NovelToon NovelToon
MENGEJAR CINTA LYVIA

MENGEJAR CINTA LYVIA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Azzahra Nian

"Aku rela untuk menjadi yang ke - 3...yang pertama Tuhanmu, yang kedua Ibumu, yang ketiga Istrimu...Aku...asal jangan ada yang keempat diantara kita..."
Sebuah janji suci yang tidak seorangpun bisa menggoyahkannya.

Kisah perjuangan hidup seorang Lyvia dalam mempertahankan keutuhan rumah tangga.
° Novel Adrian Maulana
Satu-satunya pria yang meluluhkan hatinya.
Namun apa jadinya jika kepercayaan cinta dikhianati.

Apakah Lyvia masih bisa menerima kembali ketulusan cinta Adrian ?
Akankah Adrian bisa meluluhkan hati Lyvia ?

Yuk ikuti kisah selengkapnya...😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azzahra Nian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 19. Janji Adrian

 

Hari ini hari Minggu, tadinya Adrian berencana mau mengajak Lyvia untuk jalan. Tapi ternyata kita manusia hanya bisa berencana. Masih sama seperti semalam, Adrian duduk diam dengan ponsel di tangannya. Tapi kali ini dia berada di teras belakang.

 

Dicobanya lagi menghubungi Lyvia. Hasilnya masih nihil. Akhirnya dia kirimkan pesan kepada Kania.

 

("Pagi Nia...apa Kak Via sudah baikan...?")

("Pagi Kak...masih seperti kemaren, Kak Via masih di kamarnya...")

("Apa kakak boleh berkunjung...?")

("Iya Kak...tidak apa-apa, siapa tau Kakak bisa merayunya.")

 

Adrian kembali ke kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian. Dia mendekati Mamanya di meja makan.

 

"Masih belum ada kabar dari Lyvia...?" tanya Mamanya.

"Belum Ma...tapi Kania sudah kasih kabar ke Adrian, dia masih mengurung diri di kamarnya."

"Apa mungkin ada masalah di kantornya...?" Tanya Mama mencoba menebak.

"Tidak mungkin Ma... Lyvia selalu cerita kalau ada apa-apa dengan pekerjaannya."

"Mungkin ini karenaku..." tambahnya setengah berbisik.

"Kenapa dengan kalian...? apa ada hubungannya dengan Maya...?"

"Entahlah Ma...aku belum tau Pasti..."

 

Jawab Adrian, sambil menghabiskan suapan terakhirnya.

 

"Ma.... Adrian mohon izin untuk menemui Lyvia..."

pergilah Nak... temui dia... Mama merestuimu... pastikan dia baik-baik saja."

 

Adrian memeluk dan mencium tangan Mamanya. Dia bergegas pergi ke rumah Lyvia.

***

Sesampainya di rumah Lyvia.

 

"Kebetulan Nak Adrian datang, dia masih di kamar Nak... dan belum makan dari siang..." Jelas Ibu saat Adrian turun dari mobilnya.

"Ibu mau pergi...?" tanya Adrian yang melihat Ibu Lyvia memakai helm, sedangkan Kania sudah bersiap di atas motornya.

"Iya, Ibu mau ke Rumah Sakit... barusan di telfon kalau Paman Lyvia masuk Rumah Sakit."

"Apa Lyvia sudah keluar dari kamarnya Bu...?"

"Belum Nak... pintunya dikunci dari dalam."

 

Adrian menghela nafas panjang. Dia menggaruk rambutnya yang tidak gatal.

"Ibu... izinkan Adrian membujuknya..."

"Iya Nak... Ibu percaya sama Nak Adrian"

"Terimakasih Bu...Adrian juga mohon izin, jika dalam hitungan waktu Via tidak mau membuka pintu kamarnya, Adrian akan mendobraknya." jelasnya memohon izin.

"Ee....tapi jangan khawatir, nanti Adrian juga yang akan memperbaiki."

Ibu hanya tertawa kecil mendengar penjelasan Adrian.

"Iya Nak.... Ibu titip Lyvia ya, Ibu tinggal dulu, sebelum hujan...dari tadi sudah mendung."

"Iya Bu....Kania hati-hati dijalan."

"Siap Kak..." jawabnya sambil melambaikan tangan.

 

Adrian menuju depan pintu kamar Lyvia. Dia mencoba menghubungi via telepon. Terdengar nada dering handphonenya dari dalam kamar, namun lagi-lagi dirijek.

"Berarti dia masih terjaga..." gumamnya dalam hati.

 

*Tok...tok...tok...

"Via... buka pintunya sayang..." tidak ada jawaban dari sana.

"Via...kumohon jangan seperti anak kecil.." masih pada posisi yang sama.

"Via.... dalam hitungan ke 3, tidak kamu buka... akan aku dobrak pintu ini...!!!" suara Adrian mulai meninggi.

 

"Satu...dua....tiga...!" merasa tidak digubris, Adrian segera mendobrak pintu itu.

 

*Brrraaaakkkk....

Didalam kegelapan terlihat samar Lyvia berada di atas ranjangnya. Cuaca diluar mendung dan Lyvia menutup rapat gordennya, tanpa mengizinkan sepintas cahayapun memasukinya. Bahkan dia juga tidak menyalakan lampunya.

 

Adrian mendekati tubuh mungil itu. Dipeluknya gadis itu, badannya terasa dingin, pipinya basah dengan air mata.

"Via...." panggilnya. Namun Lyvia berontak dari pelukan Adrian.

"Lepaskan aku...." jawabnya parau.

 

Adrian makin mengeratkan pelukannya.

Lyvia hanya pasrah dengan perlakuan Adrian. Karena Via belum makan dari kemaren siang, jadi dia tidak ada tenaga untuk melawan. Apalagi tenaganya sudah terkuras untuk menangis semalaman.

 

"Via... jelaskan padaku, apa sebenarnya yang terjadi...?"

"Harusnya kau tanyakan pada dirimu sendiri..." jawabnya, masih dengan derai air mata.

 

Adrian makin mendekapnya, dia cium ujung rambut Lyvia lembut.

"Sebaiknya...mulai sekarang kau jangan temui aku lagi, jadilah pria gentle yang berani mengakui kesalahannya dan bertanggung jawab atas semua perbuatanmu." kata Lyvia terbata-bata sambil menarik tubuhnya menjauhi Adrian.

 

"Apa maksudmu... kesalahan apa..? tanggungjawab apa...?"

"Pergilah mas...jangan sakiti aku lagi dengan sikapmu, temui Maya dan kembali lah padanya... apalagi ada buah cinta kalian dalam perutnya." akhirnya Lyvia buka suara, meskipun dengan derai air mata. Dan sekarang sudah mulai ada titik terang, jawaban atas sikap Lyvia.

 

Adrian memegang pipi gadis itu dengan kedua tangannya.

"Lihat aku Lyvia...apa menurutmu aku laki-laki semacam itu...? dan kamu percaya dengan apa yang dikatakan Maya...?"

Lyvia hanya terdiam...

"Entahlah...aku harus percaya pada siapa...?" jawabnya lirih hampir tak terdengar.

"Via...jujur, dulu aku memang menjalin hubungan dengan Maya kurang lebih 2 tahun. waktu aku masih bertugas di kota XX" katanya mengawali cerita.

 

"Dan ketika aku pergi untuk dinas keluar kota, kebetulan aku kembali lebih awal dari yang di jadwalkan...ketika itulah aku pergoki dia selingkuh dengan teman sekantorku."

 

jelas adrian panjang lebar.

 

"Dia bilang ada kesalahpahaman antara kalian dan kedekatanmu padaku hanya sebuah pelampiasan." kata Lyvia menirukan ucapan Maya.

"Salah paham bagaimana...aku pergoki dia sedang bercinta sayang, meraka dalam keadaan telanjang, apa itu namanya...? padahal aku belum pernah menyentuhnya sejauh itu...." tegas Adrian.

"Lalu....anak itu...?"

"Anak yang mana...? Dia hanya berbohong, tidak usah dipikirkan... jangankan kamu, Mama saja dibohongi..." jelas Adrian yang diiringi dengan tawa kecilnya.

"Apa dia mengatakan hal yang sama kepada Mama...?"

"Iya...."

"Lalu....apa komentar Mama...?"

"Sayang.... Mama yang melahirkan dan membesarkanku sampai saat ini, jadi Mama tahu betul bagaimana anaknya..." katanya sambil menarik dagu Lyvia.

 

Lyvia memandang wajah Adrian dengan seksama. Memang, tidak ada kebohongan di matanya.

"Via.... jangan mudah terhasut omongan orang... kalau ada apa-apa, cari kebenarannya dulu, minimal kamu tanyakan kepadaku..." tutur Adrian. Lyvia hanya mengangguk tanda mengerti.

Adrian kembali mendekap erat tubuh Lyvia.

"Aku benar-benar takut kehilanganmu, aku bisa gila tanpamu..."

Adrian mencium kening dan matanya yang terlihat sembab karena menangis semalaman.

 

"Buat siapa air mata ini...?" tanya Adrian.

"Entahlah... untuk siapa aku ratapi, semakin aku coba untuk melupakan, rasanya semakin sakit."

"Apa itu artinya cintamu begitu besar padaku...?" tanya Adrian menggoda.

 

Lyvia hanya tersenyum, pipinya yang merah merona membuat Adrian ingin memangsanya. Adrian kembali mencium pipi, bibir dan di gigitnya dagu Lyvia.

Berpindah lagi ke bibir Lyvia yang ranum. Adrian menghentikan aksinya, kening dan hidung mereka saling menempel.

 

"Via.... jangan pernah lakukan ini lagi padaku, aku hampir stress memikirkanmu.." bisik Adrian lagi.

"Mas...."

"Kenapa...?" bisiknya pada Lyvia.

"Tidak...aku...aku..." Dia menghentikan ucapannya.

"Apa seperti ini juga yang kamu lakukan pada Maya...?" tanyanya kembali.

"Kamu cemburu....?" bisik Adrian.

 

Lyvia hanya terdiam. Ada perasaan geli menyelimuti hati Lyvia. Tapi dia tidak bisa menutupi rasa kangennya.

"Aku kangen..." bisiknya.

"Tadi kamu bilang aku merenggut mahkota Maya, Sekarang bagaimana kalau itu kulakukan padamu...?" godanya lagi.

 

"Apaan sih mas...!" gerutunya sambil mendorong dada Adrian menyingkir dari tubuhnya. Pipinya yang merona, terlihat sekali kalau dia menahan malu. Adrian hanya tertawa melihat tingkah Lyvia.

 

*Krucuuuuukkkkk.....kkrrreuuuuukkkk...

"Kamu lapar.....?" tanya Adrian.

"Enggak..." jawabnya berbohong.

"Hahahhahahah...... ngomong aja kalau lapar, ngapain mesti malu..." dicubitnya hidung Lyvia.

Suasana yang tadinya tegang kini sudah mulai mencair. Lyvia berdiri dari ranjangnya, dia ingin keluar dari kamarnya. Tapi kepalanya terasa pusing, pandangan berkunang-kunang. Jalannya sedikit gontai. Adrian yang mengetahui hal itu, segera membantunya.

 

"Kenapa sayang....?"

"Tidak tahu... kepalaku rasanya pusing."

"Kamu belum makan dari kemaren, aku ambilkan makan ya...? atau kamu pengen makan sesuatu...? biar aku pesankan online."

"Enggak enak makan mas..."

"Gak enak makan apa kurang selera makan...?"

"Dua-duanya...mas mau pesen apa...? aku lagi pengen yang seger-seger...."

"Apa mau bakso, soto atau sop ayam...?"

"Apa aja mas... yang penting seger."

"Oke..."

 

Selagi Adrian fokus dengan ponselnya, Lyvia mencoba untuk bangkit lagi dari duduknya. Tapi lagi-lagi dia harus mencari pegangan.

 

"Sayang...kamu mau kemana..?"

 

Tanya Adrian sambil memapah Lyvia.

"Aku bosen mas...aku mau keluar."

"Di luar hujan sayang...kita duduk di ruang tengah saja ya...?"

Lyvia mengiyakan ajakan Adrian.

Tak berapa lama Abang Go Food sudah datang ditengah guyuran air hujan.

"Makasih ya Bang...."

"Sama-sama Mas....permisi..."

Adrian menyiapkan makanan untuk Lyvia. Dia juga bikinkan susu hangat untuk menghangatkan perutnya yang kosong.

"Ayo makan dulu...ini juga aku bikinkan susu, diminum selagi hangat..." Lyvia hanya tersenyum, melihat perlakuan Adrian kepadanya.

 

"Jam segini...kok Ibu belum pulang ya..?"

"Mungkin karena masih hujan, gakpapa...aku akan temani kamu sampai Ibu pulang..."

 

Lyvia menikmati suapan demi suapan yang disodorkan kepadanya. Sesekali Adrian memaksa untuk membuka mulutnya.

Suasana romantis itu semakin syahdu ditengah rintik air hujan.

~ ------------------------------

~ ------------------------------

~ ------------------------------

1
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒆𝒓𝒆𝒏𝒏𝒏𝒏𝒏𝒏𝒏𝒏𝒏 👍👍👍👏👏👏😘😘😘
Muhammad Zidane: tttyyt5ty tuuuhu
total 2 replies
Dian Koryati
semangat... ceritanya suka
Azzahra Nian: Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya 🙏
Cek juga kisah yg lainnya ea...🥰
Jangan lupa tinggalkan jejak, vote like n kritik & sarannya km tunggu 🙏😘
total 1 replies
Elly Watty
g suka cerita mu thor, semoga karyamu yg lainnya bisa menjunjung harga diri istri n menghargai kesabaran istri bukan kyak cerita ini
Elly Watty
q g membenarkan ceritamu thor, mana ada membantu org sampai mengabaikan istri n calon anaknya, klw niat menolong knp g jujur ma livya biar dua2nya bisa menolong
Elly Watty
klw livya g cerai ma Adrian berarti kqryamu melindungi para suami berselingkuh yg berkedok menolong thor
Azzahra Nian: Terimakasih atas kunjungan & dukungannya 🙏
Nexk lanjut baca ea... bagaimana akhir dari cerita ada di episod2 berikutnya... thanks 🙏🥰
total 1 replies
🌻Ruby Kejora
Halo Kakak salam kenal sehat dan sukses terus buat kakak❤️❤️
Azzahra Nian: Salam kenal kembali, Terimakasih atas kunjungan & dukungannya...Sukses juga u Ruby Kejora...😇🥰😘
total 1 replies
Aruman
bagus thor, lanjut.
Azzahra Nian: Terimakasih atas kunjungan & dukungannya...🙏
Jangan lupa vote, like & coment nya...🙏🥰😘
total 3 replies
Adi Prasetya
ceritanya seru dan mengalir seperti dikehidupan nyata...
Azzahra Nian: Terimakasih atas kunjungan & dukungannya 🙏

Bikin semakin cemungut untuk berkarya...🙏🥰
total 1 replies
Sisilia Nopita Sari
jijik sumpah ak liat nih lanang,,knp gk kau buat nih 2 orng mati aja sih thorr
Sisilia Nopita Sari
1 2 3 kirain tdi si maya yg bkal liat mreka,,eehh gk tau nya🤣🤣🤣🤣
Azzahra Nian: 😂😂🤣🤣
Kena prank ea...😎
total 1 replies
Sisilia Nopita Sari
potong kali thor masa lotong,,?🙄🤣🤣🤦‍♀️
Sisilia Nopita Sari
auuuu greget kli ak dgn pak plisi 1 ini😁😁😁
Azzahra Nian: Terimakasih atas kunjungan & dukungannya...🙏
Jangan lupa vote, like n coment nya ditunggu...🥰
Cek juga kisah yang lainnya ea...🙏🥰😘
total 1 replies
Sisilia Nopita Sari
aduuhh pak polisi😂😂😂
Aurient
Keren 👍👍
Semua serb natural...😍😍😘
Aurient
Baru awal baca udah seru...😍
Lanjut ah...😗😗
Ikhah Maslakhah
tetep keterbukaan itu penting kejujuran itu no wajid,tetep disini andrian tetep salah,buat apa punya istri klu semua beban dipikul sendiri.rumah tangga itu saling melengkapi jika tdk kejujuran n komunikasi perpecahan pasti terjadi,jadi peluang peluang masalah pasti datang menghampiri
Neng Win
😭😭😭😭😭
Neng Win
br nyimak
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
gak ada kelanjutannya ini teh🤔🤔🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
bagus dr musuh jd sahabat👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!