Kisah seorang gadis bernama ara yang dikhianati kekasihnya, tanpa sengaja dia dipertemukan dengan malaikat tanpa sayap yang ternyata pacar dari selingkuhan kekasihnya. Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Apakah ara akan tetap melanjutkan kisahnya dengan kekasihnya? atau akan merelakan kekasihnya begitu saja? ikuti kisahnya di "My CLick Girl" ❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon musbich, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
Ara point of view :
🌻🌻🌻
Sedangkan saat ini aku yang mati gaya, tiba tiba suasana jadi canggung. Dia juga nggak ngomong apa apa, aku harus ngomong apa biar suasana cair? Ayo donk ngomong sesuatu!
Hujan di luar semakin deras dan kami terjebak di dalam mobil ini. Akhirnya dia menghidupkan mobilnya dan perlahan lahan meninggalkan parkiran restaurant ini.
“Aku antar kamu pulang," Kata bisma mencairkan suasana.
“Masih jam setengah Sembilan,” Ucapku hati hati.
“Kamu masih rindu denganku?” Kata bisma tersenyum.
“Hujannya lebat banget,” Aku bingung mau jawab apa, akhir nya aku menggantung jawabannya dan mencari topic lain.
“Aku jemput kamu besok pagi, besok kita kencan,” Kata bisma.
“Bukan nya minggu kita camping?”
“Besok kan sabtu, bukan minggu,” Sahut bisma.
“Baiklah,” Jawabku tersenyum.
“Ku jemput jam 8 pagi,”
🌻🌻🌻
Malam ini rasanya indah sekali, ada sesuatu yang hangat mengalir di hatiku saat bisma mengantarku berjalan menuju kosan. Dia membuka lebar jas nya dan memayungiku menggunakan jas nya. Kami berlari kecil menuju kosan, aku sedikit berjinjit menyentuh bibir nya.
“Kenapa? Masih kurang?” Tanyanya tersenyum jahil.
“Lipstikku tertinggal di sini,” Kataku sambil menghapus lipstick di bibirnya.
“Besok jangan pake lipstick,”
“Kenapa?” Tanyaku sambil mengernyitkan alisku.
“Bibirmu lebih manis tanpa lipstick,”
“Kita mau kencan bukan ciuman ya,” Kataku memperingati sambil memutar badanku mau masuk kosan, ternyata jalan nya licin dan aku terpeleset. Tapi dengan sigap tangan kuat nya menopang tubuhku.
“Seperti inilah yang terjadi saat itu,” Kata bisma.
“Apa nya yang seperti ini?” Tanyaku.
“Yang di depan kamar mandi waktu itu,"
“Jelas beda, kamu nggak pake baju lengkap,” Kataku mulai cemberut.
“Ya tuhan, ternyata kamu pencemburu. Lalu aku harus apa? Membuka bajuku di sini dan menyelamatkanmu lagi?”
“Apa apaan kamu ini?” Kataku protes.
“Lalu?”
“Besok kencan dengan caraku,” Kataku.
🌻🌻🌻
Akhir nya aku meninggalkan nya masuk ke dalam kosanku. Ku buka pintu kamar dan ku temukan chika berbaring di atas kasur sendiri. Aku menyelidik ke seluruh kamar tapi tidak bisa ku temukan sosok debby.
“Kamu sendiri?” Tanyaku.
“Iya, ini kuncinya debby. Debby nyuruh aku bawa kunci kosan tadi," Sahut chika.
“Trus debby?”
“Ini kan ulangtahun cowoknya ra, nggak pulang ke kosan kali,” Sahut chika asal.
“Hey, jangan ngawur! Aku nggak mau debby kenapa napa bareng si vino vino itu,”
“Emang nya bakalan kenapa? Uda, nggak usah kuatir ama debby. Justru kita yang kuatir sama kamu. bisma nggak mau nyekik atau nglempar kamu ke jurang kan?” Tanya chika.
“Ya enggak lah. Mana mungkin,"
“Kok bisa sih kamu nyium dia?”
“Aku sebel aja liat si ulat bulu itu,” kataku mulai kesel lagi.
“Ulat bulu????siapa?”
“Si citra itu, dia selalu nyari masalah sama aku,"
“Tapi emang dia menjengkelkan sih.tapi aku lebih kuatir sama kamu,ra," Sahut chika.
“Aku nggak papa,"
"Trus juna menghukummu apa?”
“Nemenin dia pergi besok,” Kataku asal.
“Pergi?"
“Iya, bantu dia blanja. Siapa tau aku suruh bawa barang barang nya,” Kataku sambil mencoba mencari nomor seseorang.
“Jadi pembantu nya?”
“Begitulah," Aku iyakan saja daripada aku harus njelasin panjang lebar pada chika.
Akhirnya aku sentuh symbol telpon di ujung kanan layar hape. Tak lama kemudian sudah di terima telponku.
“Ada apa sayang, baru juga masuk pager rumah. Uda kangen lagi?” Tanya bisma.
“Temenku debby belum balik kosan,”Kataku.
“Trus?”
“Yang bawa kan temen kamu, si vino itu. Aku takut debby diapa apain sama vino”
“Ya nggak mungkinlah, aku kenal vino. Paling juga diajak ke rumah nya, meskipun nginep di rumah vino ya nggak mungkin tidur bareng. Ada orangtua nya vino dan kamar nya vino juga banyak. Nggak usah mikir yang enggak enggak,” Kata bisma.
“Pokok nya telpon si vino, pastikan nggak terjadi apa apa sama debby," Kataku.
“Harus gitu ya?”
“Harus,” Jawabku singkat.
“Iya bentar lagi aku telpon vino. Kamu istirahat yang nyenyak,"
“Nggak bisa tidur kalo nggak ada kabar, secepatnya kabari aku ya,” Kataku sambil menutup telpon.
KENCAN…
Bisma point of view:
🌻🌻🌻
Aku nggak ngerti pikiran kinara, kenapa dia harus mengkhawatirkan debby sejauh ini. Dengan malas ku cari nomor vino dan ku coba menghubunginya.
Yang jelas dia pasti sangat sibuk karena ini hari ulang tahunnya. Dia bukan tipe orang yang hanya merayakan di restaurant saja, pasti dia juga merayakan di rumah bersama orangtua dan kekasih nya.
“Ada apa bis?” Tanya vino.
“Mau Tanya si debby tidur dimana ya sekarang?” tanyaku kayak orang bodoh.
“Maksud nya apaan? Kamu suka ama debby juga?”
“Jangan salah paham dulu bro, ini tentang cewekku. Kinara khawatir sama debby, kamu nggak bakalan nidurin dia kan?” tanyaku.
“Ya enggak lah, dia aman ntar tidur ama adikku yang cewek di rumah,"
“Oke, makasi ya infonya. Semoga acara nya lancar. Sory nggak bisa nemenin sampe malem, tau sendiri kan,” Kataku.
“Iya, urusin aja masalah cewekmu dulu,” kata vino.
SATU RASA…
🌻🌻🌻
Pagi ini aku menjemput kirana tepat pukul 8 pagi. Dia mengenakan laced dress warna putih simple nya dan celana jeans pendek, rambut nya digerai menggunakan topi boater warna coklat muda yang membuatnya terlihat semakin imut.
Dengan berlari kecil ke arahku membawa tas mini back pack nya yang senada dengan topinya, serta flat shoes nya yang senada juga. Dia tersenyum kecil memperhatikan penampilanku.
“Sayang, bisakah bajumu tidak seresmi itu?” Tanya nya.
Emang nya kenapa dengan bajuku? Apa aku salah ya kalo kencan pake jas? Bukan nya biasa nya orang kencan itu makan malam romantis menggunakan pakaian yang elegant? Aku hanya mengernyitkan alisku menatapnya dengan arti ‘apa yang salah?’
“Ya nggak papa deh, apapun yang kamu pakai aku suka,” Kata nya kemudian tersenyum dan kami memasuki mobil.
“Kita mau kemana?”tanyaku.
“Ke JTP2,” Jawab nya bersemangat.
“Hey, tempat apa itu?” tanyaku heran dengan pilihan tempat itu.
JTP2 adalah wahana rekreasi di kota kami yang cukup terkenal dengan lahan yang luas sekitar 2 hektar lebih, ada berbagai macam satwa dan wahana permainan yang bisa dinikmati mulai anak usia diatas 5 tahun sampai dewasa. Kira\-kira butuh waktu dua jam untuk mencapai tempat itu, apalagi kalo lagi macet bisa dua jam lebih perjalanan.
“Kamu nggak tau JTP2?” Tanya kirana lebih heran.
“Ya tau lah,siapa yang nggak tau tempat seterkenal itu? maksudku kenapa kita harus kencan di tempat seperti itu?”
“Tempat seperti itu?” Kinara mengernyitkan kening nya pertanda bingung.
“Itu tempat rame ra, ini high season loh. Ini hari sabtu,”sahutku.
“Kenapa kalo rame? kamu sendiri yang bilang setuju denganku kemarin,"
“Okelah…” jawabku menyerah.
🌻🌻🌻
Perjalanan kali ini padat merayap, akhirnya kami memilih jalur alternatif. Kami berdua mendengarkan alunan music the best album of yovie and nuno. Dan seperti biasa kita berantem nggak jelas karena perbedaan pendapat.
Bibir mungil nya yang tidak berhenti bicara itu, ingin sekali ku cium tapi aku sedang konsentrasi dengan setir mobil. Dia bener bener nggak capek berdebat denganku di sepanjang perjalanan dengan tawa nya yang riang dan suara cempreng nya yang terkadang mengikuti lagu yovie and nuno. Dia nggak pandai bernyanyi, tapi terdengar merdu di telingaku.
“Kamu capek?” Tanya nya sambil membukakan botol air mineral untukku dan memasukkan sedotan ke dalam nya agar lebih mudah ku minum.
Tangan nya memegang botol itu dan mendekatkan ke bibirku supaya aku meminum nya. Ku buka kaca mobil karena udara di sini cukup sejuk, ini termasuk daerah pegunungan. Jadi hawa nya dingin dan menentramkan jiwa. Pintar sekali dia membuat kenangan bersamaku dengan suasana se-syahdu ini.
“Tentu saja capek menjawab pertanyaan anehmu daritadi,"
“Kalo setiap hari aku seperti ini kamu juga akan capek? Kamu akan bosan denganku?” tanya nya dengan wajah sedikit kecewa.
“Kamu tiap hari makan nasi?”
“Iya lah, aku orang endonesa. Bukan makan namanya kalo nggak makan nasi," sahut nya.
“Kamu bosan tiap hari makan nasi?”
“Ya enggak lah,”
“Kamu sama kayak nasi,” Kataku. Sekali lagi dia mengerutkan alis nya.
“Aku nggak bakalan bosen makan kamu tiap hari,” Tambahku dan wajahnya mendadak sumringah.
Jangan lupa like, comment and vote ya 🌻
hepi reading guys, semoga suka 🦔🦔🦔
tapi si Bisma juga cueknya kebangetan sama Ara..