang, kalo laki² di luaran sana bnyk uang pun pasti kek hiro, Iya nggak sii??
Sintia Wati
halo deraaaa... kita berjumpa lagii.. setelah sekian lamaa kita berpisah../Smirk/
Andriyati
🤣🤣🤣🤣ya alllah perut aku sakit ngakak dari tadi
Andriyati
nah ini penghianat nya
Andriyati
nah kan dah metong,,, dah lach,, para readers udh ingat kan jangan macam macam,, tetep ngeyel sich
Andriyati
bener itu kevin,,
Andriyati
bukan jual mahal, tapi gak tertarik coy
Yuliana
kenapa ceritanya byk yg diskip y thorr...
perasaan awal baca, panjang bget alurnya...dr dera diracun pas dibawa ke rumah ibunya Hiro smpai mirable menculik Vian..tp pas aku bc ulang LG gk cpt bgt hbsnya. kurang seru
tp ceritanya plg top deh Krn sambung menyambung
taraawwcu: di revisi author lgi Kekny kak
total 1 replies
Irna Salut
dulu dera yang didebut kiti,kini hiro yang jdi kucingnya
kim.yeoja.syahkira
mewek aku bacanya, padahal ini baca ulang, pas awal baca season 1 aku kira ceritanya banyak di hapus kenapa cepat sekali endingnya, ternyata semuanya terungkap di season 2
kim.yeoja.syahkira
pas dulu baca, kayaknya pas dera lahiran anak kembarnya di culik deh, apa iya ini ceritanya di potong
kim.yeoja.syahkira
ulang lagi baca kisah Hiro dan dera..😍😍
kim.yeoja.syahkira
hallo dera, aku balik baca novel mu, tiba-tiba rindu dengan cerita awal Hiro dan dera..😍
herlin meigo
baca ulang kembali..😎
taraawwcu
saingannya Hiro banyak banget, jadi iri gueee😭
Nafisya Niko
visual dera cantik itu thorr,,,visual bian ganti ya....klo visual dera itu pas bgt kya ak,jelek pendek lagi/Grin/
Nafisya Niko
25 Desember 2024,,11.01
"sama2 Dera,,Kita berjumpa Lagi"/Smile/
(menyahut dialog awal episode😘)
DERAAAA,,ak membacamu lagiii lagiii dan lagiii,,g terasa 5 tahun masih trlove Dera-Hiro
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
HIRO DERA
Rafa Azka
ya ampun Thor
AQ tuh GK bosen tahu GK
udah berapa kali AQ mampir baca ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!