Menceritakan keluarga sombong yang sangat kaya di kota namun di benci banyak orang.
Ada seorang petani yang pernah datang untuk meminjam uang pada keluarga yang kaya ini untuk berobat anaknya yang sedang sakit parah.
Tak di sangka bukannya pertolongan yang di beri oleh keluarga kaya ini tapi tindasan yang bertubi-tubi pada petani ini.
Karena tersinggung dan tidak terima akan perlakuaan keluarga kaya, petani membantai semua keluarga sombong itu.
Hingga akhirnya rumah itu sangat angker, arwah keluarga yang kaya dan sombong itu penuh dengan kebenciaan dan dendam.
Berpuluh tahun kemudian ada sepasang suami istri yang membeli rumah keluarga sombong itu dengan harga murah, tak di sangka ternyata rumah itu berhantu.
Namun sang istri ternyata bisa berkomunikasi dengan arwah yang penuh dendam itu, Apa yang akan terjadi dengan sepasang suami istri serta keluarganya? Akankah misteri di balik pembantai itu akan terungkap?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alsya suci maesya putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19. Pengganggu Vivian
**Happy reading readers!
Jangan lupa klik like dan beri vote sebanyak-banyak nya ya readers.
Jangan lupa juga jadikan novel ini sebagai favorit ya readers, agar readers semua tidak ketinggalan setiap up episode nya.
Salam hangat dari author
alsya suci maesya putri**
Ya ampun! aku mengapa menjadi kasar pada Vivian? pasti Vivian sangat terluka padaku! Aihhhssss...
Lio mengacak-acak rambut nya.
Tapi mengapa mimpi Vivian bisa kebetulan begitu? Dalam mimpi nya Vivian, Cia menangis dan gemetar ketakutan.
Mengapa bisa kebetulan seperti ini?
Semua ini memang terhubung atau kebetulan?
Tapi waktu itu seperti itu juga di restoran, aku juga mengalami kejadian yang sangat aneh, sebelum kejadian Vivian juga mimpi buruk tentang aku.
Apa Vivian punya keistimewahan dapat mengetahui yang akan terjadi melalui mimpi?
Tapi itu tidak mungkin! Iya itu pasti hanya kebetulan, iya pasti kebetulan!
Karena aku sudah mengenal Vivian sangat lama dan ia sering mimpi, namun tidak ada sesuatu pun yang terjadi.
Lio galau gelisah dengan pemikiran nya.
Keesokan nya....
Vivian pagi-pagi sudah bangun dan menyiapkan sarapan untuk suami, ibu mertua dan juga adik ipar nya.
Walau pun Vivian marah pada Lio namun ia tetap menjalankan kewajiban nya.
Setelah semua nya selesai makan, Vivian meminta izin ingin pergi ke kamar pada Ibu dan juga Cia, namun mengacuhkan Lio.
"Ibu, Cia, aku pergu ke kamar dulu ya" Vivian berdiri ingin meninggalkan meja makan.
"Iya Vi, mengapa buru-buru?" Tanya Ibu tenang.
"Iya kak, kenapa buru-buru sekali kak?" Sambung Cia.
"Aku merasa tidak enak badan, aku mau istirahat sebentar, aku permisi dulu ya Bu, Cia" Jawab Vivian lesuh.
"Iya, istirahatlah Vi, semoga cepat baikan ya" Jawab Ibu perhatian.
"Iya Ibu" Vivian melangkah meninggalkan Ibu, Cia dan Lio di ruang makan.
Vivian seperti nya masih marah pada ku, saat sarapan saja ia tidak mau melihat ku.
Bicara juga hanya mau sama Ibu dan Cia, Vivian tidak mau bicara pada ku.
Vivian benar-benar marah pada ku.
Vi, jangan diamkan aku seperti ini! Mungkin aku telah membuat sakit hati yang mendalam bagi nya.
"Vi, kamu sakit? Sini aku antar kamu ke kamar ya?" Lio mengikuti Vivian.
"Tidak perlu, aku bisa sendiri ke kamar" Jawab Vivian dingin.
"......" Lio tercengang mendengar jawaban Vivian, karena diri nya baru kali ini di cueki oleh Vivian.
Vivian berjalan dengan cepat ke kamar dan mengunci pintu kamar nya.
Lio yang merasa bersalah mengejar Vivian hingga kamar, namun ia kalah cepat oleh Vivian, pintu kamar sudah di kunci oleh Vivian.
"Vi, buka pintu nya sayang!" Suara Lio lembut membujuk Vivian.
Vivian diam, air mata nya mengalir jatuh ke pipi nya, Vivian masih kecewa oleh perlakuan Lio yang tidak mempercayai nya.
"Vi, kamu masih marah pada ku? Sayang maafkan aku? Aku salah! Mohon bukakan pintu nya untuk ku!" Bujuk Lio lembut.
"Aku lelah, jangan ganggu aku! Aku mau istirahat!" Teriak Vivian Dingin.
"..... Baik lah, istirahat lah.. Maafkan aku Vi, mungkin kamu butuh waktu untuk memaafkan aku! Aku pergi ke kantor dulu" Lio pergi dengan penuh rasa kecewa.
Lio berjalan dengan lesuh melintasi Ibu dan Cia di ruang makan, Lio pergi ke kantor dengan hati penuh rasa kecewa.
"Ibu, kak Yo seperti nya bersedih, apakah ia sedang ada masalah dengan kak Vivian?" Tanya Cia ikut bersedih pada Ibu.
"Mungkin Lio dan Vivian sedang bertengkar, mereka berdua butuh waktu masing-masing untuk memperbaiki hubungan mereka, setiap hubungan pasti akan ada waktu nya memiliki masalah.
Lio dan Vivian akan memperbaiki hubungan mereka agar mereka mengerti apa kekurangan dari diri mereka masing-masing.
Jika masalah itu sudah bisa mereka lalui bersama dengan kepala dingin, arti nya Lio dan Vivian sudah bisa mengambil pelajaran dari masalah yang mereka lalui.
Itu akan membuat hubungan Lio dan Vivian semakin erat" Jelas Ibu pada Cia.
"Hmm, seperti itu ya Bu, aku mengerti Bu" Jawab Cia sembari mengangguk-anggukan kepala.
Di kamar Vivian..
Vivian menangis sambil memeluk bantal guling di atas kasur.
Kak Lio, dasar pria jelek! Pria jahat! Kamu tak percaya pada ku! Dasar jelek! jahat! Kamu jahat! Hu.. hu.. hu..
Vivian kesal memukul-mukul bantal guling dan melempar nya ke dinding hingga tergeletak di lantai.
Tak lama setelah itu Vivian hendak turun dari kasur mengambil bantal guling yang ia lempar tadi.
Bruukkk....
Aduhh.. Sakit sekali! Apa aku kualat ya marah-marah pada kak Lio? Hingga aku ingin turun dari kasur saja, aku sampai terjungkal.
Aw.. Sakit sekali..
Karena sudah begini aku tidur-tiduran saja deh di lantai.
Mana ya bantal guling tadi?
Tangan Vivian menjangkau-jangkau ke belakang tanpa melihat.
Eh, kok bantal guling kasar sih? Biasa nya kan lembut! Dan mengapa terasa dingin?
Vivian langsung menjauhkan tangan nya pada sesuatu yang terasa kasar dan dingin.
Vivian kembali meraba-raba mencari bantal guling tanpa melihat.
Tiba-tiba bantal guling yang di cari Vivian terlempar ke wajah nya.
Aw.. Siapa sih iseng sekali!
Eh, bantal guling ku, terima kasih ya.
.... Eh, di kamarkan hanya ada aku sendirian!
Vivian langsung duduk dan melihat ke arah asal nya bantal guling yang terlempar hingga mengenai wajah nya.
!!!!!!! Vivian terkejut dengan apa yang ia lihat.
"Si.. siapa kamu?" Teriak Vivian gemetaran pada sosok yang berdiri dengan wajah hancur dan mata nya hilang satu.
Sosok itu tiba-tiba tertawa dengan memiring-miringkan kepala nya.
Hi.. hi.. hi.. hi.. hi.. hi.. hi.. hi.. hi..
Sosok yang mengerikan itu tertawa dengan melototkan mata nya yang hanya tinggal satu di wajah yang hancur.
"Ma.. mau apa kamu? Ja jangan ganggu aku!" Teriak Vivian gemetaran.
Hi.. hi.. hi.. hi.. hi.. hi.. hi.. hi..
***PEM.. BU.. NUH...
HA.. RUS.. MA.. TI...
Hi.. hi.. hi.. hi.. hi.. hi.. hi.. hi.. hi***..
bersambung...
Salam dari..
♡ YANG KU CINTA TERNYATA ANAK KANDUNG AYAH KU
♡Beautiful Ceo Love Story
vivian jg ga bilang aja ke suaminya klo dia bisa lihat mereka 😔😔