NovelToon NovelToon
Tamat

Tamat

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:316.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: romanziere

Perkenalkan namaku Michael Morrone. Aku adalah seorang mafia Italia yang sangat berbahaya dan disegani lawan. Diriku tidak pernah merasakan apa artinya jatuh cinta apalagi cinta pertama. Hidupku di penuhi kesunyian dan betapa kerasnya hidup ini. Suatu hari aku datang ke Indonesia untuk liburan. Namun disaat diriku sedang berjalan aku tak sengaja menabrak seorang gadis. Gadis itu pun terjatuh. Melihat dirinya terjatuh aku berjongkok dan mengulurkan tanganku kepadanya.
Gadis itu nampak ragu. Ia hanya diam tanpa membalas uluranku bahkan wajahnya pun menunduk. Ku tatap wajahnya yang menunduk tak lama kemudian wajah itu mendongak. Mataku lansung terkunci oleh tatapan polos dari gadis itu.

Penasaran dengan ceritanya? Ayo jangan lupa baca ceritaku.

Salam hangat dari Author

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon romanziere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Capitolo 19: Michael contro Bean

•Buona Lettura•

"Hoam..." Cilla menguap saat dirinya merasakan sinar matahari yang hangat mengenai kulit tangannya yang putih pucat dan bersih.

Matanya mengerjap berkali-kali untuk menyesuaikan penglihatannya. Cilla menoleh kearah sebelah ranjang kosong.

Kemana dia? Biasanya dia tertidur disamping sini.

Cilla mulai bangkit dari ranjangnya kemudian ia melangkah kearah kamar mandi yang letaknya tidak terlalu jauh. Setelah dari kamar mandi Cilla bergegas kebawah untuk meminum air putih, kerongkongannya seakan kering dan perih. Cilla menyapa bibi May lalu menepatkan gelas itu di bibirnya, dan keluarlah air yang masuk kedalam kerongkongan Cilla.

"Bibi, dimana Miki?" tanya Cilla seraya menarik kursi meja makan dan mendaratkan bokongnya di atas kursi empuk tersebut. Ia menaruh gelas itu tepat di hadapannya.

Bibi May menoleh kearah sumber suara yang memanggilnya. Ia melihat seorang gadis yang sedang duduk manis dan menatapnya yang sedang memasak.

"Miki? Siapa Miki?" tanya bibi May, baru pertama kali ia mendengar nama itu di mansion ini.

"Michael, dimana dia?" Cilla menyebutkan nama pria itu.

"Ohh, signore Michael, saya kurang tau" kembali melanjutkan kegiatan memasak.

Cilla menghembus nafasnya. Entah kenapa dirinya sangat merindukan pria itu. Dimana di pagi hari selalu mengucapkan kata-kata romantis padanya dan menggodanya hampir kelewat batas. Hatinya merasa kesepian, dikala pria itu tak ada disampingnya tadi pagi.

"Silahkan signora Cilla" Bibi May meletakkan mangkok sup dengan irisan daging sapi yang banyak di meja membuat matanya menatap makanan menggiurkan itu dengan sumringah.

Cilla mulai menyuapkan satu sendok sup itu kedalam mulutnya, mengunyah, kemudian menelannya. Bibi May menatap Cilla dengan intens ia takut masakan tidak sesuai dengan lidah signora Cilla.

Cilla yang merasakan dirinya ditatap. Ia menengok kesebelah dimana Bibi May tampak diam berdiri dengan kedua tangannya saling bertautan sambil menatapnya.

"Bibi? Apa ada yang salah" tanya Cilla. Kemudian dirinya berbalik pandangan dan menatap dirinya di bawah meja kaca.

"Ti...tidak ada signora, kalau gitu bibi kembali ke dapur permisi" bibi May membungkuk tubuhnya sedikit sebagai tanda hormat kepada majikannya.

Cilla hanya menatap heran melihat bibi May lansung pergi begitu saja. Apakah semua orang disini memang begitu. Tanpa ambil pusing ia memilih melanjutkan makannya yang sempat tertunda.

________________________

Damn, come on bi*ch, fu*k me, fu*k me, ohh shit.

Bean mengerang nikmat dimana ia telah mendapatkan pencapaiannya selama satu jam, ia menyewa seorang jala*g sebagai pemuas nafsunya saja. Bean membuat jala*g itu terkulai lemas dalam waktu satu jam, meskipun tak sehebat Michael temannya. Bean hebat dalam menggerakkan miliknya sangat cepat membuat para jala*g berteriak nikmat sekaligus meringis kesakitan akibat hentakannya yang cepat dan kuat.

Bean membuka ponselnya, ia mengirim uang sebagai layanan servis yang lumayan. Jumlah yang ia kirim memang cukup fantastis, yaitu sebanyak 2 miliar saja. setelah mengirim nominal itu, Bean lansung pergi meninggalkan jala*g itu begitu saja.

Saat tiba di parkiran hotel. Ponsel Bean bergetar didalam saku. Terpaksa Bean mengurungkan niatnya yang hendak membuka pintu mobil. Bean merogohnya cukup kesulitan. Dan nama Michael yang kini muncul di notifikasi. Bean mengangkat panggilan itu.

"Bean" panggil Michael di seberang.

"Michael, ada apa?" balas Bean.

"Datang ke cafe yang biasa kita Michael kumpul, aku ingin membahas hal yang penting" ujar Michael serius.

"Baiklah, aku akan segera kesana, tunggu!" Bean membuka pintu mobilnya setelah itu menutupnya kembali.

"Oke, kutunggu dirimu" ucap Michael, lalu mematikan sambungan secara sepihak.

Bean menaruh ponselnya kembali disaku, setelah itu ia melajukan mobilnya menuju tempat cafe biasa tempatnya nongkrong bersama para mafioso Michael.

Singkat cerita kini mereka sudah tiba di cafe.

"Ada apa Michael? Apa kau menerimaku menjadi mafiosomu?" tebak Bean lalu menyesap rokoknya.

"Tentu, bukannya kau ingin membunuh tua keparat itu?" tanya Michael seraya menunjukkan senyumnya.

"Itu pasti, aku akan mencabik tubuhnya dengan pisauku lalu mengirimnya ke rumah dimana isinya penuh para homo" Bean mengeluarkan asapnya dengan panjang, kemudian ia terkekeh sesaat.

"Ck, itu pasti akan menyakitkan" kekehnya diiringi tepukan bahu berkali-kali tepat di bahu Bean.

"Tentu, aku sudah tidak sabar melihat ekspresi menjijikannya meminta ampun, hahaha" Bean tertawa membayangkan si tua keparat itu mati tersiksa dan bersujud memohon ampun dibawah kakinya.

Michael hanya menanggapi dengan kekehannya saja.

"Michael kapan kita berangkat menangkap dia?" tanya Bean yang sudah tak sabaran.

"Sepertinya 29 hari lagi" jawabnya kemudian meminum kopi Polandia yang ia pesan.

"Lama sekali, kau kira ini ajang perlombaan" ucap Bean tak terima bila harus menunggu hari H.

Sejenak Michael menaruh cangkirnya, kemudian ia membuat keputusan sendiri. "Aku ingin gadisku jatuh cinta padaku dengan memberinya waktu 30 hari jika ia jatuh cinta padaku."

Seketika Bean dibuat tertawa oleh Michael. Lelucon apaan ini? Seorang mafia rela mengundur penyerangan hanya karena seorang gadis polos yang tidak pandai dalam bercinta. Itulah isi pikiran Bean.

"Jangan mengejekku Bean, kau pasti akan merasakan hal itu."

"Hahaha..., bagiku cinta itu omong kosong belaka, kau dibutakan oleh cinta, lihatlah sekelilingmu banyak wanita cantik bertubuh sempurna siap melayanimu, bahkan mereka hebat dalam bercinta sehingga kau puas, dan kenapa kau memilih gadis ingusan itu?" tanya Bean seakan tak percaya mendengar lontaran mafia Italia.

Michael tersenyum mengejek, "Kau tidak akan pernah merasakan sempitnya liang yang tersegel" timpal Michael.

"Ck, berhentilah merancang kata-kata yang membuat telingaku geli" Bean terus menyudutkan Michael dengan ejekan ringannya.

"Hahaha, kau selalu menikmati daging berlubang, nanti kau akan merasa bosan" ledek Michael membalas ledekkan Bean.

"Baiklah, kita buktikan, aku akan mencari seorang gadis yang masih tersegel sempurna..." ucap Bean, kemudian melempar rokoknya ketempat sampah.

"Lalu, kau akan menikahnya jika sudah melakukan hal itu?" tanya Michael.

"Menikah merupakan hal yang paling rumit dalam hidupku" Bean memutar bola matanya malas.

"Pantas saja hidupmu selalu kelam dan sunyi, hey ingatlah kau sudah berumur kepala tiga, kau masih saja keluyuran kesana-kemari mencari tempat pemuas nafsu."

"Jika kau sudah menikah, kau tinggal minta saja dengan istrimu nanti," ucap Michael dengan jelas.

"Sialan, kenapa kau menjadi seperti ini? Kau bukan seperti temanku dulu, dimana seorang Michael menghabisi malamnya dengan se*s."

"Tutup mulutmu Bean, atau aku akan menembak bibir sialanmu" Michael mengeluarkan pistolnya dan mengarahkan moncong pistol itu tepat dibibir Bean.

"Ayolah, aku hanya bercanda, kenapa kau menjadi serius dasar mafia buta cinta" Bean kembali melontarkan ejekan.

Bean, Bean, aku akan membuktikan omonganku menjadi kenyataan tunggu aku kawan sialan tak tau diri.

•Continua•

Bagaiman setelah membaca capitolo ini? jangan lupa komen yaa.

1
Yunitra Aksayu
thor kunapa tanggung thor
Nasri
hmmm,,,ceritanya bagusss
Sri Nurulia
hareuuudang..... 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Novie Achadini
aithor nya jago bgt bhs itali
Novie Achadini
sadis
Novie Achadini
michael omongannya kasar thor
Novie Achadini
sadis thor😀
~ Nuraeni Hasanah🌻
setau aku mafia itu solidaritas nya tinggi loh, tpi tetap aja ada yg berhianat😶
deviana Vertus
gak ketemu judulny thor
Cheng Nyo
thor,,aku suka ceritanya😊
Rafka Caca Rara
tak jumpa lh dgn judul tsb
Yhana Maryam Jamil
Semangat thor....
Aysha Ratnaa
kok ga hamil2 thor
Lina aza
jjik lihat kelakuan s Miki amit2 kasian Cilla 🥵
Lina aza
Miki mafia mesum😜
Lina aza
ga ngerti alurnya ko tani udah ada ma Cilla lagian tau darimana ya cilla tinggal dimension
Lina aza
cilla gtu amanat di goda cowok ky mau di perkosa marahnya sma2 sadis dng Michael
Lina aza
baru nyimaakkk salut authornya pinter bahasa Italiano 😇
Martina Tangdialla
0
qpl
Martina Tangdialla
l
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!