Up 2 Chapter perhari
Novel ini adalah karya asli author Rumah Pena.
Ditolak oleh alam surgawi dan dikutuk oleh semua keberadaan terkuat membuat Lu Ming putus asa, dirinya berjalan tertatih-tatih mencoba kabur dari kejaran para dewa dan Dao surgawi.
Namun kehendak takdir masih berpihak padanya. pada saat pengejaran dia menjatuhkan dirinya ke lembah tanpa dasar.
pada saat itu, Lu Ming sudah pasrah dan yakin bahwa dirinya akan mati, tapi tak disangka lembah tanpa dasar itu terdapat turbelensi ruang yang membuat ruang disana terkoyak, dirinya masuk kedalam koyakan ruang itu dan muncul disuatu tempat yang tak ia kenali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rumah pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ch 19 - Dragon Void
"Nona Qing mi Kau tidak perlu melakukan itu. Walaupun aku tidak ingin membuang waktuku untuk menyelamatkan mereka, tapi kasus ini bagiku sangat menarik dan tanpa dimintapun aku akan menyelidiki masalah ini, tentu jika masalah ini terungkap aku juga akan menyelamatkan mereka." Ujar Lu Ming sembari menegakan kepala Qing Mi yang sedikit membungkuk kearahnya.
"Tapi aku tidak akan membawa kalian berdua, karena akan ada banyak bahaya didunia itu, dan kalian masih belum cukup kuat untuk mengikutiku." Ucap Lu Ming kepada keduanya.
Mendengar itu mereka berdua mengangguk dengan patuh, walaupun sebenarnya mereka ingin sekali ikut tapi mereka sadar akan kemampuan mereka, jika mereka tetap memaksa ikut itu hanya akan menjadi beban untuk Lu Ming.
Lu Ming menatap keatas langit dan lalu terbang, dia melihat energi ruang yang masih tersisa disana.
"Energi ruang ini, aku yakin bukan turbelensi ruang biasa." Ujar Lu Ming menatap energi ruang itu sebentar.
Lu Ming pada saat itu melepaskan kekuatanya, dan merobek paksa ruang disana.
Krakk.....
"Tuan Lu Hati-hati." Teriak Qing Mi dan Rong Yan secara bersamaan.
Lu Ming melihat kebawah dan mengangguk, lalu kemudian dia masuk kedalam robekan ruang tersebut.
Didalam lubang cacing, Lu Ming melapisi tubuhnya dengan energi Qi spiritual.
Hal itu dikarenakan Lubang Cacing adalah tempat yang sangat sensitif dan rawan terjadi kecelakaan contohnya seperti dimensi ruang 3D akan berubah menjadi 2d, atau bahkan tornado ruang yang sangat berbahaya karena dapat mencabik-cabik tubuh dan jiwa seseorang hingga tidak akan bisa bereinkarnasi lagi.
Beberapa saat berlalu dan belum ada tanda-tanda bahwa Lu Ming akan sampai dunia lain.
Groarrrr.....
Suara yang sangat mengerikan terdengar. Lu Ming disana langsung mengambil posisi siaga.
"Dragon Void.." Gumam Lu Ming Singkat.
Dragon Void adalah naga yang suka berpindah-pindah melalui ruang, mereka adalah naga yang selalu bergerombol dan merupakan naga yang paling ditakuti oleh orang orang yang berpergian melalui lubang cacing.
Benar saja beberapa saat kemudian ribuan naga Void berada didepan Lu Ming.
"Kebetulan sekali, aku sangat ingin bertarung dan kalian datang." Ujar Lu Ming.
Pemimpin naga Void itu mendekat kearah Lu Ming.
"Manusia, kau adalah orang pertama yang kami temui tanpa gemetar ketakutan, biasanya kami menemui manusia lemah seperti kau yang langsung lari ketika bertemu kami." Ucap pemimpin naga Void dengan nada merendahkan.
"Oh... Sayangnya aku sama sekali tidak takut dengan kalian, dan jangan samakan aku dengan orang yang kau maksud itu karena aku dan orang itu tentu saja berbeda." Ucap Lu Ming dengan santai.
"Hehe... Kau adalah manusia tersombong yang pernah kutemui, karena kau tidak takut kepada kami, maka kali ini akan menjadi menarik." Ujar pemimpin dragon Void.
Kalian semua serang manusia itu.
Mendengar perintah dari sang pemimpin para gerombolan dragon Void langsung menyerang Lu Ming.
"Groarrr..... Wush...."
"Dragon Void seperti kalian sangat tidak sopan ,belum saja berkenalan tapi sudah menyerang terlebih dahulu, baiklah aku akan memberi kalian pelajaran." Ujar Lu Ming dan kemudian api ungu membara disekujur tubuhnya membentuk sebuah siluet besar dengan pedang panjang.
"Api Fenix, iblis berpedang." Ujar Lu Ming, dan siluet iblis itu seketika mengayunkan pedangnya ke arah para naga Void.
"Sialan, orang ini memiliki api fenix ungu." Ujar naga Void terlihat ketakutan.
Jika kaisar fenix adalah fenix api emas, maka leluhur fenix adalah fenix ungu, dan bagaimana bisa mereka melawan seseorang yang memiliki api setingkat leluhur fenix tentu itu hanya akan mengantarkan nyawa bagi mereka.
Seketika ribuan para naga yang menyerang Lu Ming segera menjauh dan menghindari pedang dari siluet iblis ungu, tapi ada juga yang telat menghindar dan akhirnya terbakar hingga menjadi abu.
"Sialan, segera mundur orang ini sangat berbahaya, dan jangan sampai terkena api ungu itu atau kalian akan mati." Ucap pemimpin naga menarik kembali pasukanya.
"Kau memang pemimpin yang bijak dan mengutamakan rasmu, tapi jika kalian ingin pergi dengan selamat maka bantulah aku, aku ingin pergi kearah asal sisa energi ruang ini." Ujar Lu Ming sambil menunjukan energi ruang yang ia ambil disekte ice.
Mendengar itu pemimpin naga Void mendekat dan melihat energi ruang itu.
"Daratan elf, ini adalah energi ruang yang berasal dari daratan elf." Ujar pemimpin naga Void.
"Daratan elf, apakah penghuni disana adalah ras elf." Tanya Lu Ming.
"Dahulu daratan itu memang milik ras elf, tapi sekarang sudah menjadi milik ras orc." Ujar Naga Void.
"Bagaimana bisa ras orc yang terkenal lemah bisa menguasai ras elf." Tanya Lu Ming penasaran.
dulu Lu Ming pernah mendengar jika ras orc adalah ras yang lemah, karena ras ini biasanya selalu menjadi sumber pembantaian bagi ras lain.
Tapi kali ini yang dia dengar berbeda, ras yang menjadi sumber pembantaian, malah menjadi penguasa daratan elf, yang seharusnya dihuni oleh para elf.
"Dari yang saya dengar, ras orc ini memiliki pemimpin yang mempraktekan sihir terlarang. Sihir ini berupa sebuah domain, jadi saat itu ras orc menaklukan sebuah kota elf dengan domain sihir yang dapat membuat ras elf tidak bisa menggunakan kekuatanya dan pada saat itu ras orc yang mengalami kemunduran seketika menjadi ras yang kuat, bahkan ras elf sekarang dijadikan budak oleh mereka." Jelas pemimpin dragon Void.
Lu Ming berpikir sejenak dan masih tidak tahu kenapa orang-orang dari sekte ice menghilang begitu saja dan apa kaitannya semua dengan hal yang diceritakan oleh pemimpin dragon Void.
"Baiklah, karena kau sudah memberikan informasi ini kepadaku, maka kalian boleh pergi." Ujar Lu Ming menatap kearah sang dragon Void.
"Tuan, maaf tapi aku pernah bersumpah bahwa siapapun manusia ataupun ras lain yang bisa mengalahkan ku, aku akan mengabdikan diriu padanya." Ujar Sang dragon Void yang terlihat ragu.
"Tapi aku belum mengalahkanmu, aku hanya mengalahkan pasukanmu, jadi kau bisa pergi sekarang." Ujar Lu Ming.
"Hehe.. aku lupa akah hal itu, tapi dimasa depan jika tuan membutuhkan bantuan kami, tuan bisa mencari kami didunia Laksa." Ujar Dragon Void.
"Baiklah, aku pasti akan menghubungi kalian jika aku membutuhkan bantuan." Ujar Lu Ming.
"Kalau begitu aku pergi dulu."Lu Ming kemudian melesat dengan kecepatan yang sangat cepat.
Dan beberapa saat kemudian dia melihat sebuah cahaya, dan tahu jika itu adalah daratan elf, karena energi didalam cahaya itu sama dengan energi yang Lu Ming temukan diatas sekte ice.
LU Ming bergegas dan muncul ditengah hutan.
Pada saat dia muncul yang Lu Ming Lihat adalah seorang wanita yang sangat cantik, dengan telinga runcing dengan tubuh matang yang dapat membuat pria manapun akan tertarik padanya.
Wanita itu terlihat memetik obat bersama dengan seorang anak kecil yang kemungkinan adalah anaknya.
Merasa ada yang memperhatikannya wanita itu menoleh dan melihat Lu Ming yang sedang menatapnya.
"Siapa kau, apakah kau juga rombongan dari para pahlawan itu." Tanya wanita itu bingung.
"Pahlawan yang mana, saya adalah Lu Ming." Ujar Lu Ming memperkenalkan dirinya.
......
BERSAMBUNGGG...
ceritanya pendek²