NovelToon NovelToon
Gadis SMA Milik Casanova

Gadis SMA Milik Casanova

Status: tamat
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Tamat
Popularitas:870.9k
Nilai: 4.7
Nama Author: Puput

Untuk melunasi hutang Ayahnya, Silvi terpaksa menikah dengan Andika. Sejak saat itu hidupnya seperti di neraka. Dia hanya menjadi pemuas Andika yang memang seorang casanova itu. Meski sudah memiliki Silvi tapi dia masih saja sering mengajak wanita lain ke apartemennya.

Silvi merasa tidak sanggup lagi dengan kekerasan fisik dan verbal yang dilakukan Andika, akhirnya dia kabur. Andika terus mencari dan ingin membawanya kembali. Di saat itulah Andika merasa kehilangan.

Berbagai cara sudah Andika lakukan untuk mendapatkan Silvi lagi. Apakah Silvi mau kembali dengan Andika atau Silvi lebih memilih bersama Dion, sahabat yang selalu setia menemaninya dan juga mencintainya dengan tulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puput, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19

Malam itu, Silvi duduk seorang diri di taman samping rumah Dion. Dia tarik napas dalam lalu menghembuskannya. Dia tatap langit malam yang dipenuhi bintang.

Beberapa saat kemudian ada Dion yang duduk di sampingnya dan membuat Silvi menoleh. "Dion, lo darimana? Rapi banget."

"Ada sedikit pekerjaan yang harus gue selesaikan." Kemudian Dion melepas blazernya lalu memakaikannya di tubuh Silvi. "Di luar dingin, lo gak masuk ke dalam?"

Silvi menggelengkan kepalanya. "Gue lagi bosan."

"Sil, mulai sekarang lo gak perlu takut lagi dengan Pak Dika. Dia tidak akan memaksa lo lagi." kata Dion.

Silvi hanya terdiam. Dia tahu betul, bagaimana ambisi Andika untuk mendapatkannya. Jika bertemu lagi, pasti Andika akan memintanya kembali.

"Kalau seandainya dia maksa lo lagi, lo bilang sama gue." kata Dion lagi.

"Makasih ya, lo baik banget sama gue. Hmm, gue besok mau pulang saja, kasihan Ayah sendirian di rumah."

Dion terdiam beberapa saat sambil menatap wajah Silvi. "Iya, besok sepulang sekolah gue antar ke rumah." Satu tangan Dion mengusap pipi Silvi. Kali ini dia pastikan, Andika tidak akan berani memaksa Silvi lagi.

"Sil, gue cinta sama lo." kata Dion tiba-tiba.

Seketika Silvi menatap Dion. Meski ini bukan yang pertama kalinya Dion mengungkapkan perasaannya, tapi tetap saja hal itu membuat dadanya berdebar. Selalu saja keadaan yang tidak memungkinkan mereka untuk bersatu.

"Gue ingin kita bersama. Lo gak perlu lagi memikirkan sahabat lo yang gak pernah memikirkan perasaan lo itu." Dion meraih kedua tangan Silvi dan menggenggamnya.

"Gue..." Silvi menghentikan perkataannya. Tiba-tiba saja dia teringat dengan Andika. Semua perlakuan be jat Andika padanya membuatnya merasa tidak pantas untuk bersama Dion. "Dion, gue udah gak pantas buat lo. Lo bisa dapatkan cewek yang lebih baik dari gue."

"Gue gak peduli dengan keadaan lo."

"Dion, gue kotor. Gue udah ngelakuin berkali-kali dengan Pak Dika. Gue gak pantas buat lo." Silvi melepas tangan Dion. "Maafin gue. Gue masih belum bisa menerima perasaan lo."

"Iya, gue ngerti." Dion meraih tubuh Silvi dan memeluknya. "Gue ngerti lo masih butuh waktu untuk menghilangkan rasa trauma ini. Gue akan selalu menemani lo, untuk meraih impian lo dan juga gue akan setia menunggu lo untuk menerima perasaan gue."

Silvi menggelengkan kepalanya lalu melepaskan pelukan Dion. "Jangan tunggu gue. Sekali gue gak pantas, selamanya juga gak pantas."

Dion menangkup kedua pipi Silvi. "Hilangkan pikiran itu dari diri lo. Gue bisa menerima lo apa adanya."

Mereka saling bertatapan lekat.

"Gue masih butuh waktu." ucap Silvi pada akhirnya.

"Oke, gue gak akan memaksa. Waktu gue masih banyak untuk menunggu lo."

Dion semakin menatap wajah cantik Silvi di bawah sinar temaram. Dia semakin mendekatkan wajahnya. Bibir ranum dan sexy itu menjadi incarannya. Belum juga Dion menyentuh bibir Silvi, ada seseorang yang menariknya dengan paksa.

"Jangan pernah sentuh Silvi!" hardik Andika.

Dion dan Andika kini saling bertatap tajam. "Pak Dika ngapain ke sini? Ooo, dasar penyusup!!"

Silvi berdiri dan berjalan menjauh.

"Silvi," Andika menahan tangan Silvi. "Sil, aku minta maaf atas semua kesalahan yang udah aku lakukan. Aku mohon, kamu pulang sama aku."

"Nggak! Lepaskan!" Silvi berusaha melepas tangan Andika. "Aku gak mau."

"Sil, mulai sekarang aku akan berubah demi kamu. Ayo, pulang sama aku."

"Gak mau!" Otot kepala Silvi kembali menegang. Penyiksaan dan perlakuan Andika kembali terngiang di kepalanya. "Pergi!!!"

"Lepaskan Silvi! Aku sudah bilang, jangan memaksa dia! Sekali lagi Anda memaksa, aku akhiri semuanya!!" Satu pukulan keras mendarat di perut Andika hingga membuat Andika melepaskan tangan Silvi. "Pak satpam!" teriak Dion

Beberapa saat kemudian satpam yang menjaga rumah Dion keluar dari pintu belakang. "Bawa orang ini keluar! Tutup pintu gerbangnya dan jangan biarkan orang ini masuk lagi."

"Baik Tuan."

Andika hanya bisa pasrah mengikuti tarikan paksa satpam rumah Dion.

"Sil, lo tenang." Dion memeluk tubuh Silvi dan mengusap punggung Silvi yang bergetar agar dia lebih tenang.

"Gue takut, Yon."

"Gue pastiin dia gak akan paksa lo lagi. Lebih baik lo sekarang istirahat. Semoga hari esok jauh lebih baik dari hari ini."

Silvi menganggukkan kepalanya lalu dia melepas pelukan Dion. Dia berjalan masuk ke dalam kamarnya. Dia hempaskan tubuhnya di atas ranjang. Lalu dia pejamkan matanya.

"Kamu milikku!"

Silvi kembali membuka matanya saat kalimat itu begitu terngiang jelas di telinganya. Dia menutup kedua telinganya.

"Pak Dika, pergi dari hidupku!!"

...***...

Andika menghentikan mobilnya di depan sebuah club malam. Dia akan keluar, tapi sedetik kemudian dia urung. Dia kini menyandarkan punggungnya di jok mobil. Menghela napas panjang dan memejamkan matanya sesaat.

"Aku udah janji sama Mama untuk tidak minum alkohol lagi. Aku juga udah janji sama Papa untuk tidak bermain dengan wanita lagi, bahkan aku udah janji sama Silvi untuk menjadi yang lebih baik. Hidup aku terlalu banyak janji tapi aku seringkali mengingkarinya."

Andika menghela napas panjang lalu membuka kedua matanya. Dia kembali menghidupkan mesin mobilnya dan berputar arah. Dia putuskan untuk pulang ke apartemennya.

Setelah sampai di apartemen, dia hanya duduk termenung di tepi ranjang. Semua yang telah dia lalui bersama Silvi selama sebulan ini menyisakan banyak kenangan untuknya.

Tatapan kebenciannya dan bibir yang selalu menolak setiap keinginannya, tapi bahasa tubuh Silvi selalu menerima dengan terbuka setiap sentuhannya.

Dia mengusap ranjang yang selama sebulan ini menjadi saksi bisu percintaannya. Suara rintihan dan de sah tertahan dari bibir Silvi masih terekam jelas diingatannya. Cakaran jemari Silvi di dadanya setiap dia sampai ******* masih jelas teringat.

"Silvi, aku kangen sama kamu."

Andika membuka blazernya lalu dia ke kamar mandi untuk membasuh dirinya di bawah guyuran shower, berharap rasa rindu itu menghilang tapi justru semakin menjadi. Belum genap seminggu tapi hidupnya terasa hampa tanpa Silvi.

Andika keluar dari kamar mandi. Dia hanya memakai celana pendeknya lalu melempar tubuhnya di atas ranjang dan meraih guling untuk dia peluk.

"Biasanya tubuh lelah dan berkeringat kamu yang aku peluk, karena kamu pasti akan tertidur dengan nyenyak setelah kita melakukannya. Silvi, aku akan berusaha membawa kamu kembali."

Hingga larut malam mata Andika tak juga terpejam. Dia mengambil ponselnya dan melihat beberapa foto dan rekaman Silvi yang sempat dia ambil. Wajah cantik dan tubuh indah itu semakin menambah gairahnya untuk bertemu Silvi.

"Silvi," gumamnya di sela deru napas Andika yang semakin berat.

💕💕💕

.

Tuh kan Andika, main sendiri gak tuh. Makanya jangan kejam-kejam jadi orang..

.

Like dan komen ya...

1
Luzi Refra
Luar biasa
Lyly
Kecewa
Lyly
Buruk
Adila Ahmad
b
Riska Afzal
menyesal sudah
Ddek Aish
mampir thor
+7
HUAAAAAA 🥺 tenk yu tomat kaka otor 🌚🌚🌚
+7
jelas tidak! 🌚🌚🌚
Miyagi Mitsui
kesian silvy
Thywi Puspitasari
Luar biasa
Atma Inatun Nikhma
terima kasih....
ditgg karya selanjutnyaaaa
Atma Inatun Nikhma
Luar biasa
Ellasama
setelah liat visual ny Dion lebih baik Silvi sama Dion aja🤭
Siti patma
baru x liat author bingung dgn karyanya sendiri☺☺☺☺☺
andi_wathy
semua ceritanya bagus ..
andi_wathy
aku Uda baca semua novel Kevin fams tapi kok blm ada ceritanya anaknya Rendra Uda ketemu blm anaknya?
andi_wathy: ditunggu /Smile/
total 2 replies
falea sezi
klo mau balikan waduh bahaya jijik sumpah
Ibelmizzel
kasian silvi
Mamah Kekey
ending yang bagus
Mamah Kekey
selamat atas kelahiran bayi cantik nya Silvi dan Andika
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!