Usia 17 tahun dihadapkan dengan masalah pernikahan yang dilandaskan perjodohan. Sebuah pernikahan rahasia. Akankah pernikahan mereka berakhir bahagia?
///
Ternyata calon suamiku merupakan pria yang menyaksikanku diputuskan pacarku saat memergokinya selingkuh.
///
Di sisi lain pria itu terpaksa menggantikan sang kakak untuk menerima perjodohan demi mendapatkan kebebasan. Dan ternyata sahabatmu menyukai instrimu. Apa yang harus dilakukan? Mendukung? Mencegah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rtgnda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 19
"Tuhan bantu Sava agar tidak membuat kekacauan", batin Sava disela perjalanan menuju tengah acara.
Ia khawatir entah kekacauan apa yang akan dilakukan tubuhnya ini nanti.
Saatnya acara tiup lilin dan potong kue. Setelah mengantar kue ke depan Kenzie, Sava mundur beberapa langkah agar tidak mengganggu pemandangan. Tetapi sebenarnya tujuannya ialah menutupi kegugupan dan pipi meronanya. Pasalnya Sava sempat berpapasan dengan Fariz calon suaminya itu, dan juga sikap ramah Kenzie yang seolah tidak mengganggap ia pelayan di kafe itu.
Fariz terus memperhatikan Kenzie dan juga Sava calon istrinya itu bergantian. Terbersit di otaknya suatu ide untuk mengerjai calon istrinya itu dan merusak sedikit acara sahabatnya.
Ia berencana saat Sava maju untuk mengambil kuenya lagi ia akan menyandung kaki Sava dan terjatuh tepat di kue ulang tahun Kenzie. Pikirnya itu hanya sedikit merusak acara Kenzie.
Kenyataan tidak sesuai dengan ekspektasi.
Sava jatuh ke pelukan Kenzie.
Mata Sava dan Kenzie bertemu. Kenzie tersenyum lalu berkata, "Kamu gak apa-apa kan? Apa kakimu sakit? Kamu kecapekan? Sebaiknya is... ".
Ucapan Kenzie terpotong saat bos Sava datang dan menariknya.
"Maafkan kelalaian pegawai kami tuan", kata bos Sava.
"Sudahlah. Biarkan dia istirahat sebentar. Lanjutkan acaranya", jawab Kenzie.
Pembawa acara kembali mengambil alih acara dan mencairkan suasana. Sava dan bosnya undur diri sambil membawa kue ke tepi ruangan.
"Brengsek!!! Aku tahu pasti itu ulahnya. Seseorang menyandung kakiku. Itu pasti dia. Padahal aku sudah berusaha untuk menjauh darinya. Apa yang dia inginkan? Dia ingin mempermalukan aku? Dendam apa yang membuatnya sebenci ini padaku?", batinnya.
Sahabat-sahabat Sava langsung datang menghampiri.
"Sava lo gak apa-apa kan?", tanya Kanaya khawatir.
Sava hanya menggelengkan kepala. Lalu Tika menyikut Sava kemudian menggodanya, "Gimana rasanya dipeluk cogan?".
Rania tiba-tiba memeluk Sava dan berkata, "Siapa tau baunya Kenzie nempel".
Hal yang sama dilakukan Tika. Sedangkan Kanaya menggeleng-geleng kepalanya melihat tingkah kedua sahabatnya itu.
///
Saat tamu undangan mulai berpamitan pulang ada tamu yang baru hadir. Seorang wanita cantik. Wanita itu langsung menghampiri meja geng cogan SMK Seni Panca Budi.
"Siapa tuh cewek? Akrab banget sama mereka bertiga. Tapi gak tau malu banget datangnya jam segini", ucap Tika.
"Cantik banget. Bodynya apalagi", balas Rania yang membuat mereka saling menatap badan satu sama lain.
"Rajin perawatan apa gimana itu muka putih banget", balas Tika.
"Dari ujung rambut sampai kaki gak ada cacat. Kalau gue jadi cowok gue pasti demen sama dia. Yang sesama cewek saja memuji kecantikannya apalagi cowok", lanjut Tika.
"Sepertinya itu saingain kalian. Apa kalian siap bersaing dengannya? ", ucap Kanaya dengan nada mengejek.
"Jelas bukan tandingan kita ya kan Ra", jawab Tika lesu.
"Siapa tahu hanya sahabat dari kecil", sanggah Rania.
"Tapi kalau memang salah satu dari mereka aku akan mengikhlaskannya. Kan masih ada 2 cogan lagi", lanjut Rania nyengir.
Tika menepuk lengan Rania kemudian berkata, "Cerdasss!!! Satu buat lo satu buat gue".
Rania membalas dengan rangkulan dibahu Tika dan berkata, "Mau dapat yang mana gue terima aja. Kita sepakat gak boleh ribut oke?".
Mereka berdua tertawa sedangkan Kanaya dan Sava saling menatap sambil menggerakkan bahu.
Kafe mulai terasa sepi. Hampir seluruh tamu undur diri.
Bos memberi instruksi untuk istirahat sebentar. Sebelum membereskan sisa acara.
mudhn ceritanya masih lanjut,semangat ya buat author nya💪💪💪
giliran faris udah bucin sava malah nyebelin