ini adalah karya ke dua ku , aku harap akan ada pembaca yang menyukainya. aku bukan penulis hanya saja aku suka membaca.
jika ada kesalahan dalam cara menulis ku, dengan senang hati aku menerima kritikan dan saran dari para pembaca, dan aku ucapkan terima kasih buat uang berminta membaca karya ku ini,
kehidupan rumah tangga Naya dan Josep sangat lah harmonis, hingga suatu kejadian membuat mereka harus terpisah ,walau saat itu Naya tengah mengandung buah cinta mereka yang pertama .
Josep yang teramat mencintai Naya selaku berusaha untuk kembali rujuk dengan Naya , tapi Naya kokoh tak ingin kembali pada Josep
hingga suatu hari Josep mendengar Naya tengah dekat dengan mantan kekasihnya yang bernama Aldo , Josep tidak terima dan meminta bantuan orang tuanya untuk membujuk Naya
lalu apa kah Naya akan kembali pada Josep , atau melanjutkan kisahnya dengan Aldo, ...?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alfirzik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sembilan belas
Aldo sangat gelisah, seharian ia tak fokus pada pekerjaannya. Ia begitu khawatir pada Naya dan Fahri . Entah mengapa Aldo merasa Naya menyembunyikan sesuatu dari nya. Karena tak fokus akhirnya Aldo memutuskan untuk menemui Naya.
NAYA
"Good morning my hero" kucium kening putra kesayanganku itu, ahhh begitu tentram hatiku saat melihat wajah nya yang begitu polos tanpa dosa, sejenak terngiang di telinga ku nasehat ibu dan Abang Abang ku.
"Yah, demi Fahri " Aku harus berdamai dengan hatiku .
kulirik jam menunjukkan pukul 06:00 pagi, ku mandikan putraku yang masih malas untuk bangun dari tidurnya. ke gilitikin pinggangnya hingga akhirnya dia menyerah
" Udah mamah geli....., pekik Fahri.." ahhh momen seperti ini begitu membuat ku bahagia bersama putra ku.
Selesai mandi kami berdua pun bersiap untuk sarapan dan menuju restoran ku. Dimana aku dan beberapa orang sahabat ku mengais rezeki. Sesampai di restoran ku dapati bang Aldo yang sudah menantiku di ruangan kerjaku, ia duduk di sofa sambil tangannya mengetuk ngetuk meja yang terdapat khusus untuk tamu.
" Bang Aldo ?" Aku kaget melihat Aldo yang sudah di sana sepagi ini.
"Nay, ?" Wajahnya begitu tegang
"Abang kenapa ?" Tanyaku polos
" Kau tak merasa bersalah pada ku, kau tau aku begitu khawatir nay, 3 hari kau tak ada kabar nay, aku datang ke rumah tapi rumah mu selalu kosong, aku ke rumah bang Arif, namun bik Minah bilang kau sudah pulang ke rumah mu, aku ke sini mbak Eva bilang kau tak masuk, aku pon tak kau angkat apa Naya " katanya meluahkan uneg uneg di hatinya.
Aku akui aku memang menghindarinya beberapa hari ini. Aku juga tak tau kenapa ?
"Nay..., " Bang Aldo memegang bahuku membuat ku tersadar dari lamunan ku.
" Ah.. iya bang " kataku gugup
" Apa ada yang kau sembunyikan dari ku." kata bang Aldo kemudian.
"Ah.. mm.. tidak bang," jawab ku gugup, bang Aldo menatap tajam ke arah ku, membuat ku semakin gugup seolah tertangkap basah melakukan sesuatu.
" Ikut aku, " katanya sambil menggendong Fahri , ia ambil kunci mobil ku dan menarik tangan ku memaksaku untuk masuk ke dalam mobil dan membawa ku ke pinggir sungai yang terdapat hamparan pasir .. layaknya seperti pantai, sungguh sangat indah..
***
Aldo membuat istana pasir bersama Fahri di pinggir sungai yang sangat lebar itu, pinggiran sungai Batang hari , sungai paling lebar dan sangat terkenal di kota Jambi. daerah yang sangat sejuk banyak pepohonan rindang hanya saja di sini tak ada pohon kelapa seperti di pinggir pantai.
Naya memperhatikan dua orang yang sangat di sayangnya itu sambil tersenyum tipis.
"Seandainya saja bang Aldo adalah bang Josep Fahri pasti akan sangat bahagia , begitu juga aku." batin Naya. yah jauh di lubuk hati Naya ia sangat merindukan sosok laki laki penyabar itu.
" Sekarang katakan padaku ada apa nay " Suara bang Aldo mengagetkan Naya.
" Hum..., maksud Abang." tanya Naya berpura pura tak mengerti.
" Nay, kau tau betul maksud Abang, Abang mengenal mu bukan hanya dua Minggu ini nay, tapi jauh sebelumnya saat kau masih memakai seragam abu abu " kata Aldo sambil meneliti mimik wajah Naya.
Naya menghembuskan nafasnya. Ia melirik ke arah Fahri kemudian menatap Aldo sejenak
" Dia datang bang, " Jawab Naya tak mampu menyembunyikan getaran di suaranya.
" Maksudmu.?" tanya Aldo penasaran. Naya menatap Fahri , kini Aldo pun mengerti siapa yang di maksud Naya.
" Lalu... ?" jawab Aldo datar
"Dia ingin bertemu Fahri " Aldo memandang hamparan sungai yang luas, entah kenapa ada rasa khawatir yang ia rasakan.
"Apa dia ingin membawa kalian dariku." Suara serak Aldo tak mampu menyembunyikan rasa takutnya.
Naya tak menjawab ia hanya menatap Aldo lalu diam , berjalan ke arah Fahri dan duduk di samping putranya itu.
" Bisakah kalian tetap berada di sisiku nay." lirih Aldo
Naya hanya diam, jauh di lubuk hatinya ia merindukan Josep dan sangat berharap pada pria itu, kelembutan perhatian dan sikap Josep yang sangat penyabar membuat nya menjadi pria yang tak tertandingi di hati Naya. Namun Naya juga mengakui Josep bukan miknya lagi , ada wanita lain yang lebih berhak atas Josep.
" Nay, apa kah kau ingin kembali padanya. ?" Naya tersenyum walau tampak di paksakan.
" Dia telah punya istri bang" Jawab Naya sambil menundukkan kepalanya.
" Kau tampak kecewa , apa itu artinya kau masih mengharapkannya nay," Tanya Aldo lagi, begitu sakit rasanya melihat wanita yang sangat di cintainya itu kecewa.
"Ah.. sudah lah bang, sebaiknya kita kembali ke restoran , lagian ini masih pagi, anak anak pasti sangat kerepotan." Naya berusaha mengalihkan pembicaraan mereka.
Ia menggendong Fahri kemudian berjalan menuju parkiran,
" Bang, ayo." ajak Naya kemudian. Aldo mengikuti langkah kaki Naya dengan perasaan sulit untuk di gambarkan.
" Om.. Ai mau ke luko om yah.. Ai mau mancing di kolam." pinta Fahri saat berada di dalam mobil .
" Sayang .. nggak bisa dong, mamah kan harus kerja." tolak Naya
" Biar Fahri bersama ku nay." kata Aldo yang dari tadi fokus sama stir
" Tapi bang,"
"Aku akan menjaganya " Aldo mengusap kepala Fahri sambil tersenyum pada Naya.
"Apa sekarang kepercayaan mu langsung hilang padaku." Sindir Aldo.
"Bang..., bukan begitu aku hanya tak ingin merepotkan mu." kata Naya kemudian
" Aku tak pernah merasa di repotkan nay, Apa lagi dengan bocah lucu satu ini " Aldo mencubit pipi gembul Fahri
" Ommmm, saakit.. tau....?" Fahri memajukan bibirnya membuat Aldo terbahak.
" ah.. aku sangat berharap kau adalah putraku." batin Aldo
Entah kenapa Aldo begitu menyayangi bocah itu. mungkin saja karena Fahri adalah anak wanita yang sangat di cintainya.
sesampainya di restoran
sebelum turun dari mobil Naya mengingatkan pada Fahri agar jangan nakal
"jagoan mamah jangan nakal dan jangan ngerepotin om Aldo yah. " kata Naya sambil mencium pipi Fahri
" iya mah..., mau juga dong mah di cium..." Aldo memiringkan pipi nya alhasil mendapat tamparan kecil dari Naya.
" ih.. apa sih bang," Naya sangat malu dan segera turun dari mobil.
"hahaha... mamah malu.. "gelak Fahri dan Aldo di dalam mobil.
" dah.. mamah... muuuaaach.." Aldo memberikan sun jauh pada Naya yang di tanggapi cibiran oleh Naya.
"Ayo jagoan... kita mancing." Aldo dan Fahri pun melajukan mobil Naya ke ruko tempat tinggal Aldo, mereka memarkir mobil di samping ruko dan langsung mengambil peralatan mancing, mencari tempat yang nyaman di pinggir taman dan juga menyiapkan cemilan untuk Fahri.
seperti ayah dan anak yang lagi menghabiskan waktu libur.
"Ai minum dulu.?" perintah Aldo pada Fahri yang sudah mengelap keringat karena mungkin sudah lelah
" Ai capek, ayo kita pulang, " Fahri mengangguk dan Aldo pun dengan sigap menggendong Fahri ke ruko dan mereka pun membersihkan diri lalu beristirahat.