NovelToon NovelToon
Reinkarnasi : Kembali Ke Tahun Milenium

Reinkarnasi : Kembali Ke Tahun Milenium

Status: tamat
Genre:Romantis / TimeTravel / Patahhati / Reinkarnasi / Badboy / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Mizzly

Hidup Sandy bisa dibilang gagal. Kehilangan pekerjaan yang berujung dengan rumah tangga yang hancur. Kini Ia sendiri meratapi nasib. Namun saat Ia terbangun dari mabuknya, Ia mendapati dirinya kembali ke tahun 2000, tahun milenium. Mampukah Ia memperbaiki masa depannya dan kembali ke masa depan lagi? Ataukah Ia akan mengulangi kesalahan yang sama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mizzly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Proses jual beli rumah dengan Sandy sebagai makelarnya berlangsung lancar. Lumayan keuntungan yang Ia dapat. Jika sudah ada aplikasi seperti jaman 2021 pasti jasa makelar sepertinya tak selaku tahun 2004.

Dari harga jual rumah, Sandy bisa mendapat keuntungan 5 - 10%. Untung yang sangat besar bagi seorang mahasiswa tanpa modal seperti Sandy.

Keuntungan dari menjual rumah kemarin saja dapat Ia kantongi 15 juta. Jumlah yang fantastis. Andai saja Sandy tahu tentang dunia makelar tanah sejak dulu, pasti Ia akan punya perusahaan sendiri di usia muda.

Sandy tersenyum puas. Tak sia-sia Ia kembali ke tahun milenium ini. Semua ketertinggalan bisa Ia kejar. Dari segi karir, uang dan jodoh tentunya.

Sudah beberapa hari ini Linda tak ada kabar. Menghilang bagai ditelan bumi. Hari ini Ia sempat melihat sekilas bayangan Linda, karena itu Ia menunggu mata kuliah Linda selesai untuk mengajaknya jalan.

Sandy pun memilih perpustakaan sebagai tempatnya menunggu. Lumayan, ada AC-nya. Dibanding nunggu di kantin, banyak asap rokok dan amat bising dengan ocehan mahasiswa.

Sandy menyalakan MP-3 miliknya. Diputarnya lagu Hoobastank berjudul The Reason yang sedang booming karena diputar di serial terakhir film Friends. Untunglah lagu-lagu yang banyak diputar di tahun ini adalah lagu-lagu yang Ia juga suka.

Sedang asyik-asyiknya mendengarkan musik, Sandy menyadari kalau Ia tidak duduk seorang diri. Ada orang lain yang juga duduk di sebelahnya.

Sandy melirik melalui ujung matanya dan melihat Black sedang duduk dengan mata menatap lurus ke depan. Sandy mencopot earphone di telinganya, Ia sudah lama menantikan untuk bertemu dengan Black. Tak disangka, orang yang selama ini dicari-cari malah datang sendiri.

"Black? Wow! Long time no see!" seru Sandy sambil menyunggingkan senyumnya.

"Oh ya? I see you everytime tuh!" balas Black.

"What? Really? Kok gue enggak pernah ketemu ya? Gue cariin juga!" Sandy meninju pelan lengan Black, menganggapnya seakan teman lama.

Black menepis bekas tangan Sandy di lengannya. Seakan sedang membersihkan debu di bajunya yang serba hitam itu.

"Ish... Tangan gue bersih! Tenang aja! Tadi habis pipis dah cebok tau!" kata Sandy pura-pura tersinggung. "Eh Black, mumpung ada lo nih. Gue tadinya mau tanya kenapa foto anak gue Sally tiba-tiba kakinya ilang pas gue lagi bercumbu dengan Linda. Karena lo enggak pernah ada, ya gue akhirnya mencari tau sendiri deh kenapa." jawab Sandy dengan nada bangganya.

"Terus?" tanya Black tak acuh.

"Ya karena gue lebih memilih Linda kan? Makanya Sally menghilang. Bener enggak?" tanya Sandy.

Black hanya menjawab dengan anggukan saja.

Sandy tersenyum penuh kemenangan. "Tuh kan gue bener! Gue tuh emang cerdas! Pintar! Makanya pas gue deket sama Shanum eh kakinya Sally nongol lagi."

"Hanya karena itu lo nyari gue?" Black tersenyum penuh misteri.

"Ya kan dulu gue enggak tau. Enggak karena itu juga sih. Gue mau nanya nih, kalau seandainya gue merubah takdir seseorang di jaman ini tentunya, bisa juga kan?"

"Memangnya lo pikir kalau diri lo tuh Tuhan?" sindir Black.

"Yeh, gue enggak pernah berpikir kalau gue Tuhan kali! Gue cuma bantuin orang aja."

Kini Black menatap ke dalam mata Sandy. "Bantuin orang untuk menghindar dari takdir kematian maksud lo?"

Seluruh bulu kuduk Sandy meremang. Black dalam mode serius. Tak bisa diajak bercanda sama sekali.

"Er... Gue..." Sandy bingung mau berkata apa. Yang ditebak Black benar adanya.

Sandy masih ingat kejadian yang terjadi di akhir tahun 2004. Ia bahkan hapal dengan artikel yang dicetak di salah satu surat kabar yang membuatnya dan Shanum kaget dibuatnya karena mereka baru pergi dari tempat tersebut 2 jam sebelum kejadian.

Ledakan keras terjadi di sebuah warung bakso di Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa siang. Diduga ledakan berasal dari kebocoran gas elpiji 50 kilogram di Bakso Simon, sehingga mengakibatkan empat orang luka-luka dan sang pemilik meninggal dunia.

Sandy bahkan sampai menenangkan Shanum yang tangannya amat bergetar. Jika saja mereka masih disana, maka bisa saja Shanum dan Sandy menjadi korbannya.

Sandy kemarin memberitahu Pak Simon agar mengganti kompor gas miliknya yang merupakan penyebab terjadinya ledakan. Black benar, Ia memang menghindari kematian Pak Simon.

Senyum di wajah Sandy pun menghilang, digantikan dengan senyum kemenangan Black. "Enggak semua hal lo tahu, Sandy. Enggak semuanya! Bahkan dengan otak lo yang lo anggap pintar sekalipun!"

"Katakan Black, apa yang akan terjadi kalo gue merubah takdirnya?" kini Sandy dilanda rasa penasaran yang teramat sangat.

Bukan Pak Simon yang Sandy khawatirkan, namun nasib Ibunya. Ia juga sudah merubah takdir Ibunya. Apa yang akan terjadi pada Ibunya kelak?

Black bukannya menjawab pertanyaan Sandy tapi malah berdiri dan pergi meninggalkan Sandy dengan segudang teka-teki.

"Tunggu Black! Jawab pertanyaan gue!" saat Sandy ingin mengejar Black, MP3 miliknya terjatuh. Earphone miliknya juga terlepas. Ia harus mengambil kotak kecil itu dulu barulah mengejar Black keluar perpustakaan.

Brukkk...

Lagi-lagi Sandy menabrak seseorang.

"Awww! Liat-liat dong kalau keluar perpus!" omel Shanum. "Ya elah, lo lagi! Kebiasaan banget sih!" Shanum berusaha bangun sambil menepuk-nepuk bajunya yang agak kotor saat jatuh.

"Lo liat cowok yang barusan keluar enggak?" tanya Sandy, lagi-lagi tak mengucapkan kata maaf terlebih dahulu.

"Kebiasaan nih! Kalau salah minta maaf!" omel Shanum.

"Iya. Gue minta maaf! Liat enggak lo?" tanya Sandy lagi.

"Enggak." jawab Shanum santai. Yang penting Sandy minta maaf dulu.

"Yeh bilang dong. Buang-buang waktu gue aja!" gerutu Sandy.

"Lo tuh mimpi ya? Tiap kita tabrakan selalu aja nanyanya cowok yang keluar dari perpus terus! Curiga nih gue lo sukanya sama cowok!" celetuk Shanum lagi.

"Kalo gue suka sama cowok, enggak bakalan gue nikahin lo di masa depan tau!" lagi-lagi Sandy keceplosan.

Wajah Shanum langsung bersemu merah. Cepat-cepat Ia menguasai diri, tak mau sampai Sandy melihatnya. "Kalo ngomong jangan seenaknya jadi orang. Jodoh, takdir dan umur seseorang enggak ada yang tau!"

Sandy yang sejak tadi celingukan mencari Black kini menatap Shanum dengan lekat. "Apapun itu, gue akan merubah takdir gue kalau sampai kita menikah!"

"Maksud lo?" tanya Shanum bingung.

"Iya. Biar kita enggak akan pernah berjodoh. Selamanya!" jawab Sandy pedas.

"Cih! Kayak gue mau aja sama lo! Dasar cowok sombong! Yang kemarin nawarin pulang bareng siapa? Yang kemarin ngajak makan bakso siapa? Yang kemarin nganterin gue sampe depan rumah siapa? Gue sumpahin lo cinta mati sama gue! Sombong banget jadi orang!" Shanum sampai menyumpahi Sandy saking kesalnya. Ia merasa dirinya amat hina di mata Sandy sampai tak mau kalau mereka sampai berjodoh.

"Pulang bareng? Makan bakso bareng? Nganterin sampai depan rumah? Kalian selingkuh di belakang gue?!" reflek Shanum dan Sandy menengok ke asal suara.

Nampak Linda sedang berdiri sambil membawa sebuah buku di tangannya. Linda menatap ke arah Sandy dan Shanum penuh rasa amarah. Dirinya merasa telah dikhianati oleh Sandy.

"Lind... Aku bisa jelasin!" Sandy pun mengejar Linda yang meninggalkan mereka dengan penuh amarah.

1
Ayu Sari Murni
mikiro le🤣
Hilmiya Kasinji
Luar biasa
Hilmiya Kasinji
ijin baca kak
Istiy Ana
keren 👍👍
Istiy Ana
ma sya allah kenapa gw bisa ketinggalan cerita sebagus ini ☺️
Ati Yulianti
ya k mizz cerita kk pasti bikin aku nantikan , selamat dan semangat berkarya kutunggu cerita selanjutnya Terima kasih sudah memberikan aku cerita yg luar biasa bagus dalam mengisi liburan ku
Ati Yulianti
aje gild k mizz tau aje proyek 2 /Grin/
lily
tersanjung sudah berapa episode?
Mbok'e AHB
iya bener,kangen gulali tepung.
Mbok'e AHB
dan skrg dkt jorr yaaa
Aysana Shanim
Kan bener.. Nhincer kalung shanum
Aysana Shanim
Apakah tujuan mereka ngasih tau sandy ke masa depan agar sandy jauh dari shanum, terus kalungnya di incer ya?
Aysana Shanim
Apakah nanti air di botolnya yg di incer ya?
Aysana Shanim
Ini yg aku pikirin dari kemaren sih..
Sandy yg milenium kemana. Terus kalo dia mantap gamau balik lagi ke milenium misalkan, mau di 2021 aja terus yg di milenium gimana? Ngilang dong? Dan nggak akan ada di masa depan tiba tiba aja kan?
Aysana Shanim
Ooh sepupunya pak dibyo yah berarti
Aysana Shanim
Apa mereka sepupuan?
Aysana Shanim
Vibes nya sandy sama shanum itu kayak maya sama Leo 😂😂🤣 kocak tapi gemesin wkwk
Aysana Shanim
Ini mah nyesek banget 😭
Aysana Shanim
Wkwkwk iya juga sih bener 😭🤣😂
Aysana Shanim
Hahaha ngakak 🤣🤣🤣 bener juga kata sultan wkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!