NovelToon NovelToon
MENGANDUNG BENIH BURONAN

MENGANDUNG BENIH BURONAN

Status: tamat
Genre:Single Mom / Anak Genius / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: mama reni

Berliana, seorang polisi wanita yang harus berpura-pura mencintai seorang buronan bernama Gabriel.

Saat akad nikah, polisi datang untuk menangkap Gabriel.

"SEENGGAKNYA GUE HANYA PENJAHAT BUKAN PENGKHIANAT SEPERTI LO! YANG MENJADIKAN CINTA SEBAGAI MAINAN," ucap Gabriel dengan menahan amarah yang berkecamuk di hatinya.

"Aku memang jahat, tapi apa yang kau buat ini lebih jahat. Aku yang bersalah, kenapa hatiku yang kau hukum?" tanya Gabriel dengan mata berkaca.

Mama mohon baca setiap bab tanpa menunggu tamat. 🙏🙏
Terima kasih.

Note : cerita hanya fiksi belaka, apa bila ada kesamaan kejadian atau tempat hanya kebetulan belaka. 🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19. Tessa dan Gabriel

Gabriel berdiri dekat jendela kamarnya. Memandangi jalanan kota yang masih ramai walau jam telah menunjukan pukul dua dini hari. Matanya masih belum bisa dipejamkan. Pikirannya bercabang entah kemana.

Dia menarik napas dalam. Teringat saat dia di penjara, tiba-tiba Tessa datang dan menawarkan bantuan untuk membuktikan dia tidak bersalah. Saat itu tidak ada pikiran selain ingin segera bebas, sehingga Gabriel menjanjikan akan menikahi wanita itu setelah dia bebas.

Lima tahun telah dia bebas, Tessa sudah sering menuntut janjinya, tapi Gabriel belum bisa menepati karena masih belum siap berumah tangga. Mereka hanya mengadakan pertunangan dua tahun silam.

Terkadang Gabriel berpikir, kenapa begitu mudahnya Tessa mencari bukti jika dia tidak bersalah, sedangkan dirinya begitu sulit karena pembunuh Meri bukan dari keluarga biasa. Sidang kemarin juga berjalan begitu panjang, walau bukti dia miliki.

Gabriel berjalan menuju ranjang dan membaringkan tubuhnya yang terasa lelah. Dia teingat Nicole, putrinya. Apa yang harus dia lakukan saat ini. Apakah harus berkata jujur pada Tessa tentang keberadaan putrinya, apakah Tessa nanti bisa menerimanya? Pikir Gabriel.

Hingga jam empat subuh barulah mata Gabriel bisa dipejamkan. Dia akhirnya terlelap dalam tidurnya.

**

Gabriel membuka mata saat merasakan sinar matahari yang membakar kulit tangannya. Dia membuka matanya perlahan.

"Selamat pagi, Sayang!" terdengar suara lembut Tessa yang menyapa sambil tersenyum.

Gabriel mengangkat wajahnya dan melihat ke arah Tessa. Dia terlihat begitu cantik dengan rambutnya yang panjang dan terurai rapi, serta baju yang begitu seksi. Matanya terlihat berbinar-binar dan wajahnya berseri-seri.

“Wah, pagi-pagi bikin hati tersenyum,” jawab Gabriel, sembari mengucek mata. "Kamu masuk dari mana tadi?" tanya Gabriel.

"Masuk lewat pintu depan, tentunya," jawab Tessa dengan nada penuh candaan.

Gabriel baru ingat jika dia lupa mengunci pintu kamar karena kelelahan. Jika pintu utama, Tessa memang mengetahui kode masuknya.

"Lalu, tanpa membangunkanku?" tanya Gabriel sambil menggeleng-gelengkan kepala.

"Maaf Sayang, aku tidak tega, kayaknya kamu lagi tidur nyenyak tadi," jawab Tessa membenarkan kata-kata Gabriel.

"Duh, kamu ini." Kata Gabriel sambil menggelengkan kepala dan tersenyum.

"Lain kali bangunkan aku jika kamu datang. Katanya takut tidak enak dengan omongan orang," ucap Gabriel.

"Kita tidak melakukan apa pun. Kamu'kan tidak mau jika belum sah," ucap Tessa. Gabriel memang selalu menolak ajakan Tessa untuk berhubungan badan dengan alasan mereka belum sah sebagai suami istri.

"Biar nanti saat kita telah sah, kita melakukan semua itu dengan perasaan lebih bahagia," jawab Gabriel asal. Dia sudah tidak tahu alasan apa yang diberikan ketika Tessa mengajak berhubungan. Tessa hanya diam, tidak menjawab ucapan Gabriel.

Setelah meletakkan tasnya, Tessa langsung menuju ke gorden dan membukanya dengan perlahan. Sinar matahari yang menyilaukan membanjiri ruangan itu.

"Kamu benar-benar suka sinar matahari, ya?" ucap Tessa sambil tertawa.

"Tentu saja, Ngapain sih tanpa sinar matahari? Akan terasa sombong, pandangan sidik matamu tidak bisa enter,” jawab Gabriel sambil tersenyum.

Gabriel hanya bisa mengangkat bahu dan tertawa, kemudian menyadari jika Tessa sedikit membawa benda yang terbungkus.

"Tumben bawa barang banyak?" tanya Gabriel sambil memperhatikan.

"Ooh, itu cuma beberapa perabotan dari rumahku yang penting-penting aja buat dipindahin ke sini.” jawab Tessa dengan tersenyum kecil.

"Ah begitu, oke, hati-hati aja ya," sahutku pelan sambil menepuk pundak wanita itu.

Tessa memang yang mengatur semua perabot yang ada di apartemen yang Gabriel tempati ini. Dia membiarkan semuanya karena berpikir suatu saat ini juga akan ditempati Tessa.

Tessa tersenyum padaku dan mulai membongkar bahan yang terbungkus. Mereka lalu duduk di sofa dan menyalakan TV untuk menemani berbincang.

“Sayang, kemana saja sih seminggu ini. Tidak biasanya kamu pergi ke luar kota selama itu?" tanya Tessa.

Gabriel mengaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia menarik napas dalam sebelum menjawab pertanyaan sang kekasih.

"Aku ingin memperluas ruang lingkup bisnisku. Mungkin mulai besok waktuku akan mulai terbagi. Kita akan jarang bertemu. Aku harap kamu mengerti. Semua juga demi masa depan kita nanti."

Gabriel berusaha meyakinkan Tessa. Dia masih ragu untuk mengatakan kebenaran tentang Nicole. Sebelum Tessa menjawab, Gabriel mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Perutku lapar. Kita cari makan di luar, ya? Aku mandi sebentar."

Gabriel lalu berjalan menuju kamar mandi. Setengah jam kemudian dia keluar dengan pakaian yang telah rapi. Tanpa menunggu persetujuan Tessa, dia menarik tangan wanita itu untuk meninggalkan ruang apartemennya.

Tessa merasakan sesuatu yang aneh pada diri Gabriel. Pria itu seperti menyembunyikan sesuatu. Tidak biasanya Gabriel pergi lama tanpa membawa dirinya. Sepanjang jalan dia hanya diam. Gabriel yang menyadari sikap Tessa, lalu meraih tangan kanan Tessa dan mengecupnya.

"Apa yang kamu pikirkan? Kenapa diam saja?" tanya Gabriel.

"Kamu seperti menyembunyikan sesuatu dariku!" ucap Tessa.

"Apa selama ini aku pernah bohong? Semua yang aku lakukan, selalu kamu tahu. Justru aku yang kurang mengetahui tentang kamu!" ucap Gabriel.

Selama lima tahun bersama, hanya tiga kali Tessa membawa dirinya bertemu keluarga wanita itu. Bahkan saat bertunangan hanya ada tante dan om dari Tessa yang mewakili.

Berbeda dengan Gabriel, kedua orang tuanya memang telah tiada tiga tahun lalu, sebelum mereka bertunangan. Sejak saat itu semua bisnis keluarga jatuh ke tangan pria itu.

"Kenapa pertanyaan jadi menyudutkan aku? Bukankah telah sering aku katakan, jika aku dan kedua orang tuaku memiliki banyak perbedaan pendapat. Itukah alasan kenapa aku memilih hidup terpisah. Untuk menghindari semua pertengkaran dan menjaga diri agar tetap waras," ucap Tessa dengan nada sendu.

Gabriel merasa bersalah atas ucapannya. Dia tidak bermaksud membuat Tessa bersedih. Bukankah dia telah berjanji akan membuat wanita itu bahagia, jika bisa membantu membebaskan dirinya.

Gabriel kembali meraih tangan Tessa dan mengecupnya. "Maaf ...." Gabriel berucap dengan rasa bersalah.

Tessa membalas dengan senyuman. Dia tidak bisa marah dengan pria itu. Mendapatkan hatinya saja sangat sulit. Bukannya Tessa tidak menyadari jika sikap lemah lembut Gabriel dengannya hanya karena rasa balas budi pria itu.

Sampai di sebuah restoran, Tessa memesan makanan yang dia suka. Setelah menyantap makanan mereka, wanita itu mulai membuka suara. Dia masih ingin tahu tentang wanita yang dia lihat di restoran.

"Apa kamu mengenal wanita yang ada di restoran kamu itu?" tanya Tessa tiba-tiba.

"Wanita yang mana?" Gabriel balik bertanya dengan dahi berkedut tidak mengerti.

"Karyawan baru di restoran kamu. Kemarin aku tanya dengan Anto, katanya dia telah berhenti. Terakhir dia bekerja saat kita ke restoran. Dan ada yang melihat kamu pergi dengannya!" ucap Tessa dengan penuh penekanan.

...----------------...

1
Bunga Raudhatul Jannah
luar biasa cerita ini
Mama Reni: 😘😘😘😘😘
total 1 replies
UMM
seru banget.. menuju halal gabriel berli 😍 demi nicole
Aidul Putra
golden prawn...
Lia Dahlia
nama nya sama persis sama anak temen 🤭
Mawar Merah
Luar biasa
Eli sulastri
moga dipertemukan lagi dengan Gabriel dan mau mengakui Nicole
Yusria Mumba
kasiang
cinta
nah gitu lawan ulat bulu itu
cinta
mati aj sono
cinta
lelaki bodoh msh aj mau mah jalang
cinta
selidikin
cinta
cepat selidikin tessa biar bisa bersatu sama ank mu bang
cinta
kayaknya sengaja tesa nyebak tu
cinta
😭😭😭😭jd mewek
Deana
sudah ku duga dan mungkin ujian itu adalah salah satu dampak balasan dari rasa sakit hati Gabriel terlepas dia PU yah. Mempermainkan hati seseorang, tapi dia polisi Ais terserah lah... Next
Aska
akhirnya berbahagia 🥰
Aska
kukira Tessa keluar dari penjara nanti menjadi jadi orang yang lebih lg, ternyata malah meninggal
Aska
selamat datang di rumah baru mu tes
Aska
Berli itu mantan polwan dia pandai dan cerdik kalo gak pandai mana bisa nangkap buronan
Aska
hamil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!