Astri Wijaya mengenal Pasquela Sioulus sebagai pria yang tampan dan disukai banyak wanita.
Dia tidak berharap lebih untuk dicintai dan dimiliki oleh Pasquela, karena ia tahu apa yang harus diterimanya saat ia menerima seorang Pasquela Sioulus.
Perjalanan cinta mereka seperti menyusuri jalan sunyi hanya berdua tanpa mengetahui apakah ada rintangan didepannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 19.
Astri sudah tiba dilantai 10 dan ia berjalan mencari ruangan yang dituju, kemudian langkahnya terhenti ketika ia melihat seorang wanita cantik dengan penampilan yang sangat modis.
" Selamat pagi, saya Nona Wijaya boleh saya tahu dimanakah ruangan nomor 6 ?," tanya Astri pada wanita dengan penampilan modis tersebut.
" Selamat pagi, saya Liana. Untunglah Anda sudah tiba. Pimpinan sudah tiba sejak tadi dan sudah menunggu mu,"kata Liana dengan cepat.
" Tapi, ini belum jam 10 ?," ucap Astri yakin.
" Aku tahu. Pimpinan yang datangnya lebih awal. Ayo masuk dan lakukan presentasi Anda dengan baik, karena aku lihat pimpinan kurang bagus suasana hatinya," katanya sedikit menarik Astri agar ia segera memasuki ruangan.
Astri sudah berada didalam ruangan dimana ada seorang lelaki yang sedang duduk di sofa dan terlihat terkejut ketika melihat Astri, sementara gadis itu belum menyadari bahwa orang yang akan ia temui sedang duduk di sofa bukannya di kursi direktur yang membelakangi pintu.
" Apakah kamu begitu penasaran dengan kursi yang membelakangi meja ?," terdengar suara berat ketika Astri mencoba melihat apakah ada orang yang duduk di kursi direktur.
Astri begitu terkejut ketika mendengar suara orang yang menyapanya karena suara itu adalah milik Pasquela, pria seksi dan tampan adik dari Tuan Alexander Sioulus orang yang sangat disegani.
" Anda ?, mengapa bisa berada disini ?," tanya Astri ketika rasa terkejutnya hilang.
" Apakah aku tidak pantas berada disini ?, dimana menurutmu tempat yang cocok untuk ku ?," goda Pasquela tertawa ketika melihat Astri begitu terkejut.
" Aku tidak tahu Tuan, karena semua tempat akan cocok dimana pun Tuan berada." jawab Astri tertawa.
" Mengapa kamu berada disini ?, apakah kamu Nona Wijaya yang akan memberikan presentasi hari ini ?."
" Benar. Aku benar-benar tidak percaya kalau Anda orang yang akan aku temui ."
" Kalau kamu tahu, apakah itu berarti kamu akan bergerak cepat setiap kali aku menghubungi dirimu ?," tanya Pasquela agak kesal ingat bahwa semalam telepon nya tidak dijawab oleh Astri.
" Aku tidak tahu bahwa sebagai pimpinan Anda melibatkan urusan pribadi kedalam urusan bisnis," jawab Astri kalem.
" Kamu tahu aku tidak akan melakukan hal picik seperti itu. Aku akan memanggil bagian marketing yang akan bertindak sebagai penilai juga agar keputusan ku tidak sepihak." kata Pasquela. Dan ia segera menekan intercom dan meminta Liana memanggil bagian marketing.
Di ruangan tersebut kini sudah ada 4 orang termasuk Pasquela yang mendengar kan presentasi yang dilakukan oleh Astri.
Pasquela menatap tidak percaya bahwa gadis didepannya terlihat begitu ahli dalam memberikan penjelasan mengenai keuntungan yang cukup besar serta kerugian yang sangat minim dari kerjasama mereka bila pihak National Bank menjadi rekan bisnis dari perusahaan milik keluarganya.
" Benar seperti yang dikatakan oleh Alex, suatu keuntungan yang sangat besar bila aku menjadikan Astri sebagai tenaga marketing perusahaan ku," nilai Pasquela dalam hati.
Ketika Astri sudah menyelesaikan penjelasan nya Pasquela masih memandang tajam Astri hingga salah seorang direktur marketing menegur untuk mengingatkan dirinya.
" Tuan ?, tuan Sioulus, Nona Wijaya sudah selesai." beritahu Nelson.
" Oh, terimakasih. Aku akan memberikan keputusan dari penjelasan yang kamu berikan setelah 2 hari dari sekarang." jawab Pasquela tanpa melepaskan tatapan matanya dari Astri.
" Baiklah kami akan menunggu keputusan dari National Bank, dan semoga hasilnya tidak mengecewakan kami. Bagaimanapun kami berharap bisa menjalin kerja sama dengan perusahaan Anda." jawan Astri dan ia segera membereskan berkas dan juga laptop-nya.
Setelah mengucapkan salam, Astri meninggalkan ruangan dan ia melangkah dengan tidak yakin, tidak seperti ketika ia akan berangkat.
" Astri..., Astri Wijaya !," terdengar suara yang memanggil namanya dan ia tahu Pasquela yang memanggil namanya.
" Ya ?,"
" Apakah kamu akan langsung kembali ke Indonesia ?," tanya Pasquela menghampiri Astri.
" Tidak. Aku akan berbelanja sebentar. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk mengisi showroom saat berada disini." jawab Astri dan ia kembali meneruskan langkahnya dengan Pasquela yang berjalan disampingnya.
" Aku tidak tahu bahwa kamulah yang akan aku temui." kata Pasquela sambil lalu membuat Astri menatapnya tajam.
" Kenapa kalau Anda tahu, apakah hal tersebut membuat perbedaan ?,"tanya Astri tajam.
" Tentu saja, karena aku tidak akan menemui mu sebagai orang yang menunggu keputusan dariku. Aku akan menemui dirimu sebagai teman kencan ku," jawab Pasquela mengagetkan Astri.
emang hrs ketemu sm astrid