(Follow Instagram aku ya @rafizqi0202)
Aria Hastuti seorang gadis desa yang pergi merantau ke kota xx untuk mencari pekerjaan.
Aria yang hanya tamatan SMA, sangat sulit baginya untuk mendapatkan pekerjaan di kota.
Karena kecantikan yang ia miliki, Aria diterima bekerja di sebuah hotel ternama di kota xx sebagai OB.
Namun siapa sangka? Kedatangannya ke hotel itu malah menjadi petaka baginya.
Ia melewati malam yang panjang bersama pria yang tidak ia kenal.
Karena pengaruh obat yang mereka minum, mereka melewati malam yang panjang tanpa mereka sadari yang membuatnya hamil diluar nikah.
Bagaimanakah nasib Aria selanjutnya?
Ayo simak cerita ini sampai habis.
Jangan lupa beri Author dukungan dengan memberikan Like, komen dan vote ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ulang Tahun
Acara makan pun selesai. Sesuai apa yang Alan inginkan. Aria dan Jifa menginap dirumahnya.
Aria ingin segera beristirahat saja, Setelah merasakan tubuhnya yang lelah karena perjalanan jauh.
Keesokan harinya.
Disebuah taman bunga di samping rumah.
Alan nampak masih duduk ditepi kolam ikan dengan menikmati secangkir teh.
Aria yang merasa jenuh karena berada didalam kamar, ia berniat untuk menikmati pemandangan bunga yang ada diluar rumah.
Namun disaat berjalan keluar, matanya menangkap seorang pria yang sedang duduk bersantai di tepi kolam.
Ia terdiam sejenak, sebelum seseorang dengan senang memanggil namanya.
"Aria sini!" Tenyata Alan menyadari kehadiran Aria disana. Aria tersenyum kecut, baru saja ia berniat ingin kabur namun ternyata Alan sudah lebih dulu melihat dirinya disana.
"Ayo sini" Ajak Alan lagi dengan sangat lembut. Aria melangkah dengan ragu. Bukan tanpa alasan, Aria masih trauma disaat pertama kali ia bertemu Alan. Sosok kejam yang begitu ia takutkan waktu itu.
"Duduklah" Tawar Alan. Aria mulai duduk disebuah bangku, dimana tempat Alan duduk tadi.
Suasana hening seketika.
Keduanya nampak begitu malu disaat berdua seperti ini, rasa tidak nyaman dari keduanya begitu nampak.
"Ambil ini" Alan menyodorkan sebuah kotak. Entah apa isinya, Aria juga tidak tau.
Mata Aria tertuju kepada Alan, "Apa ini?" Tanya Aria, tanpa mengurangi rasa penasaran nya.
"Buka saja!" Ucap Alan singkat.
Aria mulai membuka kotak itu. Seketika, manik matanya membulat sempurna. "Apa maksudnya ini?" Tanya Aria lagi dengan wajah bingungnya. Pasalnya isi kotak itu adalah baju pengantin.
Alan sedikit menatap Aria, lalu kembali menatap lurus kedepan.
"Itu adalah baju pengantin. Baju seorang wanita yang akan menjadi istriku. Tanggal 6 nanti, adalah hari pernikahanku yang sudah ditetapkan kakek ku. Sebenarnya baju itu adalah milik mendiang ibuku, dia menyuruhku untuk memberikan itu kepada pengantinku nanti" Jelas Alan.
Aria masih terdiam, seraya mencerna setiap perkataan yang keluar dari mulut Alan.
"Lalu kenapa kau memberikannya padaku?" Tanya Aria kemudian.
"Aku ingin kamu menjadi istriku" Ucap Alan seriu. Kini Alan sudah berpindah, ia menghadap kepada Aria dengan berjongkok serta sebelah kakinya bertumpu dengan tanah.
Aria mematung, matanya bahkan tidak berkedip karena terlalu syok akan perkataan Alan.
"Aku mohon, menikahlah denganku! Aku akan menjadi suami yang baik untukmu dan ayah untuk Jifa" Ucap Alan lagi. Kali ini ia nampak begitu serius, Aria sendiri sampai terpana akan keseriusan Alan.
"A-aku," Belum sempat Aria menjawab, sebuah suara mengejutkan dirinya dari arah belakang.
"Panjang umurnya .. panjang umurnya
Panjang umurnya serta mulia....Serta mulia ... serta mulia"
Aria sedikit menyeka air matanya, rasa haru bercampur bahagia.
"Selamat ulang tahun buk" Ucap Jifa dengan begitu lembutnya.
Aria mengangguk senang, "Terimakasih nak, ibu sendiri sampai lupa hari ulang tahun ibu sendiri" Ucap Aria senang.
"Ini semua idenya Om Alan loh buk" Ucap Jifa memuji.
Aria sedikit menoleh kepada Alan, dengan senyuman manisnya. Aria mulai memotong kuenya dan menyuapi Jifa untuk suapan pertamanya.
"Buk, om juga disuapin kue nya" Ucap Jifa. Aria tidak bisa menolak permintaan anaknya, lalu mulai menyuapi Alan dengan tubuh gemetar. Bukan tanpa alasan, dia begitu gugup disaat ingin menyuapi Alan.
Setelah Aria menyuapi Alan, tepukan tangan begitu meriah diberikan seluruh pengawal nya disana.
Setelah acara makan kue selesai, Alan kembali berbicara dengan begitu seriusnya.
"Aria, maukah kamu menikah denganku?" Alan membuka sebuah kotak kecil yang berisikan sebuah cincin berlian yang sangat indah.
Semua mata menatap senang, begitupun dengan Jifa.
"Ayo buk terima aja buk" Ucap Jifa. Sungguh, sebenernya Aria begitu kesal mendengar setiap ucapan anaknya itu. Aria selalu berpikir, siapa yang telah mengajari Jufa berbicara seperti orang dewasa itu.
"Aria?"
Aria terlonjak, dan menatap Alan yang sejak tadi menatap dirinya meminta jawaban.
"A-aku,"
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,,
Jangan lupa dukung karya saya, dengan like, komen dan vote ya.
Baca juga novel Lainnya:
-Menikahi CEO Yang Kejam
-Menikah Karena Hutang
-Terpaksa Menikahi Bos Mafia
jadi ga tau kelanjutan nya gimana.
lanjut dong Thor kisah ceritanya ditunggu.
Karena setelah badai selalu akan tampil langit yang cerah.. bahkan dengan indahnya sang Pelangi 🌈