NovelToon NovelToon
Suamiku Mantan Narapidana

Suamiku Mantan Narapidana

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Emmy Liana

Setelah lima tahun berlalu, takdir cinta mempertemukan mereka kembali. Sayang, wanita yang disebut gadis purple olehnya saat menjalani kasih dahulu dan sangat dicintai Azka memilih mengganti identitasnya. Cinta yang begitu kuat dalam diri Azka, tak akan bisa dibohongi. Kenapa dan apa alasannya, wanita yang dulu dicintai kini begitu tak ingin bersamanya kembali. Rahasia apa yang dia sembunyikan, hingga Azka harus berjuang mencari tahu kebenarannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emmy Liana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keputusan Nekat

​Kehadiran Naka yang tak disengaja di ruangannya telah menjadi katalisator. Azka tidak lagi melihat pemulihan sebagai proses medis, melainkan sebagai perlombaan melawan waktu. Setelah bertemu dengan Dokter Fino, ia semakin yakin: ia harus mengklaim kebahagiaan palsunya sebelum kebahagiaan Jasmine yang nyata di hadapannya menjadi terlalu menyakitkan untuk ditanggung.

​“Saya tidak peduli dengan risiko komplikasi. Jika Anda bisa mengantar saya keluar, saya akan memastikan kompensasi berlipat ganda untuk rumah sakit. Saya akan keluar dari sini hari ini,” tekan Azka kepada Dr. Surya, saat jam baru menunjukkan pukul sepuluh pagi.

​Didukung oleh Nyonya Farida yang datang segera setelah mendengar kabar Azka telah membaik dan didorong oleh obsesinya pada Bianca, Azka berhasil dipulangkan secara paksa dalam waktu kurang dari 24 jam setelah kejadian Naka. Dokter Fino, meski khawatir dengan kondisi Azka yang belum pulih total, tidak bisa berbuat banyak di hadapan kekuasaan Azka Group.

​Begitu tiba di penthouse miliknya, Azka langsung menghubungi tim hukum dan public relation.

​“Saya ingin pengumuman pernikahan saya dengan Bianca keluar besok pagi. Tanggal pernikahan dipercepat menjadi satu minggu dari sekarang. Jangan ada penundaan. Saya ingin semuanya siap,” perintah Azka tanpa jeda, tanpa emosi, membuat stafnya terkejut dengan kecepatan dan perubahan rencana yang drastis.

​Sementara itu, Bianca, yang sibuk memilih puluhan gaun pengantin dari desainer ternama, melompat kegirangan saat Nyonya Farida memberitahunya tentang percepatan tanggal.

​“Satu minggu, Nek? Ya Tuhan, Azka benar-benar mencintaiku! Dia tidak sabar untuk menikahiku!” seru Bianca dengan mata berbinar penuh delusi.

​Nyonya Farida tersenyum licik, membelai rambut cucunya. “Tentu saja. Dia hanya berusaha bersikap jual mahal. Semua ini berkat Nenek, Sayang. Sebentar lagi, kau akan menjadi Nyonya Azka, dan semua wanita lain akan hanya bisa melihatmu dari jauh. Nenek sudah berjanji akan selalu membahagiakan dirimu."

​Baik Bianca maupun Nyonya Farida tidak tahu bahwa Azka tidak mempercepat pernikahan karena cinta, melainkan karena didorong oleh imaji menyakitkan dari bocah bermata Gwenuela yang memanggil pria lain dengan sebutan 'Papi'. Azka ingin buru-buru menutup babak hidupnya yang lama dengan palu godam, yaitu janji suci pernikahan, untuk membangun benteng yang tidak bisa ditembus oleh ingatan tentang Gwen.

​Jasmine baru saja bisa sedikit bernapas lega. Naka sudah lebih stabil, demamnya turun drastis, dan ia sudah bisa tertawa kecil saat Dokter Fino membacakan dongeng. Jasmine merasa sangat bersalah karena ia tertidur saat Naka hilang sebentar. Dokter Fino dengan lembut menenangkannya, mengatakan bahwa Naka hanya berjalan-jalan, dan anak-anak sering melakukan itu.

​Fino, bagaimanapun, tidak memberitahu Jasmine detail pertemuannya dengan Azka. Ia hanya mengatakan, "Azka sudah dipulangkan. Secepat itu. Jadi, kita bisa tenang di sini."

​Jasmine dan Maya sedang duduk di ruang tunggu, menikmati secangkir kopi pagi, saat layar televisi di dinding menampilkan breaking news yang menghentikan detak jantung Jasmine.

​“Pengumuman Eksklusif: Azka Group mengonfirmasi percepatan pernikahan CEO Azka Aditama dengan Bianca Farida, cucu tunggal Nyonya Farida! Pernikahan akbar akan diselenggarakan hanya satu minggu dari sekarang! Persiapan super kilat sedang dilakukan, mengukuhkan aliansi dua keluarga konglomerat…”

​Gelas kopi di tangan Jasmine jatuh, pecah berderai di lantai.

​Satu minggu. Bukan bulanan, bukan mingguan, tapi hanya satu minggu.

​Pukulan itu begitu telak. Azka tidak hanya akan menikah, dia melakukannya dengan tergesa-gesa, seperti ingin membuktikan sesuatu. Jasmine tahu, sesuatu itu adalah dirinya. Azka pasti sudah menyadari Gwen adalah Jasmine, dan sekarang pria itu mempercepat pernikahannya untuk menghancurkan Jasmine sepenuhnya.

​"Jamie!" Maya segera memeluknya. "Ya Tuhan, Jamie, tenangkan dirimu!"

​Jasmine menggelengkan kepala, air mata yang ia coba tahan semalaman kini tumpah lagi. "Satu minggu, Kak. Dia melakukan ini untuk menyakitiku. Dia... dia sungguh membenciku," isaknya.

​Dokter Fino, yang baru keluar dari kamar Naka, mendengar suara pecahan dan lari menghampiri. Ia melihat Jasmine ambruk dalam pelukan Maya.

​"Jasmine, dengar aku," kata Fino tegas, memegang bahu Jasmine. "Azka melakukannya karena dia pria bodoh yang terluka. Dia tidak tahu kebenarannya. Tapi kau tidak bisa terpuruk seperti ini. Kau punya Naka!"

​Mendengar nama putranya, Jasmine tiba-tiba tersentak. Ia mengangkat kepalanya, matanya dipenuhi resolusi yang dingin. Pikirannya melayang kembali ke ruang perawatan Azka. Naka. Pertemuan Naka. Fino yang dipanggil 'Papi'.

​Jasmine teringat kekhawatiran yang ia rasakan: jika Azka sampai tahu Naka adalah putranya, ia akan menggunakan Naka. Apalagi setelah melihat kedekatan Naka dengan Fino, Azka pasti akan berasumsi Naka adalah putra Fino dan berusaha merebut Naka hanya sebagai alat balas dendam terakhir.

​"Aku harus pergi, Kak," ujar Jasmine dengan suara serak, namun mantap.

​Maya menatapnya bingung. "Pergi kemana, Jamie? Jangan bertindak bodoh!"

​"Aku harus menjauh dari kota ini. Jauh dari Indonesia. Aku harus memutus semua jalur yang mungkin menghubungkanku dengan Azka. Sebelum dia sadar Gwen adalah Jasmine. Sebelum dia sadar Naka adalah putranya," jelas Jasmine, memandang Fino dengan tatapan memohon. " Kak Fino, tolong bantu aku. Aku tidak bisa membiarkan Azka menggunakan Naka sebagai alat untuk membalas dendam."

​Dokter Fino menghela napas panjang. Ia tahu Jasmine benar. Azka yang sedang berada di puncak amarahnya bisa melakukan apa saja, dan Naka adalah taruhan yang terlalu besar.

​"Baik, Jamie. Aku akan membantumu. Aku dan Maya akan mengurus keberangkatanmu secepatnya. Kau harus pergi ke tempat di mana Azka tidak akan pernah bisa melacakmu," kata Fino, sambil menggenggam tangan Jasmine erat.

"Tapi kau harus berjanji, kau akan tetap menghubungiku, dan kau akan kuat demi Naka."

​"Aku janji, Kak. Demi Naka," jawab Jasmine, air matanya perlahan berhenti. Kehilangan Azka memang menyakitkan, tetapi ancaman kehilangan Naka jauh lebih menakutkan.

​Malam itu, di kamar rumah sakit yang tenang, Azka sibuk dengan fitting jas pengantin. Ia melihat wajahnya di cermin, tampak lebih kurus dan kelelahan, tetapi matanya berkilat penuh tekad. Azka tidak bahagia. Ia hanya dipenuhi hasrat untuk membuat Jasmine, wanita yang ia yakini sebagai Gwen, menyesali keputusannya.

​"Semua sudah diurus, Tuan Azka. Pernikahan akan jadi yang terbesar tahun ini," kata asistennya.

​"Bagus," jawab Azka singkat.

​Namun, saat Azka memejamkan mata, bukan wajah Bianca yang muncul, melainkan wajah seorang anak kecil yang tersenyum riang, yang memanggil pria lain 'Papi'. Rasa sakit, cemburu, dan kekosongan yang ia rasakan sebelumnya kembali memenuhinya, memaksanya untuk terus melangkah maju menuju pernikahan palsu yang ia rancang sendiri.

​Ia harus mengabaikan keraguan kecil yang berbisik, bahwa anak itu memiliki mata yang persis sama dengan wanita yang dulu ia cintai. Ia harus yakin, anak itu adalah putra Fino, dan Jasmine telah bahagia, jadi Azka harus menunjukkan bahwa ia pun bisa. Azka tidak tahu, dengan mempercepat pernikahannya, ia bukan hanya menyakiti Jasmine, tetapi juga dirinya sendiri, dan mendorong putranya sendiri ke tempat yang semakin jauh, hampir mustahil untuk dijangkau.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!