NovelToon NovelToon
Atas Nama Jodoh

Atas Nama Jodoh

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Teen School/College / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:256.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mukarromah Isn.

Atas nama jodoh, diantara garis takdir dan do'a yang panjang, mana yang akan terjadi?


"Kamu nikah sama aku aja"

"Nggak mau, nama kamu Qais dan aku Layla"

"Memangnya kenapa?"

"Kamu belum pernah dengar kisah Layla majnun ya? Namanya Qais dan Layla. Mereka tidak bisa bersama sampai kematian menjemput"

"Yaudah aku ganti nama aja"

Asma Layla Husna, tak mengerti dengan takdir hidupnya. Berawal dari pertemuan mereka karena hampir saling menabrak, Qais tiba-tiba langsung mengajak Layla menuju ikatan sah. Namun sekelumit kisah cinta terjadi selanjutnya, saat takdir seperti menghadirkan sosok lain selain Qais. Belum lagi kisah Fatah Bilal Alzam, yang harus terjebak ikatan dengan gadis preman pasar


Jangan lupa follow ig author ya
@mukarromatul28

Like, komen, dan vote.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mukarromah Isn., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 : Terlahir Untuk Bermimpi

Bagi sebagian orang nilai mungkin tak penting, bahkan kadang dianggap terlalu ambis jika ingin mendapat nilai sempurna. Tapi bukankah ini tentang arti sebuah usaha? Usaha yang dilakukan untuk mencapai apa yang diinginkan. Nilai untuk sebagian orang ibarat hadiah dari hasil usahanya yang tak sia-sia, dan tentu saja untuk menciptakan senyum bahagia dari orang terdekatnya. Tapi memang kembali pada diri sendiri tentang penting atau tidaknya

"Nilai itu memberikanmu banyak hal, salah satunya kamu bisa masuk ke universitas manapun yang kamu mau" Bilal mulai mengikuti langkah gadis itu yang berjalan perlahan menuju taman belakang

"Apa pentingnya untukku? Aku tak akan lanjut sekolah dan pada akhirnya perempuan hanya akan menjadi pembantu dirumah suaminya"

"Kenapa pikiranmu sesempit itu?" Tanya Bilal tak percaya

"Apa motivasimu mendapat nilai bagus kalau begitu? Sampai mengerjakan soal ujian dengan baik. Jika kamu tak peduli dengan nilai dan masa depanmu, lalu kenapa kamu berjuang untuk ujian ini?" Lanjut Bilal, ia ingin mendengar jawaban apa yang akan diberikan gadis didepannya saat ini

"Karena aku ingin lulus dari sekolah ini, itu saja" jawab Bela dengan singkat dan jelas

"Itu tidak bisa disebut sebagai alasan untuk nilai setinggi itu. Apa kamu tak punya cita-cita atau mimpi?" Tanya Bilal lagi

"Kenapa kamu kepo sekali dengan urusan pribadiku? Ini adalah hidupku dan bukan hidupmu!" Jawab Bela dengan tegas, ia hendak pergi lagi tapi kalimat Bilal selanjutnya menghentikan langkahnya

"Semua anak terlahir untuk bermimpi. Mereka pasti punya mimpi dimasa kecil yang indah ketika melihat orang-orang dewasa yang bekerja pada minat mereka"

"Tau apa orang seperti kamu yang hidup dengan biaya orang tua arti sulitnya hidup?" Terdengar nada kekehan dari mulut Bela, ia balik menatap laki-laki yang pernah bertemu dengannya dua kali tanpa ketidak sengajaan

"Hidup tak hanya tentang uang, apa itu yang membuatmu berpikir jadi seperti ini?"

Bela menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan laki-laki itu

"Nyatanya hidup ini tak semulus pikiran masa kecilku ketika bermimpi, ternyata semakin bertambahnya usia, permainan kehidupan semakin terlihat jelas. Memang tak semuanya tentang uang, tapi semuanya butuh uang" kekeh gadis itu

"Karena itukan kamu harus berusaha untuk mencapainya?"

"Aku kehilangan motivasi untuk melanjutkan mimpi, siapa orang yang akan aku banggakan, bahkan jika aku mendapat nilai sempurna?"

"Untuk dirimu dan orang tuamu tentu saja. Siapa lagi?"

"Orang tua apa? Aku sudah menganggap mereka tak ada" Bilal jadi teringat sejak pertemuan mereka, kata-kata gadis didepannya saat ini selalu menunjukkan rasa kecewa yang besar pada orang tuanya

"Kalau begitu kenapa tidak lakukan untuk dirimu sendiri?" Tanya Bilal pada akhirnya

"Buktikan pada orang tua yang telah membuatmu kecewa. Kalau tanpa bimbingan kalian aku juga bisa melewati ujian ini, karena terlalu sibuk dengan urusan kalian. Kalian tak melihat putri kalian tumbuh. Katakan itu padanya kelak saat kamu memakai toga wisuda. Bukankah itu lebih baik daripada kamu menyerah dengan takdir ini begitu saja?" Bilal mendengar suara isakan kecil yang keluar dari mulut Bela. Gadis itu langsung mendongakkan kepalanya dan menghapus sisa air matanya

"Aku tau hal ini sebelum kamu memberitauku. Aku sudah memikirkannya terlebih dahulu. Tapi untuk mencapai kesana bukanlah hal yang mudah, aku sadar betul bagaimana kondisiku sekarang. Bahkan sampai harus mencuri untuk bertahan hidup. Jangankan membahas kuliah, bagaimana aku meminta jika mereka bahkan tak pernah ada dirumah, ketika pulang kerjaannya hanya marah-marah dan saling pukul"

"Sekarang banyak beasiswa jika mau berusaha, apa kamu tak memikirkan itu?"

"Tetap sajakan pada awalnya butuh biaya?" Bilal terdiam, karena itu benar. Untuk mengikuti OSPEK dan registrasi diawal pastinya butuh biaya

"Aku tak mungkin mencuri..."

"Apa kamu mau bekerja di cafe ayahku?" Tanya Bilal pada akhirnya. Setidaknya daripada dengan mencuri ia bisa mendapat hasil dari jalan yang halal

Bela sedikit terdiam, ia menatap laki-laki itu sebentar kemudian menarik nafas dan mengalihkan pandangannya kearah lain

"Kenapa kamu mau membantuku?"

"Karena aku tak ingin banyak orang berpikiran sesempit pikiranmu" jawab Bilal apa adanya

"Dunia kejam, semua orang sudah jelas tau itu. Hidup ini penuh fatamorgana yang terlihat indah tapi nyatanya tak seperti itu, semua orang juga jelas tau itu. Tapi ada yang menyerah pada kejamnya dunia dan terpengaruh pada keindahan semu itu"

"Kamu mengerti maksudku kan? Kamu hanya tinggal memilih untuk menyerah dan terseret atau berjuang dan berdiri dengan tegap diatas kakimu sendiri"

"Allah menciptakan dunia ini kejam agar kamu semakin dekat dan meminta kepadanya. Allah hanya ingin kamu berharap padanya, bukan pada dunia yang penuh tipu daya. Allah itu maha pencemburu. Dia tempatmu mengadu jika tak ada lagi orang yang bisa kau percaya, dia sedekat itu tapi kita yang kadang menjauh sendiri. Kau merasa sendiri, benar? Tapi kau lupa kalau Allah yang selalu bersamamu" lanjut Bilal, ia menatap Bela yang seperti terdiam memikirkan sesuatu

"Aku hanya menawarkan, pilihan tetap ada ditanganmu" ucap Bilal. Ia bersiap beranjak pergi karena harus menjemput Layla disekolahnya juga, adiknya tak membawa motor karena mogok mendadak tadi

"Tunggu, dimana cafe ayahmu?" Bilal tersenyum tipis, dia berharap gadis itu memikirkan ucapannya

"Temui aku di pos ronda kemarin besok minggu jika kamu berminat, lokasinya dekat dari sana. Aku bisa membantumu" ucapnya sebelum akhirnya pergi dari sana

Bela terdiam menatap kepergian laki-laki itu, dia menarik nafasnya panjang dan mengadahkan kepalanya keatas.

"Apa aku sudah melangkah terlalu jauh darimu sampai ujianku seberat ini ya Allah?. Dalam darahku mengalir darah kotor dari uang haram yang terpaksa aku gunakan untuk bertahan hidup, apa tubuh kotor ini bisa dekat denganmu yang maha suci?"

1
itsme A
aduhh sumpah galmove sama kisah Naufal aqeela ya Tuhann, merinding banget /Sob//Sob//Sob/
stnk
kereeeen.....👍👍👍👍
Wayan Sucani
Menguras air mata
Wayan Sucani
Edisi menangis bersambung...
Kau kuras emosi kami Thor..
Ati Rohayati
Luar biasa
Sri Wulandari
Taj Mahal ceritanya hampir sm dg kisah orangtuamu ila😊
Sri Wulandari
Istri sholehah yg bs menenangkan hati dan perasaan suaminya ketika merasa sedih & terpuruk ❤️
Sri Wulandari
Buat ayah nessy menerima karmanya atas apa yg telah d lakukan pd klrgnya jg orang-orang yg telah d sakitinya thour
Sri Wulandari
Pasti Cewek yg suka sm qais tentunya secara qais khan suka nyamperin layla d fakultas nya
Sri Wulandari
Apakah orang tua kenzo & qais d bunuh.... itulah yg membuat kenzo d ttpkn d panti asuhan buat melindungi dia😔
Sri Wulandari
Qais adalah versi Naufal waktu jd badboy d kampusnya dulu
Sri Wulandari
Bikin nangis sj thour.... jd k ingat kisah cinta mereka berdua g k bayang sprti ap rasa sedih & rindu yg terpendam Naufal sm aqila walaupun dia terlihat kuat & tegar d dpn anak-anaknya jg klrgnya 😭😭😭😭😭
Sri Wulandari
Si kembar ngumpet dengar sepupunya datang🤭
Riyani Yahya
Luar biasa
Henny Saraswati
ceritanya bagus,,tidak bertele-tele dalam menyelesaikan konflik yg ada
Widdy Widdy
Luar biasa
Mom_Sa
kmrin sibuk nangisin kisah emak bapaknya, Skrang nangisin kisah anaknya. emng ya othor nih hobi bikin org nangis brjamaah..😭
Sri Puryani
mksh thor....cerita yg bagus....
menguras air mata😭
Sri Puryani
semoga krn kelskuan mereka baik jd dpt keringanan hukuman
Sri Puryani
klo qais & rio ditangkap, hukum jg rangga thor jgn biarkan dia hidup tenang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!