NovelToon NovelToon
Benih Bayaran

Benih Bayaran

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Nikahkontrak / Duda / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Pengantin Pengganti Konglomerat / Tamat
Popularitas:447k
Nilai: 5
Nama Author: Ollane

Farhan, divonis mandul. Agar bisa mempertahankan Marla, Farhan rela membayar adik tirinya Agustin untuk menikahi Marla selagi Marla dan Farhan bercerai sementara.
Sesuai perjanjian Agustin harus menghamili Marla, setelah mengandung dan melahirkan Marla akan dikembalikan ke Farhan.
Awalnya, Agustin setuju karna bayaran. Tapi lambat-laun berangsur berubah pikiran. Agustin malah berubah haluan, dan ingin menjaga keluarga kecilnya. Anaknya dan Marla istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ollane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ayah dan Anak Sama Saja

Lebih dari dua malam, dari malam dan siang, Farhan hanya menghabiskan waktu di dalam kamar. Terduduk di depan layar laptop, mengerjakan dokumen tanpa henti, tidak makan maupun minum. Pandangan Farhan mulai kabur, bibirnya kering dan pucat, matanya terlihat layu. Gerakan tangannya di atas keyboard tidak lagi gesit, badannya lemas meskipun dipaksakan untuk tetap bertahan di tempat.

Leher Farhan kering kerontang, tapi indranya tidak menjerit kehuasan.

Perutnya kosong hanya berisi angin, tapi tidak mendengung kelaparan.

Kenyataan yang menyita habis pikirannya, membuat Farhan nyaris kehilangan separuh indranya. Rasa sakit yang ada di relung hati, lebih terasa daripada haus, lapar, dan denyutan sakit di kepala karena tidak tidur bermalam-malam, terus terjebak dalam keadaan stres.

“Farhan … Farhan ..! Farhan!” Gedoran gaduh terdengar dari pintu kamar yang dipukul oleh Fitra. Fitra memekik menyebut nama anaknya berkali-kali. Farhan tidak menghiraukannya, masih berkutat dengan layar di hadapan, tetap dengan pikiran kosong tapi rasa sakit yang bertambah di dadanya. “Farhan! Keluar kamu!”

Masih tidak ada sahutan dari dalam. Fitra kehilangan kesabaran, mengambil kunci cadangan dan membuka pintu kamar Farhan. Matanya membelalak melihat keadaan Farhan. Bahkan penampilannya, melebihi keadaan lelaki bangkrut yang dililit banyak hutang. Seputus asa itulah Farhan, bahkan saat Ibunya menghampiri, tidak kunjung menyadarinya Farhan tidak pernah menoleh, hingga Fitra sendiri yang menarik paksa wajahnya. Menangkup kedua pipi itu kuat, lalu menepuk-nepuknya.

“Ada apa denganmu, Farhan?”

Farhan hanya mendongak, tapi tidak menjawab.

“Hanya karena dipisahkan dengan Marla sementara, dan kamu yang divonis mandul sampai membuat kamu seperti ini?! Farhan ini kenyataannya! Tapi kamu tidak boleh larut dan terlalu meratapinya!”

Farhan menepis tangan Fitra dari wajahnya. Masih membisu, tidak ada respon bagus yang hendak dia berikan. Sekedar kebungkaman.

“Hanya sementara, Farhan! Setelah itu Marla akan kembali kepadamu! Anak Agustin yang dikandung Marla juga kamu yang akan mengurusnya, sesuai perjanjian kamu bersama Agustin! Karena kemandulanmu tetap tidak bisa dihindari, setidaknya darah-daging yang dikandung Agustin ‘lah yang akan menutupi kekuranganmu dan tetap memberikanmu peran sebagai seorang Ayah!”

“Solusinya sudah ada, kamu hanya diharuskan menunggu! Lalu kenapa kamu masih seterguncang ini, Farhan!” Fitra mengguncang wajah Farhan.

“Tapi tetap saja ‘kan …” Farhan akhirnya bersuara. “Aku hanyalah seorang lelaki mandul. Sekarang menduda, yang entah kapan istrinya akan dikembalikan. Apalagi, aku tidak menentukan batasan waktu, Agustin belum tentu bisa menjamin kehamilan Marla secepat mungkin. Jika anak Marla dan Agustin lahir, sekalipun anaknya ikut memanggil aku Ayah, tapi tetap saja nasabnya harus dihubungkan ke Agustin. Agustin lebih berhak mengurusnya, seseorang yang wajib menjadi wali di hari pernikahan anaknya kelak, dan aku samasekali tidak berhak. Sekalipun Agustin membuahi Marla untukku, tetap saja, berapapun anak yang akan Marla lahirkan. Sampai mati, aku bukanlah seorang Ayah. Dan takkan pernah mencicipi peran itu.”

Panjang-lebar Farhan meratap dengan nada lirih. Fitra bisa berimpati. Tidak mudah menempuh jalan yang Farhan lalui. Tapi selain itu, tidak ada pilihan lain, bukan? Hanya itu jalan yang bisa Farhan tapaki. Dan menerimanya, adalah satu-satunya solusinya.

“Kamu mandul, Farhan.” Fitra berterus-terang, sekalipun menyakiti perasaan anaknya.

“Sampai kapanpun, peran Ayah tidak akan pernah sepenuhnya kamu rasakan. Tapi setidaknya, kamu bisa meniru-niru peran tersebut ‘kan? Sekalipun, anak yang kelak kamu pangku adalah darah-daging  orang lain? Darah-daging adikmu sendiri, yang dikandung dan dilahirkan oleh istrimu?”

“Sebenarnya, apa yang meresahkanmu, Farhan?”

Fitra mengulangi pertanyaannya. Dalam kalimat yang berbeda, namun sedari sebelumnya memiliki berbagai arti yang sama.

“Marla lagi?” Fitra bisa menebaknya.

Sama seperti Ayahnya. Untuk Fardi, Maria lagi, Maria lagi. Dan sekarang Farhan. Marla lagi. Marla lagi. Benar-benar Ayah dan anak. Penyebabnya juga Ibu dan anak.

“Sepertinya kamu memang membutuhkan wanita lain untuk memenuhi kekosongan hatimu.”

Farhan menggeleng, “Aku tidak butuh siapapun, Ma.”

“Ayolah, Farhan.” Fitra terlihat lelah. “Mama akan memilihkan perempuan lain selagi Marla jauh darimu.”

“Aku tidak membutuhkannya, Ma.”

“Pasti di seberang sana, Marla bersama Agustin kini tengah bermesra-mesraan. Apalagi kamu sendiri yang menuntut keduanya untuk segera membuat Marla hamil. Marla sudah kegatelan dan pastinya lebih senang diraba-raba pria muda, kenapa kamu tidak bisa melakukan sebaliknya?”

Farhan meliriknya tajam. “Jangan menjelek-jelekkan Marla, Ma!” Bentaknya, dengan intonasi suara yang meninggi.

“Mama hanya mengutarakan isi kepala Mama. Sekali-kali datanglah berkunjung ke tempat mereka, kamu akan menyaksikannya sendiri.”

Fitra berbalik, sebelum beranjak keluar dari kamar kembali mengingatkan niatnya kepada Farhan. “Mama tidak mau, Marla enak sendiri bermain-main dengan pria muda. Mama akan mencarikanmu wanita muda juga. Barangkali nanti kamu bisa berubah pikiran. Dan merelakan Marla itu!” Fitra hilang dari ambang pintu ke luar ruangan.

1
Fitri Merry Lesar
endingnya mengecewakan
Fitri Merry Lesar
hampir setahun agak enggan buka NovelToon karna blum dapat cerita yg pas...
kali ini bersemangat lagi...tank you thoor🙏
Ollane
Cek cek
Uniie Gentra
namanya aga mirip² ya jadi kalo typo lumayan pusing
Zhifa Donat
lanjut....
Zenira Leony Fernandaz
lanjut dong Thor bagus ni ceritanya
penasaran dgn lanjutannya😭😭
Fitri Ichal
ditunggu selanjutnya
Sumiyati Ade Rombli
KK tolong nulis tuan izar di sinih
Sumiyati Ade Rombli
KK tolong si KK tulis cerita tuan izar
Lenabid Daeng Lumang
mampir Thor...semangat💪
Yuyun Haryanto
hubungannya kaku banget. bahasanya bersedia / tdk bersedia.
Vivi Dewi
👍👍👍👍👍
Juliha
kenapa nga di madu 😁😁😁😁sekali2 cowo di madu 😂😂😂
ida siz
lanjutt...bagus bngt novel nya
Riwid
pasti lucu ya , aq bacanya geli 😀😀
Shelvi Selly
Farhan aku mencintaimu......
plis deh jdi ikut sakit hati...
Shelvi Selly
dari FB cus...meluncur...
rinny
ayo semangat Augustin..... papa mertua mendukungmu 💪💪💪💪💪
Sitimusmiroh
farhan mempermainkan ikatan suci pernikahan
Sitimusmiroh
farhan egois
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!