Assalamualaikum,di baca yuk!
Muhammad Khalid Juhair♡
"Ku titipkan cinta ini hanya pada-Mu,jagalah hatiku dan hatinya dari rasa kecewa,hingga waktu itu tiba.Persatukanlah kami dalam restu dan Ridho-Mu."
Khulaifah Sabira Nur Baiti Shalihah♡
"Cinta kita adalah yang terbaik karena imanku bertambah.Kau membantuku di dunia,dan karena itu aku ingin kembali bertemu denganmu di surga."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ula_Ula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bingung
santri yang berada di sekitar pun agak sedikit kesal karena Ustadzah Robiah memaksa.
"Ustadz hanya menikahi anak saya apa susahnya?sekarang tidak ada yang mau menikahi nya..."Ucap Umi Anisa terdengar lemah.
"ini bukan perihal muda Umi Anisa,kalau saya menikahi ning Robiah dengan jelas saya harus adil
belum tentu saya bisa adil."
"Kenapa kamu ini sangat susah sekali hanya tinggal menikahi anak saya susah sekali,apa istimewa nya istri kamu itu?sepertinya kamu menyembunyikannya karena istri kamu nggak sebaik perkiraan orang kan..."perkataan ini baru pertama kali di katakan oleh Umi Anisa.
semua kaget dengan Umi Anisa,merasa kecewa.
"Umi Anisa buat aku kecewa..."Fadya kecewa para santri yang lain pun juga.
"Astagfirullah..."Khalid terus beristigfar dalam hatinya.
"Kenapa harus saya?banyak Ustadz lain atau orang lain juga tidak perlu jadi Ustadz untuk menjadi suami ning Robiah,bukannya yang penting bisa menjadi Imam yang baik dan bisa membimbing sudah baik."Ustadz Khalid benar tidak habis pikir.
Karena perdebatan ini,ntah kenapa Hati Khula jadi takut.
"Ya Allah aku Kenapa?hati aku merasakan sesak..rasanya aku ingin menangis...kenapa ini?"
Dalam dirinya takut Ustadz Khalid menerima Ustadzah Robiah.
"Putri saya hanya mau kamu."
"Umi juga nggak bisa memaksa saya..."Ustadz Khalid menghela napas kasar.
Pak Kyai Abdul dan Ustadz Ali datang.
"Assalamualaikum apa yang kamu lakukan Robiah,merendahkan diri untuk bisa memiliki seseorang,Astagfirullah,dan kamu Umi?apa yang kamu lakukan pantas saja Ustadz Khalid tidak mau kalian memaksa nya,terima saja keputusan dia untuk setia pada istrinya..."Kyai Abdul benar2 kecewa,hati2 nya benar2 hancur melihat istri nya bukannya mengajari Putri nya malah membela Putri nya yang salah.
Ustadz Ali membubarkan para santri yang melihat.
"bubar bubar ini bukan untuk tontonan."
Khula dan kedua temannya pergi,Khula pergi dengan perasaan sedih.
"Apa susah nya menikahi saja tinggal menikahi saja..."Suara Umi Anisa meninggi.
"Apa kamu mau kalau Abi nikah lagi?"tanya Abi Abdul.
"Apa yang kamu lakukan?aku tidak mau memiliki madu!"Umi Anisa menolak mentah2.
"Oleh karena itu diam,ajari Robiah biar dia cepat bertobat bukannya kamu malah ikut ikutan begini,kamu kira istri Khalid bakal senang?tidak kalian diam cepet ikut Abi pulang."
Ustadzah Robiah tidak mau,dia memaksa untuk tetap berbicara dengan Ustadz Khalid.
"Cepat!"amarah Abi Abdul sudah tak tertahan lagi.
sebelum pergi Ustadzah Robiah menantang Ustadz Khalid,"tunjukkan saja istri mu itu Khalid,kalau kamu belum berani menunjukkannya keputusan ku sudah benar kamu malu!karena istri mu buruk rupa kan!aku beri 1 waktu 1 minggu kalau tidak awas saja!Ucap Ustadzah Robiah sebelum pergi.
"Robiah!"bentak Kyai Abdul.
Ustadzah Robiah dan Umi Anisa segera pergi pulang.
"Maafkan istri dan anak saya,saya tidak tahu mengapa tiba2 mereka begini,saya duluan Assalamualaikum."Kyai Abdul pergi.
"Waalaikumsalam."
"Ya Allah apa yang harus hamba lakukan?"Ustadz Khalid terduduk lemas.
"Allah memberi cobaan karena Allah menyayangi mu,hadapi dengan sabar In Syaa Allah ada jalan."Ustadz Ali menenangkan Khalid.
Kabar ini terdengar sampai ke telinga Ridwan,Ridwan takut Khalid mengambil keputusan yang salah.
"Assalamualaikum!"Ridwan mengetuk pintu rumah Khalid dengan sedikit emosi.
"Waalaikumsalam,ada apa?"tanya Khalid.
Ridwan masuk ingin berbicara dengan Khalid.
"Jangan lakukan itu!"Suara Ridwan meninggi.
"Astagfirullah,lakukan apa?"Ustadz Khalid bingung karena Ridwan tidak mengatakannya dengan jelas.
"Jangan poligami kakakku!atau tidak kalian bercerai saja!!"
"Astagfirullah aku tidak berniat seperti itu Ridwan..."
"tetap saja aku takut,kalau sampe bang Khalid berani lihat saja aku tidak akan pernah membiarkan bang Khalid bisa lihat kak Khula lagi,Assalamualaikum..."Ridwan pergi dengan amarah.
"Waalaikumsalam..."Khalid di buat cemas sekarang dia tak ingin jauh dari istrinya.
Ridwan pergi dengan menahan amarah,sampai temannya yang menyapa nya pun tak di gubris nya.
"Kenapa dia?"Darren bisa melihat raut wajah Ridwan sedang menahan emosi.
"Arghhh!"Ridwan berteriak di tempat yang sepi,tapi ternyata Sarah sedang lewat dan tak sengaja mendengarnya Sarah di buat terkejut oleh suara Ridwan.
"Mas Ridwan kenapa?"Sarah sedikit cemas.
__
Khula sedang melamun,ntah kenapa dia sangat sedih rasa takut semakin menjadi jadi.
"Khula kamu kenapa?kamu sakit?"tanya Qila,Fadya juga terlihat khawatir dengan Khula.
Khula tiba2 menangis,ntah kenapa dia tak bisa menahan air matanya.
"Hiks...hiks.. hiks.. "Khula menangis sangat deras.
"Astagfirullah Khula kamu kenapa?"Fadya dan Qila memeluk Khula.
Khula tak bicara,ntah kenapa lisannya keluh.
Di sisi lain Ustadz Khalid sedang galau,memikirkan apa yang terjadi 1 minggu lagi.
Ustadz Khalid siap saja memberi tahu Khula,tapi Ustadz Khalid takut,takut Khula tidak menerima nya.
"Ya Allah..."Ustadz Khalid merasa frustasi dia meremas kuat peci nya dan membuang ke sembarang arah.
kabar ini terdengar sampai ke telinga Abi Qasim dan Umi Ratna,jelas mereka menolak jika Ustad Khalid berpoligami.
"Aku tidak akan melakukan itu Abi Umi..."
"Umi percaya sama kamu,dan masalah kamu harus bilang atau tidak ke Khula keputusan ada di tangan kamu."
"Sholat nak,minta petunjuk sama Allah."pesan Abi Qasim.
"Iya Abi..."
Keesokannya,saat berpapasan Ustadz Khalid dan Khula sama2 diam.
mereka sedang sedih,perasaan kedua nya sedang tidak baik2 saja.
"Khula tunggu!"Fadya dan Qila mengejar Khula yang jalan sambil melamun.
"Ada apa dengan Khula?kenapa dia seperti banyak pikiran?"tanya Ustadz Khalid.
"Nggak tahu Ustadz tiba2 abis lihat kejadian kemarin Khula jadi murung,lalu kemarin dia menangis sampai sekarang dia nggak mau bicara..."Fadya menjelaskan.
"Habibati kamu kenapa?"batin Khalid cemas makin cemas.
Khula tak tahu apa yang terjadi pada dirinya,rasa sedih yang amat mendalam dan ketakutan,apa ini?Khula sendiri bingung.
dirinya seperti mengetahui segalanya,tapi pikiran Khula tidak.
Selesai pelajaran,Ustadz Khalid berusaha mencari Khula,di cemas khawatir.
"Assalamualaikum akhirnya saya ketemu kamu habibati..."Ustadz Khalid dengan napas terengah engah.
"Waalaikumsalam,ada apa Ustadz?"tanya Khula,terlihat wajah Khula yang menanggung kesedihan.
"Kamu Kenapa?kamu kemarin menangis ada apa?"
"untuk apa Ustadz Khalid bertanya,ini nggak ada hubungannya sama Ustadz Khalid..."
"Khula...sebenarnya kamu kenapa?"
tiba2 ntah kenapa Khula menangis,dia tak bisa menahan air matanya.
"hiks...hiks.. hiks.. "
"K-khula..."Ustadz Khalid mendekat,dan Khula mundur menghindarinya hati Khula seperti tahu apa yang terjadi.
"mundur!jangan dekat2 kita bukan mahram!"Ucap Khula."
"Khula kamu kenapa..."
"Pergi!!"Khula langsung berlari begitu saja.
"Khula!!"Ustadz Khalid frustasi meremas rambutnya kasar.
sy sdh lama buka dinoveltoon. to baru mlm ini minat bc, ternyata bagus....👍👍👍
☝ gadir & nyimak.