Bagas Sanjaya, dipertemukan dengan seorang gadis yang cantik dan jelita bernama Deliana. Gadis itu ia selamatkan setelah tertabrak oleh mobil yang ditumpanginya. Ternyata Deliana adalah anak dari Jonathan Zabeth, sahabat baik dari keluarga Sanjaya.
Pertemuan itulah yang kemudian menjadi jawaban sekaligus penyelesaian dari sebuah permasalahan yang mencekik kehidupan Jonathan dan keluarganya.
Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, atau pun tempat, itu semua diluar pengetahuan penulis. Mohon untuk tidak memberikan komentar burik, karena itu akan berakibat buruk. Sekian dan terima gaji.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juan Atma Wikarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 19 : JAVANESE MAFIA
Hari semakin pagi. Jam dua dini hari Jonathan dan Maria sudah bersiap untuk datang ke Banyumas menemui anaknya. Tidak lupa mereka juga memberikan kabar terlebih dahulu kepada Bagas Sanjaya, untuk
memastikan putrinya tetap berada di rumah, tidak pergi kemana-mana.
"Semuanya sudah siap sayang?" Tanya Maria pada Jonathan.
"Sudah siap. Dan jam lima, kita sudah harus berada di bandara. Aku sudah menyiapkan jet pribadi." Jawab Jonathan.
"Bagaimana kamu bisa mendapatkan jet itu? Keuangan kita sedang sulit sayang."
"Ya. Itu tadinya. Tapi tidak dengan saat ini. Bagas sudah mengirimkan uang kita. Dan tinggal beberapa langkah lagi, kita akan kembali seperti dulu."
"Apakah kamu masih berfikiran untuk menjadi seorang mafia?"
Jonathan terdiam sejenak mendengar pertanyaan dari Maria. Dia sebenarnya ingin lepas dari dunia gelap yang kejam ini. Tapi di luar sana Jonathan memiliki banyak sekali orang yang menggantungkan hidup di keluarganya. Tanpa Jonathan, siapa yang akan memastikan kalau mereka yang ada di
pasar tidak di palak oleh preman?
Siapa yang akan memastikan kalau sekolah-sekolah untuk anak anak tidak
mampu itu bisa tetap berjalan?
Siapa yang akan menyokong dana untuk panti asuhan yang setiap hari membutuhkan biaya hidup anak-anak yang dibuang oleh orang tuanya?
Jonathan melihat ke arah luar jendela. Otaknya seakan berputar kesana kemari memikirkan jawaban apa yang akan dia berikan kepada istrinya yang sangat ia cintai dan ia kasihi. Namun sinilah batin Maria terketuk. Seakan dia sudah mengetahui betul apa yang sedang difikirkan oleh suaminya.
Dia memeluk suaminya dari belakang.
"Sayang. Itu adalah pilihanmu. Aku tidak akan memaksakan apa pun atas dirimu. Walau pun kamu adalah suamiku. Aku akan tetap mendukungmu. Sama seperti saat pertama kali Tuhan mempertemukan kita." Ucap Maria.
Jonathan tersenyum, ia berbalik dan mencium kening Maria.
"Ya sudah. Ayo kita berangkat." Ucap Jonathan dengan menenteng tas dan kopernya.
Di luar, anak buah Bagas sudah menunggu dengan sebuah mobil. Mereka langsung berangkat dengan pengawalan super ketat. Anak buah Bagas total ada dua puluh lima orang. Mereka disebar ke beberapa tempat yang disinyalir sering dikunjungi oleh anak buah Markus.
Sedangkan yang ada di mobil hanya dua orang saja. Tapi mereka orang-orang yang sudah berpengalaman. Mereka juga dulunya adalah pengawal biasa, yang sekarang sudah menjadi bos. Dan mereka kembali beraksi atas perintah dari Bagas Sanjaya.
Keberangkatan Jonathan dan Maria tidak diketahui oleh siapa pun. Bahkan keberangkatan itu hanya diketahui oleh anak buah tertentu saja yang masuk kategori orang-orang yang sulit dikalahkan. Bagas Sanjaya benar benar memastikan kondisi Jonathan dan Maria selalu aman sampai
mereka berdua tiba di rumahnya.
Maria terlihat mengkhawatirkan sesuatu.
Sudah berbulan-bulan mereka tidak keluar dari tempat persembunyian. Dan selama itu pula banyak orang yang sedang mencari keberadaan mereka. Untuk sekian waktu yang telah berlalu, Maria sedikit merasa lega
karena bisa menghirup udara segar di pagi hari.
Namun rasa khawatir yang Maria rasakan jauh lebih kuat dari kebahagiaannya itu. Maria ingat kalau Deliana disana mendapatkan pelatihan bela diri. Dia sudah mengira kalau
sesuatu yang mengerikan pasti akan segera terjadi. Jonathan menggenggam erat tangan Maria. Dia mencoba menenangkan Maria yang terlihat cemas sejak mereka meninggalkan rumah persembunyian mereka. Diam-diam Jonathan juga merasakan apa yang sedang dirasakan oleh Maria.
izin pm thor, mampir yuk ke ceritaku judul nya
Aku Tetap Cinta
tp q suka karya'a bagus ...
semngt sukses selalu
klo tiap hari crazy up aku suka thor
semangat ya thor terus berkarya