NovelToon NovelToon
Istri Kedua TUAN IMPOTEN

Istri Kedua TUAN IMPOTEN

Status: tamat
Genre:Poligami / One Night Stand / Hamil di luar nikah / Disfungsi Ereksi / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 5
Nama Author: weni3

Kemuning Senja tak mengira akan mengalami malam kelam bersama pria yang tak dikenal.
Kalandra, pria impoten yang telah menikah tetapi tak mampu memberikan nafkah batin kepada istrinya. Dia terus berusaha menjalani pengobatan dan terapi karena mengalami difungsi ereksi.
"Pelukan saja tanpa bercinta, kecut Mas!" protes sang istri.
Sudah banyak wanita yang Kalandra pesan demi bisa memulihkan kejantanannya tetapi tak kunjung mendapatkan hasil. Sampai dimana dia bertemu dengan Kemuning Senja.
Malam indah yang mampu membuatnya normal.
"Jangan Tuan! Saya mohon lepaskan saya!"
"Tidak akan, karena kamu membuatku begitu menginginkan."
Bagaimana nasib Kemuning setelah mahkotanya terenggut paksa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon weni3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19. Kamu Terlalu Sempurna

Perseteruan semakin panas, Shafa yang malah ikut bicara dalam perdebatan itu membuat suasana semakin panas. Terlebih Luna yang tak terima dirinya dilempar begitu saja oleh Andra yang lebih memilih mendekap Kemuning.

"Kenapa Bang? Nggak terima? Pilih satu jika mau hidup tenang. Jangan serakah, Bang! Butuh cinta atau butuh wanita yang bisa memberi keindahan dunia? Tapi bagiku akhlak tetap menjadi penilaian yang utama."

"Tau apa kamu tentang itu sedangkan kamu tidak tau rasanya menjadi aku? Jangan banyak bicara jika tidak pernah menjalaninya! Karena yang biasanya banyak bicara belum tentu dia mampu melewati ujian yang sama!" sahut Kalandra yang kemudian meminta Kemuning untuk ikut dengannya karena dia tak tenang melihat Shafa begitu blak-blakan meminta istri mudanya.

"Ayo ikut aku! Kamu istriku Kemuning dan sudah sepantasnya ikut kemanapun suamimu tinggal."

"Bagaimana jika aku ikut denganmu tapi aku batin dengan istri tuamu, Mas?" Kemuning dengan berani bertanya dan melirik Luna yang menatapnya dengan tajam.

"Aku akan menjaminnya."

"Apa jaminanmu? Jika nantinya anak ini yang menjadi korban bagaimana, Mas?" tanya Kemuning lagi. Dia tidak mungkin mengorbankan anaknya. Tidak, dia tidak mau. "Aku akan tetap disini bersama Mamah dan Papah sampai kehadiranku benar-benar diterima."

Andra mengusap kasar wajahnya, terlebih saat ini Kemuning sudah beralih mendekati Mamah dan Papahnya. Jika sudah begini maka dia bisa apa. Andra menoleh ke arah Shafa yang masih diam menatapnya. Membalas tatapan Shafa dengan tajam lalu melangkah mendekati adiknya.

"Aku percaya kamu bukan tipe pria yang suka merebut milik orang lain. Jadi jangan pernah berniat untuk mengambil hati Kemuning! Dia milikku dan sampai kapanpun dia kan menjadi istriku."

"Lalu bagaimana jika istrimu ternyata mengkhianatimu, Bang? Apa akan tetap menjadi istrimu?" tanya Andra dengan melirik Luna.

Andra yang paham maksud dari adiknya segera menoleh ke arah Luna sedangkan wanita itu buru-buru mendekati Andra dengan mengulas senyum.

"Biasanya yang sering menuduh itu dia yang menutupi kesalahannya, Mas. Ayo kita pulang! Bukannya hari ini kamu ada meeting penting? Disini tidak ada pakaian kantor kamu, Mas."

"Jika apa yang Kashafa katakan itu benar, aku tidak akan memaafkanmu, Luna!" lirih Andra yang kemudian melepas tangan Luna dan beralih menatap Kemuning.

"Siapkan pakaianku Kemuning, aku mau berangkat!" titah Kalandra yang kemudian melangkah masuk kamar. Namun, Luna tak terima karena hanya Kemuning yang diminta.

"Kenapa dia, Mas? Bukannya sudah aku katakan jika disini tidak ada pakaian kerjamu?" tanya Luna yang berusaha menghentikan langkah Kalandra. Pria itu menoleh ke arah istri pertamanya dan menghela nafas berat sebelum menjawab.

"Disini tempat istri keduaku, jika kamu ingin melayaniku maka pulanglah!" jawab Andra dengan sikap datar yang membuat Luna mendengus kesal.

Andra meminta Kemuning untuk segera masuk lalu menutup pintu kamar sedangkan Papah dan Mamah yang melihat situasi sudah kondusif segera kembali ke meja makan dengan perasaan lega.

"Bagaimana rasanya dicampakkan? Belum aja dijebak dan difitnah," ucap Khasafa yang kemudian melangkah mengikuti kedua orang tuanya.

"Eegghhhh! Sialaan semuanya!" umpat Luna dengan suara tertahan. Kesal sekali rasanya saat tak ada satu orang pun yang membelanya. Padahal sebelum Kemuning datang dia bisa menguasai Kalandra bahkan membuat pria itu bucin.

Setelah mandi dan memakai pakaian yang telah Kemuning sediakan, kini Kalandra telah tampil rapi. Pria itu hanya diam menerima pelayanan dari istrinya. Menatap lekat wajah Kemuning yang begitu serius menyisir rambutnya. Hal yang tak ia dapat jika bersama dengan Luna. Bahkan Luna tak pernah mengelap sepatunya sedangkan bersama Kemuning sepatunya sampai disemir.

"Lain kali jangan begini. Kamu terlalu sempurna untukku."

"Tidak apa-apa, jika suami rapi dan bersih berarti istrinya berhasil mengurusnya."

Kalandra tersenyum lalu mengecup kening Kemuning. Dia paham hubungannya bersama Kemuning mengundang banyak masalah. Bahkan kehadiran Kemuning membuatnya kembali berinteraksi dengan adiknya yang sudah lama ia hindari. Perdebatan hingga ketakutan akan miliknya diambil oleh sang adik.

"Maaf ya jika kehadiranku membuat hidupmu sulit."

"Sejak awal memang begitu, tapi mau bagaimana jika ini sudah takdirku? Ayo sarapan dulu, Mas!" ajak Kemuning yang kemudian melangkah keluar kamar diikuti dengan Kalandra yang mengekor di belakangnya.

Sampai di meja makan Kemuning dengan telaten menyiapkan makan Kalandra di bawah pengawasan Luna yang sejak tadi menunggu suaminya turun. Luna diam tak mengambil alih tetapi emosinya meledak saat Kalandra memanggil Kemuning dengan panggilan Sayang.

"Makasih Sayang..."

Kemuning hanya tersenyum dengan menganggukkan kepala. Beruntung sudah tak ada kedua mertuanya dan juga Shafa yang membuatnya akan semakin canggung jika disaksikan oleh yang lain.

Kemuning kembali duduk dan ikut sarapan sedangkan Luna begitu muak melihat keduanya. Pemandangan yang sangat tidak ia harapkan bahkan Luna sangat membencinya. Sudah tak ada air mata yang ada hanya kebencian melihat Kalandra lebih respect dengan istri mudanya.

"Kamu tidak makan, Luna? Makanlah! Bukannya kamu juga harus ke butik setelah ini?"

"Iya Mas, aku akan ikut denganmu. Nanti sore jemput aku ya. Kita makam malam di luar baru pulang ke rumah atau mau menginap ke hotel untuk mencari suasana baru?"

"Tidak, aku akan beristirahat nanti malam karena besok harus pergi keluar kota." Andra menoleh ke arah Kemuning lalu mengusap kepalanya. "Beberapa hari ini aku tidak menemuimu. Aku akan pergi ke luar kota karena ada pekerjaan di sana. Kamu baik-baik disini ya! Kabari aku jika ada sesuatu yang membuatmu tidak nyaman."

Luna mengepalkan kedua tangannya melihat sikap manis Andra pada Kemuning. Dia menatap Kemuning dengan tatapan penuh kebencian hingga senyum misterius itu terbit tanpa Kemuning sadari.

"Aku berangkat, Sayang."

Kemuning mengecup punggung tangan Andra lalu dan tersenyum menatap wajah Andra. Dia sudah mulai bisa menerima pria itu dan berusaha ikhlas dengan statusnya sekarang.

Kecupan hangat Kalandra berikan di kening dan pipi Kemuning tetapi Luna yang kesal segera menarik tangan Kalandra. "Kamu didiemin makin nyakitin ya, Mas!" sewot Luna lalu menoleh ke arah Kemuning dengan tatapan sengit.

"Jangan besar kepala kamu!" celetuknya.

Kalandra yang mendengar ucapan kasar Luna segera membawa Luna untuk masuk ke dalam mobil diikuti olehnya yang segera masuk tetapi terlebih dahulu berlari mendekati Kemuning lalu mengecup perutnya berulang kali.

"Gemes sama kalian. Assalamualaikum."

"Wa'alaikumsalam..."

Dalam perjalanan tak ada yang membuka suara baik Kalandra maupun Luna. Mereka diam dengan pikiran masing-masing. Begitupun Luna yang tersenyum tipis entah apa yang sedang ia pikirkan kini.

"Kamu hati-hati ya, Mas," ucap Luna setelah Kalandra menepikan mobilnya di dalam butik.

"Iya, kabari aku nanti jika kamu pulang cepat," ucap Kalandra yang kemudian mengecup kening dan bibir Luna.

Wanita itu segera turun dan melambaikan tangan saat mobil Kalandra perlahan meninggalkannya. Sementara di dalam mobil, Kalandra mengerutkan keningnya menatap spion.

"Mau kemana dia?"

1
Waryuti Yuti
iya lah udah di perkosa suruh nungguin gila x
Alif
laki2 dn kliatan besoknya kan di novel ini pemeran utamanya gk ada power semuanya ter gantung gk jelas
Alif
laki2 begi ya kalandra sdh baik2 kemuning di rmh ortunya malah mementingkan ego kapok gk kamu selalu mengulang kesalahan para orang tua semua jg pada lemah gk bs tegas
Alif
mbok ya di berikan rumah sendiri orang kok cari penyakit, klo terjd ap2 pd kemuning br tau rasa kamu ndra
Alif
istri seperti itu yg di cari andra, makanya gk mau on lha pnya istrinya sperti WC umum bs di pake bnyk orang
Alif
oon kok di pelihara ngapain orang hamil di carikan musuh sungguh pemikiran yg pendek
Rea Sitta
Luar biasa
Sari H
Perceraian adanya di pengadilan Agama dan gak ada pake jaksa... dan tidak bercampur dg masalah pidana, ranahnya beda, perkara pdanan Pengadilan Negeri, jd kasusnya satu2 dulu diselesaikan di pengadilan yg berbeda
Ny A-zie
Luar biasa
Fe
Andraaaaaaaaaaa.....
Sunny Kwok
Luar biasa
Nunung Suwandari
Kalandra si duta minta maaf tpi bego ngadapin si luna 🤣
Ita rahmawati
stw khasyafa lah 🤣
Ita rahmawati
bagus
Ita rahmawati
ada² aja sih pake gk jd matibsegala
Ita rahmawati
masa mati
Ita rahmawati
bisa² nya,,bknnya dipintu kmar ada penjaganya trus ditungguin mama nya juga kn
Ita rahmawati
ternyta cuma modus 🤦‍♀️🤦‍♀️🤭🤭🤣🤣
Ita rahmawati
gk jijik tah walaupun udah tau tukang jajan bisex lg 🤮🤮
bgtu bsarkah cintamu pada luna zn
Ita rahmawati
lagian bawa² kemuning kerumahmu bisa jagain gk 🙄🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!