NovelToon NovelToon
Jodoh KEDUA

Jodoh KEDUA

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 5
Nama Author: Windii Riya FinoLa

Ini adalah Novel Kedua saya.
Perhatian. Novel ini mengandung Semar mesem yang bisa buat kita senyum-senyum sendiri.

Area dewasa ya.. Mengandung unsur dewasa. Harap bijak dalam membaca.

Apa jadinya jika sahabat dunia maya yang kamu kenal 11 tahun lalu bertemu tanpa di rencanakan? takdirlah yang mempertemukan kalian?

Dia Harry Setiawan S.P berprofesi sebagai Asisten Afdeling di perusahaan perkebunan ternama. Memiliki pacar yang sudah 7 tahun bersama tapi lebih banyak menjalani hubungan jarak jauh.

Di samping itu, ada seseorang yang belum pernah di temuinya tapi sudah dikenalnya 11 tahun lalu. Perkenalan tanpa sengaja.

Hingga hatinya jatuh pada wanita itu.
Fadia Rahayu.

Fadia Rahayu seorang janda beranak satu. Kegagalan Pernikahan pertama nya membuat Fadia enggan mengenal cinta. Hanya anak semata wayangnya lah menjadi kekuatan menjalani hidup.

Kekerasan dan Penghinaan dari mertua serta ipar-ipar nya dulu membuat dia sadar bahwa seorang perempuan harus memiliki penghasilan sendiri.

"Aku takut hatiku jatuh sejatuh-jatuhnya pada cintamu.

~Fadia Hanum



Seperti nama yang di kenalnya di dunia maya.

"Aku bahkan mengenal mu hanya dengan mendengar suaramu. Kamu adalah Ayu ku."

~Harry Setiawan

Bagaimana kisah antara Pak Asisten dan karyawan nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Windii Riya FinoLa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Satu tikungan

"Assalamualaikum." ucap seseorang dari depan rumah Fadia.

"Waalaikumussalam." Jawab Elsa dan Ibu Elsa bersamaan karena keduanya masih berada dirumah Fadia.

Elsa bangkit untuk membuka pintu melihat siapa yang datang.

"Eh bang Rudi.. Ada apa ya?"

"Fadia ada Elsa?" tanya Rudi.

"A-da bang. Masuk. Sebentar ya.."

Elsa memasuki dapur. Tapi langkahnya terhenti saat melihat Harry merapikan anak rambut Fadia ke belakang telinga.

"Apa begitu seorang sahabat? Harry begitu perhatian sama Fadia. Benarkah itu hanya perasaan sahabat? atau ada yang ku lewatkan disini?"

Mengingat ada tamu yang menunggu siempunya rumah, Elsa melanjutkan langkahnya mendekati Fadia dan Harry.

"Fad. Ada tamu." ucap Elsa yang membuat keduanya terkejut dan salah tingkah.

"Kenapa kalian salah tingkah begitu?" tanya Elsa.

"Bu-kan apa-apa. Siapa yang datang El?" tanya Fadia masih dengan rasa gugup nya.

"Bang Rudi Fad." kata Elsa.

Fadia menghela nafas panjang. Sebenarnya ia tidak suka jika Rudi datang kerumahnya. Bukan berarti Rudi tidak baik, tapi hatinya menolak untuk menerima dan saat Rudi datang kerumah selalu bertanya hal itu saja.

"Kapan abang dan keluarga bisa meminangnya dek?"

Pertanyaan itulah selalu membuat Fadia menghindari Rudi. Katakan jika ia memberi harapan palsu pada Rudi karena ia tidak memberikan jawaban iya atau tidak.

Tapi itulah hati, tidak dapat di prediksi pada siapa ia memberikan hati itu. Bisa saja pada seorang pemuda lajang yang usianya lebih muda atau lebih tua, bisa saja pada duda tua atau muda, bisa saja pada pria kaya atau miskin, atau bisa saja pada suami orang atau calon suami orang.

Sama seperti Fadia sekarang. Hatinya telah jatuh dalam pesona Harry. Bahkan jauh sebelum mereka dipertemukan hari ini.

Harry Setiawan calon suami wanita lain. Miris bukan? Tidak mungkin ia bisa memiliki Harry karena dilihat dari lamanya hubungan mereka, pasti sangat kuat ikatan cinta mereka.

Fadia menghela nafas panjang kemudian bangkit untuk melangkahkan kakinya menuju ruang tamu untuk bertemu dengan Rudi.

Tapi langkahnya terhenti saat Harry sudah mencekal tangan Fadia. "Jangan temui Rudi dengan tampilan begini. Tidak bagus Yu. Aku tidak rela bila Rudi juga melihatnya." larang Harry karena benar adanya ia tidak rela paha putih mulus Fadia dan belahan dada Fadia yang sedikit terlihat itu di pandang orang lain.

Mata Fadia terbelalak mendengar apa yang diucapkan Harry begitu juga Elsa. Sontak keduanya melihat penampilan Fadia dari atas hingga ujung kaki.

Seketika wajah Fadia bersemu merah menahan malu dan baru menyadari kesalahannya.

"Kenapa kamu baru bilang sih.. Aku malu dilihatin kamu terus." tutur Fadia yang sudah berdiri dibelakang Elsa.

Harry terkekeh dan menjawab tanpa rasa bersalah."Aku sudah melihatnya. Jangan keluar dapur dulu Yu. Karena kamar kamu melewati ruang tamu kan?"

"Aku marah sama kamu. Melihat tanpa izin. Jadi gimana dong ini?" rengek Fadia menghentak kan kaki di belakang tubuh Elsa.

"Aku saja yang ambil Fad." Elsa mengalah karena penampilan Fadia malam ini tidak baik di lihat pria. Ia pun melangkah menuju kamar Fadia.

"Terus Harry lihat penampilan ku lagi gitu." ketus Fadia.

"Aku akan menutup mataku Yu." Harry menutup matanya.

"Terlambat. Sudah kamu lihat tadi." Fadia memanyunkan bibir tipis nya.

Dalam hati Fadia tersenyum. Hatinya menghangat mendengar larangan Harry untuk tidak keluar dengan penampilan nya begini.

Bagaimana aku tidak jatuh cinta padamu Harry? di seberang telepon saja hatiku menghangat saat kamu perhatian padaku apalagi sekarang kamu berada di dekat ku? Tolong jangan berikan perhatian lebih. Aku takut terlena Harry. gumam Fadia dalam hatinya.

"Ini aku ambil sweater sama celana jeans saja." ucap Elsa setelah masuk ke dapur.

Fadia mengangguk seraya melangkah meninggalkan Elsa dan Harry menuju kamar mandi.

Fadia keluar kamar mandi dengan sweater pink dan jeans biru muda yang diambilkan Elsa. Dengan menggulung rambutnya asal sertaa membiarkan poni mengurai menutupi dahinya.

Harry mematung melihat tampilan Fadia, tidak ada yang salah dengan Fadia. Tapi dirinya lah yang salah. Melihat tampilan Fadia seperti itu dimatanya sangat cantik.

Ditelannya saliva yang berasa menelan sebiji kerikil. Sangat susah tertelan saat pandangannya teralihkan dengan leher jenjang putih nan mulus itu.

Ingin ku peluk dirimu.

Ingin ku kuasai dirimu dalam kukungan ku.

Tapi sabar ya.. Tunggu halal. Harry bermonolog pada dirinya sendiri.

"Sudah ayo."

Harry tersadar dari pikiran salah nya saat Fadia mengeluarkan suara yang indah di dengar telinganya.

****

"El. Gula ku habis, pakek gula ibu dulu ya.. Tolong buatkan teh manis untuk bang Rudi dan Harry."

Elsa menganggu membiarkan Fadia dan Harry berjalan menuju ruang tamu. Ia menatap Fadia nanar. Sangat sulit menjadi Fadia, hidup sendiri dan memiliki cinta dalam diam pada sahabatnya sendiri.

Tidak mudah mengembalikan hati yang telah beku. Masa lalu kehidupan rumah tangga nya membuat Fadia urung di dekati. Sudah banyak yang di tolak Fadia tapi hanya Rudi yang bertahan. Dan Elsa tahu itu. Tapi bukankah cinta juga berharap memiliki?

***

"Loh.. Pak Asisten Afdeling kok disini?" tanya Rudi terkejut bahkan sampai berdiri lagi.

Harry hanya tersenyum dan mengangguk saja. Ia harus menahan gemuruh dihatinya agar tidak membuat keributan.

Harry berdecak saat melihat penampilan rapi Rudi untuk mendatangi Fadia.

"Yu duduklah di sebelahku." titah Harry. Ia tidak rela Fadia duduk berdekatan dengan Rudi walau saat ini Rudi duduk di sofa tunggal.

Sofa di ruang tamu Fadia ada tiga sofa dan meja persegi panjang di tengahnya. Dua kursi tunggal dan satu sofa panjang 1,5 meter yang kini di duduki Harry dan Fadia.

"Bapak kenal dengan Fadia? Siapa nya Fadia ya kalau boleh saya tahu?" tanya Rudi sopan dengan Harry karena mau bagaimana pun Harry adalah atasan nya.

"Bisa dikatakan saya orang terdekat Ayu." jawab Harry tenang tanpa ekspresi.

"Ayu?" tanya Rudi spontan karena yang ia tahu tidak ada nama Ayu diantara mereka.

"Aku bang. Pak Harry memanggilku Ayu. Ada apa abang datang? tumben."

"Ini martabak Bangka. Tadi abang dari kota sekalian beli ini untukmu." Rudi tersenyum manis.

Sedangkan Harry sudah berdecak sebal.

Dasar cari muka.. Kenapa aku tidak bawa apapun tadi.

Fadia dan Rudi asyik mengobrol. Lebih tepatnya Rudi lah lebih dominan mengajak Fadia mengobrol.

Sedangkan Harry hanya diam tidak fokus pada pembicaraan mereka bahkan ia tidak sadar bila Elsa juga sudah ikut bergabung. Ia masih memikirkan bagaimana caranya mendapat hati Fadia.

"Ehem.." Rudi berdehem.

Seketika semua menjadi berfokus pada Rudi. "Dek Fadia.. Abang kesini bermaksud untuk melamar adek Fadia sebelum abang membawa keluarga abang melamarmu ke mbak Fatin."

"Apa?"

Semua terkejut mendengar suara lantang itu.

🌸

Bersambung...

Tuh kan di tikung???

1
selvysurya inten
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
meilanyokey
konflik dimulai deh perebutan antara Harry dan Rudy.... eh banyak jg sih karena ayu janda cantikkkk, semoga aja g ada yg licik dan julid kyk Ratna....
key
Luar biasa
rinny
fadia yg di gombali kenapa AQ yg salting ya 😄😄😄
SemestaBernyanyi
🐷
Anonim
Ar
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
maksud nya ini gimana kak harry nya kemana
lyn
wkwkwk semakin banyaklah saingan kau Harry hahahah
Idha Giatno
Luar biasa
lyn
ya Allah...malam² kerumah orang cuma minta makan, untung sayang, kalau nggak udah diusir mana tanggal tua lagi hahaja
lyn
ngakak thoorr....
M_virgo
andai 🤭🤭🤭
Dewi Kartika Sari
ber xx baca cerita ini tp saat baca bab ini tetep mewek jg
HANAMI DEWATI
Luar biasa
Novelita
love bunda dan ayah yaaa ding
Novelita
janda terdepan
Novelita
bang rudi kah
Novelita
di rem ya mas harry
Novelita
hemmmm
Novelita
lha dalllah.mas mas,j
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!