NovelToon NovelToon
Masa Berlaku Cintaku Sudah Habis

Masa Berlaku Cintaku Sudah Habis

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Selama sua tahun, Kiara menjalin hubungan dengan Vino, hubungan mereka berjalan dengan sangat baik, bahkan sampai bertunangan. Namun tiga bulan terakhir semua perhatian Vino beralih kepada wanita bernama Shela. Wanita yang katanya adalah keponakan Vino yang baru datang. Kiara meredam cemburu, menelan kekecewaan, dan terus percaya bahwa cinta bisa mengalahkan segalanya.

Namun, pengorbanan ada batasnya. Kebohongan yang terus dikemas rapi akhirnya terkuak saat Kiara menemukan fakta bahwa kedekatan Vino dan Sheila melampaui ikatan keluarga yang selama ini digembar-gemborkan. Di titik itulah Kiaramenyadari, dia bukan sekadar dikhianati, melainkan tak pernah benar-benar dijadikan yang utama.

Tanpa amarah yang meledak-ledak, Kiara memilih meletakkan kembali seluruh perasaannya. Dia mengembalikan semua kenangan dan melangkah pergi. Saat Vino akhirnya tersadar dan mencoba mengejar, Kiara hanya menyisakan satu kenyataan dingin. Masa berlaku cintanya telah habis, dan tidak ada kesempatan kedua

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kiara 26

"Ran... tolongin Mas, Ran..." Vino memelas, matanya yang sembap menatap adiknya penuh harapan.

"Mas tadi ketemu Kiara di jalan. Dia mau pergi, Ran! Dia bawa koper besar! Coba kamu telfon dia, bujuk dia... Tolong bilang sama Kiara kalau Mas betul-betul nyesel. Mas udah usir Shela! Mas gak bakal berhubungan lagi sama cewek manipulatif itu!"

Rania menatap kakaknya dengan tatapan tak percaya campur muak.

"Mas Vin sadar gak sih sama apa yang Mas ucapkan?" semprot Rania dengan suara tertahan.

"Mas nyalahin Shela? Padahal Mas sendiri yang milih buat bohong sama Mbak Kiara! Mas yang nyusun skenario 'klien luar kota' itu kan?!"

"Mas cuma kasihan sama Shela, Ran! Dia gak punya siapa-siapa di kota ini!" bela Vino, suaranya meninggi frustrasi.

"Kasihan?" Rania tertawa sinis.

"Mas Vin, dari awal Shela dan tantenya datang ke keluarga kita, semua orang udah tahu tabiat mereka yang suka memanipulasi keadaan demi uang! Cuma Mas Vin doang yang kebingungan sendiri sok jadi pahlawan! Dan Mas rela ngorbanin Mbak Kiara, cewek yang selalu ada buat Mas dari nol, yang selalu hargai Mas, demi cewek kayak Shela?!"

Vino bungkam. Tangannya mengepal rapat di atas meja, menahan gemetar.

"Tahu gak, Mas?" sambung Rania dengan mata memerah menahan amarah.

"Mbak Kiara itu tadi pagi berangkat ke Surabaya. Dia dapat promosi jabatan jadi Kepala Cabang Utama di sana. Dia pindah permanently, Mas. Dia ninggalin kota ini, ninggalin rumahnya, dan yang paling penting... dia ninggalin Mas Vin selamanya." Kesal Rania.

Padahal sebenarnya Kiara pergi ke Jakarta bukan ke Surabaya. Kiara tak mau ada siapapun yang tahu dimana keberadaannya setelah ini, kecuali kedua ornag tuanya. Dia ingin hidup tenang dan fokus dengan masa depannya.

Kata 'Surabaya' dan 'selamanya' menghantam dada Vino bagai pukulan godam. Pria itu menegang di tempatnya. Dia bahkan tak mengira kalau Kiara sudah menyiapkan segalanya. Setelah mengetahui kebohongannya yang kedua kali, ternyata Kiara memutuskan untuk benar-benar pergi dari dalam kehidupannya. Kenapa Kiara begitu kejam padanya?

"S...Surabaya...?" bisik Vino gagap.

"Nggak... Gak mungkin. Dia gak pernah cerita mau pindah ke Surabaya... Dia juga gak pernah cerita kalau dia mendapatkan promosi jabatan... Ini pasti tidak mungkin kan, Rania? Tak mungkin Kiara pergi jauh dari aku secepat ini. Aku harus mendapatkan maaf dari Kiara dan kembali padanya. Mas sangat mencintai Kiara..."

"Ya iyalah gak cerita! Mas kan sibuk jagain Shela di rumah sakit!" Rania berdiri, merapikan tas selempangnya.

"Mbak Kiara itu cewek berkelas, Mas. Dia punya harga diri. Begitu Mas bohong sekali lagi dan milih cewek lain, masa berlaku Mas di hidup dia langsung habis saat itu juga. Mbak Kiara gak bakal sudi balikan sama cowok yang gak punya pendirian kayak Mas."

"Ran, tolong kasih tau alamat kantor barunya di Surabaya..." panggil Vino panik, ikut berdiri dan menahan lengan adiknya.

"Mas bakal susul dia ke sana! Mas bakal berlutut di depan dia!"

Rania menepis tangan Vino dengan kasar.

"Jangan makin bikin malu keluarga, Mas Vino!" bentak Rania tegas.

"Kalau Mas berani temuin Mbak Kiara lagi dan ganggu hidup barunya, Papa sendiri yang bakal pastikan nama Mas dicoret dari hak waris dan semua relasi bisnis Mas dihancurkan. Biarkan Mbak Kiara bahagia tanpa Mas. Sekarang, Mas urus aja hidup Mas sendiri yang udah hancur ini. Mungkin mas sebenarnya memang menginginkan hal ini agar bisa bersama-sama dengan Shela. Sepupu manipulatif yang selalu membuat Mas Vino luluh dan percaya. Bodoh! Mas, jangan hubungi aku dulu! Aku masih kesal dan marah sama Mas VIno!"

Rania melangkah pergi tanpa menoleh lagi, meninggalkan Vino yang berdiri terpaku di tengah kafe. Vino perlahan duduk kembali di kursinya. Suara bising kafe dan lalu lintas di luar seolah lenyap, berganti dengan gema suara Kiara yang terus berputar di dalam kepalanya:

'Masa berlaku cintaku buat kamu sudah habis...'

Vino meremas rambutnya kuat-kuat, menenggelamkan wajahnya di atas meja kayu yang dingin. Air matanya menetes tanpa henti, meratapi penyesalan luar biasa yang datang terlambat. Permata sejati yang selama ini menggenggam jemarinya dengan tulus telah terbang jauh, sementara ia kini tenggelam sendirian bersama kebohongan dan kehancuran yang ia ciptakan dengan tangannya sendiri.

Vino tidak ingat berapa lama ia duduk mematung di dalam mobilnya yang terparkir di tepi jalan yang sepi. Tas ransel berisi pakaian ala kadarnya dari sang Papa tergeletak di kursi penumpang sebelah, satu-satunya harta yang tersisa selain kendaraan roda empat yang kini menjadi tempat pelariannya.

Setiap kali matanya terpejam, bayangan wajah Kiara selalu hadir. Bukan senyum hangat yang biasa ia lihat selama dua tahun terakhir, melainkan Kiara tadi pagi, tatapan yang dingin, napas yang tenang, dan kata-kata yang memutus seluruh harapannya tanpa sisa.

Ponsel di konsol tengah tiba-tiba berdering, memecah keheningan kabin yang temaram. Vino melirik layarnya. Sebuah panggilan masuk dari nomor yang sama sekali tidak dikenal, bukan nomor Shela yang lama, dan jelas bukan nomor Kiara yang sudah memblokirnya.

Dengan tangan gemetar, Vino menggeser tombol hijau dan menempelkan benda pipih itu ke telinganya.

"Halo?" suara Vino serak, nyaris tak terdengar.

"Mas Vino! Akhirnya kamu angkat telepon juga!" jerit suara di seberang sana. Nada panik itu langsung dikenalnya. Shela. Wanita itu rupanya menggunakan nomor baru setelah tahu nomor-nomor lamanya sudah masuk daftar hitam.

"Pihak rumah sakit terus-terusan nanyain biaya administrasi! Aku gak bisa pulang kalau belum dibayar, Mas! Terus aku harus gimana di sini?!"

Cengkeraman Vino pada setir makin menguat hingga buku-buku jarinya memutih. Alih-alih rasa iba seperti dulu, gelombang amarah yang membara mendadak menghantam kepalanya.

"Cukup, Shela," potong Vino dingin. Suaranya rendah namun sarat akan kebencian yang mendalam.

"Maksud kamu 'cukup' apa, Mas?! Aku ini lagi sakit! Aku ini sepupu kamu sendiri!"

"Sepupu?" Vino tertawa satir, sebuah tawa pahit yang menggema di dalam kabin mobilnya yang sempit.

"Sepupu yang manfaatin gue? Sepupu yang pura-pura menderita, pura-pura sakit, cuma buat memeras uang, waktu, dan perhatian gue?!"

"Mas... kok ngomongnya gitu?" Nada suara Shela mendadak berubah mendayu-dayu, mencoba memakai taktik air mata lamanya. "

Aku gak ada maksud gitu, Mas... Aku cuma gak punya siapa-siapa lagi di sini selain.."

"Gara-gara lo, Shela!" bentak Vino, suaranya meledak memenuhi isi mobil hingga tenggorokannya terasa terbakar.

"Gara-gara kebohongan lo, dan gara-gara kebodohan gue yang mau-maunya diakalin sama kelakuan busuk lo, gue kehilangan wanita terbaik dalam hidup gue! Gue kehilangan Kiara! Gue diusir Papa, fasilitas gue dicabut, dan gue gak punya apa-apa lagi sekarang! Sekarang Kiara beneran pergi dari aku gara-gara kamu. PUASSS... PUAASSSS kamu hah!"

"Tapi Mas, Kiara itu yang terlalu egois! Cuma gara-gara..."

"Jangan pernah sebut nama Kiara dari mulut kotor lo itu!" potong Vino dengan napas memburu. Ia menatap lurus ke depan melalui kaca depan mobil yang mulai buram oleh embun malam.

"Dengerin baik-baik, Shela. Jangan pernah hubungi gue lagi dengan nomor apa pun. Cari uang sendiri, bayar tagihan rumah sakit lo sendiri. Mau lo diusir atau membusuk di sana, gue gak peduli lagi. Hubungan kita putus sampai di sini. Jangan ganggu hidup gue lagi! Lagi pula lo juga bukan saudara gue!"

Klik.

Vino langsung mematikan sambungan telepon itu tanpa menunggu balasan. Tanpa ragu, ia memblokir nomor baru tersebut, lalu melemparkan ponselnya ke kursi belakang. Ia menyandarkan kepalanya ke setir mobil, membiarkan isak tangisnya pecah di dalam ruang tertutup itu.

Malam makin larut, namun Vino bergeming di dalam mobilnya yang terparkir di sudut jalan kota yang remang-remang.

Di sinilah ia menyadari betapa tololnya ia telah membuang permata demi sebuah ilusi. Kiara tidak pernah menuntut kemewahan berlebih;, Kiara selalu ada menemaninya dari nol, merayakan setiap pencapaian kecilnya, dan menjadi rumah paling nyaman setelah lelah bekerja. Kiara adalah jangkar hidupnya, tetapi dia sendiri yang memutuskan tali jangkar itu dengan kebohongan-kebohongan kecil yang berujung fatal.

Ia merogoh saku jaketnya, mengeluarkan kotak cincin pertunangan mereka yang sudah kusam. Ditatapnya cincin emas putih bermata berlian itu dengan pandangan kabur oleh air mata.

"Ra... maafin aku..." bisiknya parau, meratapi kebodohannya sendiri.

Kini, Kiara telah terbang jauh ke Surabaya untuk memulai hidup baru yang gemilang, meninggalkan dirinya yang terpuruk di dalam mobil tua ini bersama puing-puing penyesalan. Tidak ada lagi kesempatan kedua. Tidak ada lagi jalan untuk kembali. Vino hanya bisa mendekap kotak cincin itu erat-erat, menanggung hukuman terberat di dunia: hidup dengan bayang-bayang wanita yang telah ia sia-siakan seumur hidupnya.

1
gaby
Selang seling dong thor banyak, jgn Kiara mlulu. Kan aq penasaran sm kehancuran Vino & shela. Gmn kabar Shela, bisa kluar dr RS ga?? Dah 3bab dr kmrn isinya Kiara mlulu, krg greget jadinya
falea sezi
🤣🤣Vino cocok ma sella playing victim cwek menye menye kn yg di butuhkan Vino laki kayak prett
Masha 235
mkanya vino bisa kejebak ma Shela, vino emang butuh cwek kyak Shela, ya apa2 ngadu,ngeluh,curhat ini itu,selalu brgantung pmberian&kasihan org, biar si vino mrasa superior,mrasa dibutuhkan, beda dgn Kiara yg apa2 bisa sndiri,mandiri,jarang ngeluh..
Fri5
ini sebenarnya Kiara ada di JKT / mo ke JKT ya?
Ambu Rinddiany Thea
semoga atasannya baik ya kiara yg bisa melindungi kamu , da semoga temen temennya ga ada yg kaya siluman
sunaryati jarum
Selamat bekerja di kantor baru, sepertinya
atasan dan rekan kerja well come dengan kedatangan kamu, Kiara.Semoga kesuksesan kamu ada di sini dan menemukan jodoh yang setia.
sunaryati jarum
Kenapa marah pada Shela yang tidak tegas itu kamu sendiri, memang itu tujuan Shela memutuskan hubungan kamu dengan Kiara,lalu menjeratmu.Kamu saja yang tidak setia
nely_48
selamat bertugas d kantor jakarta kiara
lingkungan baru n suasana baru, org² baru
falea sezi
🤣🤣putus hubungan berarti elo, pcrn aya ma sella. 🤣🤣 alahh. munafik
Heni Setiyaningsih
👍👍👍👍👍 Rania pintar kamu
ryuka
jadikan lah ini pelajaran vino.. pelajaran yg sangat mahal
Ambu Rinddiany Thea
maakk oh emaaaak , ari s shela teh jelema apa siluman sih ko bebal amat ya mak ga bisa d bilangin baik2 emang stres gt ya orang nya , ambu ampe gemeretek sendiri nih mak kesel campur sari we lah 😩😩
Ambu Rinddiany Thea: oh pantesan ath , boro rek d bawa k gunung kawi, ah te jd ath 🤭😩
total 2 replies
Muft Smoker
betul Ra jgn mau d sentuh ,,
nanti km ketularan rabies ,,
Yam_zhie: astaga rabies 🤣🤣🤣
total 1 replies
mama
satu kata buat km vin,KAPOOOOKKKK..skrg mkn tu yg namanya kasihan sm shela🤣
Juvie Ja
pernyataanmu salah.kau putus tunangan dgn Kiara lebih dulu sblm memutus hbgn sma sheila hahaha rasain
Juvie Ja
mungkin kau ada rasa yg special trhdpnya sbb tau dia hati busuk apa dia ckp kau tetap telan bulat2..cinta buta
Siti M Akil
shela itu pemalas
Juvie Ja
Kiara pemilik jiwa,Sheila pemilik raga
nely_48
s dugong Shela msh menjual air mata sedih n seolah jd org tersakiti trs,, kop tah ambil s vino yg udh miskin
sunaryati jarum
Ayo Vino tolong Shela , bukankah kamu bangga dibutuhkan Shela , hingga bohong.Kalian sama- sama suka mengarang kebohongan.Untuk Kiara semoga kau segera sembuh dari luka yang ditorehkan Vino , sukses dalam pekerjaan serta mendapatkan jodoh yang menghargai pasangan
Siti M Akil: kn udh kere g bisa bayar rumah sakit 🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!