Sebelum membaca Novel ini . alangkah Baiknya Membaca Novel Menjadi Kaya . Karena Cerita ini berawal dari Novel tersebut.
Zan liang adalah anak dari Axel Brian dan istri ketiganya Mei sia.
Zan liang marah pada Ayahnya saat ibunya meninggal, dia meninggalkan statusnya selama tiga tahun setelah kehilang Ibunya.
Sementara itu Brian mengira jika Mei sia dan Zan liang meinggal, hingga dia jatuh sakit.
Tapi Siapa yang menyangka saat Brian mulai tinggal di jakarta untuk mengobati penyakitnya, Zan liang malah muncul.
Apakah Zan liang akan kembali ?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alveandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membumi
Riska cemberut melihat kedekatan adik kakak tersebut , pasalnya selama ini saja dia yang sudah dengan Zan liang tidak pernah berpelukan.
Alicia yang melihat Ekspresi wajah jelek Riska terkikik geli " hihihi.... Masa adeknya saja di cemburuin sih " Goda Alicia pada Riska.
Zan liang langsung menatap Riska , dia memang sedikit melihat ekspresi kesal di wajah Riska , tapi saat Zan liang menatapnya Riska pura - pura biasa saja.
" Siapa yang cemburu " ucap Riska membuang muka.
Zan liang menggelengkan kepalanya , dia menggandeng tangan Riska " Ayo ke kelas Bareng !" Zan liang mulai sedikit berani.
Riska terkejut , dia menatap tangan Zan liang yang menggenggam tangannya , Perasaan Riska menghangat , dia langsung membalas genggaman tangan Zan liang dan mengangguk .
Giliran Alicia yang cemberut " Kakak ih... jangan bermesraan didepanku napa " ucap Alicia merajuk.
Tapi Zan liang tidak memperdulikannya , dia menarik Riska untuk segera masuk ke Universitas ,tanpa menghiraukan Alicia yang makin merajuk.
Alicia dengan menghentak - hentakan kakinya mengejar mereka berdua. Saat sampai di lorong Universitas , mereka berpisah ,karena mereka berbeda jurusan .
Zan liang seperti biasa langsung duduk di tempatnya , Teman saju jurusannya sekarang menghina dia ,akibat masalah tadi malam.
" Lihat itu , Si miskin masih berani datang ke Unuversitas , kalau aku jadi dia ,aku mungkin sudah tidak ingin berangkat lagi !"
" Sepemikiran , aku juga pasti seperti itu "
" Mungkin urat malunya sudah putus kali ,jadi dia tidak peduli lagi dengan dirinya !"
" Kasihan sudah Miskin urat malunya putus lagi !"
" Hahahaha..
" Hahaha..
Semua teman Zan liang membicarakannya , tapi Zan liang tidak menghiraukan mereka ,dia pura - pura tidak mendengar apa yang mereka bicarakan.
Roy , Dosen Zan liang datang , Seketika semua orang terdiam , tidak ada yang membicarakan Zan liang lagi , Roy menatap Zan liang dengan Rumit ,dia terlihat menghela napas dan memulai Mata Kuliahnya.
Setelah Mata Kuliah berakhir , Roy menegur Zan liang " Zan... kamu keruanganku sebentar " Ucap Roy lembut sambil melangkah keluar.
Ketika Roy Keluar , teman - teman Zan liang mengejeknya .
" Mampus !, pasti dia akan diskors !"
" Hahaha... Pencuri rasain kamu !"
Pasangan yang membuly Zan liang waktu di parkiran juga menghina mereka , tapi Zan liang tidak peduli sama sekali. Dia melangkahkan kakinya untuk menuju ruangan Roy.
Sherli yang khawatir jika Zan liang akan di skors ,dia bergegas mengejar Zan liang , karena dia ingin membantu Zan liang agar tetap bisa berkuliah dengannya.
Zan luang masuk ke ruangan Roy , baru Zan liang menarik Kursi Mau duduk...
" Bruuuugggg !!" Roy Berlutut di lantai.
" Tuan Muda Zan , maafkan saya karena tidak mengenali anda , saya tidak tahu jika anda anak dari Tuan Axel , Tuan Muda tolong maafkan saya !" ucap Roy dengan ekspresi cemas.
Sherli yang tadinya mau membuka pintu , dia terkejut saat mendengar Roy menyebut jika Zan liang adalah Anak Axel , tentu saja Sherli tahu siapa Axel yang di maksud Roy.
Dia mengintip dari selah pintu , dia semakin terkejut saat melihat Roy sedang bersujud seakan menyembah Zan liang yang berdiri di hadapannya.
" I..ni.. apakah aku tidak salah lihat ?" gumam Sherli lirih.
Saat acara pesta berakhir , Rendi sengaja berbicara empat mata dengan Roy , dia memberi tahu identitas Zan liang , awalnya Roy tidak percaya tapi saat Rendi memperlihatkan pesan WA dari grup kantornya , Roy akhirnya percaya .
Zan liang menghela napas " Bangunlah pak Roy " Zan liang memapah Roy untuk berdiri.
" Tuan muda Zan aku ..."
Roy belum selesai bicara Zan liang memotongnya " Lebih baik kita duduk dulu baru kita bicarakan masalah ini "
Roy mengangguk , dia langsung berinisiatif mempersilahkan Zan liang duduk di kursinya , tapi Zan liang menggelengkan kepalanya dan duduk ditempat seharusnya.
Roy menatap.tidak berdaya Zan liang , tapi Zan liang menunjuk kursi Roy agar dia duduk ditempatnya ,Roy akhirnya duduk dengan terpaksa.
Zan liang langsung buka Suara " Pak Roy perlakukan saya seperti mahasiswa lainnya walau anda sudah mengenal saya, karena saya tidak ingin menggunakan nama keluarga saya untuk pamer , biarkan mereka yang menganggap saya remeh , dengan begitu saya bisa menjadikan hal tersebut sebagai pelecut untuk kesuksesan saya di masa depan "
Roy terkejut dengan pernyataan Zan liang " Tapi Tuan Muda Zan ..."
Zan luang menggeleng " tetap panggil saya Raizan Pak Roy , di kampus anda adalah orang tua bagi saya ,jadi anda tidak perlu bicara sopan dengan saya , kurasa cukup sampai disini pembicaan kita , Terimaksih Pak Roy " Zan liang beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan Roy yang tertegun dengan kerendahan hati Zan liang.
" Sungguh pria yang sederhana , walaupun bergelimang harta tapi dia memanfaatkannya , dia malah menggunakan kemampuannya sendiri " Gumam Roy lirih sambil menatap punggung Zan liang.
Sherli yang tadi mengintip ,dia langsung bergegas pergi saat Zan liang akan keluar . Zan liang yang tidak menyadari hal itu ,dia langsung pergi ke parkiran.
Sherli menatap Zan liang dengan tidak percaya " Zan... jadi kamu selama ini menyembunyikan identitasmu ?" Sherli menitihkan air mata , persaannya campur aduk ,antara sedih dan bahagia.
Sedih karena dia merasakan penderitaan yang Zan liang rasakan ,dari Cacian , hinaan dan semua keburukan yang dialami Zan liang.
Bahagia karena dia bisa bilang pada ayahnya dengan bangga jika dia telah mencintai anak oranga terkaya di Indonesia.
Sherli memkirkan banyak hal , dia ingin sesegera mungkin menjalin hubungan dengan Zan liang , dia juga ingin sesegera mungkin memberitahu ayahnya .
Sementara itu Zan liang sudah berada di parkiran ,terlihat Riska yang berlari menghampirinya " Zan pulang bareng yah ?"
Zan liang mengerutkan keningnya " Mobil kamu kenapa memangnya ?"
Riska menggembungkan pipinya , Pasalnya Zan liang tidak peka sama sekali ,padahal tadi pagi dia tidak seperti itu.
Zan liang menggelengkan kepalanya sambil tersenyum " Ayo naik , jangan cemberut seperti itu " Zan liang mencubit hidung Riska.
" Ih... Zan ..!" Walaupun kesal tapi Riska tetap tersenyum.
" Ayo .. mau naik gak ?, kalau tidak aku tinggal nih " Goda Zan liang pada Riska.
Riska langsung bergegas naik ke motor Zan liang , saat dia ingin memeluk Zan liang ,dia terlihat ragu - ragu.
Tapi Zan liang memegang kedua tangan Riska dan melingkarkan di perutnya " Pegangan yang Erat ,nanti jatuh " ucap Zan liang lembut.
Riska mengangguk lirih , dia memeluk Erat Zan liang ,menyenderkan kepalanya di punggung Zan liang sambil tersenyum.
Riska merasakan kehangatan yang baru pertama kali ini dia rasakan dari orang yang di cintainya , pasalnya selama ini Riska selalu berharap jika Zan liang akan terus seperti itu .
lanjuuut