NovelToon NovelToon
CINTA LUAR BIASA - CHAPTER TWO

CINTA LUAR BIASA - CHAPTER TWO

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:437.2k
Nilai: 5
Nama Author: laplusbelle

Ini tentang kisah Aura Lika Girindrawardhana dan Aurora Kila Girindrawardhana

Si kembar yang berbeda, sifat dan pilihan pria.

Akankah mereka mendapatkan pria yang seperti ayahnya? Raditya Bayuaji Girindrawardhana?

[sebelumnya harus baca Cinta Luar Biasa part 1]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laplusbelle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Don't Sleep Away This Night

Don’t sleep away this night my baby

Please stay with me at least ’till dawn

It hurts to know another hour has gone by

And every minute is worthwhile

I love you Yes I do

-Daniel Sahuleka-

Kila merasakan hembusan napas pelan Hugo di puncak kepalanya, sementara tangan kanan pria itu melingkar di pinggangnya. Wajahnya hanya berjarak 10 cm dari dada telanjang Hugo, Kila dengan jelas bisa melihat bulu halus yang tumbuh, tidak banyak tapi cukup menggoda. Kila bukan tipe pecinta laki-laki kelebihan bulu, karena ia ingin tidur dengan seorang pria bukan seekor gorilla.

Sejak mereka berciuman di dalam laut, jarak mereka semakin mendekat walau setiap malamnya sebelum terlelap mereka tetap berada di bagian tempat tidur masing-masing. Hugo di sebelah kiri dan dirinya di sebelah kanan, namun menjelang pagi Kila mendapati dirinya telah berada di dalam pelukan Hugo.

Terkadang Kila sudah terjaga lebih duluan namun ia membiarkan dirinya menikmati pelukan hangat yang merengkuhnya. Soal hati, perlahan perasaannya kepada pria beraroma maskulin ini kembali berkembang dengan indahnya. Tapi Kila belum mengatakan kepada Hugo, karena perasaannya belum sepenuhnya 100%, masih ada luka-luka yang harus sembuh oleh waktu.

Tubuh Hugo bergerak perlahan, Kila mengerti jika pria itu sudah terjaga. Ada erangan lembut dari bibir Hugo sambil menarik tubuh Kila masuk ke pelukannya lebih dalam.

"Selamat pagi, *B*abygirl" ucap Hugo sambil mengecup lembut puncak kepala Kila "andai waktu bisa dihentikan...." Lanjutnya bergumam dengan suara bariton rendahnya.

Iya, andai waktu bisa dihentikan, pastinya mereka lebih memilih tetap dalam posisi seperti ini, saling memiliki tanpa ada spasi.

"Kita jadi trekkingnya?" tanya Kila pelan yang sedikit lagi kehilangan napas, tidak kuat dengan wajahnya menempel di dada Hugo yang memendarkan wangi, menggoda kewarasannya untuk menempelkan bibirnya di situ.

"Sebentar lagi.... Biarkan kita seperti ini" gumam Hugo.

...

Hugo tergelak tawa melihat muka Kila yang memerah dengan napas tersengal-sengal bahkan mereka baru sekitar 300 meter mendaki. Keringatnya membasahi pelipis dan leher jenjangnya, mulutnya komat-kamit mengeluarkan rutukan separuh kebun binatang. Gadis itu lupa 30 menit lalu dirinyalah yang penuh semangat untuk mendaki.

Hugo melirik jam sportnya yang bisa mendeteksi kecepatan langkah, heart beat komplit dengan GPS masih menunjukkan jam 6 kurang 20 menit. Dia sengaja merencanakan untuk mendaki sepagi mungkin karena mereka ingin melihat kabut pagi dari ketinggian.

"Aku membencimu!!" Teriak Kila dengan sewot, Hugo tertawa keras karena tahu Kila hanya bercanda.

"Benci dan cinta cuma beda tipis Kei...." Balas Hugo sembari turun 10 meter ke bawah ke tempat Kila sedang berdiri dengan berkacak pinggang.

Hugo meraih handuk kecil berwarna putih yang dikalungkan di lehernya, perlahan Hugo mengusap bulir-bulir keringat Kila. Bibir Kila mengerucut menahan omelannya dan pasrah dengan apa yang dilakukan pria yang sedang tersenyum memperlihatkan barisan gigi putihnya.

Hugo sungguh tampan dan manis di saat bersamaan, batin Kila.

"Kamu lemah di pernapasan, tidak kuat lari, tidak kuat menyelam, tidak kuat mendaki. Harus dilatih Kei, aku memang tidak six pack seperti dulu tapi kekuatan pernapasanku semakin bagus. Six pack itu gampang di bentuk, tapi memperkuat paru-paru dan jantung butuh proses lama" ceramah pagi dari coach Hugo.

Kila membuka botol minumannya, tenggorokannya yang makin seret mendengar ucapan Hugo, cuma pria ini satu-satunya yang bisa memberikan wejangan dan itu langsung masuk di kepalanya.

"Ayo, masih jauh ke atas" ujar Hugo meraih tangan Kila, lebih tepatnya menariknya mengikuti kecepatan langkah Hugo yang bukan berjalan pelan melainkan berlari melewati jalan setapak yang menjadi rute pendakian mereka.

Sesampainya di puncak bukit cinta, nama tempat yang mereka daki, Kila awalnya masih ditarik oleh Hugo, melepaskan genggaman dan menaikkan semangatnya untuk mengikuti kecepatan lari pria bercelana pendek hitam sepaha dengan sepatu lari trail sewarna dengan miliknya.

Sepatu yang mereka beli di Bali sebuah toko bermerk khusus menjual perlengkapan olahraga terbesar yang hampir ada di setiap mal tanah air. Bukan pertama kali bagi keduanya mempunyai barang yang sama, sejak awal malah karena Hugo dan Kila mempunyai selera yang sama di pemilihan gaya berpakaian.

"Paru-paruku seperti hampir meledak" sungut Kila terengah-engah sembari bertumpu kepada dua lututnya.

"Tapi kamu bisa mengikutiku Kei, sebuah progress bagus untuk hari pertama. Kita akan lakukan ini 2 kali seminggu" kata Hugo menjulurkan botol mineral ke depan Kila.

"Apa !!!" Pekik Kila menaikkan tubuh sejajar Hugo walau dengan tinggi yang selisih 14 cm.

"Buat kebaikanmu juga, baby girl"

"Kamu menyiksaku"

"Biar kamu panjang umur dan kita bisa menua bersama"

"...."

Kila membuang wajahnya ke arah kirinya, karena tidak sanggup menatap wajah Hugo dengan ucapan yang dia dengar barusan.

Matanya kemudian dimanjakan oleh pemandangan yang sungguh luar biasa.

Ralat, ia rela melakukan trail run sebanyak dua kali seminggu untuk melihat pemandangan ini. Kila tidak bosan dengan pemandangan depan villa dan aktifitasnya, tapi ia terpikat dengan apa yang dilihatnya sekarang. Kila ingin menjelajah lebih jauh dengan Hugo.

"Indah bukan?" kata Hugo yang memeluknya dari belakang mengalunkan kedua lengan kokoh memerangkap tulang selangkanya.

"Iya___eh...aku berkeringat Hugo" sahut Kila setelah sadar dengan tubuhnya basah karena keringat, ia bahkan belum mandi karena pria itu mengatakan mandinya setelah olahraga saja.

"Aku juga__tapi kamu wangi kok Kei" kata Hugo malah mengeratkan tangannya, punggung Kila bisa dengan jelas merasakan debaran jantung Hugo. Sebuah debaran yang tidak biasa untuk ukuran orang normal, mungkin hanya debaran karena trail run mereka pikir Kila.

"Kei.... Aku minta maaf meninggalkanmu 4 tahun lalu. Andai tidak ada pernikahan paksa itu kita mungkin sudah menikah sekarang. Karena aku tahu perasaanku berbalas dengan menciummu saat itu. Kamu tahu betapa bahagianya aku, dan berjanji ingin segera kembali ke Indonesia dan berkencan denganmu seperti pasangan kekasih umumnya. Tapi..."

Kila mengusap tangan Hugo

"Yah... Tertulis jalan hidupnya seperti ini__mungkin kita harus melewati getirnya hidup untuk mereguk manisnya"

Hugo menghela napas panjang, mereka berdua adalah dua burung yang terluka bertemu kembali untuk saling menyembuhkan. Mungkin seperti itu, walau Hugo sedang berusaha memenangkan hati Kila, setidaknya sekarang gadis yang diimpikannya berada dalam pelukan.

"Kei.... Kembali ke jaman dulu, kapan kamu mulai menyukaiku? Karena jujur aku jatuh cinta denganmu saat pertama kali kita bertemu"

Kila terdiam

"Engggg....."

Bukankah aku sudah bilang malam pertama kita tidur bersama. Yah saat kamu berulang tahun ke 22, aku melihatmu sebagai seorang pria, bukan sekadar sahabat. Rambutmu belum sepanjang ini, tapi terlihat indah di tiup angin sedangkan dirimu sedang berbicara tentang masa depan, tentang kehidupan yang bebas, ingin berpetualang. Saat itu aku menemukan separuh jiwaku tertanam dalam raga seorang pria bernama Hugo Chan Navarro.

"Tidak mau cerita?" Tanya Hugo sambil menggoyangkan pelukannya

Kila mengangguk.

"Ya sudah, mungkin suatu hari aku temukan jawabannya. Kita turun yah Kei.. aku lapar, mungkin kita dapatkan sarapan di pusat kota. Daripada kembali ke villa dan memakan ayam goreng itu" ujar Hugo terkekeh.

Sudah hampir dua minggu mereka memakan ayam ungkep tersebut, namun masih banyak tersisa di freezer karena Kila sekarang sudah bisa membuat nasi goreng yang enak - di baca pakai bumbu sachet, ia juga bisa membuat sambel yang pedas untuk ikan bakar, karena urusan barbeque jatuh di tangan Hugo

...

Setelah melewati perdebatan yang panjang antara William Yu - papanya dan Dylan, akhirnya bisa mereda setelah dilerai oleh Evelyn Yu, mamanya. William menginginkan Dylan untuk menikahi Lillian secepatnya supaya Mike resmi mempunyai ayah dan ibu. Namun Dylan menolak mentah-mentah dengan alasan ia mencintai Kila dan Lillian baginya tak lebih dari seorang ibu dari Mike.

"Papa akan mengajak Mike dan Lillian ke Beijing bulan depan, saat itu kamu bisa ke Indonesia dan mendapatkan Kila kembali. Jika kamu gagal, mau tidak mau akan ada pernikahan antara kamu dan mamanya Mike" ujar papanya menekankan kalimat terakhirnya yang terkesan sebagai ancaman.

Dylan menatap dalam ke arah William dan Evelyn secara bergantian, setidaknya sekarang sudah ada secercah harapan bagi dirinya memperjuangkan kekasihnya. Jika kedua orang tuanya sudah mendukung keputusannya, ia tidak akan mempedulikan ancaman Lillian. Wanita itu membutuhkan uang untuk bisa bertahan hidup dengan gaya hidup mewahnya.

Orang tua Lillian bukanlah dari kalangan yang selevel dengan keluarga Dylan apalagi Hugo. Mereka hanya sebuah keluarga menengah ke bawah, dengan usaha sebuah restoran sederhana makanan khas Cina di Beijing. Lillian pun berkuliah di US karena pemaksaan dari wanita itu terhadap kedua orang tuanya, padahal bisa dikatakan keluarganya sedang kepayahan dalam menafkahi 4 saudaranya yang lain.

Sejak menjalin asmara, Lillian menjadi tanggungan Dylan. Segala keperluan wanita itu menjadi dari biaya hidup, biaya kuliah dan barang mewah berasal terbayar dari kartu platinum Dylan.

Sebenarnya Dylan juga yang mempunyai andil besar atas perubahan Lillian, yang awalnya hanya gadis yang sederhana, dengan penampilan khas anak kuliahan yang sedang merantau mengejar cita-citanya, namun setelah mengenal Dylan yang notabene mempunyai segalanya, Lillian berubah.

Dylan tersadar setelah melihat seorang Kila yang bertolak belakang dari Lillian. Punya segalanya tapi penampilan yang sangat biasa untuk ukuran keluarga yang berlebih. Dylan seperti menemukan permata kualitas terbaik untuk sekian lama dalam perjalanan hidupnya.

Kila bisa bahagia dengan hal-hal kecil, dia tidak perlu sesuatu yang berkilau, saat Dylan membawa Kila ke Shanghai Disneyland, ia seperti membawa anak umur 5 tahun ke tempat bermain, semua wahana ingin dimasukinya tanpa kenal lelah.

Dylan tidak bisa melepaskan Kila, ia akan menghancurkan hidupnya jika sampai kehilangan gadis itu.

...

Setelah memutari kota kecil yang tak seberapa luasnya, mereka sepakat sarapan dengan nasi kuning yang berada di pinggir jalan. Hugo bukan pemilih dalam hal makanan, lidahnya cepat beradaptasi, ia langsung mengiyakan pilihan Kila.

Sambil bergenggaman tangan mereka memasuki warung berdinding kayu yang beratapkan seng berlantaikan semen kasar dengan 3 baris meja kayu panjang yang di isi beberapa pengunjung, tidak ramai namun tidak sepi pula.

"Mau pesan apa mbak, dan mas tampan?" Tanya ramah ibu penjual yang berdiri di belakang meja kayu dengan berbagai lauk di dalam panci-panci besar.

"Kamu mau apa?" Tanya Kila menengadah menatap Hugo yang sepertinya sudah menetapkan pilihan.

"Nasi kuning dengan telur, mie yang ini, tempe ini dan sayur yang santan ini" sahut Hugo sembari menunjuk menu yang diinginkannya.

"Sama yah bu, dua dengan sambalnya. Minumnya es jeruk saja yah?" tanya Kila lagi menatap wajah Hugo.

Hugo mengangguk mengiyakan.

Mereka memilih duduk di bangku panjang yang menghadap ke depan, ke arah jalanan yang sesekali dilewati motor yang sedang ngebut.

"Ibunya mengatakan kamu tampan, tapi tidak bilang aku cantik" sungut Kila menyuap nasi kuningnya setelah mengikutsertakan potongan telur balado dalam sendoknya.

Hugo tertawa kecil sambik mengacak pelan rambut Kila.

"Kamu tidak perlu cantik di mata orang lain, cukup di mataku, babygirl"

"Gombal..." sahut Kila mengerucutkan bibirnya

"Kamu tahu betul seperti apa aku Kei, aku bukan tipe seperti itu"

"Ya aku tahu kamu, sebagaimana kamu mengenalku .." kata Kila membeo

Tapi sekarang mereka telah menjadi orang dewasa, bukan berumur belasan akhir yang masih dengan jiwa yang meletup-letup. Hugo sebentar lagi akan berulang tahun ke 28, dan Kila telah memasuki 26 tahun dua bulan yang lalu. Cara berpikir mereka telah berbeda mengenai hidup, Kila merasakan itu sejak melihat Lika mengandung, naluri wanitanya muncul, ia juga menginginkan fase itu dalam hidupnya.

"Jangan mengkhayal di depan makanan, ingat tidak semua orang bisa menikmati sarapan seenak ini" kata Hugo sambil mengelus pelan punggung Kila menyadarkan lamunannya.

"...."

"Habis ini kita ngapain Kei?"

"Pulang, mandi... Terus tidur. Tapi kita singgah di supermarket dulu"

"Dasar ular.."

"Aku capek kakak Hugo... Besok pastinya badanku remuk semua" rengek Kila dengan manja yang membuat Hugo tertawa bahagia dengan kemanjaan gadisnya.

"Nanti mandi pakai air dingin saja, nanti sore berenang biar ototnya lemas lagi"

"Kalau aku ular kamu apanya?" Cicit Kila melirik ke arah Hugo, pandangannya terkunci oleh tatapan dalam pria yang tersenyum simpul itum

"Aku pecintanya si ular... Sangat!"

Kila lalu mengecup ringan bibir Hugo.

"Aku tahu!" ucapnya sambil memamerkan sebuah senyuman lebar.

###

mau kemane bang ?

alo kesayangan 😁,

tuh kan aku bilang, kalau pun sabtu aku up

pasti ke publish hari senin 😔

yodah aku kasih double

eh kok pada kangen Hugo sih?

kaliah sudah move on dari Dylan yah?

ihhh jahat 😅

by the way, author lagi mikirin novel baru, sinopsisnya kek di bawah...

lanjut gak sih?

jangan bilang-bilang ma abang Keanu, tar ngamuk gak di rampung-rampungin kisah cintanya 😂

love,

D 😘

1
Cicak Speed
nekad lungo Kei
Cicak Speed
sampe keselek2 mas Hugo mesakne rekk
Cicak Speed
kamu kesuweenn Hugo chan
Cicak Speed
sky n Kai
Cicak Speed
melase Hugo dibilang hantu
Cicak Speed
wet q lupa D kenapa Rien rambutnya pirang ya,,emak bapak nya Indo
Cicak Speed
sedihhh...
Cicak Speed
HUGO CHAN NAVARO
🌼mami cia🌼
ini kali ke tiga aq baca hugo-kila sumpah ini sangat2 manis 😀
Wied Indah Widyastuti
Dari semua karya mu ada garis merah yg bisa ku tarik, bahwa hidup ini indah, berwarna, bahagia bila di landaskan oleh saling mengasihi dengan tulus. Drama dan kawan kawan nya itu hanya milik mereka yang belum paham arti hidup yg semestinya. Terima kasih, keluarga adalah fondasi yang utama dlm meniti kerasnya hidup ini. 🤗🥰
Fawas Aficieanna
ni cerita tentang cinta luar biasa hugo ke kila 🥺
Reyma Bustami
kok aq jatuh cinta ya sama CLB 1 ma 2,,,
Reyma Bustami
cwe bnget dia klo dgn rambut hitam, siapa nama asli aktor ini?
Pak Eko
Dylan aja jgn LG Hugo, enak aja jd laki2 n salah sendiri TDK tegas.
lidya makadada
plontos kyknya lebih jantan🤭🤭
susan
hhh.. hembuskan nafas.
susan
duuuh... berkeping2
L A
ini baca yg kedua kalinya .....
tetap ada di novel favorit ...🌹
Radit Girindrawardhana: ohh haiiii 🥳❤️
total 1 replies
L A
penasaran.....tinggi author berapa yah ini semua tokohnya diatas 170 cm hmmmm
L A: 160 kak hehehehe
total 2 replies
ㅤㅤ
terus berkarya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!