NovelToon NovelToon
Sang Penerus Keluarga

Sang Penerus Keluarga

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / Keluarga & Kasih Sayang / Persahabatan / Pengasuh / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Cerita yang mengisahkan perjalanan anak-anak dari keluarga Farda yang kini mulai beranjak tumbuh besar seiring berjalannya waktu dengan cita-citanya masing-masing.

"Alan mawu adi towok ampan, bial bica ekat-ekat wewek antik"

Alan Listyo Farda.

"Membuat bunda bahagia di masa tuanya adalah impianku"

Arnold Listyo Farda.

"Menjadi anak penurut dan selalu ada untuk keluarga"

Anara dan Abella Listya Farda.

Bagaimana mereka bisa menjaga persaudaraan disaat segala permasalahan terus datang? Apalagi dengan perubahan salah satu sifat saudaranya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Papasan

Mobil yang dikendarai oleh sopir keluarga Farda itu sudah memasuki halaman sekolah Anara dan Arnold. Alan dengan percaya dirinya keluar dari mobil itu sambil menggandeng tangan sopir keluarganya yang bernama Ridho itu. Laki-laki muda dengan perawakan seperti bodyguard dan masih lajang itu juga berperan sebagai penjaga bagi ketiga anak dari majikannya.

"Alan siap beraksi!" ucapnya dengan sedikit menyeringai sinis tanpa diketahui oleh siapapun.

"Kok saya merinding ya, den Alan? Apa ada setan didekat saya?" ucap Ridho sambil mengelus tengkuknya yang terasa dingin dengan bulu kuduk yang berdiri.

Tentunya ucapan dari Ridho itu membuat Alan langsung mengalihkan pandangannya kearah sopir keluarganya itu. Alan menatap sinis kearah Ridho yang kini malah tersenyum kikuk kearahnya. Tentunya Alan tidak terima saat Ridho mengucapkan hal seperti itu.

"Belalti tamu uduh atu cetanna?" seru Alan tak terima.

Ia merasa kalau Ridho tengah menuduhnya sebagai setan karena yang ada didekatnya saat ini adalah Alan. Disini sepi, bahkan tak ada satpam atau siswa satupun yang lewat. Hal inilah yang membuat Alan berpikir kalau dia disebut setan oleh Ridho. Bahkan kini Alan langsung melepaskan pegangan tangannya dari Ridho kemudian berkacak pinggang.

Ridho sendiri langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat. Ia tak bermaksud menyinggung anak majikannya itu apalagi saat melihat wajah Arnold yang terlihat marah padanya. Bahkan tanpa mengucapkan apapun, Alan langsung segera pergi meninggalkan Ridho yang masih bingung dalam menjelaskan.

"Den Alan, jangan baper dong. Akang Ridho mah nggak nyebut kamu setan lho," panik Ridho yang langsung berlari mengikuti Alan.

"Bapel tuh yang beli di walung itu. Dicini ndak ada bapel," ketus Alan tanpa mengalihkan pandangannya.

"Astaga... Itu wafer, tuan." gemas Ridho namun dibalas kedikan acuh dari Alan.

Mereka berdua pun berjalan terburu-buru karena Alan merasakan sesuatu yang tidak enak dalam hatinya. Ridho juga langsung menggandeng tangan anak majikannya itu agar tak hilang. Jam waktu pulang masih tersisa dua jam lagi sehingga area sekolah kini masih sepi. Hal ini dikarenakan semuanya berada dalam ruangan kelas.

Tak lama berjalan, Alan sudah sampai didepan ruang kelas. Ia tahu kalau ini ruang kelas yang ditempati oleh abangnya. Pasalnya waktu awal masuk sekolah, ia sempat diberitahu walaupun hanya ditunjuk dari arah parkiran saja. Beruntung, Alan masih mengingatnya walaupun tidak tahu benar atau tidak.

"Accalamu'alaitum..." seru Alan dengan percaya dirinya memasuki kelas itu.

Tentunya semua pandangan siswa dan guru yang ada di kelas itu langsung mengarah pada Alan. Sedangkan Ridho hanya bisa menepuk dahinya pelan karena melihat tingkah anak majikannya itu. Seharusnya Alan bisa mengetuk pintu dahulu kemudian masuk. Namun ini langsung masuk dan berdiri didepan kelas baru mengucapkan salam.

"Wa'alaikumsalam..." jawab semua orang disana tanpa sadar.

"Lho Alan... Ngapain kamu disini?" seru seorang siswa yang mengenal Alan.

Alan langsung mengalihkan pandangannya kearah siswa itu kemudian memberikan cengiran lucunya. Siswa itu adalah Nilam yang memang sudah akrab dengan Alan dan sekarang bingung mengapa bocah laki-laki itu bisa ada di kelasnya. Seoramg guru langsung saja mendekati Alan kemudian mensejajarkan tubunya sesuai dengan tinggi bocah laki-laki itu.

"Adek cari siapa?" tanya guru itu dengan lembut.

"Mau cali abang Anol. Mana olangna? Dia catu telas cama kakak Ilam," tanya Alan dengan pandangan bertanya.

Guru itu langsung menepuk dahinya pelan mendengar pertanyaan dari Alan. Ia sampai tak sadar mengenai Arnold yang sedari tadi belum kembali dari ijinnya ke toilet. Kini guru itu terlihat kebingungan untuk menjawab pertanyaan dari Alan.

"Arnoldnya tadi ijin ke toilet tapi sampai sekarang belum kembali. Ibu sampai lupa lagi, gara-gara fokus mengajar," ucap guru itu yang kebingungan.

"Gimana cih? Talo abang Anol ilang, wawas caja. Alan untut ya tamu bu gulu." kesal Alan yang langsung keluar dari kelas itu.

Tentunya kini raut wajah Alan terlihat kesal dan marah karena kakaknya hilang tapi tidak disadari. Alan langsung saja meraih tangan Ridho kemudian menariknya pergi. Alan berniat untuk mencari keberadaan Arnold. Ia takut terjadi sesuatu pada kakaknya itu.

Ridho hanya mengikuti saja karena ia tak diberitahu oleh Alan akan melakukan apa. Mereka terus berkeliling sampai Alan sendiri kesal karena masih belum menemukan Arnold. Akhirnya Alan langsung mengarahkan kedua tangannya pada Ridho agar menggendongnya.

"Pototna tita halus cali abang Anol campe temu. Talo ndak temu, tita inap dicini." putus Alan sambil mengerucutkan bibirnya kesal.

Ridho hanya menatap Alan dengan kesal dan mulutnya terkunci rapat. Tentunya ia tak berani untuk membantah ucapan dari Alan karena bagaimanapun juga bocah laki-laki itu adalah anak majikannya. Akhirnya Ridho berjalan terus sesuai arahan dari Alan untuk mencari keberadaan Arnold. Walaupun ia sendiri sudah lelah karena terus berjalan tanpa arah tujuan.

"Wewat itu." seru Alan sambil menunjuk pada lorong sepi.

"Itu sepi lho, den Alan." tolak Ridho.

"Ish... Olang talo cembuni tuh pati ditempat cepi dan cempit. Abang atu ilang lho, angan main-main ya. Adi tita cudah macuk WC api ndak ada, belalti abang cembuni." ucap Alan kekeh dengan apa yang diinginkannya.

Ridho pun hanya bisa pasrah dengan apa yang diinginkan oleh anak majikannya ini. Ridho langsung berjalan menuju arah yang ditunjukkan oleh Alan. Tak berapa lama, di lorong kecil itu mereka berpapasan dengan beberapa guru dan siswa yang entah darimana. Namun pakaian mereka sangat berantakan dan raut wajahnya terlihat seperti sedang frustasi.

Kini mereka langsung menatap aneh pada Alan dan Ridho yang berada disana. Bahkan beberapa dari mereka menatap dengan intens wajah Alan. Sedangkan Alan sendiri, ia merasa kalau orang-orang didepannya ini bukan anak baik. Bahkan Alan sampai menatapnya dengan sinis seakan mereka itu adalah orang yang patut dijahati.

"Apa liat-liat Alan? Tau tok, talo Alan ini anteng. Ndak tayak citu," ucap Alan dengan beraninya.

Ada beberapa siswa yang tidak terima, namun oleh yang lainnya segera ditenangkan. Mereka segera ditarik pergi agar tak membuat keributan disana. Kalau sampai ada keributan, sudah pasti akan ada kericuhan disana dan ketahuan orang banyak. Ini masih pada jam sekolah, jadi mereka pasti akan kena sanksi karena berkeliaran diluar.

"Jangan buat keributan. Ayo kita cari abang," ajak Ridho yang langsung berlalu pergi dengan menggendong Alan.

Beberapa orang itu juga langsung pergi tanpa menyadari kalau wajah orang yang dicarinya itu mirip dengan Alan. Mungkin karena mereka sudah terlanjur marah akibat ucapan Alan sehingga tak terlalu memperhatikannya. Namun ini suatu keberuntungan karena Alan tidak berada dalam bahaya.

1
ceuceu
sebenarnya suka sama alan,tapi ga suka aj ga adab aklaknya minus sm guru oragtua nyaut mulu
ceuceu
udah gitu langsung balik?
ngapain jauh" kabur ke LN cuma sebentar,sayang duit masuk sekolah cuma sehari/Facepalm/
ceuceu
yah klw lamgsung ketemu percuma kabur ke luar negri
ceuceu
Kirain rivan masih dirumah alan,ibunya krja jd Art,taunya udh di LN.
ringgal zunai sm aga yg ga ada kabat ceritanya di novel ini,pdhl papa reza sayang bgt sm zunai.
ceuceu
heran kok andre kurang sayang ya sama alan,pdhl anak kandungnya.
beda perlakuan nya sm alon abel anara dia sayang bgt perhatian.
nikah sm nadia jg krn buat jd babby sister aj andre mah.
ceuceu
hukum di konoha memang bisa di beli.
ga ada alasan wlw di bawah umur anak SMK klw sudah membuat orang kritis harus di penjara.
ceuceu
the best nenek hulim
ceuceu
ga gitu alan ga mikir tindakan nya yg pecicilan ga tau tempat
ceuceu
makanya alan jgn tengil,liat sikon dmn banyak omong tengilnya di terapkan,masa lg di kroyok banyak omong ga liat sekitar
ceuceu
sabar abel menghadapi adikmu yg ajaib/Facepalm/
ceuceu
ya ampun alan gemesin/Drool/
ceuceu
lope sekebon alan/Heart//Rose/
ceuceu
ajaib alan/Facepalm//Facepalm/
ceuceu
Arnold alan sama" baik ga tegaan jg/Heart/
ceuceu
gemessiin alan/Drool//Grin/
ceuceu
abel wllw ga tinggal bareng sama anet tp ga ambil sifatnya.
anara malah ambil sifat anet
Joe JV BITREXGO
cerita yang menarik dan menghibur...
tetap semangat thor...💪💪💪
Sativa Kyu
👍👍👍
Atze Atze
itu...bunuh saja si Dania... anjing goblok itu . cewek
Atze Atze
iya...ih bukan mahram pegang tangan segala... dalam Islam itu tidak ada pacaran Thor... lebih mendidik kek.. Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!