Menjadi yang kedua bukan lah ke inginanku, namun sebuah takdir memaksaku menjalani semuanya.
Suka dan duka kehidupan mengajarkan banyak hal yang akhirnya membuatku menjadi kuat.
Hadirnya cinta yang tertukar menjadi hal yang menarik dalam hal ini.
Nantikan kisahku selanjutnya.
" Terpaksa Menjadi yang Kedua "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syafa Aulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membuang kecurigaan
Nadia merasa senang akhirnya penghalang kebahagiaan nya yang selama ini di curigai nya itu sudah pergi jauh dari hidup nya, Ia bisa memulai kebahagiaan nya lagi tanpa harus terganggu dengan kehadiran wanita itu lagi di rumah nya.
" Sayang.....! aku rindu tahu nggak, kamu ke luar kota lama sekali "
Nadia langsung bermanja di lengan Rayyan ketika suaminya itu baru saja turun dari dalam mobil milik nya.
" Kan aku bekerja disana, lagi pula hanya satu minggu disana. Biasa nya kamu keluar kota bahkan sampai dua minggu "
Nadia tersenyum menanggapi ucapan Rayyan.
" Ya sudah sayang, nggak usah di bahas lagi. Sekarang yang terpenting kan kmu sudah kembali ke rumah dan kita akan melepas rindu kita selama seminggu ini "
Nadia menggandeng tangan Rayyan menaiki anak tangga menuju ke kamar mereka.
Setelah membersihkan diri mereka makan malam bersama, kali ini Nadia melakukan tugas nya dengan baik. Bukan tanpa alasan, karena sudah beberapa kali mendapat telpon dari seseorang yang juga merindukan dirinya karena sudah lebih dari sebulan lamanya mereka tidak bertemu.
Malam yang panjang mereka lalui berdua, Rayyan harus bersikap adil pada kedua nya. Ia harus melakukan hal yang sama juga pada Nadia, melakukan kewajiban nya pada wanita itu
Mereka tertidur sambil berpekukan setelah melalui malam yang panjang bersama. Adrian meraih ponsel nya dan mengirimkan pesat buat Ayu karena dia tahu wanita itu pasti akan menunggu kabar darinya.
Ayu yang memang menantikan kabar Rayyan pun akhirnya tertidur setelah mendapat kabar dari suaminya itu.
*
*
Siang hari Nadia sudah sangat rapi, Ia bangun sebelum suaminya bangun
" Kamu sudah bangun " Tanya Rayyan ketika baru membuka mata.
Ia bingung melihat penampilan Nadia yang sudah sangat rapi dengan sebuah tas di samping nya.
" Kamu sudah rapi pagi pagi begini, mau kemana lagi " Tanya Rayyan
" Maaf Mas tapi aku ada kerjaan di luar kota, sejak kemarin pihak sana sudah menghubungiku karena ada masalah disana. Maaf ya Mas, aku tinggal lagi. Ngk lama kok Mas, palingan sepuluh harian disana, kalau urusan nya sudah selesai aku pasti langsung pulang "
Rayyan bangkit dari tempat tidur nya, meskipun dia sudah terbiasa dengan alasan Nadia tapi Pria itu tetaplah bingung melihat tingkah Istri nya itu.
" Aku baru kembali dan kamu mau pergi lagi " Tanya Rayyan.
" Maaf Mas, tapi aku harus pergi sekarang "
Nadia menarik koper yang selalu Ia bawa kemana mana selama ini, Rayyan hnya melongo melihat kepergian sang Istri. Sungguh di luar pemikiran nya, wanita itu bahkan tidak mengindahkan ucapan nya.
" Pergi begitu saja, meskipun di larang pun dia akan tetap pergi. Aku kenapa merasa ada yang tidak beres dengan semua ini, apa ada yang dia sembunyikan dariku. Pekerjaan seperti apa yang dia kerjakan disana, sehingga tidak bisa di wakilkan dengan orang lain " Gumam Rayyan
Dia berpikir haruskah Ia mencurigai Istri nya dan mengirim mata mata untuk menyelidikinya, namun hati kecil nya menolaknya.
" Sudahlah mungkin benar pekerjaan nya membutuhkan turun tangan langsung darinya sebagai pemilik perusahaan. Aku hanya bingung perusaan nya bergerak dalam bidang apa, dia bahkan tidak pernah bercerita apa pun padaku "
Rayyan bangkit dari tempat tidur dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Ia memilih untuk langsung ke kantor demi membuang kecurigaan nya dan dari pada pusing memikirkan wanita yang masih berstatus istrinya itu.
Arya yang akan membongkar kebusukan mu itu..
gak usah di tunggu Rayyan nya..
karena sekarang kamu bukan utama lagi baginya tapi Nadia
kau begitu memikirkan perasaan Nadia sedangkan ayu tidak kau pikirkan..
awas lo Ray entar ayu pergi jauh darimu dan meninggalkan kau
yg di kandung Nadia belum tentu anakmu ray
anak Rayyan apa Arya
tapi takut juga.jgn sampe Nadia tau tentang rumah dan ayu
Nadia kamu cepatan pegi deh..
bila perlu lamaam dikit..pe ayu lahiran kek peginya..
Nadia memang istrimu juga tapi dia mengabaikan kamu selama ini..
jadi kamu berhak bahagia
dan sehatkan ayu dan janin nya
betapa senangnya Rayyan mendapat kabar ini..
dan kamu Nadia kamu akan tersingkir dan kamu juga tidak mendapatkan apa-apa karena kamu sudah lebih dulu berhianat