NovelToon NovelToon
Bestie,KUA Di Sebelah Mana?

Bestie,KUA Di Sebelah Mana?

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Nikahmuda
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Markario Putra

Karakter Utama:

​Arga: Cowok yang biasanya tenang, rapi, dan selalu jadi "penjaga" kalau mereka nongkrong. Tapi malam itu, dia sama mabuknya.

​Kinar: Cewek ceplas-ceplos, panikan, dan tipe sahabat yang tahu semua aib Arga dari zaman masih ngompol sampai sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Markario Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31: Rahasia Masa Lalu dan Tamu dari Istana

Sinar matahari pagi yang menerobos masuk melalui celah-celah ventilasi rumah kontrakan perlahan-lahan mengusir kehangatan malam yang canggung. Kinar mengerjap-erjapkan matanya, melenguh pelan saat merasakan ada beban berat yang melingkar di pinggangnya. Begitu kesadarannya terkumpul sepenuhnya, jantung Kinar langsung berdegup kencang.

Dia masih berada di atas kasur lantai ruang tengah, dan lengan kokoh Arga masih memeluknya erat dari belakang, menyalurkan hawa panas yang membuat daster katun tipisnya terasa gerah. Kinar menahan napas, berusaha bergeser sedikit demi sedikit agar tidak membangunkan cowok berkepala beton itu. Namun, baru saja dia bergerak dua sentimeter, pelukan di pinggangnya justru semakin mengencang, menarik punggungnya kembali menempel pada dada bidang Arga.

"Jangan gerak-gerak, Nar. Masih jam enam pagi," gumam Arga dengan suara bariton khas bangun tidur yang sangat serak dan dalam, tepat di lubang telinga Kinar.

"Arga, lepasin gak! Gue mau mandi, gerah tahu!" ketus Kinar, mencoba menyembunyikan suara gugupnya.

Sebelum Arga sempat membalas, ketukan keras yang sangat tidak sabaran mendadak terdengar dari arah pintu depan kontrakan mereka.

TOK! TOK! TOK!

"Tuan Muda Arga! Nyonya Muda Kinar! Permisi!"

Suara lantang itu sangat familier. Itu suara Pak Gunawan, asisten pribadi sekaligus tangan kanan Kakek Hendra yang kemarin menjemput mereka. Mendengar suara itu, Kinar dan Arga otomatis langsung terduduk serentak di atas kasur lantai, saling pandang dengan mata melotot panik.

"Mata-mata Kakek beneran dateng, Ga!" bisik Kinar panik, langsung merapikan rambutnya yang berantakan bagai reog.

"Buka pintunya, cepat! Tapi inget, langsung pasang tampang kayak pengantin baru yang keganggu!" perintah Arga taktis. Dia langsung berdiri, menyambar kaos oblongnya, sementara Kinar buru-buru berlari membuka selot pintu kayu mereka.

Begitu pintu terbuka, Pak Gunawan berdiri tegap dengan setelan jas hitamnya yang rapi, kontras dengan suasana gang sempit kontrakan. Di belakangnya, dua orang pria berbadan tegap tampak kesusahan menggotong empat buah koper besar bermerek mahal berlogo Louis Vuitton.

"Selamat pagi, Tuan Muda, Nyonya Muda. Mohon maaf mengganggu waktu istirahat kalian," ucap Pak Gunawan sambil membungkuk takzim, namun matanya yang jeli langsung melirik ke arah kasur lantai yang berantakan di ruang tengah. Sebuah senyuman tipis penuh arti terukir di wajah paruh bayanya. "Kakek Hendra memerintahkan saya untuk mengantarkan seluruh kebutuhan sandang premium untuk Nyonya Muda, sebagai persiapan menghadiri perjamuan makan malam keluarga besar Mahendra minggu depan."

Kinar melongo menatap koper-koper besar itu diletakkan di sudut ruang tengah mereka yang sempit, membuat ruangan itu mendadak penuh sesak. "Eh... Pak Gunawan, ini gak kebanyakan ya? Baju saya di lemari masih muat kok—"

"Semua ini adalah standar minimal untuk seorang istri dari pewaris Mahendra Group, Nyonya Muda," potong Pak Gunawan halus namun tegas. "Kakek juga berpesan, beliau akan terus memantau perkembangan... misi kalian dari dekat. Kalau begitu, saya permisi dulu."

Setelah Pak Gunawan dan para pengawalnya pergi, Kinar langsung menutup pintu dan menguncinya rapat-rapat. Dia bersandar di balik pintu, menatap tumpukan koper mewah itu dengan pandangan tidak percaya. "Gila, Ga. Kakek lo beneran gak main-main. Ini kontrakan kita berasa kayak gudang barang branded."

Kinar menoleh ke arah Arga yang kini kembali duduk di tepi kasur lantai. Namun, ekspresi Arga tidak lagi panik. Cowok itu menatap kosong ke arah lantai, wajahnya mendadak berubah menjadi sangat serius, seolah ada beban pikiran yang sangat besar yang sedang berkecamuk di dalam kepalanya.

Kinar berjalan mendekat, mendudukkan dirinya di samping Arga. "Ga? Lo kenapa? Kok malah bengong? Takut gara-gara Kakek lo mulai neror kita pake barang-barang begini?"

Arga menarik napas panjang, mengembuskannya dengan sangat berat. Dia menoleh, menatap lekat-lekat ke dalam manik mata Kinar. Tatapan matanya kali ini terasa begitu hangat, begitu dalam, dan sarat akan emosi yang selama belasan tahun ini selalu dia kunci rapat di dasar hatinya.

"Nar... gue mau jujur sama lo. Soal semua hal yang terjadi di mobil kemarin," ucap Arga, suaranya terdengar sangat tenang, namun ada getaran ketakutan yang langka di sana.

"Jujur soal apa lagi? Soal saham sepuluh persen itu? Atau soal paman lo?" tanya Kinar bingung.

Arga menggelengkan kepalanya pelan. Dia meraih tangan kanan Kinar, menggenggamnya dengan kedua belah tangannya, meremasnya lembut. "Soal alasan gue ngajak lo nikah kontrak dari awal. Kemarin di mobil, gue bilang alasan utamanya karena gue butuh lo buat ngerebut perusahaan dari paman gue yang licik, kan?"

"Iya, terus?"

"Itu bohong, Nar," bisik Arga, matanya tidak berkedip menatap Kinar. "Urusan paman gue, urusan warisan triliunan, dan urusan dendam masa lalu itu... itu cuma alasan kedua gue. Cuma alasan sampingan yang kebetulan lewat di depan mata gue."

Kening Kinar berkerut makin dalam, jantungnya mendadak berdesir aneh melihat keseriusan di mata Arga. "Maksud lo apa sih, Ga? Jangan bikin gue bingung deh pagi-pagi."

Arga terkekeh pelan, sebuah kekehan getir yang penuh dengan rasa pasrah. "Maksud gue... gue udah jatuh cinta sama lo, Kinar Anindita. Sejak kita pertama kali masuk bangku SMP."

DEG!

Dunia Kinar serasa berhenti berputar seketika. Kata-kata Arga laksana ledakan bom yang menghancurkan seluruh sistem logikanya. Arga... cinta sama dia? Sejak SMP?!

"Lo... lo jangan bercanda ya, kepala beton! Gak lucu tahu gak!" Kinar mencoba menarik tangannya, namun Arga menahannya dengan erat, menolak untuk melepaskannya.

"Gue gak pernah se-serius ini seumur hidup gue, Nar!" tekan Arga, suaranya merendah, sarat akan ketulusan yang murni. "Inget pas kelas dua SMP, lo nangis sesenggukan di belakang lab karena sepeda lo hilang, terus besoknya mendadak ada sepeda baru di depan rumah lo yang katanya hadiah dari kepala sekolah? Itu gue yang beli pake uang tabungan hasil gue ngebantu bengkel komplek, Nar. Inget pas SMA lo hampir ditembak sama cowok kelas sebelah tapi cowok itu mendadak pindah sekolah? Itu gue yang ngancem dia di belakang kantin karena gue gak sudi lo dimiliki sama cowok lain."

Air mata Kinar mendadak menetes tanpa bisa dia tahan. Seluruh memori masa kecil dan masa remajanya berputar cepat di otaknya. Semua perhatian-perhatian tersembunyi yang selama ini dia anggap sebagai bentuk solidaritas seorang "sahabat sejati", ternyata adalah bentuk cinta yang begitu besar dari seorang Arga Mahendra.

"Kenapa... kenapa lo gak pernah bilang sama gue, Ga? Kenapa lo malah diem aja selama belasan tahun ini?!" tanya Kinar dengan suara yang terisak, dadanya terasa begitu sesak.

Arga memajukan tubuhnya, tangan kanannya bergerak naik, menggunakan ibu jarinya untuk menghapus air mata yang mengalir di pipi lembut Kinar dengan sangat hati-hati.

"Karena gue pengecut, Nar," bisik Arga dengan nada pasrah yang begitu menyayat hati. "Gue terlalu takut. Gue takut kalau gue ungkapin perasaan gue yang sebenernya, lo bakal ngerasa gak nyaman. Gue takut hubungan persahabatan kita yang udah kita bangun dari kecil bakal rusak dan hancur total kalau lo gak punya perasaan yang sama. Gue lebih milih nahan sakit ngeliat lo senyum sama cowok lain sebagai sahabat, daripada gue harus kehilangan lo selamanya dari hidup gue."

Kinar terpaku, tangannya bergerak meremas kaos oblong hitam Arga erat-erat. Kehangatan dada Arga yang naik turun karena napas yang memburu terasa begitu nyata di telapak tangannya.

"Makanya, pas Kakek ngasih syarat gila soal warisan dan pernikahan ini, gue ngerasa ini adalah kesempatan terakhir yang dikasih Tuhan buat gue," lanjut Arga, wajahnya kini hanya berjarak beberapa senti saja dari wajah Kinar, hingga pucuk hidung mereka hampir bersentuhan. "Gue pake alasan kontrak, gue pake alasan paman gue, gue pake alasan meterai... semuanya cuma demi satu hal, Nar. Demi bisa ngiket lo secara sah jadi istri gue. Demi bisa meluk lo kayak semalem tanpa perlu takut lo bakal pergi ninggalin gue."

Atmosfer di dalam ruang tengah kontrakan itu mendadak berubah menjadi sangat padat dan intim. Batasan bernama 'bestie' atau sahabat yang selama belasan tahun ini menjadi benteng pertahanan mereka resmi hancur lebur, tidak bersisa sama sekali pagi ini. Topeng Arga sudah terbuka sepenuhnya, menyisakan seorang pria dewasa yang sedang menuntut balasan cinta dari wanita yang paling dia puja sejak kecil.

Arga mencondongkan wajahnya lebih dekat lagi, mengunci tatapan mata Kinar yang masih basah oleh air mata. "Sekarang lo udah tahu rahasia terbesar gue, Kinar. Perjanjian kita bukan lagi soal harta atau takhta perusahaan. Ini soal gue yang mau perjuangin hati lo seutuhnya. Jadi... lo masih mau nganggep misi 'bikin anak' ini cuma sebatas bisnis kontrak, atau lo mau mulai ngebuka hati lo buat gue sebagai seorang suami yang sebenernya?"

Di bawah pendar sinar matahari pagi yang menembus kaca jendela, Kinar hanya bisa terdiam dengan jantung yang berdentum ugal-ugalan. Sentuhan jemari Arga di rahangnya terasa begitu memabukkan, membakar seluruh sisa-sisa gengsinya dan membawanya masuk ke dalam pusaran romansa dewasa yang sesungguhnya bersama sang sahabat masa kecil.

1
Delia_Sherlyn
bola mata ap bola apa?
Markario Putra: bola matanya k,siap salah🙏😄
total 1 replies
Delia_Sherlyn
semangat ya kak, mohon izin untuk jadi refrensi🙏
Markario Putra: ok ka👍
total 1 replies
Markario Putra
Untuk sahabat ku semua yang baru membaca novel ku ini,jangan lupa untuk klik tombol IKUTI ya kawan ku semua🙏🙏
Kim Borahae
hi, saya pembaca baru. ceritanya masuk di aku 🤣. semangat terus ya author.


btw, saya pun baru mula menulis novel. kalau ada masa boleh tinggalkan komen di novel saya juga ya. tinggal tekan profile, terima kasih /Smirk//Rose/
Kim Borahae: terima kasih yaa
total 2 replies
Markario Putra
Tinggalkan komentar Anda🙏🙏
Markario Putra: untuk sahabat ku,mohon tinggalkan komentar supaya sy bisa lebih semangat lagi untuk menulis🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!