Gara-gara ucapan nenek misterius yang entah darimana asalnya, Raya dan Rafa terpaksa menerima perjodohan oleh kedua orangtua mereka yang bersahabat.
NOVEL INI MASIH BANYAK YANG BELUM DIREVISI, MOHON MAAF BILA MASIH BANYAK KESALAHAN PENULISAN🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azra ziya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19 Berjuang bersama
Setelah mengetahui Raya hamil dan usia kehamilan Raya sudah 5 minggu. Kedua keluarga ini pun berkumpul dirumah Aima.
"Bunda seneng banget kamu hamil Ray."
"Sama Ray. Mama juga lebih seneng lagi."
Yuda dan Bayu pun hanya tersenyum melihat istri mereka bahagia, sementara Lusi hanya sibuk makan sambil menonton bersama Rafa di depan televisi.
"Kamu kalo ngidam pengen apa, jangan sungkan minta sama mama ya Ray, Mama akan siap 24 jam buat kamu."
"Iya bunda juga, nanti kalau kamu mau makan apa, nanti bunda masakin dan langsung bunda antar kesini."
"Makasih bun,ma, Raya gak mau apa-apa sekarang, lagian jika Raya mau apapun Raya bakal minta sama Rafa, dia kan ayah si bayi."
"Iya ya, kamu suruh aja si Rafa biar dia juga ngerasain gimana susahnya hamil."
"Tenang aja ma, Rafa lelaki baik Raya yang gak hamil aja dia gak pernah nolak, apalagi Raya sedang hamil, pasti dia semakin gak tega."
"Beruntung kamu punya suami seperti Rafa Ray," puji Rahma yang kagum dengan menantu nya itu.
"Rafa yang beruntung punya istri seperti Raya," sahut Aima.
Raya pun ikut bahagia melihat kedua orang tuanya bahagia. Walaupun masih butuh waktu kurang dari 8 bulan untuk menjaga dan merawat kehamilannya, namun Raya tetap optimis karna banyak yang mendukungnya.
Keluarga memang segalanya, mereka tempat berbagi kesusahan dan kebahagiaan. kesedihan tak akan bertahan lama jika ada yang menguatkan. Kebahagiaan pun tak lengkap jika tak ada yang ikut menikmati. karna berjuang bersama akan mengikat erat tali sebuah hubungan..
* * *
Raya terbangun tengah malam, dan membangunkan Rafa yang sudah terlelap.
"Raf aku laper, temenin aku makan yuk!"
Rafa yang setengah sadar pun memaksakan diri untuk bangun. Karena sudah jadi kebiasaan tengah malam Raya akan meminta Rafa menemaninya makan. Selama kehamilan Raya selalu lapar di tengah malam.
"Ayo aku temenin!" Rafa pun berdiri dan berjalan dibelakang Raya, keluar kamar menuju lantai bawah untuk mencari makanan.
Aima yang tau Raya akan sering kelaparan dimalam hari pun, sudah menyiapkan banyak makanan di kulkas yang tinggal di hangatkan jika Raya lapar. Cemilan dan buah-buahan juga sudah tersusun rapi didalam kulkas.
"Kamu mau makan yang mana biar aku panasin?" tanya Rafa pada Raya yang sibuk memilih makanan apa yang akan ia makan.
"Kayaknya aku pengen masakan kamu aja deh Raf, kok aku jadi ga pengen sama makanan yang di kulkas."
"Emang nya kamu pengen aku masak apa?"
"Terserah apa aja Raf, yang penting kamu yang masak!"
"Ya udah kamu duduk aja dulu!!biar aku masakin buat kamu."
Rafa pun mulai mengambil sayur, telur dan sosis dari kulkas, memotong sayur dan sosis
mengocok telur dan mencampur kan sosis dan sayur kedalam kocokan telur. Tak lupa menambahkan sedikit garam. Menghidupkan kompor dan segera memasak.
Raya pun hanya terkesimak melihat Rafa yang cekatan saat memasak, tak butuh waktu lama omelet sayur sosis pun selesai dan dihidangkan didepan Raya.
"Mau pake nasi Ray?"
"Gak usah, ini aja!" Raya pun segera melahap makanan yang dibuat Rafa, dan mengacungkan jari jempol ke arah Rafa.
Rafa hanya tersenyum senang melihat Raya yang makan dengan lahap. Mengambil minum agar Raya tak tersedak.
Sebesar apapun masalah, jika dilalui bersama maka akan lebih mudah diselesaikan. Berjuang bersama orang-orang yang peduli akan membuat kita sadar. Bahwa kita tak sendiri....
* * *
Jangan lupa like n komen ya!!!😉😉😉
Kau dengar gosip aja udh marah berhari hari, pdahal cuma gosip.
Semantara drimu dgn sadar, dn sukarela berhubngan dgn laki2 lain bahkan smpai jumpa kluarganya disaat berstatus istri org