NovelToon NovelToon
Hamka Putra Arwah Hidup

Hamka Putra Arwah Hidup

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Mata Batin / Mengubah Takdir
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ridwan01

Sebuah kejadian membuat Haris yang merupakan seorang pemimpi perusahaan besar langsung hancur.
Dia kehilangan segalanya dalam satu hari dan memilih untuk mengakhiri hidupnya tapi setelah mati, dia justru menemukan kenyataan kalau orang yang selama ini dia sembunyikan mengandung anaknya.
Hamka Haris Stuart, seorang anak buta warna yang lahir dari rahim adik angkat Haris yang terus di sakiti karena hanya seorang anak dari istri kedua.
Bagaimanakah Hamka bisa menemukan warna dalam hidupnya setelah dia tahu kalau ayah yang selama ini dia panggil Daddy bukanlah ayah kandungnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tujuan Haris

‎Dua bulan, kesehatan Ivanka sudah mulai membaik, dia sekarang sudah berada di kediaman Lucas bersama Lucas anjingnya, Haris juga masih mengikuti Ivanka kemanapun, bahkan sekarang dia sudah bisa menyentuh barang dan juga menggerakkannya.

‎"Ivanka kamu jangan kesana, di sana terlalu berbahaya" panggil Haris yang meski tidak di dengar Ivanka masih sering terus berbicara dengannya, kadang Lucas membantunya dengan menanyakan langsung pada Ivanka, meski Lucas beralasan kalau itu adalah pertanyaannya.

‎"Lucas, ayo kita ke arah danau itu, aku mau lihat disana ada apa saja" panggil Ivanka

‎Guk. Guk. Guk.

‎‎Lucas mengejar Ivanka ke arah danau, diikuti Haris yang terus berteriak supaya jangan kesana, karena dia merasakan ada bahaya di danau dekat rumah Lucas.

‎"Kenapa si Lucas itu harus bekerja, apa dia kekurangan uang, kan Ivanka jadi tidak ada yang jaga" gerutu Haris melesat ke arah Ivanka.

‎Guk. Guk.

‎Lucas menahan Ivanka yang ingin berjalan ke pinggir danau, Lucas tahu keberadaan Haris, tapi dia tidak menggonggong pada Haris, padahal saat Haris masih hidup, dia begitu takut padanya.

‎"Ivanka jangan kesana!"

‎"Ivanka!"

‎Sekali lagi Haris berteriak dan tiba tiba Ivanka berhenti, Ivanka menoleh ke samping tapi tidak mendapati siapapun disana.

‎"Lucas, ada yang memanggilku tadi, tapi tidak ada orangnya" adu Ivanka.

‎Guk. Guk.

‎Lucas segera mengajak Ivanka mundur dengan terus menyundul kakinya agar ikut mundur ke arah yang lebih aman.

"‎Ggrrrrr"

‎Haris bisa melihat banyak penunggu danau yang menatap marah padanya, bahkan ada sosok hitam dengan lendir di sekujur tubuhnya mengeram karena Haris menolong Ivanka yang sudah mulai mereka pengaruhi.

‎"Lucas, bawa Ivanka pulang!" Perintah Haris

‎Guk. Guk.

‎Lucas kembali menggonggong agar Ivanka mengikutinya, dan meski kebingungan, Ivanka tetap mengikuti Lucas kembali pulang.

‎"Jangan ganggu dia! Dia dalam perlindunganku!" Bentak Haris

‎"Makhluk baru tapi begitu sombong! Apa kamu tidak takut Aku lenyapkan!" Geram sosok hitam itu.

‎"Aku tidak takut, hanya Tuhan yang aku takuti!" Jawab Haris tegas

‎Matanya menatap semua sosok yang ada di tempat itu dengan tatapan tajam menghunus, tak ada ketakutan di matanya, justru tatapan menantang yang dia perlihatkan.

‎"Jangan ganggu sosok itu, sosok itu di lindungi Aura Aurora karena energi hitamnya sama jahatnya dengan Gafi" bisik sesosok kuntilanak air ke arah sosok hitam itu.

‎Mereka tahu siapa dua Angkasa dan Aurora karena mereka pernah bertarung dengan ketiga anak kembar itu, saat rumah Lucas sedang di do'akan.

‎"Pergilah!" Ucap sosok itu kembali ke dalam air

‎Haris hanya mengendikkan bahunya tanda tidak peduli, sebelumnya Aurora memang menemui Haris untuk melihat kemungkinan Haris bisa pergi, tapi ternyata Haris bukan tanpa tujuan, dia melindungi janin yang ada di tubuh Ivanka, anaknya sendiri yang di lihat Aurora memiliki kelebihan seperti Haris

‎Saat kembali, Haris melihat Lucas juga sudah pulang dari kantornya, dia menghampiri Lucas dan memarahinya karena tidak menjaga Ivanka yang sedang hamil enam minggu.

‎"Kan ada Lucas dan kamu, kamu sudah bisa melawan sosok sosok yang menggangu Ivanka" jawab Lucas ketika dia sedang di kamar mandi, bahkan dia belum selesai mandi saat Haris masuk begitu saja ke dalam kamar mandi miliknya.

‎Benar benar hantu kurang ajar.

‎"Tetap saja, dia tidak bisa melihatku! Dia itu hampir saja masuk ke dalam danau tadi" balas Haris

‎"Besok kan kita akan ke puncak, jadi aku harus menyelesaikan pekerjaan ku secepatnya, agar disana aku hanya fokus berlibur dengan keluargaku" ungkap Lucas

‎"Nanti aku akan minta seorang asisten rumah tangga pada Langit, dia pasti tahu orang yang bisa di percaya, Apalagi Ivanka sedang hamil" bujuk Lucas karena Haris masih terlihat kesal.

‎"Dasar hantu menyebalkan, orang lagi ngomong main hilang saja" gerutu Lucas ketika Haris menghilang begitu saja dari hadapannya.

‎Ceklek.

‎Pintu kamar mandi itu terbuka, tapi saat dia keluar dan sudah berpakaian rapi, Ivanka sudah ada di atas kasur sambil tersenyum manis.

‎"Ada apa? Kalau kamu tersenyum begitu aku jadi curiga" tanya Lucas gemas mencubit pipi Ivanka

‎"Besok kan kita akan ke puncak, aku mau makan masakan tante Vania dan Om Hendra" jawab Ivanka

‎"Besok saja sekalian berangkat" bujuk Lucas

‎"Nggak mau, anak kita maunya hari ini, kita menginap disana saja, dan berangkat dari sana bareng Yudhis" rengek Ivanka

‎Ivanka tidak tahu kalau anak yang dia kandung adalah anak dari Haris, yang dia tahu anak yang dia kandung adalah anak Lucas yang menikahinya satu bulan lalu, setelah dia di minta Adrian untuk tidak tinggal berdua dengan perempuan yang bukan mahromnya, tapi dua Minggu yang lalu, dia baru tahu kalau ternyata Ivanka hamil dan yakin kalau itu bukan Anaknya karena saat mereka melakukan hubungan suami istri, itu adalah saat Ivanka di ketahui sedang hamil satu dua lalu setelah luka di tubuh Ivanka di nyatakan sembuh.

‎Jadilah Lucas tidak di perbolehkan menyentuh Ivanka lagi sampai dia melahirkan, dan akan di lakukan ijab kabul ulang setelah masa nifasnya habis.

‎"Baiklah kalau itu mau kamu, ayo bersiap, kita ke sana" jawab Lucas

‎"Kamu memang yang terbaik" ungkap Ivanka memeluk Lucas, sementara Lucas mencium kening Ivanka penuh kasih sayang.

‎Setengah jam mereka sudah sampai di rumah Langit, dan membuat Langit mendengus kesal, bukan karena tidak suka pada Lucas dan Ivanka, tapi pada sosok Haris yang sering berada di dekat Aurora saat berada di rumahnya.

‎"Kalian mau makan apa?" Tanya Vania karena Lucas datang tepat saat mereka akan makan malam bersama, rumah Hendra dan Sagara sudah selesai di renovasi, tapi rencananya mereka akan pindah ketika pulang dari puncak dan tahun ajaran baru di mulai.

‎"Mau ayam kecap Tante, sama capcay" jawab Ivanka

‎"Kamu makannya aku suapi saja ya, kita makan berdua, kamu suka lama kalau makan karena sibuk memainkan ujung bajuku" bujuk Lucas dan Ivanka mengangguk.

Ivanka memang punya kebiasaan akan memainkan ujung baju Lucas setiap Kali mereka berdekatan, itu tidak menggangu Lucas sama sekali karena dia sudah terbiasa dengan kebiasaan Ivanka itu.

‎"Jangan beri Ivanka sambal, dia tidak kuat makan sambal" ucap Haris

‎"Setiap makan kamu bicara seperti itu" bisik Lucas kesal

‎"Barangkali kamu lupa" sinis Haris pergi ke arah luar

‎"Tumben dia nggak ganggu Ola" gumam Gafi

‎"Dia sedang senang karena bisa menyentuh barang, jadi mungkin dia akan mengerjai seseorang di luar" jawab Sagara

‎"Siapa yang kalian bicarakan?" Tanya Ivanka

‎"Itu, hantu yang sering so kegantengan di depan Ola, padahal mukanya mirip triplek" jawab Langit di cubit Aurora yang makan duduk di kursi roda di suapi Langit.

1
Tri Handayani
ah kasihan sekali izhar😇😇😇
Ridwan01: iya kak kasihan dia 🙏
total 1 replies
Fitriputri
lanjuttt thor
Ridwan01: siap kak terima kasih 🙏
total 1 replies
Fitriputri
lanjuttt💪
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
Ridwan01
Selamat datang di dunia Hamka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!